PERAN KURUKULUM TPQ TERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI DI SEKOLAH DASAR

 

Kusnandar

STAI PTDII Jakarta Utara

Email: [email protected]

Rectangle: Rounded Corners: Abstrak
Pendahuluan:
Pendidikan non formal merupakan salah satu unsur terpenting dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa dan benrnegara, karena muatan ajarannya sejalan dengan semangat Pancasila dan nilai-religius. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Qalbi merupakan lembaga non formal yang menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an dalam upaya meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan kelurahan Pulo Gebang, kecamatan Cakung, kota Jakarta Timur.
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an dalam meningkatkan prestasi belajar PAI disekolah dasar khususnya di lingkungan kelurahan Pulo gebang, mulai dari proses pembelajaran di TPQ
Metode
Kurikulum TPQ serta prestasi belajar PAI di sekolah dasar Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil
Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum TPQ berperan aktif dalam meningkatkan prestasi belajar PAI disekolah dasar, hal ini ditunjukkan dengan nilai yang diperoleh anak yang ikut belajar di TPQ cenderung mendapat nilai yang tinggi dibanding dengan anak yang tidak ikut belajar di TPQ.
Kesimpulan
Kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur’an memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menunjang pembelajaran di Sekolah Dasar baik di SDN maupun SDS, hal ini dapat dilihat pada prestasi belajar siswa dimana terdapat perbedaan yang signifikan bagi mereka yang ikut belajar di TPQ dan yang tidak ikut belajar di TPQ.
Kata Kunci: Kurikulum TPQ; Prestasi Belajar PAI; Sekolah Dasar.

Diterima: 06-04-2022

Review: 10-04-2022

Publish: 15-04-2022

�Corresponding: Kusnandar

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, mulai dari lingkup personal, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara (Marwiyah, 2012). Pendidikan merupakan salah satu proses yang harus dilalui oleh manusia untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta mengembangkan potensi yang dimilikinya (Sudrajat, 2011). Hasil dari Pendidikan diharapkan sesuai dengan salah satu poin yang tertuang dalam pembukaan undang-undang Dasar 1945 alenia ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa (Meliana, 2012).

Proses pendidikan dapat dilakukan pada lembaga informal, nonformal atau formal (Darlis, 2017). Pendidikan informal merupakan metode pendidikan dari keluarga dan lingkungan tertentu terhadap kegiatan belajar individu yang dilaksanakan dengan bertanggung jawab (Biringan, 2021). Pendidikan nonformal adalah aktivitas pendidikan yang terorganisir yang berlangsung sendiri atau sebagai bagian dari kegiatan yang lebih luas di luar sistem formal yang dimaksudkan (Hidayat, Anwar, & Hidayah, 2017). Sedangkan pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (Bafadhol, 2017).

Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) adalah salah satu bentuk pendidikan nonformal yang keberadaannya melembaga dan diakui oleh masyarakat dimana tujuan utamanya adalah untuk menyiapkan terbentuknya generasi Qur�ani, yaitu generasi yang memiliki komitmen terhadap Al-Qur�an sebagai sumber perilaku, pijakan hidup dan rujukan segala urusannya. Hal ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa �Pendidikan nasional berfungsi� mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab�

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif (Sugiyono, 2018). Tempat penelitian ditentukan dengan teknik Purposive Area, yaitu pada pendidikan non formal di Taman Pendididikan Al-Qur�an (TPQ) Nurul Qalbi Kelurahan Pulo Gebang Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dan teknik penentuan Informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Dengan Informan kunci yaitu Pendidik dan santri serta Informan pendukung yaitu orang tua santri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yakni menggunakan perpanjangan penelitian, peningkatan ketekunan, dan triangulasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis model Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Proses Pembelajaran TPQ

Salah satu unsur yang dikedepankan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional adalah tentang cita-cita terbentuknya manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, menunjukkan pentingnya pendidikan agama pada tiap lembaga pendidikan di Indonesia tidak terkecuali Pendidikan non formal (Tutuk, 2015).

Untuk mewujudkan tujuan tersebut dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlash karena banyak hambatan dan tantangan yang akan ditemui dalam pelaksanaannya (Kusumaningtyas & Sutama, 2016). Hal ini, dikarenakan umat Islam di Indonesia mengalami tantangan keadaan. Tantangan keadaan ini, terbatas pada bidang pendidikan dan moral keagamaan, sebagai suatu penomena sosial budaya dan kultural, yang tentu saja tidak terlepas kaitannya dengan masalah sosial lainnya. Tantangan tersebut diantaranya adalah tantangan internal, yaitu meningkatnya angka "ketidakmampuan" Umat Islam (terutama generasi mudanya) dalam hal membaca Al-Qur�an yang disebabkan oleh lemahnya perhatian orang tua dalam membimbing putra-putrinya secara langsung dan lemahnya sistem Pendidikan Agama Islam pada jalur pendidikan formal dikarenakan terbatasnya atau sedikitnya jam pelajaran, sementara bahan pengajarannya cukup luas, serta melemahnya pertahanan dan ketahanan umat Islam dalam menghadapi �serangan� budaya luar (Barat) yang sekuler melalui teknologi yang disalah gunakan. Kemudian, tantangan eksternal yang berupa gerakan pemikiran dan aksi.

Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam luar sekolah (non formal) untuk anak-anak usia TK/SD (usia 4-12 tahun), yang mendidik santri agar mampu membaca Al-Qur�an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya.

Pembelajaran pada Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) dari segi materi atau muatan pengajaran, pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan materi atau muatan pengajaran yang ada pada tatanan Sekolah Dasar (SD) atau pada sekolah formal, bahkan lebih banyak muatan materi agamanya dibandingkan dengan pendidikan agama yang ada pada tatanan Sekolah Dasar (SD) atau sekolah formal lainnya. Materi pengajaran pada Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) secara khusus mengembangkan materi pembelajaran pada pemberian bekal dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan keagamaan. Terutama untuk pengajaran yang kurang memungkinkan dapat tercapai secara tuntas melalui pendidikan di sekolah formal (Rahmad, Raharjo, & Wibowo, 2015). Misalnya, baca-tulis al-Qur�an, praktek shalat, hafalan ayat-ayat al-Qur�an, do�a-do�a harian, penanaman akidah akhlak, pengetahuan keislaman dan lain sebagainya

�Melihat kenyataan yang ada, bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang ada pada tatanan sekolah formal dirasa sangat kurang, dari segi materi atau waktu yang disediakan, sebagaimana telah dijabarkan di atas, bahwa terbatasnya jam pelajaran yang ada disekolah formal, sementara bahan pengajarannya cukup luas. Di SD misalnya, hanya 2 jam pelajaran (2x40 menit) dalam satu minggu. Selain itu, dalam segi pendekatan kegiatan belajarmengajarnya yang bersifat klasikal (1 orang guru menghadapi puluhan murid), dengan lebih sering menggunakan metode ceramah. Akibatnya, Pendidikan Agama itu nilainya merosot menjadi sekedar �Pengetahuan Agama� yang bersifat kering. Sehingga, aspek keterampilan agama dengan target agar tamat SD, si anak bisa mengaji dan taat shalat, sangat tipis kemungkinannya, sebab untuk keterampilan baca tulis Al-Qur�an menuntut adanya pendekatan khusus yang sifatnya individunya (Pendekatan Privat). Maka, cukup strategis apabila peserta didik juga mengikuti proses pembelajaran pada Taman Pendidikan alQur�an (TPA) untuk dapat menambah serta memperdalam materi Pendidikan Agama Islam pada sekolah formal.

Keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) pada dasarnya adalah untuk membantu peran orang tua selaku pendidik dan pengajar dirumah, serta membantu peran guru-guru selaku pengajar di sekolah. Selain itu, juga dimaksudkan untuk mendukung dan membantu program atau usaha pemerintah menuju tercapainya tujuan Pendidikan Nasional, khususnya dalam sisi penanaman akidah serta pengembangan iman dan takwa juga budi pekerti yang baik (akhlakul karimah).

Berdasarkan penjelasan di atas, apabila pelaksanaan pembelajaran pada Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) berjalan dengan baik dengan kurikulum yang terarah serta diikuti oleh peserta didik, terutama dalam hal pembelajaran Al-Qur�an, dimana Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) mempunyai kelebihan-kelebihan diantaranya waktu belajar yang lebih banyak dan berjenjang serta curahan perhatian para pengajar yang langsung diberikan pada tiap-tiap anak (individu, maka akan terlihat dengan jelas bahwa keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) lebih optimal dan efektif dalam penyampaian materi pembelajaran Agama Islam, khususnya Al-Qur�an, serta dapat memberikan kontribusi yang positif khususnya dalam sisi penanaman akidah serta pengembangan iman dan takwa juga budi pekerti yang baik (akhlakul karimah).

 

 

 

Kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur�an TPQ

Struktur kurikulum TPQ ini meliputi inti pembelajaran yang dilewati pada jenjang pendidikan untuk 3 tahun atau dalam enam semester. Dengan waktu 3 tahun maka level yang ada adalah:

Level A (TPQ A)

Level B (TPQ B)

Dan level C (TPQ C)

Penyusunan untuk struktur kurikulum TPQ didasarkan kepada standar kompetensi lulusan dengan ketentuaan seperti dibawah ini:

 

TPQ Level A (TPQ A):

a.    Dasar Pembelajaran Alquran (Buku Panduan)

b.    Hafalan Bacaan Sholat

c.    Hafalan surat pendek

d.    Praktek Ibadah

e.    Adab & doa Harian

f.     Tahsinul Kitabah

g.    Pengenalan dasar Dinul Islam

 

TPQ Level B (TPQ B):

a.    Tadarus Alquran Juz 1-15

b.    Ilmu Tajwid

c.    Hafalan Surat Pendek

d.    Praktek Ibadah

e.    Adab serta doa Harian

f.     Hafalan Ayat Pilihan

g.    Tahsinul Kitabah

h.    Dinul Islam

TPQ Level C (TPQ C):

a.    Tadarus Alquran (juz 16-30)

b.    Ilmu Tajwid

c.    Hafalan surat pendek

d.    Praktek Ibadah

e.    Hafalan Ayat Pilihan

f.     Adab dan doa harian

g.    Tahsinul Kitabah

h.    Dinul Islam

Pendekatan pembelajaran pada TPQ hendaknya dibuat santai dan menarik bagi santri dengan pendekatan pembiasaan. Waktu pembelajaran setiap materi sebagaimana dalam matriks muatan kurikulum Satu jam pelajaran pada TPQ dihitung 30 menit. Pertemuan perhari adalah 2 jam pelajaran (60 Menit). Dengan waktu belajar 5 hari dalam satu pekan.

 

Prestasi Belajar PAI di Sekolah Dasar

Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan pesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Peningkatan prestasi belajar siswa yang dimaksud penulis adalah adanya peningkatan nilai yang semakin membaik dari hari ke hari bahkan tahun ke tahun sebagai hasil belajar baik secara tertulis maupun praktek pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah sekumpulan pelajaran tentang Agama Islam meliputi Al-Qur�an Hadits, Aqidah, Akhlaq, Fiqih dan Tarikh yang diajarkan oleh pendidik dan wajib di pelajari oleh peserta didik ditingkat Sekolah Dasar (SD).

Dalam proses belajar mengajar ditemukan beragam siswa dalam menangkap materi pelajaran PAI, hal ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. Ada siswa mendapatkan prestasi belajar dibawah KKM sama dengan KKM atau di atas KKM, kebanyakan siswa yang prestasi belajar PAI nya diatas KKM adalah siswa yang ikut belajar TPQ diluar jam belajar sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran non formal (TPQ) cenderung memiliki prestasi belajar di atas rata-rata/KKM.

 

KESIMPULAN

Kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur�an memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menunjang pembelajaran di Sekolah Dasar baik di SDN maupun SDS, hal ini dapat dilihat pada prestasi belajar siswa dimana terdapat perbedaan yang signifikan bagi mereka yang ikut belajar di TPQ dan yang tidak ikut belajar di TPQ.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bafadhol, Ibrahim. (2017). Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 6(11), 14.

Biringan, Julien. (2021). Internalisasi nilai melalui pendidikan informal dalam prospek perubahan sosial. Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(2), 34�42.

Darlis, Ahmad. (2017). Hakikat Pendidikan Islam: Telaah Terhadap Hubungan Pendidikan Informal, Non Formal dan Formal. Jurnal Tarbiyah, 24(1).

Hidayat, M. Arif, Anwar, Ali, & Hidayah, Noer. (2017). Pendidikan non formal dalam meningkatkan keterampilan anak jalanan. Edudeena, 1(1), 31�42.

Kusumaningtyas, Wahyu, & Sutama, M. Pd. (2016). Pengelolaan Karakter Kerja Keras Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Di SD N 1 Plosorejo. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Marwiyah, Syarifatul. (2012). Konsep pendidikan berbasis kecakapan hidup. Jurnal Falasifa, 3(1), 75�97.

MELIANA, LILI. (2012). Kekuasaan Presiden Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Sebelum Dan Sesudah Amandemen (Tinjauan Yuridis Pasal 4 Dan 5). UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYRIEF RIAU.

Rahmad, Nur, Raharjo, Bambang, & Wibowo, Arief. (2015). Sumbangan Taman Pendidikan Al Qur�an Terhadap Peningkatan Ibadah Bagi Anak Di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Giriroto Tahun 2014/2015. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sudrajat, Ajat. (2011). Mengapa pendidikan karakter? Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1).

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tutuk, Ningsih. (2015). Implementasi pendidikan karakter.