KEPEMIMPINAN
MULTIDIMENSIONAL BERDASARKAN MOTIVASI AGILITY & SELF EFFICACY
Juni Gultom
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
Kepemimpinan multidimensi berbeda dengan konsep kepemimpinan yang ada, fenomena saat
ini banyak pemimpin yang tidak dapat menggunakan
teknologi informasi dalam proses memimpin membuat mereka lambat dalam mengambil
keputusan. Upaya menemukan konsep kepemimpinan yang cocok saat ini dimana terjadi fenomena kesenjangan generasi dalam perusahaan atau organisasi. Pimpinan senior organisasi adalah generasi Baby Boomers (lahir pada rentang 1946-1964), pemimpinnya adalah Generasi X (lahir pada rentang 1965-1981) dan staf adalah generasi milenial (lahir pada rentang 1982- 1995), generasi milenial dikenal memiliki karakter, terutama berpikiran terbuka dan berteknologi. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif dan melalui review jurnal tentang kepemimpinan multidimensi yang menjalankan roda organisasi. Hasil:
Hasilnya, kepemimpinan multidimensi membutuhkan karyawan yang memiliki
self-efficacy dan motivasi kelincahan
untuk mencapai kinerja organisasi yang maksimal.
Kata kunci: Kepemimpinan Multidimensi, Efikasi
Diri, Motivasi Kelincahan, Teknologi
Abstract:
Multidimensional leadership is different from the
existing leadership concept, the current phenomenon that many leaders cannot
use information technology in the process of leading made they are slow in
making decisions. Efforts to find a leadership concept that suitable today
where there is a phenomenon of generational gaps in companies or organizations.
The organization's senior leaders are the Baby Boomers generation (born in the
range of 1946-1964), the leaders are Generation X (born in the range of
1965-1981) and the staff are the millennial generation (born in the range of
1982-1995), the millennial generation known have characters, especially
open-minded and technologically. The method used in this research is
descriptive narrative through journal review. The result is that
multidimensional leadership requires employees who have self-efficacy and
agility motivation to achieve maximum organizational performance.
Keywords:
Multidimension Leadership, Self
Efficacy, Agility Motivation, Technology�����������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia, Nomor
08, (2006) tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi
Pemerintah dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29, (2014) tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan
Reformasi Birokrasi Republik
Indonesia� telah
melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja pada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin
Barat. Pelaksanaan evaluasi
ini berpedoman pada Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
12, (2015) tentang Pedoman Evaluasi atas Implementasi
Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah.
Kinerja organisasi
ini tidak terlepas dari kinerja pegawai
yang ada dalam organisasi tersebut. Kinerja merupakan hasil kerja baik itu secara kualitas maupun kuantitas yang telah dicapai pegawai,
dalam menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan organisasi, dan hasil kerjanya tersebut disesuaikan dengan hasil kerja yang diharapkan organisasi, melalui kriteria-kriteria atau standar kinerja pegawai yang berlaku dalam organisasi. Menurut Anwar Prabu Mangkunegara
(2010: 9) kinerja SDM adalah
prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik kualitas
maupun kuantitas yang dicapai SDM persatuan periode waktu dalam
melaksanakan tugas kerjanya
sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Penelitian tentang perilaku organisasi telah banyak menyatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan kinerja organisasi.� Piedade et al., (2021) menyatakan
bahwa motivasi dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja, Paais dan Pattiruhu, (2020) menyatakan bahwa motivasi, kepemimpinan, budaya organisasional dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Pio, (2021) menyatakan bahwa quality of work life, job satisfaction dan spiritual
leadership berpengaruh terhadap
kinerja pegawai. Dari beberapa kajian empiris diatas dapat dinyatakan bahwa salah satu faktor yang dipengaruhi oleh
leadership adalah kinerja pegawai.
(Alavi & Wahab, 2013) menyebutkan bahwa terdapat tiga dimensi
dalam agility pegawai, yaitu proactivity, adaptability dan resiliency. Pernyataan Alavi dan Wahab ini diperkuat dengan pernyataan Sherehiy dan Karwowski, (2014) menyebutkan bahwa agility pegawai hanya memiliki tiga dimensi. Tiga
dimensi tersebut adalah proactive, adaptive dan reseilience.
Robbins dan Judge, (2017:351) menganggap bahwa self efficacy adalah indikator positif dari self evaluation untuk melakukan evaluasi diri yang berguna untuk memahami diri. Self efficacy merupakan salah satu aspek pengetahuan
tentang diri atau self knowledge yang paling berpengaruh dalam kehidupan manusia sehari-hari karena self efficacy yang dimiliki ikut mempengaruhi individu dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, termasuk didalamnya suatu perkiraan terhadap tantangan yang dihadapi.
(Ebrahim, 2016) menyatakan bahwa kepemimpinan pada dasarnya adalah melakukan apa yang pemimpin ingin lakukan. Disebutkan di dalam bukunya, Bass and Stogdill's Handbook of Leadership, bahwa kepemimpinan adalah "an interaction between two or more members of
a group that often involves a structuring or restructuring of the situation and
the perceptions and expectations of the members". Pemimpin
adalah agen perubahan, yaitu seseorang yang bertindak mempengaruhi orang lain
lebih dari tindakan orang
lain mempengaruhi dirinya.
Menurut Schein dan Schein, (2017:324), Gaya kepemimpinan
merupakan pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan para pegawainya. Gaya kepemimpinan mewakili filsafat, keterampilan, dan sikap pemimpin. Gaya kepemimpinan tersebut berbeda-beda atas dasar motivasi,
kuasa atau orientasi terhadap tugas dan
orang.
Teori kepemimpinan pada umumnya
berusaha untuk memberikan penjelaskan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain: Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan. Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia.
Teori path-goal adalah suatu
model kontijensi kepemimpinan
yang dikembangkan oleh House et al., (2014:234). Istilah path-goal ini datang dari keyakinan bahwa pemimpin yang efektif memperjelas jalur untuk membantu anggotanya dari awal sampai ke pencapaian tujuan mereka, dan menciptakan penelusuran disepanjang jalur yang lebih mudah dengan mengurang hambatan. Teori ini didasarkan pada premis bahwa persepsi karyawan tentang harapan antara usaha dan kinerja sangat dipengaruhi oleh perilaku seorang pemimpin. Para pemimpin membantu bawahan terhadap menemukan akan penghargaan dengan memperjelas tujuan dan menghilangkan hambatan kinerja. Pemimpin melakukannya dengan memberikan informasi, dukungan dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menyelesaikan tugas dengan kata
lain kepuasan atas kebutuhan mereka bergantung atas kinerja efektif dan arahan, bimbingan, pelatihan dan dukungan yang diperlukan.
(Abrishamkar, Abubakar, & Mitra, 2021) Penelitian yang bertujuan
untuk melihat pengaruh
agility pegawai terhadap kinerja perusahaan dan peran mediasi dari
inovasi pada sektor high
tech manufaktur di Iran, sampel
adalah 404 perusahaan high
tech manufaktur di Iran periode
2008-2011, data diolah menggunakan
logistic regression dengan temuan
penelitian agility pegawai berpengaruh terhadap kinerja perusahaan high tech di
Iran dan inovasi berperan sebagai mediasi pada pengaruh agility pegawai terhadap kinerja perusahaan high tech di Iran, implikasi
penelitian, untuk meningkatkan
kinerja perlu upaya dalam meningkatkan
agility pegawai seperti proactivitas, fleksibilitas dan resilansi.
(Cho & Kim, 2019) Penelitian yang bertujuan
untuk melihat pengaruh kelincahan tenaga kerja dan kinerja operasional dari distributor pusat di New
Port Distripark di Korea, responden
adalah 305 pegawai dan
driver distributor, data diolah menggunakan
SEM AMOS dengan temuan,
agility pegawai memediasi pengaruh ketidakpastian lingkungan dan kinerja operasional, untuk itu upaya yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan adalah dengan meningkatkan
agility pegawai seperti proaktivitas dan fleksibilitas.
METODE
PENELITIAN
Metode yang
digunakan adalah kualitatif dan melalui review jurnal tentang kepemimpinan
multidimensi yang menjalankan roda organisasi. Secara teknis, peneliti mengkaji
jurnal-jurnal tersebut melalui kerangka peneliti dalam mereduksi kelemahan dan
kekuatan kepemimpinan multidimensi dan melalui intuisi peneliti dengan
membangun teori atau konsep kepemimpinan yang sedang dibahas.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
(Cetindamar,
Katic, Burdon, & Gunsel, 2021) Penelitian
yang bertujuan untuk melihat pengaruh budaya organisasional pembelajaran, agility, pertumbuhan
dan kemampuan big data pada perusahaan
138 perusahaan terkemuka di
australia, sampel 223 CEO perusahaan terkemuka di
Australia, data di analisis menggunakan� PLS SEM dengan temuan budaya organisasional
pembelajaran berpengaruh terhadap perceived growth, budaya
organisasional pembelajaran
berpengaruh terhadap
organization agility, organization agility berpengaruh
terhadap perceived growth, organization agility memoderasi pengaruh budaya organisasional pembelajaran terhadap perceived
growth, implikasi penelitian
ini dalam meningkatkan kinerja dan pertumbuhan organisasi maka salah satunya dengan meningkatkan agility pegawai dan organisasi seperti fleksibelitas, proaktivitas dan resistensi.
(Gerald,
Obianuju, & Chukwunonso, 2020) Penelitian
yang bertujuan untuk melihat pengaruh strategic
agility dan kinerja usaha kecil dan menengah pada phase
Covid 19 di provinsi Anambra, responden
adalah 1500 usaha kecil dan menengah, sampel 306 orang pemilik usaha kecil dan menengah, data diolah menggunakan regresi linier dengan temuan, strategic agility berpengaruh terhadap kinerja usaha kecil
dan menengah di Provinsi
Anambra, implikasi penelitian
ini untuk meningkatkan kinerja usaha kecil dan menengah di Provinsi Anambra adalah dengan meningkatkan
Strategic agility seperti evaluasi
lingkungan internal dan eksternal
bisnis. Studi ini dibatasi oleh ruang lingkup karena
hanya UKM di Negara Bagian Anambra sebagai sampel, mungkin hasil tidak
cukup untuk digeneralisir pada semua UMKM yang
ada.
(Kale, Aknar,
& Başar, 2019) Penelitian
yang bertujuan untuk melihat hubungan absorptive
capacity, firm performance dan peran mediasi strategic agility pada perusahaan
perhotelan di Turki, sampel
190 orang manajer hotel di Turki, data di analisis menggunakan SEM AMOS dengan temuan penelitian,
absorptive capacity dan strategic agility berpengaruh
terhadap kinerja perusahaan perhotelan di Turki,
strategic agilty berperan memediasi pengaruh absorptive
capacity terhadap firm performance, untuk itu salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan firm
performance adalah dengan meningkatkan strategic agility seperti
respon terhadap ancaman dan peluang, serta kekuatan dan kelemahan organisasi.
Kalkan dan Aydın, (2020) Penelitian
yang bertujuan melihat pengaruh Fourth Party Logistic (4PL) sebagai
mediasi pada pengaruh supply
chain agility dan firm performance pada perusahaan
4PL di Turki, sampel�
58 orang manajer senior 4PL di Turki, data dianalisis menggunakan SmartPLS dengan temuan 4PL memediasi pengaruh supply chain agility terhadap
firm performance, implikasi penelitian
ini dalam meningkatkan firm performance salah satunya
adalah dengan meningkatkan supply chain agility seperti
integrasi dengan supplier, peningkatan kemampuan customer
service dan peningkatan kompetensi
partner bisnis. Direkomendasikan
agar skala yang diperoleh
pada penelitian selanjutnya
dapat diuji pada sampel yang berbeda dan model dan
diterapkan dalam budaya yang berbeda. Dengan demikian, generalisasi skala dapat dipastikan melalui studi yang berbeda dengan mempertimbangkan kelompok sampel yang berbeda.
(Hardian &
Kusumawardhani, 2019) Penelitian
yang bertujuan untuk melihat pengaruh customer
sensitivity dan sourcing flexibelity terhadap supply chain agility dan kinerja
perusahaan pada industri kuliner kreatif di kota Semarang, populasi adalah UMKM kuliner kreatif di kota Semarang, sampel 117 pemilik UMKM kuliner kreatif di kota Semarang, data dianalisis menggunakan SEM AMOS dengan temuan, customer sensitivity berpengaruh
terhadap supply chain agility, supply chain agility tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, sourcing flexibelity berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, untuk itu salah satu cara untuk
meningkatkan kinerja perusahaan adalah dengan meningkatkan sourcing flexibelity dan memperbaiki
supply chain agility seperti respon
yang cepat atas perubahan lingkungan.
(Khildani &
Lestariningsih, 2021) Penelitian
yang bertujuan untuk melihat pengaruh efikasi diri dan lokus kendali terhadap
kinerja karyawan melalui learning agility pada PT. Bank Panin
Indonesia Cabang Tanjung Perak Surabaya, populasi adalah pegawai PT. Bank Panin Indonesia
Cabang Tanjung Perak Surabaya, sampel
32 orang pegawai PT. Bank Panin
Indonesia Cabang Tanjung Perak Surabaya, data dianalisis menggunakan SEM PLS dengan temuan efikasi
diri secara langsung maupun melalui learning agility berpengaruh
terhadap kinerja pegawai PT. Bank Panin Indonesia
Cabang Tanjung Perak Surabaya, learning agility tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai PT Bank Panin Indonesia
Cabang Tanjung Perak Surabaya, untuk
itu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kinerja pegawai PT. Bank Panin Indonesia Cabang Tanjung
Perak Surabaya adalah dengan
meningkatkan efikasi diri dan memperbaiki learning
agility seperti people agility; result agility;
mental agility dan change agility. Penelitian yang akan datang agar fokus pada organisasi diluar sektor perbankan
atau organisasi yang belum terbentuk secara baik manajemennya
untuk mengetahui seberapa besar keinginan individu dalam mempercayai dirinya sendiri.
(Kaakeh,
Hassan, Van-Hemmen, & Hossain, 2020) Penelitian
yang bertujuan untuk memahami tentang hubungan self efficacy dan
performance salespersons bank islam di Uni Emirat Arab, sampel adalah 217 orang salesperson Bank Islami
di Uni Emirat Arab, data dianalisis
menggunakan SEM AMOS dengan
hasil customer demandingnes
berpengaruh terhadap
salespersons awareness, sales person awareness berpengaruh
terhadap self efficacy dan self efficacy berpengaruh terhadap performance, image berpengaruh
terhadap self efficacy
dan performance, untuk itu
salah satu cara Bank Islam
di Uni Emirat Arab dalam meningkatkan performance adalah dengan meningkatkan self efficacy dan image seperti
ability to performance, kapabilitas pegawai, marketing campaign.
(Karabacak et
al., 2019) Penelitian yang bertujuan untuk menganalisi pengaruh simulation
based learning terhadap self
efficacy dan performance tahun pertama mahasiswa perawat, sampel 70 mahasiwa perawat di Sekolah Ilmu perawat
di Turki, data diolah menggunakan
SPSS dengan hasil self efficacy berpengaruh terhadap performance mahasiswa jurusan keperawatan pada Sekolah ilmu perawat
di Turki, untuk itu salah satu cara meningkatkan
performance mahasiswa jurusan
perawat di Sekolah ilmu perawat di Turki adalah dengan meningkatkan
self efficacy seperti
yakin dapat menyelesaikan tugas, yakin diri mampu,
yakin dapat menyelesaikan masalah dengan baik.
(Asbari,
Hidayat, & Purwanto, 2021) Penelitian
yang bertujuan untuk melihat menganalisis pengaruh transformational leadership terhadap
performance dan peran mediasi
readiness for change pada perusahaan chemical di
Indonesia, sampel 220 orang pekerja
perusahaan chemical di Indonesia, data dianalisis menggunakan SmartPLS dengan hasil transformational leadership berpengaruh
terhadap performance dan readiness for change memediasi pengaruh
transformational leadership terhadap performance,
oleh karena itu salah satu cara untuk
meningkatkan performance perusahaan
chemical di Indonesia adalah dengan
meningkatkan kepemimpinan
dan kesiapan untuk berubah seperti pemimpin yang memberikan keteladanan dan menginspirasi serta mengikut perkembangan sehubungan dengan pekerjaan di bidang chemical.
(Byun, Lee,
Karau, & Dai, 2020) Penelitian
yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh empowering
leadership terhadap performance pada 7 perusahaan di Korea, sampel 262 pegawai, data dianalisis menggunakan SPSS Syntax dengan hasil empowering leadership berpengaruh
terhadap performance, untuk
itu upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam meningkatkan kinerja adalah meningkatkan empowering behavior seperti seorang pemimpin yang menjadi role model dan menginspirasi.
(Chen, Sharma,
Zhan, & Liu, 2019) Penelitian
yang bertujuan untuk menganalisis peran exploratory
innovation dan environmental uncertainty pada pengaruh
CEO Transformationl leadership terhadap
firm performance pada perusahaan yang bergerak di industri teknologi informasi, manufaktur dan keuangan di China,
sampel 700 CEO pada perusahaan,
data dianalisis menggunakan
Ordinary Least Square dengan hasil
CEO Transformational leadership berpengaruh terhadap exploratory innovation dan exploratory innovation berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, demand
uncertainty dan technology uncertainty memoderasi pengaruh CEO Transformasional
leadership terhadap explanatory innovation, untuk itu upaya
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan firm
performance adalah dengan meningkatkan CEO Transformasional
Leadership dan explanatory innovation serta mengurangi ketidakpastian dalam permintaan dan teknologi.
(Hoxha, 2019) Penelitian
yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh tranformational dan transactional leadership terhadap employee performance pada perusahaan
telekomunikasi di Malaysia, sampel
333 orang leader perusahaan telekomunikasi
di Malaysia, data di analisis menggunakan
regresi linier, dengan hasil transformational dan transactional leadership berpengaruh terhadap kinerja karyawan, karena itu upaya
untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan meningkatkan
kepemimpinan seperti pemimpin yang memberi motivasi dan menginspirasi.
Multidimension leadership berbeda dengan konsep leadership yang sudah ada, peneliti
melihat fenomena saat ini banyak
pemimpin yang tidak bisa menggunakan teknologi informasi dalam proses memimpin sehingga lambat dalam pengambilan keputusan, fenomena ini menarik peneliti
sehingga menambahkan dimensi baru atas
pendapat Northhouse,
(2019:167) yang menyatakan dimensi
leadership terdiri dari:
Idealized influence charisma; inspirational motivation, intelectual
stimulation; individual consideration; contingent reward; management by
exception; laissez faire, dan dimensi baru dari peneliti
yaitu able to use IT.
KESIMPULAN
Kepemimpinan
multidimensional sangat dibutuhkan saat ini karena mampu memimpin dari dunia nyata maupun dunia maya dengan menggunakan teknologi yang telah tersedia saat ini, sehingga kemampuan able to use IT dalam memimpin dan pengambilan keputusan menjadi sebuah keniscayaan di abad ini dengan mengedepankan pembinaan staff
agar memiliki agility motivation dan self efficacy sehingga dapat meningkatkan kinerja individu serta kinerja organisasi.
Motivation agility dapat dihasilkan
dari serangkaian atribut, perilaku, kompetensi, kapabilitas, atau pola berpikir
dari karyawan di suatu organisasi. Self efficacy menekankan
pada komponen keyakinan diri yang dimiliki seseorang dalam menghadapi situasi yang akan datang yang mengandung kekaburan, tidak dapat diramalkan,
dan sering penuh dengan tekanan.
DAFTAR PUSTAKA
Abrishamkar, Mohammed
Mahdi, Abubakar, Yazid Abdullahi, & Mitra, Jay. (2021). The influence of
workforce agility on high-growth firms: The mediating role of innovation. The
International Journal of Entrepreneurship and Innovation, 22(3),
146�160.
Alavi, Somaieh, &
Wahab, Dzuraidah Abd. (2013). A review on workforce agility. Research
Journal of Applied Sciences, Engineering and Technology, 5(16),
4195�4199.
Asbari, Masduki,
Hidayat, Dylmoon Dylmoon, & Purwanto, Agus. (2021). Managing employee
performance: From leadership to readiness for change. International Journal
of Social and Management Studies, 2(1), 74�85.
Byun, Gukdo, Lee,
Soojin, Karau, Steven J., & Dai, Ye. (2020). The trickle-down effect of
empowering leadership: a boundary condition of performance pressure. Leadership
& Organization Development Journal.
Cetindamar, Dilek,
Katic, Mile, Burdon, Steve, & Gunsel, Ayse. (2021). The Interplay among
Organisational Learning Culture, Agility, Growth, and Big Data Capabilities. Sustainability,
13(23), 13024.
Chen, Jian Xun, Sharma,
Piyush, Zhan, Wu, & Liu, Li. (2019). Demystifying the impact of CEO
transformational leadership on firm performance: Interactive roles of
exploratory innovation and environmental uncertainty. Journal of Business
Research, 96, 85�96.
Cho, Yang Il, & Kim,
Seog Soo. (2019). A Study on The Workforce Agility and Operational Performance
of Distribution Center-Focused on Busan New Port Distripark. Korea Trade
Review, 44(3), 25�42.
Ebrahim, Alnoor. (2016).
The many faces of nonprofit accountability. The Jossey‐Bass Handbook
of Nonprofit Leadership and Management, 102�123.
Gerald, Emejulu,
Obianuju, Agbasi, & Chukwunonso, Nosike. (2020). Strategic agility and
performance of small and medium enterprises in the phase of Covid-19 pandemic. International
Journal of Financial, Accounting, and Management, 2(1), 41�50.
Hardian, Davin, &
Kusumawardhani, Amie. (2019). Analisis pengaruh customer sensitivity dan
sourcing flexibility terhadap supply chain agility Dan Kinerja Perusahaan
(Studi Kasus pada Industri Kuliner Kreatif di Kota Semarang). Diponegoro
Journal of Management, 96�106.
Hoxha, Agron. (2019).
Transformational and transactional leadership styles on employee performance. International
Journal of Humanities and Social Science Invention, 8(11), 46�58.
Kaakeh, AbdulKader,
Hassan, M. Kabir, Van-Hemmen, Stefan, & Hossain, Ishrat. (2020).
Understanding self-efficacy and performance of salespersons in Islamic banking.
Journal of Islamic Accounting and Business Research.
Kale, Emine, Aknar,
Ahmet, & Başar, �zlem. (2019). Absorptive capacity and firm
performance: The mediating role of strategic agility. International Journal
of Hospitality Management, 78, 276�283.
Karabacak, Ukke, Unver,
Vesile, Ugur, Esra, Kocatepe, Vildan, Ocaktan, Nermin, Ates, Elif, & Uslu,
Yasemin. (2019). Examining the effect of simulation based learning on self-efficacy
and performance of first-year nursing students. Nurse Education in Practice,
36, 139�143.
Khildani, Anizzibda
Chahya, & Lestariningsih, Marsudi. (2021). Pengaruh Efikasi Diri dan Lokus
Kendali terhadap Kinerja Karyawan Melalui Learning Agility. Jurnal Manajemen
Dan Keuangan, 10(2), 208�228.