LAPORAN PENYULUHAN KESEHATAN
TENTANG DIABETES MELITUS DAN SENAM KAKI DIABETIK PADA WARGA DESA KUTAYU
KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES
Ahmad Zakiudin1, Esti Nur
Janah2, Tati Karyawati3
Akademi Keperawatan Al Hikmah 2 Benda-Sirampog-Brebes, Indonesia
[email protected], [email protected],
[email protected]
Abstrak:
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolisme tubuh yang
menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara
efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan
konsentrasi kadar gula di dalam darah (hiperglikemia). Tujuan dari penelitian
ini adalah Mampu
memahami tentang penyakit diabetes melitus dan praktek senam kaki diabetik dalam rangka untuk meminimalisir terjadinya kerusakan jaringan. Pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetik dapat meningkatkan pengetahuan warga desa Kutayu untuk berupaya semaksimal mungkin dapat mencegah terjadinya diabetes melitus
yang lebih parah yaitu terjadinya kerusakan
jaringan. Penyuluhan kesehatan pada warga ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan senam kaki
diabetik dalam pencegahan
masalah diabetes melitus.
Kata kunci: penyuluhan Kesehatan; diabetes; diabetik
Abstract:
Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disorder
of the body's metabolism due to the hormone insulin in the body which cannot be
used effectively in regulating blood sugar balance thereby increasing the
concentration of sugar levels in the blood (hyperglycemia). The purpose of this
study is to be able to understand diabetes mellitus and practice diabetic foot
exercises in order to minimize tissue damage. Health education about diabetes
mellitus and diabetic foot exercises can increase the knowledge of Kutayu villagers to try their best to prevent more severe
diabetes mellitus, namely tissue damage. Health education to residents can
increase the knowledge and skills of diabetic foot exercises in preventing
diabetes mellitus.
Keywords:
Health counseling; diabetes; diabetic
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Ahmad Zakiudin
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit gangguan
metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak
dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga
meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah (hiperglikemia) (Febrinasari et al., 2020).
Diabetes merupakan masalah pada masyarakat yang penting bagi kesehatan, dan
menjadi salah satu dari empat penyakit yang tidak menular dan menjadi target
tindak lanjut oleh para pemimpin dunia. Diabetes terus meningkat jumlah kasus
dan prevalensi selama beberapa waktu terakhir (Kemenkes RI, 2018).
Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis progresif biasa ditandai
dengan tubuh yang tidak dapat memetabolisme karbohidrat, protein dan lemak,
yang bisa menuju ke hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi (Black & Hawks, 2014).
DM tergolong penyakit tidak menular yang didapati
tanda dengan terjadinya kenaikan pada kadar gula dalam darah (Irianto, 2014).
Diabetes melitus dapat terjadi karena adanya kekurangan insulin yang absolut
atau relatif dan menyebabkan gangguan pada fungsi kerja insulin (Decroli, 2019).
Gula darah yang meningkat konsisten akan menimbulkan kondisi serius yang
menyebabkan kerusakan sistem saraf. Pasien diabetes memiliki risiko
lebih tinggi mengalami masalah kesehatan. (International Diabetes Federation,
2019). Masalah
tersebut dapat berdampak pada produktivitas dan sumber daya manusia
yang menurun (Decroli, 2019).
Jumlah kematian akibat diabetes diproyeksikan
meningkat lebih dari 50% dalam 10 tahun mendatang dan diprediksi menjadi
penyebab kematian ketujuh tertinggi di dunia pada tahun 2030 (WHO, 2011). Sekitar 4,2 Juta orang meninggal karena penyakit Diabetes Melitus setiap tahun
pada rentang usia 20-79 tahun dengan komplikasi.
Terjadi kematian satu orang setiap 8 detik. Hampir setengah
(46,2%) kematian pada usia
20-79 tahun disebabkan oleh
penyakit DM (International Diabetes Federation, 2019).
Data menurut hasil Riskesdas 2018 yaitu prevalensi penderita diabetes melitus �pada
penduduk usia ≥ 15 tahun sebesar 10,9%. Perincian� sebagai berikut 1) prevalensi DM penduduk usia� berdasarkan usia �tertinggi pada rentang usia� ≥� 75 tahun� (17%), usia 65 � 74
tahun dan usia 55 � 64
masing-masing (19,6%), usia 45-54 tahun
(14,4%), usia 35-44 tahun
(8,6%), usia 25-34 tahun
(4,1%), dan usia 15-24 tahun
2%). 2)� berdasarkan
jenis kelamin prevalensi DM pada laki-laki sebesar 9% sedangkan pada perempuan sebesar 12,7%. 3) berdasarkan pendidikan prevalensi tertinggi yaitu yang tidak sekolah (17,2%), tidak tamat SD (14,4%), tamat SD
(11,9%), tamat SMP (7,8%), tamat
SMA (8,3%), tamat D1-D3/PT (10,3%).� 4)� berdasarkan tempat tinggal prevalensi DM di daerah perkotaan
sebesar 10,6%, sedangkan daerah pedesaan sebesar 11,2% (Riskesdas, 2018).
Jumlah kasus DM tipe 2 di Jawa Tengah tahun 2018 sebesar 91.161 jiwa dengan prevalensi
sebesar 2,0%. Adapun prevalensi
berdasarkan karakteristik adalah sebagai berikut 1) prevalensi DM penduduk usia berdasarkan
usia tertinggi pada rentang usia 55-64 (5,38%), usia 65-74 tahun (4,77%), usia 45-54 tahun (3,98%), 2) Berdasarkan jenis kelamin prevalensi DM pada laki-laki sebesar 1,2% sedangkan pada perempuan sebesar 1,97%. Berdasarkan pendidikan prevalensi tertinggi yaitu pada pendidikan diploma dan perguruan tinggi (3,35%), 3) berdasarkan tempat tinggal prevalensi DM di daerah perkotaan
sebesar 2,0% sedangkan daerah pedesaan sebesar 1,16%. Sementara kasus DM di wilayah Kabupaten Tegal sebesar 3.803 jiwa, prevalensi sebesar
1,73%. (Riskesdas, 2018).
Penyakit DM akan memberikan dampak terhadap
kualitas hidup dan peningkatan biaya kesehatan yang cukup besar (Perkeni, 2019). Kualitas hidup adalah persepsi
individual terhadap posisinya dalam kehidupan, dalam
konteks budaya, sistem nilai dimana mereka berada dan hubungannya terhadap
tujuan hidup, harapan, standar, dan lainnya yang terkait. Masalah yang mencakup
kualitas hidup sangat luas dan kompleks termasuk masalah kesehatan fisik,
status psikologi, tingkat kebebasan, hubungan sosial dan lingkungan dimana
mereka berada (Jacob & Sandjaya, 2018).
Kualitas hidup pasien DM dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yaitu
faktor demografi yang terdiri dari usia dan status pernikahan, kemudian faktor
medis yang meliputi dari lama menderita dan komplikasi yang dialami dan faktor
psikologis yang terdiri dari kecemasan (Raudatussalamah, 2012).
Penatalaksanaan lima pilar pengendalian DM tipe 2
dapat diterapkan pada penderita DM dalam upaya mencegah komplikasi dan
meningkatkan kualitas hidup. Penatalaksanaan lima pilar ini meliputi diet,
pengobatan farmakologis, aktivitas fisik, edukasi (pendidikan kesehatan) dan
monitor kadar gula darah (Suciana & Arifianto, 2019).
Senam kaki merupakan salah satu jenis latihan yang
diterapkan pada pasien DM. Senam kaki bertujuan untuk meminimalisir terjadinya infeksi
ulserasi atau kerusakan jaringan yang berhubungan dengan abnormalitas
neurologis dan bermacam-macam derajat dari penyakit vaskuler
perifer. Pada ekstremitas bawah serta mencegah atau menghambat dan memperbaiki
neuropati perifer pada umumnya dan pada orang tua yang sudah menderita
neuropati maka pemeriksaan, perawatan dan latihan kaki harus lebih intensif.
Pemeriksaan dan perawatan kaki digunakan untuk deteksi dini kelainan atau pun
perlukaan yang terjadi di kaki, dan perawatan kaki ini digunakan untuk menjaga
atau mencegah kaki, telapak kaki dan jari-jari. Latihan kaki sebaiknya
dilakukan sebelum latihan jasmani sebenarnya atau diluar hari-hari latihan dan
dapat dilakukan dimana saja (Damayanti, 2017).
Senam kaki diabetes dilakukan karena berpengaruh
untuk memperbaiki sirkulasi darah dan sensitivitas. Pengaruh
senam kaki diabetes terhadap perubahan kadar gula darah yaitu pada otot-otot
yang bergerak aktif dapat meningkatkan kontraksi sehingga permeabilitas membran
sel terhadap peningkatan glukosa, resistensi insulin berkurang dan sensitivitas
insulin meningkat.
Penderita Diabetes tipe 2 yang sudah melakukan
senam kaki diabetes sebanyak 69,6% mengalami penurunan kadar gula darah dengan
latihan secara rutin (lebih 3 kali dalam seminggu selama 30 menit) akan
memperbaiki metabolisme karbohidrat, berpengaruh positif terhadap metabolisme
lipid dan dapat menurunkan berat badan. Oleh karena itu pemberian aktivitas
senam kaki merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengelola DM� (Ruben, Rottie, & Karundeng, 2016).
Diabetes melitus
(DM) merupakan penyakit kronis yang umum terjadi pada orang dewasa yang membutuhkan penanganan medis berkelanjutan dan edukasi perawatan mandiri pada pasien (Maria, 2021). DM juga merupakan gangguan proses metabolisme gula darah yang berlangsung kronik ditandai dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia)
yang diakibatkan oleh gangguan
pengeluaran insulin, resintensi
insulin atau keduanya (Lufthiani, 2020).
Diabetes melitus disebabkan karena fungsi
pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak
dapat menggunakan insulin secara efektif (Dewi, 2019).
Penyebab diabetes melitus dibagi menjadi dua yaitu pertama terjadi
karena ada penurunan sensitivitas dari insulin (resistensi terhadap insulin). Artinya
insulin meskipun cukup jumlahnya namun tidak dapat bekerja
sebagai mana mestinya untuk
menurunkan kadar glukosa darah akibat
kerusakan pada reseptor
insulin di sel. Dengan demikian
hormon insulin tidak dapat berikatan dengan reseptornya dan glukosa darah tidak
dapat masuk ke dalam sel.kedua karena penurunan produksi insulin oleh sel beta
pancreas (Subiyanto, 2019).
Tujuan dari penelitian
ini adalah Mampu
memahami tentang penyakit diabetes melitus dan praktek senam kaki diabetik dalam rangka untuk meminimalisir terjadinya kerusakan jaringan. Mampu mengetahui dan memahami pengertian diabetes melitus,
Mampu memahami penyebab
diabetes melitus, Mampu mengetahui
dan memahami faktor risiko diabetes melitus, Mampu melaksanakan praktek senam kaki diabetik dengan benar.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
1. �Pengertian
Senam kaki diabetes melitus merupakan kegiatan
atau latihan yang dilakukan oleh masyarkat yang menderita diabetes melitus
untuk membantu memperlancar peredaran darah bagian kaki yang mengalamai
penurunan neuropati yang bisa menyebabkan terjadinya luka. Senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita diabetes
atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot
paha, dan juga mengatasi keterbatasan gerak sendi. Penanganan yang efektif akan menurunkan
tingkat komplikasi sehingga tidak terjadi komplikasi lanjut yang merugikan penderita melitus (Simamora et al., 2020)
2.
Tujuan Senam Kaki Diabetes Melitus
a.
Memperbanyak/memperbaiki
sirkulasi darah
b.
Memperkuat otot-otot kecil
c.
Mencegah terjadinya kelainan
bentuk kaki
d.
Meningkatkan kekuatan otot
betis dan paha
e.
Mengatasi keterbatasan gerak
sendi
f.
Meningkatkan kebugaran klien
diabetes melitus.
3.
Manfaat Senam kaki Diabetik
a. Menurunkan
kadar gula darah dan mencegah kegemukan
b. Membantu
mengatasi terjadinya komplikasi (gangguan lipid darah atau pengendapan lemak
didalam darah, peningkatan tekanan darah, hiperkoagulasi darah atau
penggumpalan darah).
4.
Prosedur Kegiatan Senam Kaki Diabetes
Langkah-langkah pelaksanaan senam kaki sebagai
berikut :
a. Duduk
tegak di sebuah bangku atau kursi (tanpa bersandar) kedua kaki menyetuh
lantai,
lepas alas kaki.

Gambar 1 Posisi Senam Kaki
Diabetik
b.

Dengan tumit yang diletakkan di lantai, gerakan jari-jari kedua kaki anda
seperti bentuk cakar dan luruskan kembali sebanyak 10 kali.
Gambar 2 Gerakan cakar
ayam
c. Angkat
ujung kaki, tumit tetap diletakkan di atas lantai. Turunkan ujung kaki,
kemudian angkat tumitnya dan turunkan kembali (diulang sebanyak 10 kali).

Gambar 3 Gerakan angkat tumit
dan telapak kaki
d.

Angkat kedua ujung kaki anda. Putar kaki pada pergelangan kaki ke arah
samping. Turunkan kembali ke lantai
dan gerakkan ke tengah.
Gambar 4 Gerakkan
memutar pada pergelangan kaki
e. Angkat
kedua tumit anda. Putar kedua tumit ke arah samping. Turunkan kembali ke lantai
dan gerakkan ke tengah.

Gambar 5
Gerakkan angkat tumit
f.
Angkat salah satu lutut dan
luruskan kaki anda. Gerakkan jari-jari kaki anda ke depan.
Turunkan kembali kaki anda bergantian kiri dan kanan.

Gambar 6
Gerakkan angkat salah satu lutut
g.

Luruskan salah satu kaki anda di atas lantai. Kemudian angkat kaki
tersebut. Gerakkan ujung-ujung jari ke arah muka anda.
��
Gambar 7
Gerakkan angkat salah satu kaki
h. Seperti
latihan sebelumnya tapi kali ini dengan kedua kaki secara bersama-sama.

Gambar 8
Gerakkan angkat kedua kaki
i.
Letakkan koran di lantai dan
dibuka. Sobek menjadi dua bagian. Satu bagian disobek sekecil-kecil
mungkin dengan menggunakan jari-jari kaki. Kumpulkan sobekan kecil koran tadi
di sobekan besar, lipat-lipat dan dibuang ke tempat sampah.

Gambar 9 Gerakkan menyobek
kertas koran menggunakan kaki
PELAKSANAAN
KEGIATAN
A. Nama
Kegiatan
�Pendidikan
Kesehatan tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetes
B. Waktu
Pelaksanaan
�Kegiatan
dilakukan pada hari Senin tanggal 5
Desember 2022 pukul 08.00 -11.00
C. Tempat
Pelaksanaan
Tempat
pelaksanaan kegiatan Senam Kaki diabetes ini dilaksanakan di rumah warga desa ��Kutayu Kecamatan Tonjong
Kabupaten Brebes.
D. Tujuan
1. Tujuan
Umum
Masyarakat mampu memahami tentang
penyakit diabetes melitus dan
praktek senam kaki diabetik dalam
rangka untuk meminimalisir terjadinya kerusakan jaringan
2. Tujuan
Khusus
a. Mampu
mengetahui dan memahami pengertian
diabetes melitus
b. Mampu memahami penyebab diabetes melitus
c. Mampu mengetahui
dan memahami faktor risiko diabetes melitus
d. Mampu melaksanakan
praktik senam kaki diabetik dengan
benar
E. Jenis
kegiatan
Kegiatannya Pendidikan Kesehatan yang
akan diberikan pada masyarakat desa,
yaitu :
1. Promotif
Kegiatan yang melaksanakan :
Menjelaskan materi tentang diabetes melitus dan
senam kaki diabetik
Sasaran penyuluhan ���� : warga desa Kutayu
Waktu �������������������������� :
Pukul 08.00 - 11.00
2. Edukatif
Pendidikan
kesehatan tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetik yang
diberikan kepada warga desa Kutayu Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes.
3. Preventif
Pencegahan terjadinya penyakit diabetes dan penanganannya.
Kegiatan yang dilakukan adalah :
a. Penjelasan materi
diabetes melitus
b. Senam
kaki diabetes
F. Strategi
Pelaksanaan
1. Metode
: Penyuluhan, diskusi
interaktif dan praktik senam kaki diabetik
2. Media
: leaflet dan powerpoint
3. Strategi
pelaksanan :
�a.
Persiapan
1)
Diskusi persiapan acara
2)
Koordinasi dengan kepala desa Kutayu
3)
Persiapan sarana dan prasarana
4)
Persiapan materi
b. Pelaksanaan Susunan acara
1) Salam perkenalan
2) Penyampaian materi
3) Diskusi interaktif
G. Pembahasan
Hasil pelaksanaan Kegiatan
Secara garis besar mencakup beberapa komponen
sebagai beriukut :
1. Keberhasilan target
2. Ketercapaian tujuan
3. Ketercapaian target materi yang telah
direncanakan
4. Kemampuan peserta dalam penguasaan materi dan praktik
Target peserta pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetik
di desa Kutayu Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes dalam pelaksanaanya tidak semua
warga bisa hadir dalam acara tersebut. Adapun ketercapaian tujuan
pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus dan
senam kaki diabetik secara
umum adalah baik, namun keterbatasan waktu yang disediakan mengakibatkan tidak
semua materi tentang diabetes melitus dapat
disampikan secara detail. Akan tetapi dilihat dari
semangat dan keaktifan peserta
dapat dievaluasi dan disimpulkan
bahwa tujuan pendidikan kesehatan diabetes melitus dan senam
kaki diabetik ini dapat tercapai.
Kemampuan peserta
dilihat dari penguasaan materi ada yang masih kurang dikarenakan waktu yang
singkat dalam penyampaian materi, hal ini disebabkan materi dan praktik yang banyak hanya disampikan
kurang lebih 3
jam sehingga tidak cukup waktu bagi para peserta
untuk memahami secara lengkap semua materi yang diberikan. Secara
keseluruhan kegiatan pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetik pada
warga desa Kutayu
Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes dapat
dikatakan berhasil. Keberhasilan ini selain diukur dari keempat komponen diatas
juga dapat dilihat dari kepuasan peserta setelah mengikuti kegiatan dan meminta
untuk dilakukan penyuluhan lagi lain waktu.
KESIMPULAN
Pendidikan kesehatan
tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetik dapat
meningkatkan pengetahuan warga desa Kutayu untuk berupaya semaksimal mungkin dapat mencegah terjadinya diabetes melitus
yang lebih parah yaitu terjadinya kerusakan
jaringan. Penyuluhan kesehatan pada warga ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan senam kaki
diabetik dalam pencegahan
masalah diabetes melitus.
DAFTAR PUSTAKA
Black, J. M., &
Hawks, J. H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis Untuk Hasil
Yang Diharapkan (8th ed.). Singapore.
Damayanti. (2017). Diabetes
Mellitus Dan Penatalaksanaan Keperawatan (II). Yogyakarta.
Decroli. (2019). Diabetes
Melitus Tipe 2. Padang; Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam.
Dewi. (2019). Diabetes
Melitus, Diagnosis dan Pendekatan Terapi. Yogyakarta.
Febrinasari, Ratih
Puspita, Maret, Universitas Sebelas, Sholikah, Tri Agusti, Maret, Universitas
Sebelas, Pakha, Dyonisa Nasirochmi, Maret, Universitas Sebelas, Putra, Stefanus
Erdana, & Maret, Universitas Sebelas. (2020). Buku saku diabetes melitus
untuk awam. (November).
International Diabetes
Federation. (2019). IDF Diabetes Atlas.
Irianto. (2014). Epidemiologi
Penyakit Menular dan Tidak Menular Panduan Klinis. Bandung. Alfa Beta.
Bandung.
Jacob, Delwien Esther,
& Sandjaya. (2018). Faktor faktor yang mempengaruhi kualitas hidup
masyarakat Karubaga district sub district Tolikara propinsi Papua. Jurnal
Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK), 1(69), 1�16.
Kemenkes RI, 2018.
(2018). Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018. Pusat Data Dan Informasi
Kementrian Kesehatan RI, 1�8.
Lufthiani. (2020). Panduan
Konseling Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Diabetes Melitus (1st ed.).
Sleman.
Maria. (2021). Asuhan
Keperawatan Diabetes Melitus Dan Asuha Keperawatan Stroke. Sleman.
PB Perkeni. (2019).
Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia
2019. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
Raudatussalamah, Fitri.
(2012). Psikologi Kesehatan. Pekanbaru.
Riskesdas. (2018). Laporan
Nasional Riskesdas 2018.
Ruben, Graceistin,
Rottie, Julia, & Karundeng, Michael Y. (2016). Pengaruh Senam Kaki
Diabetes Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe
2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Enemawira Graceistin. 4, 1�5.
Subiyanto. (2019). Buku
Ajar Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Endokrin.
Yogyakarta.
Suciana, Fitri, &
Arifianto, Danang. (2019). Penatalaksanaan 5 Pilar Pengendalian Dm Terhadap
Kualitas Hidup Pasien Dm Tipe 2. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES
Kendal, 9(4), 311�318.