PENGUATAN MANAJEMEN
DAN SISTEM PEMASARAN USAHA KULINER PASCA PANDEMI COVID-19 DI DESA TELAJUNG
CIKARANG BARAT KABUPATEN BEKASI
Hasanuddin1,
Mulyadi2, Andi Amrullah3, abdul
rahman4 Tardin5
Sekolah Tinggi Ilmu
ekonomi Swadaya 1,2,3,4,5
[email protected]1, [email protected]2,
[email protected]3, [email protected]4,
[email protected]5
Diterima: 05-12-2022��������������������� ��������������� Review: 14-12-2022�������� ��������������� ��������������� Publish:
26-12-2022
Abstrak:
Pasca covid-19 usaha kuliner kelompok Anggrek di Desa Telajung Cikarang Barat Kabupaten Bekasi mengalami penurunan penjualan. Pengelolaan usaha yang belum professional dan pemasaran yang lemah menyebakan usaha kuliner sulit berkembang pasca pandemik covid-19. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan dan bimbingan kepada kelompok Kuliner Angrek yang ada di Desa telajung yang merupakan mitra dalam program pengabdian masyarakat ini. Dengan demikian, tujuan kegiatan adalah untuk memberi penguatan manajemen dan meningkatkan strategi pemasaran dengan sistem digital online. Metode kegiatan dalam bentuk pelatihan. penyuluhan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh yaitu mitra sangat antusias dan termotivasi mengikuti kegiatan sampai selesai, setelah kegiatan selesai mitra sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usahanya sendiri secara mandiri. Pengembangan pasar dengan memanfaatkan sistem pemasaran digital online dan hasil penjualan mitra kuliner Anggrek mengalami peningkatan. Jadi, dengan tata kelola manajemen usaha yang baik dan pemanfaatan digital online dalam pengembangan pasar dapat meningkatkan penjualan dan menimalisasi dampak copid-19.
Kata kunci: Manajemen usaha; Pemasaran; Digital online
Abstract:
After Covid-19, the culinary
business of the Orchid group in Telajung Village,
West Cikarang, Bekasi Regency experienced a decline
in sales. Unprofessional business management and weak marketing have made it
difficult for culinary businesses to develop after the COVID-19 pandemic. For
this reason, it is necessary to provide training and guidance to the Orchid
Culinary group in Telajung Village which is a partner
in this community service program. Thus, the purpose of the activity is to
strengthen management and improve marketing strategies with online digital
systems. The method of activity is in the form of training. counseling and
assistance. The results obtained are partners are very enthusiastic and
enthusiastic about enjoying the activity until it is finished, after the
partner activity already has the knowledge and skills to manage themselves
independently. Market development by utilizing online digital marketing systems
and the sales results of Anggrek culinary partners
has increased. So, with good business management governance and the use of
digital online in market development, it can increase sales and minimize the
impact of COVID-19.
Keywords:
Business management; Marketing; Digital online����������������������������������������������
Corresponding: Hasanuddin
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Perkembangan UMKM
Usaha Kuliner dari waktu ke waktu
sangat pesat, namun diperlukan pengelolaan yang baik. Dengan perkembangan
UMKM tersebut dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat, pemenuhan barang dan jasa, dapat menciptakan
lapangan pekerjaan, peningkatan nilai tambah yang dapat menurunkan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi (Julianti, Fadilla, & Faizal, 2021). Hanya saja adanya Pandemi
Covid-19 yang menerpa berbagai
Negara termasuk Indonesia, maka
usaha kulinerpun banyak yang terkena dampak dan tidak sedikit yang harus menutup usahanya. Kebijakan pemerintah tentang pembatasan sosial kegiatan masyarakat mengharuskan lebih banyak beraktivitas
di rumah. Pandemi Covid-19 memberi dampak pada ketidakstabilan ekonomi, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Secara umum, mayoritas dari pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan bahkan kebangkrutan akibat pandemi Covid-19 (Sugiarti, Sari, & Hadiyat, 2020). Dengan kondisi seperti ini usaha kuliner
tetap harus bangkit dengan memanfaatkan peluang yang ada dengan meningkatkan
penjualan di masa pandemi ini walaupun harus
dilakukan di rumah (Mulyadi, Pratiwi, Tardin, & Rahman, 2022). Usaha kuliner
tetap harus berjalan dan siap berubah sesuai kondisi dan terus mencari ide atau solusi dalam mempertahankan
dan mengembangkan usahanya.
Salah satu kelompok usaha kuliner yang juga mengalami dampak penurunan usaha saat pandemi
Covid-19 adalah kelompok kuliner Anggrek di Telajung Cikarang Barat kabupaten Bekasi Jawa Barat.
Kegiatan promosi yang pernah dilakukan kelompok kuliner ini adalah
Bazar terutama saat ada hari-hari raya
sebelum Covid-19 namun masih terbatas pada wilayah lingkungan RW dan sekitarnya dalam Desa Telajung
Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Berdasarkan hasil bazar yang dilakukan terlihat bahwa produk kuliner dari kelompok Anggrek
ini banyak diminati, namun karena pandemi covid sehingga penjualan menurun bahkan ada yang menutup sementara. Sehingga ketua kelompok kuliner memotivasi supaya bangkit dan membantu dalam pemasaran.
Melihat kondisi tersebut, dosen STIE Swadaya yang tergabung dalam tim pengabdian kepada �masyarakat bersama koordinator kelompok usaha kuliner Anggrek sepakat untuk bekerjasama
dalam mengatasi permaalahan yang dihadapi anggota kelompok usaha kuliner Anggrek.
Untuk itu, tim PKM dosen STIE Swadaya merancang pelatihan dan pendampingan terhadap kelompok usaha kuliner Anggrek
yang terkena dampak akibat pandemi covid-19.
Sebagai gambaran usaha yang dijalankan oleh kelompok kuliner Anggrek di Desa Telajung Kecamatan
Cikarang Barat Kabupaten
Bekasi terdiri dari 12 anggota dengan berbagai macam jenis produk kuliner,
rata-rata usaha yang dijalankan
sudah lebih 2 tahun, bahkan ada
bebrapa yang di atas 5 tahun. Kelompok Kuliner Anggrek ini dikoordinir oleh Eko Handoko. Usaha kuliner ini merupakan
usaha rumahan yang tumbuh dan berkembang seiring kebutuhan rumah tangga yang semakin tinggi. Pengelolaan usaha masih sederhana, para anggota masih minim pengalaman usaha, seperti pengetahuan administrasi, pengelolaan keuangan, dan system pemasaran. Aktivitas usaha kelompok kuliner Anggrek umumnya dilakukan di rumah masing-masing dan
konsumen atau pembeli terbatas pada daerah sekitar perumahan mereka. Sumber modal usaha anggota kuliner anggrek merupakan modal sendiri dan belum pernah mendapat bantuan kredit baik dari pemerintah
maupun dari pihak lain. Adanya
keinginan kelompok usaha kuliner Anggrek
untuk meningkatkan usahanya terkendala dari pengelolaan usaha dan pemasaran, termasuk produk yang dihasilkan masih ditingkatkan khususnya dari kemasan dan brand. Sistem pemasaran yang dilakukan belum memanfaatkan media online secara maksimal karena minimnya pengetahuan pemasaran melalui digital online.
Digital marketing adalah kegiatan
pemasaran termasuk branding
yang menggunakan berbagai
media, seperti: blog,
website, e-mail, adwords, dan berbagai
macam media sosial (Sanjaya, 2009). Sejumlah pelaku usaha percaya bahwa
penggunaan pemasaran tradisional saat ini dianggap kurang
efektif. Meski demikian, pemasaran online dan
media sosial pemasaran hanya sebagai pelengkap,
karena sebagian besar UMKM belum menerapkan potensi penuh dari alat
digital, maka tidak mendapat manfaat sepenuhnya dari perkembangan digital (Cant
& Wiid, 2016).
Berdasarkan hasil wawancara dengan koordinator kelompok kuliner Anggrek Bapak Eko Handoko dan Andy Afandy, bahwa permasalahan
manajemen pengelolaan usaha, produk dan sistem pemasaran masih perlu diperbaiki
untuk meningkatkan usaha dan penjualan. Untuk itu, permasalahan
prioritas yang perlu diselesaikan adalah manajemen usaha, Manajemen merupakan proses tindakan-tindaan dari mulai perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan
pengendalian untuk mencapai sasaran yang di targetkan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki dan sumber daya - sumber daya
lainnya (Hasibuan Malayu & Dasar, 2011). Oleh karena
itu, perlu dilaksanakan pelatihan manajemen usaha dan sistem pemasaran kepada kelompok usaha kuliner Angrek
sebagai upaya untuk penguatan pengelolaan usaha dan meningkatkan penjualan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM adalah dengan melakukan optimalisasi digital marketing terutama
dalam sektor peningkatan sosial media marketing, online advertising, video marketing, search engine marketing, dan pengelolaan website.
Dengan melakukan digitalisasi pemasaran, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkakan penjualan dan online
engagement untuk mengembangkan
skala usaha di tengah pandemi Covid- 19 (Raharja & Natari, 2021). (Nadya, 2016) menjelaskan
bahwa ketepatan dalam pemilihan media yang sesuai dengan perkembangan
teknologi, sesuai dengan kecenderungan perilaku konsumen dalam media elektronik, dengan sendirinya memberikan opini yang menimbulkan pertimbangan bagi calon konsumen
lain untuk melakukan pembelian.
Gambaran produk dan situasi mitra awal
masa pademi Covid-19 dapat dilihat pada gambar berikut ini:




�
�
��������� Gambar
1.� Foto Kondisi Mitra anggota Kelompok Kuliner Angrek (2020)
METODE
Berdasarkan identifikasi permasalahan mitra yang telah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat STIE Swadaya bersama mitra Kelompok Kuliner Anggrek, maka metode dan tahapan kegiatan dalam penyelesaian permasalahan mitra disusun sebagai berikut:
1)� Tahap persiapan
dilakukan dengan sosialisasi kegiatan terkait permasalahan dan solusi penyelesaian masalah.
2)� Tahap kegiatan pelatihan dan pendampingan, meliputi:
a)� Pelatihan manajemen
usaha, materi pelatihan disampaikan dengan metode ceramah,
diskusi dan tanya jawab.
b)� Pelatihan perbaikan
kemasan produk dengan metode ceramah,
demontrasi, diskusi dan
Tanya jawab.
c) � Pelatihan sistem
pemasaran dan digital
marketing disampaikan dengan
metode ceramah, demontrasi, diskusi dan Tanya jawab.
Selanjutnya, tahap evaluasi setelah pelatihan dilakukan terhadap mitra untuk melihat
respons dan manfaat dari hasil pelatihan
yang diberikan, serta adanya peningkatan baik pengetahuan maupun keterampilan dari para mitra UMKM. Selain itu juga untuk menilai tingkat
pemahaman dan kepuasan dari pelatihan. Evaluasi juga untuk melihat apakah ada dampak dari
pemberian pelatihan tersebut dan sebagai acuan untuk keberlanjutan
usaha mitra.
�
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini bermitra dengan kelompok Usaha Kuliner Anggrek yang dilaksanakan dari bulan Juni
2022 sampai dengan
September 2022. Selama kegiatan
berlangsung mitra usaha kuliner kelompok
Anggrek sangat antusias dan
memiliki motivasi tinggi mengikuti kegiatan dari awal
sampai selesai. Jumlah anggota yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan PKM ini adalah 12 anggota,
namun terdapat beberapa peserta lain yang ikut dan tetap diberi kesempatan mengikuti pelatihan. Tahap awal dilakukan
dengan perizinan dan sosialisasi kegiatan yang akan dilakukan seperti yang dijelaskan pada metode solusi penyelesaian
masalah.

Gambar 2. Foto Kegiatan Sosialisasi
Penyelesaian permasalahan manajemen usaha, administrasi pembukuan dan pelaporan keuangan. Pelaksanaanya dilakukan dengan memberikan materi tentang cara membuat catatan
pengeluaran, cara membuat catatan pemasukan, cara membuat buku kas utama, membuat buku inventaris, mempersiapkan buku laba rugi. Semua
materi disampaikan dengan metode tatap
muka langsung oleh tim pengabdi sesuai
kepakarannya, selain itu tetap dilakukan
diskusi dan tanya jawab terhadap materi yang diberikan.
Penyelesaian permasalahan tentang perbaikan kemasan dilakukan dengan pelatihan langsung dan pembuatan labeling. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dan pendampingan. Materi terkait adalah membuat kemasan dari karton, platik, dan gelas plastik dengan penutup. Cara pemilihan bahan baku dan pewarnaan serta desain yang menarik pembeli. Materi ini cukup menarik dan sangat diminati dengan berbagai ide yang muncul dari masing-masing anggota mitra.
Kegiatan penyelesaian perbaikan dan peluasan pemasaran dengan digital marketing. �Secara garis besar materi yang disampaikan: (1) Digital marketing dan promosi melalui media digital, (2) Pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan pemasaran, dan (3) Strategi pemasaran, seperti branding dan digitalisasi produk, dan identitas produk. Strategi mencapai hasil dari digital marketing harus diupayakan oleh para pelaku usaha dengan baik dengan terus berupaya membenahi strategi penjualan mereka. Seperti pada penelitian (Yasmin, Tasneem, & Fatema, 2015) dan (Gibson, 2018) yang mengatakan bahwa pengusaha harus memiliki strategi bisnis dalam pemasaran digital untuk dapat mencapai hasil yang maksimal.
Materi sistem pemasaran
terpadu dengan membuat katalog yang berisi menu makanan dari sejumlah kelompok,
lengkap dengan harga dan nomor kontak untuk pemesanan.
Katalog tersebut disebar melalui sejumlah media sosial untuk kemudahan akses bagi masyarakat,
di antaranya melalui aplikasi percakapan WhatsApp,
Instagram, facebook
dengan akun kelompok kuliner Anggrek. Pemanfaatan e-commerce dilakukan
untuk menjangkau pasar yang
luas dan memotong rantai distribusi sehingga konsumen memperoleh suatu produk harga yang murah. Jadi materi tentang strategi marketing/pemasaran
ecommerce akan diberikan
pada pada minggu kedua bulan kedua.
Metode yang digunakan adalah ceramah tatap muka langsung/daring.
Bilamana masih perlu penjelasan tentang materi, maka dilakukan tanya jawab dan diskusi. Pemasaran online (e-marketing) adalah saluran
yang dapat dijangkau seseorang melalui komputer dan modem. Modem menghubungkan
komputer dengan jalur telepon sehingga
komputer menjangkau beragam layanan informasi online (Kotler & Amstrong,
2018).
Adapun materi
tambahan dalam memotivasi semua peserta yang ikut pelatihan, antara lain;
-
Langkah Tepat
untuk Memulai Usaha Makanan Rumahan
-
Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil
-
Tips Membuka Usaha
Rumahan
-
Tips dan cara
memulai bisnis kuliner
�
�
Gambar
3.� Foto Sesi Pelatihan (September, 2022)
Kegiatan PKM ini berjalan
dengan baik dengam adanya partisipasi
mitra dalam bentuk: 1) Kesediaan kerjasama dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi 2) Menyediakan alokasi waktu dan tempat kegiatan baik secara langsung
di tempat mitra maupun materi melalui
daring atau online. 3) Menyediakan
fasilitas di tempat kegiatan mitra 4) Kesediaan semua anggota mengikuti kegiatan dari awal
sampai selesai.
��

�
��
�
�
�
Gambar 4.�� Foto Produk Pasca Pelatihan (September,
2022)
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dari awal sampai selesai
kegiatan, terlihat bahwa peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dengan melihat keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab saat
pelatihan dilakukan. Sedangkan tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengeloaan
usaha dan sistem pemasaran mengalami peningkatan dan dapat dilihat dari tampilan
produk awal sebelum dan sesudah kegiatan dlakukan. Demikian pula terhadap akses pemasaran bertambah luas dan pemesanan dan penjualan juga mengalami peningkatan.� Dampak Pelatihan Kewirausahaan Mandiri dibuktikan dengan meningkatnya pendapatan usaha home industri karena selain adanya pemahaman
usaha juga dengan adanya pelatihan dapat membuka peluang
dalam memasarkan produknya karena antar pengusaha saling memberikan informasi (Karwati, 2015).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kegiatan PKM yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan
bahwa kegiatan PKM ini telah berjalan
dengan baik dan mitra sangat antusias mengikuti kegiatan sampai selesai dan telah diperoleh hasil sebagai berikut:
1)
Mitra telah memiliki pengetahuan dan
keterampilan dalam mengelola usahanya sendiri dan dapat membuat pembukuan dan
pelaporan keuangan. Sehingga dapat menghitung rugi laba dan arus kas usahanya.
2) Mitra
memiliki pengetahuan dan keterampilan membuat sendiri kemasan produk usahanya
yang menarik dan higienis.
3)
Mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan
dalam memasarkan produk baik secara langsung maupun melalui sistem digital online dengan memanfaatkan media sosial.
Dengan hasil ini, usaha
mitra telah memiliki pasar yang lebih luas dengan pemanfaatan
media digital online dan mengalami peningkatan penjualan. Dengan penguatan manajemen usaha dan perluasan pasar dengan sistem digital marketing, maka
usaha kuliner dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan. Selain itu, dapat
meminimalisasi dan mengantisipasi
dampak pandemi Covid-19.
DAFTAR PUSTAKA
Cant, Michael C., &
Wiid, Johannes A. (2016). The use of traditional marketing tools by SMEs in an
emerging economy: a South African perspective. Problems and Perspectives in
Management, 14(1), 64.
Gibson, Charles. (2018).
The Most effective digital marketing strategies & approaches: A review of
literature. International Journal of Scientific and Research Publications,
8(2), 12�16.
Hasibuan Malayu, S. P.,
& Dasar, Manajemen. (2011). Pengertian dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
Julianti, Anggi,
Fadilla, Fadilla, & Faizal, Moh. (2021). Analisis Penggunaan Media Sosial
Facebook Dalam Perkembangan Umkm Gulo Puan Di Desa Bangsal Kecamatan Pampangan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA), 1(2), 125�134.
Karwati, Lilis. (2015).
Dampak Program Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Terhadap Usaha Home Industry
Makanan Ringan Desa Margaluyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Empowerment:
Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, 4(1), 102�125.
Kotler, Philip, &
Amstrong, Gary. (2018). Principles of Marketing. Edisi 15 Global Edition.
Pearson.
Mulyadi, Mulyadi,
Pratiwi, Rina, Tardin, Tardin, & Rahman, Abdul. (2022). Manajemen Usaha
Kuliner Kelurahan Cipinang Melayu Jakarta Timur Dalam Menghadapi Era New
Normal. AMMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(10), 1197�1204.
Nadya, Nadya. (2016).
Peran digital marketing dalam eksistensi bisnis kuliner Seblak Jeletet Murni. Jurnal
Riset Manajemen Dan Bisnis, 1(2), 133�144.
Raharja, Sam�un Jaja,
& Natari, Sari Usih. (2021). Pengembangan usaha umkm di masa pandemi
melalui optimalisasi penggunaan dan pengelolaan media digital. Kumawula:
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 108�123.
Sanjaya, Ridwan. (2009).
Josua Tarigan. Creative Digital Marketing Teknologi Berbiaya Murah, Inovatif
Dan Berdaya Hasil Gemilang. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.
Sugiarti, Yenny, Sari,
Yenny, & Hadiyat, Mochammad Arbi. (2020). Peranan E-Commerce untuk
Meningkatkan Daya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sambal di Jawa
Timur. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2),
298�309.
Yasmin, Afrina, Tasneem,
Sadia, & Fatema, Kaniz. (2015). Effectiveness of digital marketing in the
challenging age: An empirical study. International Journal of Management
Science and Business Administration, 1(5), 69�80.