HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN� KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DECUBITUS PADA PASIEN STROKE DI RSUD MALINGPING 2022

 

Imas Masitoh1 Meynur Rohmah2 zahrah Maulidia Septimar3

Universitas Yatsi Madani Tanggerang

imasm6615@gmail.com

 

Abstrak:

Stroke adalah masalah kesehatan yang terjadi akibat gangguan fungsi otak fokal (global), dimana gejala yang timbul berlangsung selama 24 jam atau lebih tanpa adanya penyebab lain selain vaskuler Ketidakmampuan keluarga serta keterbatasan peran keluarga tentang perawatan pada pasien stroke menjadi penyebab terjadinya ulkus dekubitus. Dampak yang muncul akibat dekubitus antara lain dampak terhadap kondisi fisik, sosial, psikologis, finansial, dampak yang diakibatkan dari gejala dekubitus, dan dampak terhadap kesehatan secara umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Peran� Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022. Jenis penelitian yang di lakukan menggunakan metode studi korelasional dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). Tehnik pengambilan sempel dalam penelitian ini menggunakan teknik pendekatan total sampling sebanyak 65 responden. Hasil penelitian ini diuji dengan Uji Spearman dan menunjukkan untuk pengetahuan keluarga diperoleh p-value adalah 0,002 dan untuk peran keluarga diperoleh p-value adalah 0,014� ini berarti lebih kecil dari nilai α 0,05 (p < 0,05), sehingga dapat� disimpulkan�� bahwa� terdapat Hubungan Pengetahuan dan Peran� Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping.

 

Kata kunci: Pengetahuan, Peran Keluarga, Decubitus

 

Abstract:

Stroke is a health problem that occurs due to focal (global) brain function disorders, where the symptoms that arise last for 24 hours or more without any other cause other than vascular. The impacts that arise due to pressure sores include the impact on physical, social, psychological, financial conditions, the impact caused by the symptoms of pressure sores, and the impact on health in general. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and the role of the family on the incidence of Decubitus in Stroke Patients at Malingping Hospital 2022. This type of research is carried out using a correlational study method with a cross sectional approach. The sampling technique in this study used a total sampling approach technique as many as 65 respondents. The results of this study were tested by the Spearman test and showed that for family knowledge, the p-value was 0.002 and for the role of the family, the p-value was 0.014, which means it is smaller than the value of 0.05 (p <0.05), so it can be concluded that there is a relationship between knowledge and the role of the family on the incidence of decubitus in stroke patients at the Malingping Hospital.

 

Keywords: Knowledge, Role of the Family, Decubitu

 

���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Imas Masitoh

E-mail: imasm6615gmail.com

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Menurut World Health Organization (WHO), Stroke adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh disfungsi otak yang bersifat lokal( umum) dan gejalanya menetap lebih dari 24 jam tanoa penyebab selain pembuluh darah (Israr & Yayan, 2008)

Hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukan bahwa pasien stroke dirawat dirumah sakit menderita dekubitus adalah 3-10% dan 2,7% berpeluang terbentuk dekubitus baru dan hasil penelitian terjadi peningkatan dekubitus terus terjadi hingga 7,7-26,9%. Prevelensi terjadinya luka dekubitus di Amerika Serikat cukup tinggi sehingga mendapatkan perhatian dari kalangan tenaga kesehatan. Penelitian menunjukan bhawa prevelensi luka dekubitus bervariasi, tetapi secara umum dilaporkan bahwa 5-11% terjadi di tatanan perawatatan akut (acute care), 15-25% ditatanan perawatan rumah (home healt care) (Agustina E, 2020)

Di Indonesia hampir mencapai 25% penderita stroke yang terkena dekubitus. Hasil penelitian Tarrirohan, et. Al (2018). ) menunjukkan bahwa lama hari rawat dalam terjadinya luka ulkus dekubitus pada pasien immobilisasi 88,8% muncul luka dekubitus dengan rata-rata lama hari rawat pada hari kelima perawatan. Indikator standar mutu pelayanan di rumah sakit oleh WHO. Prevalensi ulkus dekubitus pada individu yang dirawat dirumah tanpa sepervisi atau dengan bantuan tenaga professional tidak begitu jelas. Keadaan perawatan rumah angka prevalensi dilaporkan menjadi 12,9% dan 19% (Potter, Perry, 2005 dalam Mohd Roy Afdhal, 2019).

Prevalansi ulkus dekubitus sekitar 17-28%, dan sekitar dua pertiga kasus terjadi pada pasien berusia diatas 70 tahun. Pada pasien dengan gangguan neorologis, insidens ulkus dekubitus adalah 58%. Pada pasien dengan penyakit akut, juga didapatkan dekubitus pada 3-11% pasien. Ulkus dekubitus merupakan penyebab kematian pada 7-8% dengan paraplegi. Dilaporkan kejadian dekubitus pada pasien stroke sebesar � 3% pasien. Dekubitus lebih sering dijumpai pada pasien dengan malnutrisi, infeksi, inkontesia urin, atau pada penderita penyakit serius. Dekubitus menyebabkan nyeri, peningkatan spastisitas, proses penyembuhan yang lambat, dan peningkatan resiko komplikasi penyakit (Al Rasyid dkk, 2018 dalam Cahyono 2020).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Peran� Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan studi korelasional dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). �Dalam hal ini peneliti melibatkan dua variabel yaitu variabel independen (Pengetahuan dan Peran� Keluarga) dan variabel dependen (Kejadian Decubitus),Tehnik pengambilan sempel dalam� penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 65 responden. Alat penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah terstruktur. Analisa menggunakan dua analisa yaitu univariat dan bivariat. Analisaunivariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Analisis bivariat diuji dengan uji spearman

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Univariat

Karakteristik Responden�

Tabel 1 Karakteristik Keluarga Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

 

Karakteristik

Jumlah

Persentase (%)

Masa Remaja Akhir

11

16.92

Masa Dewasa Awal

14

21.54

Masa Dewasa Akhir

16

24.62

Masa Lansia Awal

10

15.38

Masa Lansia Akhir

14

21.54

Laki-laki

31

47.69

perempuan

34

52.31

Tidak sekolah

6

9.23

SD

7

10.77

SMP

12

18.46

SMA

25

38.46

Perguruan tinggi

15

23.08

Sumber : Data Primer, 2022

 

Berdasarkan tabel 1 menunjukan hasil bahwa Karakteristik responden berdasarkan usia jumlah responden terbanyak merupakan Masa Dewasa Akhir sebanyak 16 orang (24,62%). dan karakteristik menurut jenis kelamin� responden terbanyak� merupakan responden� perempuan yaitu sebanyak 34 orang (52,31%). Dan menurut tingat pendidikan jumlah responden terbanyak merupakan berpendidikan SMA 25 orang (23,08%).

 

Diagnosa Stroke

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Diagnosa Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

 

Diagnosa

N

Persentase (%)

Stroke Hemoragic

17

26.15

Stroke Non Hemoragic

48

73.85

Total

65

100

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Primer, 2022

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden terbanyak merupakan pasien diagnosa Stroke Non Hemoragic sebanyak 48 orang (73,85%) diikuti yang Stroke Hemporagic� 17 orang (26,15%)

 

Kejadian Decubitus Pada Pasien Stroke

Tabel 3 Distribusi Frekuensi Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022.

Kejadian Decubitus

N

Persentase (%)

Resiko Ringan - Sedang

18

27.69

Resiko Berat - Sangat Berat

47

72.31

Total

65

100

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Primer, 2022

Berdasarkan tabel� 3� diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden terbanyak merupakan Resiko Ringan - Sedang 47 orang (72,31%) diikuti yang Resiko Berat - Sangat Berat 18 orang (27,69%

Pengetahuan Keluarga Tentang Kejadian Decubitus

Tabel 4

Distribusi Frekuensi pengetahuan keluarga tentang kejadian decubitus� di RSUD Malingping Tahun 2022

Pengetahuan

N

Persentase (%)

Baik

41

63.08

Kurang Baik

24

36.92

Total

65

100

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Primer, 2022

 

Berdasarkan tabel�� diatas dapat diketahui bahwa responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 41 responden (63.08%), sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 24 responden (36.92%)

 

1.      Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus

Tabel 5

Distribusi Frekuensi Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus di RSUD Malingping Tahun 2022

Peran Keluarga

N

Persentase (%)

Baik

49

75.38

Cukup

12

18.47

Kurang

4

6.15

Total

65

100

 

Sumber : Data Primer, 2022

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden paling banyak memiliki peran keluarga baik sebanyak 49 responden (75,38%), yang paling sedikit 4 responden (6,15%) memiliki peran keluarga kurang

 

����������� Hubungan Pengetahuan Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke

 

Tabel 6 Hubungan Pengetahuan Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

Variabel 1

Variabel 2

p-value

Nilai r

keterangan

Pengetahuan Keluarga

Kejadian Decubitus

0,002

-0,381

Korelasi negatif rendah hubungan negatif dengan interpretasi memadai

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data Primer, 2022

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa penggunaan Uji Spearman untuk melihat hubungan antara Pengetahuan Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping Tahun 2022, nilai p sebesar 0,002 < dari nilai level of significance (α) yaitu 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pengetahuan Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping.

 

Hubungan Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke

Tabel 7 Hubungan Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

Variabel 1

Variabel 2

p-value

Nilai r

keterangan

Peran Keluarga

Kejadian Decubitus

0,014

-0,302

Korelasi negatif rendah hubungan negatif dengan interpretasi memadai

Sumber : Data Primer, 2022

 

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa penggunaan Uji Spearman untuk melihat hubungan antara Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping Tahun 2022, nilai p sebesar 0,014 < dari nilai level of significance (α) yaitu 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping

 

Analisa Univariat

Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022.

Luka tekan atau luka decubitus adalah� kerusakan jaringan karena adanya kompresi jaringan lunak diatas tulang yang menonjol dan adanya tekanan dari luar dalam waktu lama. Luka ini dapat terjadi karena kulit yang bersentuhan dengan benda keras sehingga pembuluh darah tertekan oleh tulang di dalamnya (Arum, 2015). Luka tekan atau dekubitus� merupakan� masalah� yang� dihadapi� oleh� pasien-pasien� dengan� penyakit kronis, pasien yang sangat lemah, dan pasien yang lumpuh dalam waktu lama, bahkan saat ini merupakan suatu penderitaan sekunder yang banyak diderita oleh pasien yang sedang dirawat di rumah sakit (Henny Syapitri dkk, 2017).

Menurut asumsi peneliti� bahwa terjadinya decubitus pada pasien stroke yaitu adanya resiko pasien yang masa perawatannya lama, berbaring terlalu lama, dengan pencegahan dekubitus serta memperbaiki perilaku selama masa perawatan maka akan meminimalkan terjadinya decubitus. Selain itu Luka� tekan sering� kali� terjadi� pada� pasien� pasca� stroke� yang� dirawat� oleh� keluarga� di� rumah disebabkan� karena� rendahnya� pengetahuan� keluarga� dalam� melakukan� perawatan� pasca stroke,� khususnya� dalam� pencegahan� luka� tekan.� Rendahnya� pengetahuan� keluarga� untuk mencegah� terjadinya� luka� tekan,� perlu� mendapatkan� perhatian� perawat,� baik� perawat� yang bekerja� di� rumah� sakit,� maupun� yang� bekerja� di� puskesmas.

Pengetahuan Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Olgrid Algarini Allo Tahun 2015, dengan judul �Hubungan Pengetahuan Keluarga Tentang Penyakit Stroke Dengan Dukungan Keluarga Dalam Merawat Pasien Stroke Di Ruang Rawat Interna RSUD Lakipadada� dengan hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh keluarga pasien memiliki pengetahuan yang baik tentang penyakit stroke.

Pengetahuan merupakan suatu hasil dari tahu yang terjadi setelah seseorang/responden melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. pengindraan terjadi melalui pancaindra manusia, yakni indera, perabaan, penciuman, rasa, dan penglihatan. Sebagian besar pengetahuan diperoleh dari mata dan telinga. pengetahuan merupakan pedoman saat membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2014). Pengetahuan seseorang terhadap suatu objek mempunyai suatu intensitas atau tingkat yang berbeda. Peran keluarga dalam merawat pasien stroke membutuhkan pengetahuan, semakin baik pengetahuan seseorang dalam merawat pasien stroke, maka semakin baik peran keluarga dalam merawat pasien stroke.

Pengetahuan keluarga sangat penting dalam melakukan perawatan pada pasien stroke terlebih dalam perawatan di rumah, mengingat penyakit stroke merupakan penyakit yang sangat membahayakan dan membutuhkan kesabaran dalam perawatannya (Allo, 2015).

Analisa Bivariat

Hubungan Pengetahuan Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Fadli Tanjun tahun 2021, dengan judul �Hubungan Tingkat Pengetahuan Caregiver Dengan Risiko Ulkus Dekubitus Pada Pasien Stroke Rawat Jalan Rskd Prov. Sulsel�� Berdasarkan analisis statistik, ada hubungan antara tingkat pengetahuan caregiver tentang pencegahan ulkus dekubitus dengan kejadian Dekubitus Pada Pasien Stroke Rawat Jalan Rskd Prov. Sulsel.

Pencegahan decubitus pada pasien dengan diagnosa stroke di antaranya dengan kebersihan diri dan perawatan pada kulit, pengaturan posisi pada alas pendukung, keluarga harus menjaga kulit pasien supaya tetap bersih dan kering. Pada perlindungan dasar untuk mencegah kerusakan kulit. Pengaturan posisi digunakan untuk mengurangi tekanan dan daya gesek pada kulit. Posisi pasien mobilisasi dapat diubah sesuai dengan tingkat aktifitasnya, kemampuan persepsi dan rutinitasnya sehari-hari dan alas pendukung, kenyamanan, kontrol postur tubuh dan manajemen tekanan. Dari dekubitus juga bisa menimbulkan nyeri yang sangat dan ketidaknyamanan bagi pasien. Oleh karena itu keluarga sebagai orang terdekat yang merawat klien dengan dekubitus perlu mengetahui pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dekubitus agar keluarga itu sendiri bisa mencegah dekubitus (Fatmawati, 2009).

Menurut peneliti bahwa keluarga sangat berperan dalam fase pemulihan pasien stroke, sehingga pengetahuan keluarga dalam perawatan sangatlah penting untuk dapat mempercepat memandirikan pasien. Pengetahuan keluarga dengan sikap dan tindakan dalam meningkatkan kapasisitas fungsional pasien pasca stroke yaitu perawatan kulit yang cermat oleh keluarga sangat penting untuk mencegah dekubitus. Sejalan dengan ini bahwa dengan pemberian pengetahuan mengenai penyakit yang dialami atau yang akan terjadi sangatlah penting sehingga pasien ataupun keluarga pasien akan melakukan tindakan sesuai yang diharapan perawat.

Hubungan Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

Pada hasil penelitian peran keluarga, diketahui responden memiliki peran keluarga yang baik. keluarga sebagai orang terdekat yang dapat merawat pasien dengan decubitus perlu mengetahui pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan decubitus agar keluarga itu sendiri dapat mencegah terjadinya decubitus. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Chanifah Elmawati (2013) dengan judul �hubungan peran keluarga dengan pencegahan decubitus kepada pasien dengan stroke di ruang rawat inap RSUD Muntilan Magelang� dengan hasil penelitian terdapat hubungan antara peran keluarga dengan pencegahan decubitus pada pasien rawat inap RSUD Muntilan Magelang

Menurut Peneliti adanya hubungan peran serta keluarga dengan pencegahan terjadinya decubitus pada pasien stroke membutuhkan pengetahuan, semakin baik pengetahuan seseorang dalam merawat pasien stroke, maka semakin baik pula peran keluarga dalam merawat pasien stroke. Karena sebelum orang mengadopsi perilaku baru di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan sehingga terbentuk suatu perilaku baru yaitu dalam mencegah kejadian decubitus. Peran keluarga dalam pencegahan luka tekan pada pasien stroke sangat besar dan dapat� dikembangkan lebih�� lanjut dalam� bentuk pendidikan�� kesehatan sebagai bentuk pencegahan luka tekan dan diagnosis dini pada pasien stroke (E. N. Agustina & Rasid, 2020).

 

KESIMPULAN

�� Karakteristik stroke RSUD Malingping yang terbanyak berusia 36-45 tahun sebanyak 16 orang (24,62%), sedangkan berdasarkan jenis kelamin yang terbanyak perempuan yaitu sebanyak 32 orang (49,23%), untuk tingkat pendidikan jumlah terbanyak yaitu lulusan SMA 25 orang (38.46%).

Sebagian besar responden merupakan pasien diagnosa Stroke Non Hemoragic sebanyak 48 orang (73,85%), Sebagian besar responden bahwa responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 41 responden (63.08%), Sebagian besar responden memiliki peran keluarga baik sebanyak 49 responden (75,38%).

Berdasarkan hasil uji Spearman didapatkan hasil Ada Hubungan antara Pengetahuan Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022, dengan hasil� uji Spearman diperoleh nilai probabilitas ( p = 0.002 < 0,05 ), artinya� Hubungan antara Peran Keluarga Terhadap Kejadian Decubitus pada Pasien Stroke di RSUD Malingping 2022

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

A. Aziz Alimul Hidayat. (2007). Riset keperawatan dan teknik penulisan ilmiah (2nd ed.). Salemba Medika.

 

Agustina, E. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lansia dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia (Studi Puskesmas Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. STIKES Insan Cendekia Medika.

 

Agustina, E. N., & Rasid, H. Al. (2020). Peran Keluarga Dengan Pencegahan Decubitus Pada Pasien Stroke. Jurnal Ilmiah Wijaya, 12(1), 2301�4113. www.jurnalwijaya.com;

 

Allo, O. A. (2015). Hubungan pengetahuan keluarga tentang penyakit stroke dengan dukungan keluarga dalam merawat pasien stroke di ruang rawat interna RSUD Lakipadada tahun 2015. Jurnal AgroSainT, VI(3), 156�163.

 

Azizah, N. (2019). Dukungan Keluarga terhadap penerapan alih baring dalam mencegah luka decubitus pada pasien Imobilisasi. Universitas Sumatera Utara.

 

BK, M., Wilkins EGL, Dunbar EM, & RT, M.-W. (2018). Penyakit Infeksi (6th ed.). Erlangga.

 

Cahyono, A. (2020). Pengetahuan Keluarga Tentang Pencegahan Ulkus Dekubitus Pada Pasien Dengan Stroke. Politeknik Kesehatan Palangka Raya.

 

Chanifah Elmawati. (2013). Hubungan Peran Keluarga dengan Pencegahan Decubitus pada Pasien Stroke di Ruang Rawat Inap RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas �Aisyiyah.

 

Fatmawati. (2009). Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Dekubitus Dengan Sikap Dalam Pencegahan Dekubitus Pada Klien CVA Di Ruang Mawar Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hardjono Soedigdomarto Ponorogo. 2009.

 

Harto, T. (2020). Hubungan Kondisi Ventilasi Dan Kepadatan Hunian Terhadap Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraya Baturaja Timur Tahun 2019. Masker Medika, 8(1), 34�40. https://doi.org/10.52523/maskermedika.v8i1.371

 

Hong, K.-S., Bang, O. Y., Kang, D.-W., Yu, K.-H., Bae, H.-J., Lee, J. S., Heo, J. H., Kwon, S. U., Oh, C. W., Lee, B.-C., Kim, J. S., & Yoon, B.-W. (2013). Stroke statistics in Korea: part I. Epidemiology and risk factors: a report from the korean stroke society and clinical research center for stroke. J Stroke, 15(1), 2�20. https://doi.org/doi: 10.5853/jos.2013.15.1.2.

 

Israr, A., & Yayan. (2008). Stroke. Faculty of Medicine � University of Riau.

 

L, J., & R, L. (2010). Keperawatan Keluarga : Plus Contoh Askep Keluarga. Nuha Medika.

 

Mary, D., Jackson, D., & Keogh, J. (2014). Keperawatan Medikal bedah (1st ed.). Rapha publishing.

 

Maskun, A. L. Z., & Dian Hudiyawati. (2017). Upaya Perawatan Integritas Kulit Pada Pasien Stroke. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

 

Mulyatsih, E. (2018). Petunjuk Perawatan Pasien Pasca Stroke di Rumah. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

 

National Pressure Ulcer Advisory Panel European Pressure Ulcer Advisory Panel and Pan Pacific Pressure Injury Alliance. (2014). Prevention and Treatment of Pressure Ulcers : Quick Reference Guide. In Clinical Practice Guideline.

 

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (Revisi). Rineka Cipta.

 

Nur, A. M. (2019). Gambaran Pengetahuan Dan Persepsi Family Caregiver Tentang Pencegahan Dekubitus Pada Anggota Keluarga Yang Beresiko Dekubitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pisangan Dan Ciputat. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

 

Nursalam. (2002). Manajemen Keperawatan Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Profesional. Salemba Medika.

 

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (4th ed.). Salemba Medika.

 

Potter, P. ., & Perry. (2005). Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik (4th ed., Vol. 2). Edward Elgar Publishing Limited.

 

Rasyid, A., Misbach, J., & Harris, S. (2015). Stroke Komplikasi Medis Dan Tata Laksana (1st ed.). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

 

Roy, A. M. (2012). Hubungan Pengetahuan Masyarakat Dengan Pencegahan Dekubitus. Tidak diterbitkan.

 

Salcido, M. (2012). 7 Benefits and Advantages of Social Media for Business That Will Eliminate Your Fear # 7 Makes It All Worth It. Organic SEO Consultant.

 

Sugiyono. (2012). Metodologi Penelitian Administrasi. CV. Alfabeta.

 

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif (1st ed.). Alfabeta.

 

Widyaningrum, T. (2020). Pengaruh Swedish Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruang Rawat Inap RS An-Nisa Tangerang Tahun 2020. Jurnal Health Sains, 1(4), 243�251. https://doi.org/10.46799/jhs.v1i4.42

 

�����������