REVITALISASI
RPTRA MAHKOTA MERUYA SELATAN JAKARTA BARAT SEBAGAI PUSAT RUANG KREATIFITAS
ANAK, REKREASI EKOLOGIS DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT
Wahyudi
Siswanto1, Wahyuni Retno
Wulandari2, Sri Tundono3
Universitas Trisakti Jakarta, Indonesia
[email protected]1 [email protected]2, [email protected]3
Abstrak:
Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) telah menjadi bagian
integral dari lingkungan ekologis masyarakat yang tinggal
di DKI Jakarta. Tujuan Melalui program revitalisasi ruang kreatifitas
anak dalam bentuk penataan dan penambahan sarana pustaka buku/literasi
kreatifitas anak pada Perpustakaan RPTRA Mahkota, adalah menumbuhkan budaya gemar membaca
pada anak dan terbentuknya komunitas anak kreatif berbasis perpustakaan RPTRA Namun, pendemi Covid-19 menyebabkan
infrastruktur di dalam
RPTRA dalam keadaan tidak terawatt dengan baik seiring dengan alokasi pendanaan dari Pemprov DKI Jakarta yang kurang memadai. Hal ini yang mendorong Tim PKM Fakultas Hukum
Universitas Trisakti melaksanakan
program revitalisasi RPTRA Mahkota
Meruya Selatan Jakarta Barat dengan
implementasi program fisik dalam bentuk pembenahan
infrastruktur dan program pemberdayaan
ekonomi masyarakat.
Kata kunci: Revitalisasi RPTRA Mahkota, Pusat Ruang Kreatifitas
Anak, Rekreasi Ekologis dan
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Mitra.
Abstract:
Child Friendly Open
Public Spaces (RPTRA) have become an integral part of the ecological
environment of the people living in DKI Jakarta. The aim of the program is to
revitalize children's creative space in the form of structuring and adding
children's creative book/literacy library facilities at the RPTRA Mahkota Library, is to foster a culture of fond of reading
in children and form a community of creative children based on the RPTRA
library. in a state of disrepair due to inadequate allocation of funding from
DKI Jakarta Provincial Government. This is what prompted the Trisakti University Faculty of Law PKM Team to carry out
the revitalization program of the RPTRA Mahkota Meruya Selatan, West Jakarta by implementing physical
programs in the form of infrastructure improvements and community economic
empowerment programs.
Keywords: �Revitalization of
RPTRA Mahkota, Center for Children's Creativity
Space, Ecological Recreation and Community Economic Empowerment, Partners.
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Wahyudi Siswanto
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Ruang tidak dapat dipisahkan dari manusia baik
secara psikologis, emosional, ataupun dimensional (Surasetja, 2007). Dalam perencanaan kota, ruang kota
harus dibedakan oleh suatu karakteristik�� yang menonjol seperti kualitas�� detail��
dan�� aktivitas�� yang berlangsung didalamnya (Fahmi & Marpaung, 2018). Secara konseptual, komponen utama perancangan kota terdiri dari dua kategori,�� yakni�� ruang�� keras�� dan�� ruang�� lembut (Budihardjo & Sujarto, 1998). Ruang�� terbuka�� yang merupakan�� ruang�� yang� �direncanakan�� untuk�� kebutuhan�� pertemuan�� dan aktivitas bersama di udara terbuka masuk ke
dalam komponen ruang lembut (Astriani, 2014).
Sampai saat ini, pemanfaatan ruang masih belum sesuai
dengan harapan yakni��� terwujudnya ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan (Amin & Amri, 2011).� Menurunnya
kualitas permukiman di perkotaan bisa dilihatdari kemacetan yang semakin parah, berkembangnya kawasan kumuh yang rentan dengan bencana banjir, serta semakin
hilangnya ruang terbuka (open space)
untuk artikulasi dan kesehatan masyarakat.
Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai
area memanjang/jalur dan/atau mengelompok yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman,
baik yang tumbuh secara alamiah, maupun yang sengaja ditanam (UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang). Klasifikasi RTH dapat
dibagi menjadi kawasan hijau pertamanan
kota; kawasan hijau hutan kota;. kawasan
hijau rekreasi kota; kawasan hijau
kegiatan olahraga; dan kawasan hijau pemakaman
(Hasni, 2008). RTH dalam bentuk kawasan hijau rekreasi
kota di DKI Jakarta didiberikan
nama Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) yang dibangun
oleh Pemerintah Propinsi
DKI Jakarta di semua Kecamatan
termasuk di wilayah Kecematan
Kembangan Jakarta Berat.
Kecamatan Kembangan terdiri dari 11 kelurahan,
dan salah satunya adalah kelurahan Meruya Selatan. Kelurahan Meruya Selatan
mempunyai luas 360 ha, terdiri dari 11 RW dan 84 RT dengan dengan jumlah Kepala
Keluarga 5.131. Jumlah penduduk Kelurahan Meruya Selatan 31.781 jiwa, yang
terdiri� dari laki-laki 13.176 orang dan
perempuan 15.603. Adapun rata rata pendidikan penduduk Kelurahan Meruya Selatan
31% Akademisi dan Universitas, 30%�
berpendidikan SMA, 12% berpendidikan SMP, 19% SD dan 8 % tidak
bersekolah.
Di wilayah Kecamatan Kembangan Keluruhan Meruya Selatan terdapat 5 (lima) Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA),
salah satunya adalah RPTRA Mahkota. RPTRA Mahkota
menjadi tempat dan/atau ruang terbuka
yang memadukan kegiatan dan
aktivitas warga dengan mengimplementasikan 10 (sepuluh) Program Pokok Pemberdayaandan Kesejahteraan Keluarga dengan Program Kota Layak Anak. Secara fungsional, RPTRA Mahkota berfungsi sebagai: (a) Ruang terbuka untuk
public; (b) Wahana permainan
dan tumbuh kembang anak; (c) Sarana kegiatan sosial warga; (d) Pengembangan pengetahuan
dan keterampilan Kader PKK; (d) Ruang terbuka Hijau.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Mitra PKM Bapak Tubagus
Rafiudin (Sekretaris Kelurahan Meruya Selatan), sejak Pandemi Cocid-19
belum ada lagi kegiatan pembenahan termasuk alokasi pendanaan RPTRA. Selama ini hanya mengandalkan partisipasi pendanaan Program CSR
Perusahaan Swasta dan/atau
BUMD, sehingga memberikan dampak pada kondisi sarana dan prasarana yang ada di RPTRA.
Dokumentasi terhadap sarana dan prasarana RPTRA Mahkota sebelum kegiatan PKM mengkonfirmasi kurang adanya perawatan terhadap sarana dan prasarana yang ada di RPTRA seperti dalam Gambar 1 (Perpustakaan RPTRA); Gambar 2 (Sarana Bermain
dan Taman RPTRA); Gambar 3 (Kolam Lele RPTRA).



Penting untuk secara konsisten dilaksanakan kegiatan optimalisasi fungsi-fungsi RPTRA Mahkota menjadi Pusat Ruang Kreatifitas Anak, Rekreasi Ekologis dan Pemberdayaan Ekonomi
Masyarakat, khususnya yang berdomisili/tinggal di sekitar RPTRA Mahkota. Hal ini penting agar terjaga kesinambungan dan/atau penambahan sarana dan/atau prasarana yang sebelumnya telah ada di RPTRA Mahkota namun belum optimal dalam pemanfaatannya serta memperluas lingkup fungsi RPTRA Mahkota terkait dengan sapek taman
bermain dan kreatifitas anak, aspek ekologis
dan aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, melalui Program Kemandirian
Masyarakat (PKM), telah dilaksanakan
3 (tiga) buah program yang saling berkaitan antara satu dengan
yang lainya, masing-masing:
Tujuan dari pelaksanaan
program PKM adalah:
Permasalaham: Permasalahan pertama, berkaitan dengan upaya menumbuhkan
budaya gemar membaca pada anak dan terbentuknya komunitas anak kreatif berbasis
perpustakaan, permasalahan
yang menonjol adalah kurangnya koleksi jumlah literasi di Perpustakaan RPTRA Mahkota dan minimnya instrument/sarana kreatifitas anak yang ada di Perpustakaan RPTRA Mahkota. �Permasalahan kedua, berkaitan dengan upaya terbentuknya lingkungan ekologis yang asri dan nyaman dengan sarana bermain
yang baik sehingga RPTRA menjadi
pusat bermain anak-anak yang relatif memudahkan pemantauan orang tua, permasalahan yang menonjol taman yang mulai tidak tertata,
sarana bermain anak dalam kondisi
rusak, kolam budi daya ikan lele yang tidak berfungsi, serta sarana olah raga futsall yang tidak terawat (Heriyati & Kurniatun, 2022). Permasalahan ketiga, berkaitan dengan upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat dan terbentuknya komunitas warga yang concern terhadap budi daya dan nilai
tambah secara ekonomi tanaman dengan system hidroponi, permasalahan yang menonjol adalah keberadaan instalasi hidroponik yang tidak difungsikan dengan baik (Muttaqin, 2016).
METODE
PENELITIAN
Solusi yang ditawarkan terkait dengan permasalahan pertama adalah menambah jenis-jenis pustaka/literasi anak-anak di Perpustakaan RPTRA melalui bantuan buku (104 judul buku kreatifitas
anak) dan hibah buku dari Dosen
FH Usakti (30 judul buku), sehingga secara signifikan menambah ragam bacaan anak di Perpustakaan RPTRA Mahkota (Ghozali, 2016).
Solusi yang ditawarkan terkait dengan permasalahan kedua adalah penataan taman RPTRA dalam bentuk penataan taman (bantuan 30 buah jenis tanaman),
perbaikan dan pengecatan ulang bangku struktur
besi (9 buah), perbaikan dan pengecatan sarana bermain pendakian anak, perbaikan dan pengecatan ulang sarana bermain
prosotan anak (prosotan tembok dan prosotan kayu), penggantian jaring gawang futsal ( 2 buah), pengecatan bangku tembok lapangan futsal, pengadaan penutup permanen (bahan besi) kolam ikan lele berikut pengecatan
sisi luar, sehingga secara signifikat merubah tampilan baru sarana
dan prasarana taman dan
media bermain anak di lingkungan RPTRA Mahkota (Sugiyono, 2015).
Solusi yang ditawarkan terkait dengan permasalahan ketiga adalah mengundang Narasumber dari Semeo Biotrop Bogor yang berkolaborasi dengan Mahasiswa FH Usakti memberi pelatihan kewirausahaan dan praktikum menanam tanaman dengan system hidroponik berikut menyediakan peralatan untuk ditinggal (diberikan) di RPTRA untuk di kemudian
hari warga peserta dapat mempraktikkan
sendiri tanaman dengan system hidroponik.
Berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai, kegiatan
PKM ini dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
1.
Konsolidasi dan
Mobilisasi Tim PKM
Konsolidasi dilakukan untuk menghimpun potensi anggota
Tim PKM baik Dosen maupun Mahasiswa, untuk selanjutnya melaksanakan mobilisasi
Tim PKM terkait rancangan program yang sebelumnya telah direncanakan.
Konsolidasi dilakukan khususnya Tim PKM Mahasiswa yang diputuskan untuk dipilih
3 Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
2.
Koordinasi dengan
Mitra
Mitra ditetapkan berkaitan dengan lokasi kegiatan PKM
yaitu RPTRA Mahkota yang berada di dalam Wilayah Kelurahan Meruya Selatan
Jakarta Barat.� Bentuk kongkritnya adalah
ditandatanganinya kerjasama antara Mitra dengan Tim PKM. Sebagai Mitra adalah
Bapak Tubagus Rafiudin (Sekretaris Kelurahan Meruya Selatan Jakarta Barat).
3.
Perijinan
Perijinan dibuat Tim PKM dengan bersurat secara resmi
ditujukan kepada Kepala Kelurahan Meruya Selatan, Bapak M. Ghufri Fatchani c.q
Koordinator RPTRA Mahkota Bapak Mukmin.
4.
Koordinasi dengan
Narasumber Dunia Usaha
Koordinasi sekaligus kesepakatan kerjasama untuk
kesediyaan sebagai Narasumber dan menyiapkan bahan praktik dilaksanakan dengan
Ibu Riana Hartati dari Semeo Biotrop sebuah unit usaha yang spesifik bergerak
di bidang tanaman hidroponik. Penetapan narasumber dari dunia usaha mengingat
sumber daya di Usakti tidak tersedia, sementara permintaan pelatihan dan
praktik menanam sistem hidropoinik berasal dari permintaan Mitra.
5.
Pembuatan Materi
Pelatihan
Materi pelatihan yang dibuat adalah materi pelatihan
kewirausahaan tanaman hidroponik yang disusun Tim Mahasiswa dan dipresentasikan
oleh Cheryl Natasya Gunawan.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
1. Promosi melalui Poster
Poster dibuat sebagai media sosialisasi
program PKM
�![]()

2. Pelaksaan Tiap Program
1) Program Revitalisasi Perpustakaan RPTA
Pelaksanaan program revitalisasi Perpustakaan
RPTRA Mahkota menjadi tugas dan tanggungjawab Tim PKM Mahasiswa, mulai dari rencana, pengadaan/pembelian� pustaka, mengajukan program hibah buku di lingkungan
FH Usakti. Dari rangkaian kegiatan tersebut berhasil dihimpun untuk disumbangkan kepada Perpstakaan RPTRA Mahkota 104 buku/literasi tematik kreatifitas anak dan hibah buku dari
Dosen FH Usakti 30 judul buku anak.


2) Program Revitalisasi Taman dan Sarana Bermain Anak RPTRA
Program revitalisasi
taman dan sarana RPTRA Mahkota meliputi kegiatanpenataan taman RPTRA dalam bentuk penataan
taman (bantuan 30 buah jenis tanaman),
perbaikan dan pengecatan ulang bangku struktur
besi (9 buah), perbaikan dan pengecatan sarana bermain pendakian anak, perbaikan dan pengecatan ulang sarana bermain
prosotan anak (prosotan tembok dan prosotan kayu), penggantian jaring gawang futsal ( 2 buah), pengecatan bangku tembok lapangan futsal, pengadaan penutup permanen (bahan besi) kolam ikan lele berikut pengecatan
sisi luar.




3) Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Program pemberdayaan
ekonomi masyarakat dilaksanakan dengan mengundang Narasumber dari Semeo Biotrop
Bogor yang berkolaborasi dengan
Mahasiswa FH Usakti memberi pelatihan kewirausahaan dan praktikum menanam tanaman dengan system hidroponik berikut menyediakan peralatan untuk ditinggal (diberikan) di RPTRA





2. Partisipasi Mitra
1.
Pada Saat Pelaksaaan
Kegiatan
Mitra pada saat pelaksanaan kegiatan PKM menyiapkan semua peralatan mulai
dari projector, layar dan laptop untuk presentasi program PKM.
2.
Pasca Pelaksanaan Kegiatan
Mitra pasca pelaksanaan program menyiapkan kelengkapan administrasi
pelaporan kegiatan mulai dari daftar absensi peserta sampai dengan berita acara
yang dibubuhkan stampel Kelurahan Meruya Selatan. Spesifik lagi Mitra melakukan
pengawasan dan penyerahan pekerjaan dari tukang pelaksana kegiatan fisik. Hal
ini disebabkan sampai dengan tanggal 13 Desember 2022 beberapa pekerjaan fisik
seperti penutup permanen kolam ikan dan pengecatan sarana bermain anak dan
pemasangan jaring gawang futsal belum selesai dilaksanakan.
3. Evaluasi Kegiatan
Evaluasi kegiatan dilaksanakan mulai tanggal
14 Desember 2022 sampai dengan semua kegiatan fisik selesai dilakukan dalam
bentuk supervisi yang dilakukan Tim PKM ke lokasi kegiatan RPTRA Mahkota.
4. Peran dan Tugas
Anggota Tim dan Mahasiswa
Tim PKM Dosen yang terdiri dari Dr. Wahyudi
Siswanto, SH.M.Hum selaku Ketua Pelaksana PKM menkoordinasikan seluruh program
PKM baik secara internal kepada Anggota PKM (Dosen dan Mahasiswa) maupun kepada
pihak eksternal meliputi Mitra, Narasumber, dan pihak ketiga (tukang/pelaksana
kegiatan fisik). Dr, Hj. Wahyuni Wulandari selaku Anggota Tim Dosen
mengkoordinasikan penyusunan Modul/PPT Program Kewirausahaan Hidroponik dan
mengelola dana kegiatan PKM. Ir. Sri Tundono, MT selaku Anggota Tim Dosen
bertanggungjawab atas penyusunan HAKI, melakukan hubungan dengan pihak media
untuk publikasi kegiatan PKM. Tim Mahasiswa yang terdiri dari Edgar Yosef
(bertanggungjawab atas IT PKM termasuk pembuatan Vidio PKM), Cheryl Natasya
Gunawan (bertugas sebagai pelaksana penyuluhan kewirausahaan bersama Narasumebr
dari Simeo Biotrop Ibu Riana Hartati). Muhammad Andrian Ilham (bertugas mendokumentasikan
semua kegiatan PKM dalam bentuk foto kegiatan).
5. Rekognisi Pengakuan
sks
Dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus
Merdeka (MBKM), kegiatan PKM ini juga melibatkan 3 orang mahasiswa yang berasal
dari Prodi Ilmu Hukum yang berkontribusi pada kegiatan abdimas.
KESIMPULAN
Revitalisasi RPTRA Mahkota Meruya Selatan Jakarta Barat telah
merubah tampilan fisik infrastruktur di dalam RPTRA serta secara simultan memberikan manfaat terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat disekitar RPTRA melalui penyuluhan kewirausahaan dan praktikum menanam hidroponik.
DAFTAR PUSTAKA
Amin,
Samsuddin, & Amri, Nurmaida. (2011). Evaluasi Ketersediaan Ruang Terbuka
Hijau Di Kompleks Perumahan Bumi Permata Sudiang Kota Makassar. Prosiding
Hasil Penelitian Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, 1�2.
Astriani, Nadia. (2014).
Implikasi kebijakan ruang terbuka hijau dalam penataan ruang di Jawa barat. Jurnal
Ilmu Hukum, 8(2), 242�254.
Budihardjo, Eko, &
Sujarto, Djoko. (1998). Kota yang Berkelanjutan. Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Fahmi, Ulil, &
Marpaung, Beny O. Y. (2018). PANDUAN RANCANG RUANG TERBUKA DI JALAN JAMIN
GINTING-PANCUR BATU: Studi Kasus: Lapangan Sepak Bola. Jurnal Koridor, 9(1),
113�119.
Ghozali, Imam. (2016).
Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Cet . VIII. In Aplikasi
Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Cet . VIII. Semarang: Badan
Penerbitan Universitas Dipanegoro.
Hasni, Muhammad. (2008).
Hukum Penataan Ruang dan Penatagunaan Tanah. Jakarta: Rajawali Pers.
Heriyati, Pantri, &
Kurniatun, Taufani C. (2022). PEMBERDAYAAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK
SEBAGAIPENGEMBANGAN POTENSI USAHA KECIL WARGA. Penerbit Qiara Media.
Muttaqin, Rizal. (2016).
Kemandirian dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren (studi atas peran Pondok
Pesantren Al-ittifaq Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung terhadap kemandirian
eknomi santri dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitarnya). JESI (Jurnal
Ekonomi Syariah Indonesia), 1(2), 65�94.
Sugiyono. (2015). Metode
Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
Surasetja, R. Irawan.
(2007). Fungsi, ruang, bentuk dan ekspresi dalam arsitektur. FTKP-UPI.
Hand-out Mata Kuliah Pengantar Arsitektur.
�