PENYULUHAN PENTINGNYA MENGENAL INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI POSYANDU DAHLIA DESA KERTAWINANGUN KABUPATEN CIREBON

 

Ela Rohaeni1, Iis2, Yosi Yusrotul Khasanah3, Tia Karlina4

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon

[email protected], [email protected], [email protected], [email protected]

 

Abstrak:

Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Dalam upaya menghindari Infeksi Menular Seksual pemerintah mencanangkan perilaku seksual yang aman termasuk penggunaan kondom, yang dianggap sebagai metode kontrasepsi terbaik untuk pencegahan IMS. Hasil laporan menunjukkan jika pengetahuan peserta dalam memahami masalah infeksi menular seksual mentgalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada kegiatan tersebut juga para peserta sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman Wanita usia subur tentang pengertian infeksi menular seksual, gejala infeksi menular seksual, penyebab infeksi menular seksual, pencegahan infeksi menular seksual, serta pengobatan dan skrining dengan mereka dating untuk konsultasi ke tenaga Kesehatan

 

Kata kunci : Infeksi Menular Seksual, Wanita Usia Subur, Bahaya Penyakit Menular.

 

Abstract

Sexually Transmitted Infections or often known as the abbreviation STI are diseases caused by infections that can be contracted through sexual intercourse. In an effort to avoid sexually transmitted infections, the government is promoting safe sexual behavior, including the use of condoms, which is considered the best contraceptive method for preventing STIs. The results of the report show that the knowledge of the participants in understanding the problem of sexually transmitted infections has increased significantly. In this activity, the participants were very enthusiastic in receiving the material presented. The conclusion of this study is increasing knowledge and understanding of women of childbearing age regarding the meaning of sexually transmitted infections, symptoms of sexually transmitted infections, causes of sexually transmitted infections, prevention of sexually transmitted infections, as well as treatment and screening by them coming for consultation with health workers

 

Keyword: Sexually Transmitted Infections, Women of Reproductive Age, Danger of Infectious Diseases

 

 

 

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual (Purba et al., 2021). Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya (Fatimah, 2018). Infeksi Menular Seksual adalah infeksi yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual, baik hubungan seks vaginal (melalui vagina), anal (anus/dubur) atau oral (melalui mulut) (Witha Rahayuni, 2018).

Infeksi menular seksual disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasait dan protozoa (Herman, 1999). Pencegahan nya bisa menghindari perilaku seksual yang beresiko, tetap setia pada satu pasangan, memakai alat kontrasepsi dan tidak menggunakan jarum suntik secara bebarengan (Marlinda & Azinar, 2017). Skrining penyakit menular seksual adalah pemeriksaan yang dilakukan guna mendeteksi   infeksi menular seksual secara dini (Saputri & Murtiningsih, 2020). Prosedur ini dianjurkan untuk orang yang berisiko tinggi mengalaminya. Pasalnya, penyakit menular seksual sering tidak mendapat pengobatan dini karena tidak bergejala sama sekali (Masta Melati Hutahaean, Wahyu, Ns, & Hutahaean, 2021).

 

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam program ini adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi tentang infeksi menular seksual. Adapun pelaksanaan dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:

1.     Tahap persiapan

Tahap persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan program ini meliputi:

1)    Pembuatan dan distribusi undangan kegiatan

2)    Survei trempat pelaksanaan kegiatan

3)    Pembuatan brosur dan power point

2.     Tahap pelaksanaan

1)    Mitra kerja

Pihak posyandu, pihak puskesmas dan masyarakat kertawinangun

2)    Kepanitiaan

Panitia penyelenggara kegiatan adalah mahasiswi kebidanan STIKes Cirebon

3)    Alat yang diperlukan

Handphone, infocus, laptop, brosur

3.     Evaluasi dan pelaporan

1)    Evaluasi akan dilakukan secara continue di Posyandu Dahlia Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon mengenai sejauh mana progress perkembangan kemajuan program kegiatan melalui pelaporan secara langsung kepada tim pelaksana untuk perbaikan penyuluhan selanjutnya

2)    Evauasi pasca kegiatan

Evaluasi pasca kegiatan ini akan dilakukan oleh panitia untuk mengetahui sejauh mana hasil kegiatan yang dicapai secara menyeluruh (tujuan, proses penyuluhan, iuran yang diharapkan, dan sebagainya). Evaluasi inilah yang akan dijadikan pijakan untuk menyusun laporan kegiatan.

3)    Laporan kegiatan

Laporan kegiatan disusun sebagai laporan pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan. Laporan disusun berdasarkan proses kegiatan yang telah dilaksanakan serta hasil evaluasi yang telah dilakukan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.   Hasil Penatalaksanaan Kegiatan

Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang memasuki usia 15 – 49 tahun tanpa memperhitungkan status perkawinannya (Sulistianingsih, Djarot, & Wahyuni, 2013). Wanita Usia Subur (WUS) mempunyai organ reproduksi yang masih berfungsi dengan baik antara umur 20- 45 tahun (Dartiwen & Nurmala, 2019). Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya (Dewi PS, Trijayanthi Utama, Aditya, & Nova Iyos, 2016).

Kegiatan penyuluhan Kesehatan tentang pentingnya mengenal infeksi menular seksual pada Wanita usia subur ini dilaksanakan secara tatap muka. Pelaksanaan kegiatan pada tanggal 25 juni 2022. Peserta kegiatan penyuluhan ini adalah Wanita usia subur di Posyandu Dahlia Kabupaten Cirebon yang berjumlah 15 orang. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya mengenal infeksi menular seksual pada Wanita usia subur ini dilakukan secara tatap muka di Posyandu Dahlia Kabupaten Cirebon. Pada kesempatan tim memaparkan materi tentang pengertian infeksi menular seksual, penyebab, gejala, pencegahan, pengobatan dan skrining tentang infeksi menular seksual selama 15 menit.

 

Gambar 1 : penyuluhan tentang infeksi menular seksual

           

 

 

Adapun kegiatan yang dilakukan selama masa penyuluhan adalah sebagai berikut :

No

Kegiatan

1

Sosialisasi Program

2

Penyuluhan:Ceramah dan Diskusi Mengenai Infeksi Menular seksual

3

Melakukan Disuksi

 

2.   Pembahasan

Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang memasuki usia 15 – 49 tahun tanpa memperhitungkan status perkawinannya. Wanita Usia Subur (WUS) mempunyai organ reproduksi yang masih berfungsi dengan baik antara umur 20- 45 tahun. Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya.

Hasil kegiatan penyuluhan tentang pentingnya mengenal infeksi menular seksual pada Wanita usia subur di Posyandu Dahlia Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon menujukkan bahwa pengetahuan peserta dalam memahami masalah infeksi menular seksual mentgalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada kegiatan tersebut juga para peserta sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan. Sebagai indikator yang digunakan untuk mengukur meningkatnya pengetahuan dan pemahaman Wanita usia subur adalah para peserta mampu mendeskripsikan tentang pengertian infeksi menular seksual, gejala infeksi menular seksual, penyebab infeksi menular seksual, pencegahan infeksi menular seksual serta pengobatann dan skrining dengan mereka datang untuk konsultasi ke tenaga Kesehatan.

 

KESIMPULAN

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman Wanita usia subur tentang pengertian infeksi menular seksual, gejala infeksi menular seksual, penyebab infeksi menular seksual, pencegahan infeksi menular seksual, serta pengobatan dan skrining dengan mereka dating untuk konsultasi ke tenaga Kesehatan. Untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya infeksi menular seksual, maka penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dartiwen, Dartiwen, & Nurmala, Cucu. (2019). Upaya Pencegahan Kehamilan Resiko Tinggi Yang Disebabkan" 4 Terlalu" Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Desa Juntiweden Kabupaten Indramayu: Prevention Of High-Risk Pregnancy Prevention Caused By" 4 Terlalu" In Fertile Women In Juntiweden Village, Indramayu Regency. Pengabdianmu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 1–5.

 

Dewi PS, Ratna, Trijayanthi Utama, Winda, Aditya, Muhammad, & Nova Iyos, Rekha. (2016). Pencegahan Infeksi Menular Seksual Melalui Penyuluhan Dan Simulasi Penggunaan Kondom Pada Pekerja Seksual Di Klinik Mentari Puskesmas Panjang Bandar Lampung.

 

Fatimah, Aisyah. (2018). Persepsi Dan Perilaku Pekerja Seks Komersial Dalam Upaya Pencegahan Infeksi Menular Seksual Dan HIV/AIDS Di Kabupaten Bekasi Tahun 2017. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 2018.

 

Herman, Max Joseph. (1999). Penyakit Menular Seksual Akibat Jamur, Protozoa, Dan Parasit. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 9(02), 157454.

 

Marlinda, Yetik, & Azinar, Muhammad. (2017). Perilaku Pencegahan Penularan HIV/AIDS. JHE (Journal Of Health Education), 2(2), 185–193.

 

Masta Melati Hutahaean, S. S. T., Wahyu, M. Kes Afnizar, Ns, M., & Hutahaean, Grace Duma Mawarni. (2021). Pelayanan Maternal & Neonatal Pada Masa Adaptasi “Kebiasaan Hidup Baru.” CV Jejak (Jejak Publisher).

 

Purba, Deasy Handayani, Hulu, Victor Trismanjaya, Maisyarah, Maisyarah, Rasmaniar, Rasmaniar, Hidayati, Widi, Manurung, Jasmen, Priastomo, Yoga, Silaban, Nataria Yanti, & Marpaung, Dhorkas Dhonna Ruth. (2021). Infeksi Menular Seksual Dan HIV/AIDS. Yayasan Kita Menulis.

 

Saputri, Nadia Dara Tamara, & Murtiningsih, Murtiningsih. (2020). Hubungan Antara Motivasi Terhadap Perilaku Pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) Pada Pekerja Seks Komersial (PSK) Di Lagoa Jakarta Utara Tahun 2019. Journal Of Bionursing, 2(2), 75–85.

 

Sulistianingsih, Rizka, Djarot, Herry Suswanti, & Wahyuni, Dwi. (2013). Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Keputihan Fisiologis Dan Patologis Di Lapas Wanita Kelas IIA Kota Semarang Tahun 2011. Jurnal Kebidanan, 1(1), 91–98.

 

WITHA RAHAYUNI, N. I. PUTU. (2018). Hubungan Antara Pengetahuan Wanita Pekerja Seksual Tentang Infeksi Menular Seksual Dengan Keteraturan Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual. Jurusan Kebidanan 2018.