FAKTOR-FAKTOR YANG
BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI LANSIA DI POSYANDU KUTILANG BOJONGSARI BARU KOTA
DEPOK
Salwa Putri
Fauzia1, Frida Kasumawati 2, Ayatun
Fil Ilmi 3
STIKes Widya Dharma Husada, Tangerang
Selatan dan 15417, Indonesia,1,2,3
[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3
Diterima: 02-08-2022��������������������� ��������������� Review: 11-08-2022�������� ��������������� ��������������� Publish:
18-08-2022
Abstrak:
Lansia mengalami berbagai
gejala akibat penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi lansia diposyandu kutilang Bojongsari Baru Kota Depok. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah
sampel adalah 45 lansia dengan pengambilan
sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan
adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Chi Square dengan tingkat kemaknaan p< 0,05.hasil univariat pada dukungan Keluarga pada partisipasi lansia didapatkan hasil bahwa yang selalu melakukan partisipasi lansia sebesar 34 orang (75,6%). motivasi lansia yang tidak pernah melakukan
partisipasi lansia sebesar 13 orang (28,0%). jarak rumah yang jauh melakukan partisipasi lansia sebesar 40 orang (88,9%). pelayanan kesehatan yang selalu melakukan partisipasi lansia sebesar 29 orang (50,9%). partisipasi
lansia yang tidak aktif ke posyandu
lansia sebesar 40 orang
(70,2%).� Hasil analisis
bivariat menunjukan sebagian besar lansia memliki motivasi lansia yang tidak pernah melakukan
partisipasi lansia sebesar 13 orang (28,0%) dengan hasil uji chi square (p-value = 0,077) dan sebagian lansia yang memiliki jarak rumah dengan katogori
jauh 30 orang (12,9%) dengan
hasil uji chi square (p-value = 0,075)
dan sebagian besar responden yang memiliki dukungan Keluarga dengan kategori selalu 34 orang (75,6%) dengan hasil uji chi square (p-value = 0,015) dan sebagian lansia yang memiliki pelayanan kesehatan dengan kategori selalu 29 orang (50,9%) dengan hasil uji chi square
(p-value = 0,016).
Kata kunci: Posyandu, Pendidikan, Motivasi, dukungan Keluarga, Partisipasi lansia
Abstract:
The
elderly experience various symptoms due to decreased biological, psychological,
social and economic functions. This study aims to determine the factors
associated with the participation of the elderly at the Kutilang
Posyandu, Bojongsari Baru, Depok City. This research is quantitative using a
cross sectional approach. The number of samples is 45 elderly
with purposive sampling. Data collection techniques using a questionnaire. The
data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using Chi
Square with a significance level of p < 0.05. Univariate results on family
support for elderly participation showed that those who always participated in
the elderly were 34 people (75.6%). the motivation of the elderly who never
participated in the elderly was 13 people (28.0%). The distance from the house
that is far away makes the participation of the elderly by 40 people (88.9%).
health services that always participate in the elderly are 29 people (50.9%).
the participation of the elderly who are not active to the elderly posyandu is 40 people (70.2%). The results of the bivariate
analysis showed that most of the elderly had the motivation of the elderly who
had never participated in the elderly by 13 people (28.0%) with the results of
the chi square test (p-value = 0.077) and some of the elderly who had a
distance from home with a far category of 30 people ( 12.9%) with the results
of the chi square test (p-value = 0.075) and most of the respondents who have
family support in the category are always 34 people (75.6%) with the results of
the chi square test (p-value = 0.015) and some the elderly who have health
services with the category of always 29 people (50.9%) with the results of the
chi square test (p-value = 0.016).
Keywords:
Posyandu, Education, Motivation, Family support,
Elderly participation�������������
Corresponding: Ashari Fathurahman
E-mail: ashari��[email protected]
PENDAHULUAN
Menurut WHO, di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi lansia meningkat 3kali lipat dari tahun ini.
Pada tahun 2000 lansia sekitar 5,300,000 (7,4%) Dari total populasi,
sedangkan pada tahun 2010 jumlah lansia 24,000,000 (9,77%) dari total populasi, dan tahun 2020 diperkirakan jumlah lansia mencapai
28,800,000 (11,34%) dari total populasi
(WHO, 2020).
Pos Pelayanan Terpadu
(Posyandu) Lansia merupakan wadah yang ditujukan oleh lansia yang ada di wilayah masyarakat yang dikelola oleh masyarakat dan dibantu oleh tenaga kesehatan. Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.
(Kementerian Kesehatan, 2018).
Pemerintah telah membuat peraturan
RI Nomor 67 Tahun 2015 tentang Posyandu Lansia guna memberikan
pelayanan kesehatan dan sosial bagi lansia
sehingga dapat memberikan manfaat baik dalam aspek
psikis maupun fisik. Salah satu indikator yang berguna untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam hal pembangunan
kesehatan dengan diimbangi peningkatan penduduk lanjut usia adalah Angka Harapan Hidup (AHH). Penyakit yang diderita oleh lansia pada umumnya adalah penyakit degenerative seperti penyakit osteoporosis, diabetes mellitus, stroker hipertensi, penyakit jantuk koroner, dan lain-lain
(Kementerian Kesehatan, 2017).
METODE
PENELITIAN
Dalam penelitian ini jenis penelitian
yang digunakan adalah penelitian kuantitatif (Sugiyono, 2016). Metode penelitian yang dilakukan adalah cross sectional adalah
suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor resiko
dengan efek, dengan cara pendekatan,
observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. (Adiputra et al.,
2021),
Penelitian ini telah dilaksanakan di Posyandu Kutilang Kecamatan BojongSari Baru Jl Masjid Miftahul Iman Rt 02/02 BojongSari
Kota Depok, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Bojongsari Baru Kota Depok yaitu sebanyak 45, teknik
nonprobability sampling dengan metode
total sampling untuk menentukan sampel penelitian. Jumlah sampel yaitu
45 sampel, sistem pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode
angket berupa kuesioner Teknik pengumpulan data
pada penelitian ini menggunakan data sekunder dan
data primer, Penelitian ini
menggunakan dua macam analisis yaitu� univariat dan bivariat.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
a.
Pendidikan
Berdasarkan distribusi frekuensi responden Pendidikan pada lansia dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel 1
Distribusi Frekuensi
Pendidikan
|
Pendidikan |
N |
% |
|
Tinggi ≥ SMA Rendah < SMA |
10 35 |
13,5 47,3 |
|
Total |
45 |
100 |
Sumber
: Data Primer, 2022
Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa sebagian besar Responden yang paling banyak pendidikan rendah ≥ SMA lebih banyak (35 orang), dibandingkan pendidikan tinggi < SMA lebih banyak (10 orang).
b.
Motivasi Lansia
Berdasarkan distribusi frekuensi responden motivasi pada lansia dapat dilihat
pada Tabel berikut :
Tabel 2
Distribusi Frekuensi Motivasi Lansia
|
Motivasi |
N |
% |
|
Baik |
32 |
71,1 |
|
Kurang |
13 |
28,0 |
|
Total |
45 |
100 |
Sumber
: Data Primer, 2022
Berdasarkan table 2 diketahui bahwa sebagian besar responden Motivasi Lansia yang lebih banyak baik (32 orang), dibandingkan motivasi lansia yang kurang (13 orang).
c. Jarak
Rumah
Berdasarkan distribusi
frekuensi responden Jarak rumah pada lansia dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel 3
Distribusi Frekuensi Jarak Rumah
|
Jarak Rumah |
N |
% |
|
Dekat |
5 |
11,1 |
|
Jauh |
40 |
88,9 |
|
Total |
45 |
100 |
Sumber
: Data Primer, 2022
Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa sebagian besar Mengalami Jarak Rumah yang lebih banyak jauh (40 orang), dibandingkan jarak rumah yang jauh (5 orang).
d.
Dukungan Keluarga
Berdasarkan distribusi frekuensi
responden dukungan Keluarga pada lansia dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel 4
Distribusi Frekuensi Dukungan keluarga
|
Dukungan Keluarga |
N |
% |
|
Baik |
34 |
75,6 |
|
Kurang |
11 |
24,4 |
|
Total |
45 |
100 |
Sumber
: Data Primer, 2022
Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa sebagian besar responden Dukungan Keluarga yang lebih banyak baik
(34 orang), dibandingkan dukungan
Keluarga yang kurang (11
orang).
e.
Pelayanan Kesehatan
Berdasarkan distribusi frekuensi responden pelayanan kesehatan pada lansia dapat dilihat pada Tabel berikut :
Tabel 5
Distribusi Frekuensi Pelayanan Kesehatan
|
Pelayanan Kesehatan |
N |
% |
|
Baik |
29 |
50.9 |
|
Kurang |
16 |
28.1 |
|
Total |
45 |
100 |
Sumber
: Data Primer, 2022
Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa sebagian besar responden Pelayanan kesehatan yang lebih banyak baik
(29 orang), dibandingkan pelayanan
kesehatan yang kurang (16
orang).
f.
Partisipasi Lansia
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Posyandu Kutilang Bojongsari baru kota depok.
Distribusi frekuensi responden berdasarkan partisipasi lansia pada lansia dapat dilihat
pada Tabel berikut :
Tabel 6
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Partisipasi Lansia
|
Partisipasi Lansia |
N |
% |
|
Aktif |
5 |
8,8 |
|
Tidak Aktif |
40 |
70,2 |
|
Total |
45 |
100 |
Sumber
: Data Primer, 2022
Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa sebagian besar Partisipasi lansia yang lebih banyak Tidak aktif
(40 orang), dibandingkan Partisipasi
lansia yang Aktif (5
orang).
Hubungan jarak rumah dengan partisipasi
lansia pada posyandu lansia
Hasil analisa data ada
hubungan antara jarak rumah dengan
partisipasi lansia yang dibuktikan dengan nilai p=0,018
(<0,05) lansia yang memiliki
jarak rumah dekat dan tidak aktif pada posyandu lansia sebanyak (15,0%) sedangkan yang memiliki jarak rumah jauh
dan aktif berpartisipasi
pada posyandu lansia yaitu (85,5%).
(Juniardi, 2013) mengatakan jarak posyandu lansia adalah tentang
lokasi antara tempat tinggal lansia dengan tempat
kegiatan pelayanan kesehatan khususnya posyandu lansia. Jarak Posyandu yang dekat akan membuat lansia
mudah menjangkau Posyandu lansia. Kemudahan dalam menjangkau lokasi Posyandu lansia ini berhubungan dengan faktor keamanan
atau keselamatan bagi lansia (Malawat & Fitriasari, 2016).
PEMBAHASAN
Hubungan dukungan keluarga dengan partisipasi lansia pada posyandu lansia Hasil analisa data tidak ada hubungan
antara dukungan Keluarga dengan partisipasi lansia yang dibuktikan dengan nilai p=0,015(<0,05)
lansia yang memiliki dukungan Keluarga baik dan tidak aktif partisipasi posyandu lansia sebanyak (11,8%), sedangkan lansia yang memiliki dukungan keluarga kurang dan aktif melakukan kunjunga ke posyandu sebanyak
(88,2%).
Dilapangan didapatkan lansia yang memiliki dukungan keluarga baik tetapi
tidak aktif berpartisipasi pada posyandu lansia yaitu karena
tidak ada keinginan dari diri lansia tersebut
untuk berpartisipasi pada posyandu lansia (Mindianata, 2018).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Faktor-faktor yang berhungan dengan partisipais lansia di Posyandu Kutilang Bojongsari Baru Kota Depok, bahwa ada hubungan
antara dukungan keluarga dengan partisipasi lansia diperoleh nilai (p = 0,015).
DAFTAR PUSTAKA
Adiputra, I. Made Sudarma, Trisnadewi, Ni Wayan, Oktaviani,
Ni Putu Wiwik, Munthe, Seri Asnawati, Hulu, Victor Trismanjaya, Budiastutik,
Indah, Faridi, Ahmad, Ramdany, Radeny, Fitriani, Rosmauli Jerimia, & Tania,
Putu Oky Ari. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yayasan Kita
Menulis.
Juniardi, Frans. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi
rendahnya kunjungan lansia ke posyandu lansia di Puskesmas Batang Beruh
Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Welfare State, 2(1).
Malawat, Rigoan, & Fitriasari, Endah. (2016).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Lansia Terhadap Pelayanan Posyandu
Lansia. Global Health Science, 1(1), 13�23.
Mindianata, Putri. (2018). Faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap niat keaktifan lansia dalam mengikuti Posyandu Lansia. Jurnal
Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 6(2),
213�226.
Sugiyono, Prof. (2016). Metode Penelitian
Manajemen(Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods),
Penelitian Tindakan (Action Research, dan Penelitian Evaluasi). Bandung:
Alfabeta Cv.
Astuti (2017). Upaya pemerintah meningkatkan
derajat kesehatan bagi lansia dalam posyandu lansia.
Andi (2018). Gambaran dukungan Keluarga dengan
partisipasi lansia di posyandu lansia, skripsi. 144.
Ismawati (2017). Gambaran pelayanan kesehatan
denga partisipasi lansia di posyandu lansia. Skripsi. 114.
Kartinah. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga dengan
Keaktifan Lansia (Lanjut Usia) dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia Desa
Gonilan Kecamatan Kartasura. Skripsi , 144.