STAI PTDII Jakarta Utara
Email: [email protected]

|
Diterima: 06-04-2022 |
Review: 10-04-2022 |
Publish: 15-04-2022 |
�Corresponding:
Kusnandar
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan
manusia, mulai dari lingkup personal, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara (Marwiyah,
2012). Pendidikan merupakan salah satu proses yang harus dilalui oleh manusia untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta mengembangkan potensi yang dimilikinya (Sudrajat,
2011). Hasil dari Pendidikan diharapkan sesuai dengan salah satu poin yang tertuang dalam pembukaan undang-undang Dasar 1945 alenia
ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa (Meliana,
2012).
Proses pendidikan dapat dilakukan pada lembaga informal,
nonformal atau formal (Darlis,
2017). Pendidikan informal merupakan metode pendidikan dari keluarga dan lingkungan tertentu terhadap kegiatan belajar individu yang dilaksanakan dengan bertanggung jawab (Biringan,
2021). Pendidikan nonformal adalah aktivitas pendidikan yang terorganisir yang berlangsung sendiri atau sebagai
bagian dari kegiatan yang lebih luas di luar sistem
formal yang dimaksudkan (Hidayat,
Anwar, & Hidayah, 2017). Sedangkan pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan
dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (Bafadhol,
2017).
Taman
Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) adalah salah satu bentuk pendidikan
nonformal yang keberadaannya melembaga
dan diakui oleh masyarakat dimana tujuan utamanya
adalah untuk menyiapkan terbentuknya generasi Qur�ani, yaitu generasi yang memiliki komitmen terhadap Al-Qur�an sebagai sumber perilaku, pijakan hidup dan rujukan segala urusannya. Hal ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3 tentang sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa �Pendidikan nasional berfungsi� mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab�
METODE
PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif (Sugiyono, 2018). Tempat penelitian ditentukan dengan teknik Purposive Area, yaitu pada pendidikan non formal
di Taman Pendididikan Al-Qur�an (TPQ) Nurul Qalbi Kelurahan Pulo Gebang Kecamatan
Cakung Kota Jakarta Timur. Teknik penentuan
informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive
Sampling, dan teknik penentuan
Informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Dengan
Informan kunci yaitu Pendidik dan santri serta Informan
pendukung yaitu orang tua santri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Teknik pengolahan data yakni
menggunakan perpanjangan penelitian, peningkatan ketekunan, dan triangulasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis model Miles dan Huberman yakni
pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Proses Pembelajaran
TPQ
Salah satu unsur yang dikedepankan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional adalah tentang cita-cita terbentuknya manusia Indonesia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, menunjukkan pentingnya pendidikan agama pada tiap lembaga pendidikan
di Indonesia tidak terkecuali
Pendidikan non formal (Tutuk,
2015).
Untuk mewujudkan tujuan tersebut dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas,
kerja tuntas dan kerja ikhlash karena
banyak hambatan dan tantangan yang akan ditemui dalam pelaksanaannya
(Kusumaningtyas
& Sutama, 2016). Hal ini, dikarenakan umat Islam di
Indonesia mengalami tantangan
keadaan. Tantangan keadaan ini, terbatas
pada bidang pendidikan dan
moral keagamaan, sebagai suatu penomena sosial budaya dan kultural, yang tentu saja tidak terlepas
kaitannya dengan masalah sosial lainnya. Tantangan tersebut diantaranya adalah tantangan internal, yaitu meningkatnya angka "ketidakmampuan" Umat Islam (terutama generasi mudanya) dalam hal membaca
Al-Qur�an yang disebabkan oleh lemahnya
perhatian orang tua dalam membimbing putra-putrinya secara langsung dan lemahnya sistem Pendidikan Agama Islam pada jalur
pendidikan formal dikarenakan
terbatasnya atau sedikitnya jam pelajaran, sementara bahan pengajarannya cukup luas, serta melemahnya
pertahanan dan ketahanan umat Islam dalam menghadapi �serangan� budaya luar (Barat) yang sekuler melalui teknologi yang disalah gunakan. Kemudian, tantangan eksternal yang berupa gerakan pemikiran dan aksi.
Taman
Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) adalah lembaga
pendidikan dan pengajaran
Islam luar sekolah (non formal) untuk anak-anak usia TK/SD (usia 4-12 tahun), yang mendidik santri agar mampu membaca Al-Qur�an dengan baik dan benar sesuai dengan
ilmu tajwid sebagai target pokoknya.
Pembelajaran pada Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) dari segi materi
atau muatan pengajaran, pada dasarnya tidak jauh berbeda
dengan materi atau muatan pengajaran
yang ada pada tatanan Sekolah Dasar (SD) atau pada sekolah formal, bahkan lebih banyak muatan
materi agamanya dibandingkan dengan pendidikan agama yang ada pada tatanan Sekolah Dasar (SD) atau sekolah formal lainnya. Materi pengajaran pada Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) secara khusus mengembangkan
materi pembelajaran pada pemberian bekal dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan keagamaan. Terutama untuk pengajaran yang kurang memungkinkan dapat tercapai secara tuntas melalui
pendidikan di sekolah
formal (Rahmad,
Raharjo, & Wibowo, 2015). Misalnya, baca-tulis al-Qur�an, praktek shalat, hafalan ayat-ayat al-Qur�an, do�a-do�a harian, penanaman akidah akhlak, pengetahuan keislaman dan lain sebagainya
�Melihat kenyataan yang ada, bahwa pembelajaran Pendidikan
Agama Islam yang ada pada tatanan
sekolah formal dirasa
sangat kurang, dari segi materi atau
waktu yang disediakan, sebagaimana telah dijabarkan di atas, bahwa terbatasnya jam pelajaran yang ada disekolah formal, sementara bahan pengajarannya cukup luas. Di SD misalnya, hanya 2 jam pelajaran (2x40 menit) dalam satu minggu.
Selain itu, dalam segi pendekatan
kegiatan belajarmengajarnya
yang bersifat klasikal (1
orang guru menghadapi puluhan
murid), dengan lebih sering menggunakan metode ceramah. Akibatnya, Pendidikan Agama itu nilainya merosot menjadi sekedar �Pengetahuan Agama� yang bersifat kering. Sehingga, aspek keterampilan agama dengan target agar tamat SD, si anak bisa
mengaji dan taat shalat, sangat tipis kemungkinannya,
sebab untuk keterampilan baca tulis Al-Qur�an menuntut adanya pendekatan khusus yang sifatnya individunya (Pendekatan Privat). Maka, cukup strategis
apabila peserta didik juga mengikuti proses pembelajaran pada Taman Pendidikan alQur�an
(TPA) untuk dapat menambah serta memperdalam materi Pendidikan
Agama Islam pada sekolah formal.
Keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) pada dasarnya adalah untuk membantu peran orang tua selaku pendidik dan pengajar dirumah, serta membantu peran guru-guru selaku pengajar di sekolah. Selain itu, juga dimaksudkan untuk mendukung dan membantu program atau usaha pemerintah
menuju tercapainya tujuan Pendidikan Nasional, khususnya
dalam sisi penanaman akidah serta pengembangan iman dan takwa juga budi pekerti yang baik (akhlakul karimah).
Berdasarkan penjelasan di atas, apabila pelaksanaan
pembelajaran pada Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) berjalan dengan baik dengan kurikulum
yang terarah serta diikuti oleh peserta didik, terutama dalam hal pembelajaran
Al-Qur�an, dimana Taman Pendidikan Al-Qur�an (TPQ) mempunyai kelebihan-kelebihan diantaranya waktu belajar yang lebih banyak dan berjenjang serta curahan perhatian
para pengajar yang langsung
diberikan pada tiap-tiap anak (individu, maka akan terlihat
dengan jelas bahwa keberadaan Taman Pendidikan
Al-Qur�an (TPQ) lebih optimal dan efektif
dalam penyampaian materi pembelajaran Agama Islam, khususnya Al-Qur�an, serta dapat memberikan kontribusi yang positif khususnya dalam sisi penanaman akidah serta pengembangan
iman dan takwa juga budi pekerti yang baik (akhlakul karimah).
Kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur�an TPQ
Struktur kurikulum TPQ ini meliputi inti pembelajaran yang dilewati pada jenjang pendidikan untuk 3 tahun atau
dalam enam semester. Dengan waktu 3 tahun maka level yang ada adalah:
Level A
(TPQ A)
Level B
(TPQ B)
Dan level C
(TPQ C)
Penyusunan untuk struktur kurikulum TPQ didasarkan kepada standar kompetensi lulusan dengan ketentuaan seperti dibawah ini:
TPQ Level A (TPQ A):
a.
Dasar Pembelajaran Alquran (Buku Panduan)
b.
Hafalan Bacaan Sholat
c.
Hafalan surat pendek
d.
Praktek Ibadah
e.
Adab & doa Harian
f.
Tahsinul Kitabah
g.
Pengenalan dasar Dinul Islam
TPQ
Level B (TPQ B):
a.
Tadarus Alquran Juz 1-15
b.
Ilmu Tajwid
c.
Hafalan Surat Pendek
d.
Praktek Ibadah
e.
Adab serta doa Harian
f.
Hafalan Ayat Pilihan
g.
Tahsinul Kitabah
h.
Dinul Islam
TPQ Level C (TPQ C):
a.
Tadarus Alquran (juz 16-30)
b.
Ilmu Tajwid
c.
Hafalan surat pendek
d.
Praktek Ibadah
e.
Hafalan Ayat Pilihan
f.
Adab dan doa harian
g.
Tahsinul Kitabah
h.
Dinul Islam
Pendekatan pembelajaran pada
TPQ hendaknya dibuat santai dan menarik bagi santri dengan
pendekatan pembiasaan.
Waktu pembelajaran setiap materi sebagaimana dalam matriks muatan
kurikulum Satu jam pelajaran
pada TPQ dihitung 30 menit.
Pertemuan perhari adalah 2 jam pelajaran (60 Menit). Dengan waktu belajar 5 hari dalam satu
pekan.
Prestasi Belajar PAI di Sekolah Dasar
Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan pesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu
sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Peningkatan prestasi belajar siswa yang dimaksud penulis adalah adanya peningkatan
nilai yang semakin membaik dari hari
ke hari bahkan
tahun ke tahun sebagai hasil
belajar baik secara tertulis maupun praktek pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam.
Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah sekumpulan pelajaran tentang Agama Islam meliputi
Al-Qur�an Hadits, Aqidah, Akhlaq, Fiqih dan Tarikh yang diajarkan oleh pendidik dan wajib di pelajari oleh peserta didik ditingkat
Sekolah Dasar (SD).
Dalam proses belajar mengajar ditemukan beragam siswa dalam
menangkap materi pelajaran PAI, hal ini dapat dilihat
dari prestasi belajar siswa. Ada siswa mendapatkan prestasi belajar dibawah KKM sama dengan KKM atau di atas KKM, kebanyakan siswa yang prestasi belajar PAI nya diatas KKM adalah siswa yang ikut belajar TPQ diluar jam belajar sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran non formal (TPQ) cenderung
memiliki prestasi belajar di atas rata-rata/KKM.
KESIMPULAN
Kurikulum Taman Pendidikan Al-Qur�an memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menunjang
pembelajaran di Sekolah Dasar
baik di SDN maupun SDS, hal ini dapat
dilihat pada prestasi belajar siswa dimana
terdapat perbedaan yang signifikan bagi mereka yang ikut belajar di TPQ dan yang tidak ikut belajar di TPQ.
DAFTAR
PUSTAKA
Bafadhol, Ibrahim. (2017). Lembaga
Pendidikan Islam di Indonesia. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 6(11),
14.
Biringan, Julien. (2021). Internalisasi
nilai melalui pendidikan informal dalam prospek perubahan sosial. Jurnal
Civic Education: Media Kajian Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(2),
34�42.
Darlis, Ahmad. (2017). Hakikat Pendidikan
Islam: Telaah Terhadap Hubungan Pendidikan Informal, Non Formal dan Formal. Jurnal
Tarbiyah, 24(1).
Hidayat, M. Arif, Anwar, Ali, &
Hidayah, Noer. (2017). Pendidikan non formal dalam meningkatkan keterampilan
anak jalanan. Edudeena, 1(1), 31�42.
Kusumaningtyas, Wahyu, & Sutama, M. Pd.
(2016). Pengelolaan Karakter Kerja Keras Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Di SD
N 1 Plosorejo. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Marwiyah, Syarifatul. (2012). Konsep
pendidikan berbasis kecakapan hidup. Jurnal Falasifa, 3(1),
75�97.
MELIANA, LILI. (2012). Kekuasaan
Presiden Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Sebelum Dan Sesudah Amandemen (Tinjauan
Yuridis Pasal 4 Dan 5). UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYRIEF RIAU.
Rahmad, Nur, Raharjo, Bambang, &
Wibowo, Arief. (2015). Sumbangan Taman Pendidikan Al Qur�an Terhadap
Peningkatan Ibadah Bagi Anak Di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Giriroto Tahun
2014/2015. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sudrajat, Ajat. (2011). Mengapa pendidikan
karakter? Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1).
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tutuk, Ningsih. (2015). Implementasi pendidikan
karakter.