SOSIALISASI PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGHADAPI 21�ST CENTURY
Ferdy Leuhery
Universitas Pattimura Ambon
Menghadapi Tantangan- tantangan
21�st Century. Keterampilan abad
ke-21 menjadi topik yang banyak dibicarakan. siswa/siswi SM.K Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai sosialisasi tentang tantangan-tantangan dalam menghadapi 21�st century di
SMK 1 Maluku Barat Daya telah
terlaksana dengan baik..Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai sosialisasi tentang tantangan-tantangan dalam menghadapi 21�st century di
SMK 1 Maluku Barat Daya mendapatkan
respon yang antusias dari para siswa/siswi SMK 1 Maluku Barat Daya..Didapatkan 3 pertanyaan dari peserta sosialisasi
(siswa/siswi) terkait materi sosialisasi dan siswa/siswi di sekolah tersebut mengharapkan ada kegiatan sosialisasi
kembali terkait kompetensi pada era society 5.0. Kegiatan
pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran siswa dan siswi yang benar-benar sosialisasi tentang kompetensi yang dimiliki
Kata kunci: Kompetensi Abad 21, Komitmen
dan society 5.0
Abstract:
Facing the Challenges of
the 21'st Century. 21st century skills are a hot topic. students of SMK 1.
Community service activities regarding socialization of challenges in facing
the 21'st century at SMK 1 Maluku Barat Daya have
been carried out well. Community service activities regarding socialization of
challenges in facing the 21'st century at SMK 1 Maluku Barat Daya received an enthusiastic response from the students at
SMK 1 Maluku Barat Daya.. 3 questions were obtained
from socialization participants (students/students) regarding socialization
material and students at the school expected that there would be socialization
activities related to competence in the era of society 5.0. Service activities
like this can be carried out routinely both in the same location and in
different locations with the target of students who really socialize about
their competencies.
Keywords:
21st Century Competence, Commitment and
society 5.0
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Dalam menghadapi tantangan pada era 21�st,
dibutuhkan keterampilan dalam menghadapi abad ke-21 menjadi topik yang banyak dibicarakan dan juga sering diseminarkan beberapa waktu terakhir (Sakina, 2017). Tanggapan setiap individu terhadap topik tersebut bervariasi. Sebagian individu tak jarang menanggapi
dengan serius, Sebagian individu lainnya, juga menanggapi dengan biasa-biasa saja, dan sebagian lagi tidak menanggapinya dan kadang tidak mengerti (Pito, IP, Efriza, Fasyah, & IP, 2022). Tidak adanya tanggapan pada kelompok individu terakhir belum tentu menunjukkan tidak adanya kepedulian,
namun kemungkinan juga disebabkan oleh sedikitnya pemahaman terhadap keterampilan abad ke21 (Zubaidah, 2016). Termasuk ke dalam kelompok manakah kita? Apakah
Anda sudah mengetahui latar
belakang digaungkannya keterampilan abad ke-21? Apakah kita sudah cukup memahami macam-macam keterampilan abad ke-21? Apakah kita sudah memahami bagaimana pembelajaran yang sesuai dalam rangka
menyiapkan generasi untuk menguasai keterampilan abad ke-21? Apakah kita mengetahui tentang apa yang harus dilakukan sesuai kemampuan dan kapasitas kita sebagai siswa dan siswi SMK di Maluku Barat Daya.
Kemudian dapat kita
lihat juga apakah tantangan-tantangan dalam menghadapi era 21�st century. Latar
Belakang Masalah Kecakapan abad ke-21 (21st
Century Skill) merupakan pengetahuan
dan keterampilan yang disiapkan
untuk menghadapi berbagai permasalahan pada abad ke-21 seperti permasalahan ekonomi global, teknologi
digital, dan persaingan global (P21,2015). Kecakapan abad 21 didefinisikan sebagai keahlian yang harus dimiliki oleh setiap individu agar dapat menjadi pekerja dan penduduk yang mampu bertahan di lingkungan masyarakat pada abad ke-21 (OECD,
2009). Ada beberapa pandangan
dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh lembaga riset (P21, EnGauge, ATC21S,
NETS/ISTE, EU, dan OECD), mengenai keahlian apa saja
yang harus dimiliki manusia pada era globalisasi.
Pada penelitian tersebut digunakan konsep kecakapan abad ke-21 yang diterbitkan oleh The University of Melbourne dalam framework KSAVE (Knowledge, Skills, Attitudes,
Values, Ethics). Knowledge mencakup referensi terhadap pemahaman mengenai syarat-syarat untuk sepuluh keahlian. Skills mencakup kemampuan dan proses
untuk dipelajari oleh siswa.
Attitudes, Values dan Ethics merupakan kebiasaan dan perilaku yang dikerjakan untuk mencapai kesuksesan di abad ke-21 (Agustinova, Sariyatun, Sutimin, & Purwanta, 2022).
Untuk mencapai tujuan
dari pendidikan dilakukan melalui upaya pembelajaran. Hal ini memiliki peran penting dikarenakan dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara siswa dengan
pendidik. Di dalam pembelajaran, pendidik membantu siswa agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan materi, peningkatan pemahaman. Keberhasilan dalam proses pembelajaran dapat diukur dengan
hasil belajar (Fitriani, Kartini, Maulani, & Prihantini, 2022). Menurut Muslich (dalam Masudi, 2021) bahwa tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri peserta didik dalam
bentuk kompetensi tertentu. Oleh sebab itu, dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah laku (kompetensi) peserta didik telah
terjadi selama atau setelah pembelajaran
berlangsung. Dengan mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran, guru dapat mengambil tindakan secara perkelas maupun individual.
Abad ke-21 disebut sebagai
abad pengetahuan, abad ekonomi berbasis
pengetahuan, abad teknologi informasi, globalisasi, society 5.0, dan sebagainya.
Pada abad ini, terjadi
perubahan yang sangat cepat dan sulit
diprediksi dalam segala aspek kehidupan
meliputi bidang ekonomi, transportasi, teknologi, komunikasi, informasi, dan lainlain.
Perubahan yang berlangsung sangat cepat
ini dapat memberikan peluang jika dapat
dimanfaatkan dengan baik, tetapi juga dapat menjadi bencana jika tidak diantisipasi
secara sistematis, terstruktur, dan terukur. Salah satu contoh dari
perubahan yang sangat cepat ini adalah
dalam bidang teknologi informasi, khususnya media social (Redhana, 2019)
(Putri et al., 2022) Belakangan media sosial ini telah dimanfaatkan oleh orangorang yang
tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong (hoax). Berpikir kritis adalah salah satu upaya untuk menangkal informasi bohong yang tersebar di media sosial. Di pihak lain, suatu
produk unggul tidak dapat dihasilkan
oleh satu orang, melainkan dihasilkan melalui kolaborasi banyak pihak. Seseorang tidak mungkin menghasilkan
suatu produk unggul karena seseorang
tidak mungkin ahli dalam segala
bidang. Oleh karena itu, kolaborasi dari beberapa orang atau unit kerja
sangat penting. Keterampilan
lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah keterampilan berkomunikasi. Seseorang yang memiliki keterampilan berkomunikasi dengan baik adalah seseorang yang mampu menyampaikan ide-idenya kepada orang lain Lunenburg, dalam
(Muryati, Sudiatmi, & Saptomo, 2022). Dalam keterampilan lunak (soft skills),
keterampilan berkomunikasi
ini menempati urutan pertama dari seluruh
soft skills yang ada (Veronica, n.d.) (Wa Ode, 2022).� Sementara itu,
Robles dallam (Veronica, n.d.) menyatakan bahwa integritas dan komunikasi adalah dua soft skills
yang paling utama diperlukan
oleh pekerja agar berhasil dalam pekerjaan.
Selain keempat keterampilan penting di atas yang harus dikuasai pada abad ke-21 (berpikir kritis dan pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi, kolaborasi, dan komunikasi), seseorang juga harus menguasai literasi teknologi, informasi dan komunikasi (Junedi, Mahuda, & Kusuma, 2020). Literasi ini sangat penting bagi seseorang dalam memilih, mengritisi, mengevaluasi mensintesis, dan menggunakan informasi. Di abad ini banyak sekali informasi
yang beredar, dan bahkan tidak sedikit informasi
tersebut merupakan informasi bohong. Jika kita tidak memiliki
literasi informasi yang
baik, maka kita akan �termakan� oleh isuisu yang menyesatkan yang dapat membahayakan diri kita. Di lain pihak, berkaitan dengan literasi teknologi, seseorang harus mampu menggunakan
teknologi untuk berkomunikasi
di era digital sekarang. Semua keterampilan
yang diperlukan oleh seseorang
agar berhasil menghadapi tantangan, kehidupan yang semakin kompleks dan penuh dengan ketidakpastian,
serta agar berhasil dalam hidup dan karir di dunia kerja merupakan keterampilan abad ke-21. Seseorang tidak memiliki keterampilan ini sejak lahir, melainkan
keterampilan ini diperoleh dari proses latihan, belajar, atau pengalaman.
Penyiapan sumber daya manusia yang menguasai keterampilan abad ke-21 akan efektif jika ditempuh
melalui jalur pendidikan. Perubahan kurikulum telah dilakukan oleh pemerintah. Pada jenjang sekolah menengah ke bawah telah diterapkan
Kurikulum 2013 dengan berbagai perbaikannya (Zumroh, 2021). Kurikulum 2013 sesungguhnya telah mengakomodasi keterampilan abad ke-21, baik dilihat dari standar isi,
standar proses, maupun standar penilaian. Pada standar proses (Angga, Abidin, & Iskandar, 2022).
SMK negeri 1 di Maluku Barat Daya adalah sebuah sekolah
yang berada di Tiakur
Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi
Maluku. Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan salah satu kabupaten di Maluku yang diresmikan
pada tanggal 28 agustus
2008, sesuai undang-undang.
31 tahun 2008. Letak geografis Maluku Barat Daya merupakan suatu potensi yang cukup strategis untuk mendukung interaksi wilayah Maluku barat Daya
dengan wilayah luar, disamping itu dengan adanya blok Marsela,
membuat Maluku Barat Daya merupakan wilayah penyangga. Oleh
karena itu dibutuhkan sumber daya manusia
yang kompeten yaitu para siswa SMK1 Maluku Barat Daya.
METODE
PENELITIAN
Jenis metode ini adalah studi kepustakaan.
Studi kepustakaan adalah teknik analisis
dengan menelaah literatur, catatan, laporan terkait dengan permasalahan yang ingin dipecahkan.
�
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Proses Kegiatan������
Kegiatan sosialisasi tentang tantangan-tantangan dalam menghadapi 21�st Century di
SMK 1 Maluku Barat Daya secara
umum berjalan dengan lancar. Kepala Sekolah dan Pengurus sekolah membantu mempersiapkan tempat dan mengkoordinir peserta� sosiaisasi.� Peserta� sosialisasi� merupakan� siswa/siswi� kelas� 1,2,3� SMK� 1 Maluku
Barat Daya. Tempat yang dipakai untuk kegiatan tersebut adalah salah satu ruangan kelas
2 yang terdapat pada SMK 1 Maluku Barat Daya. Sebelum melakukan kegiatan sosialisasi, pemateri memperkenalkan diri terlebih dahulu
kemudian mencoba menggali pengetahuan dasar tentang 21�st Century. Pemateri mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pengertian kompetensi karakteristik kompetensi dalam menghadapai tantangan 21�st
Century, perencanaan pengelolaan
sampah yang baik dan benar
di sekolah. Setelah menggali pengetahuan dasar kemudian pemateri mulai memaparkan materi tantangan-tantangan 21�st century Selama kegiatan sosialisasi berlangsung
tampak peserta antusias dan memperhatikan isi materi sosialisasi.
Kegiatan pemberian materi berlangsung selama kurang lebih 45 menit dan di akhir sesi pemateri memberikan
kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan. Didapatkan 3 pertanyaan dari peserta sosialisasi terkait isi materi.
Setelah menjawab pertanyaan dari peserta, pemateri melakukan evaluasi terkait pemberian materi yang telah disampaikan dengan cara memberikan pertanyaan dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menjawab pertanyaan tersebut. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan mendapatkan door prize sebagai tanda apresiasi dan setelah itu kegiatan sosialisasi ditutup dengan kegiatan foto bersama antara
pemateri dengan siswa/siswi peserta
seminar. Adapun kendala yang dijumpai
selama proses kegiatan penyuluhan adalah usia siswa siswi
yang relatif masih muda, sehingga perlu tenaga ekstra
untuk membuat siswa siswi tetap memperhatikan
pemberian materi.
Keberlanjutan Program
Kegiatan sosialisasi tentang tantangan-tantangan
dalam menghadapi 21�st Century pada SMK 1 Maluku Barat Daya terlaksana dengan baik bahkan
para peserta terlihat antusias dan mengharapkan
kegiatan sosialisasi dapat berlanjut dengan
pemberian materi yang lainnya terutama terkait kompetensi pada era
society 5.0. Pengurus
sekolah
juga mengharapkan
akan
adanya
kegiatan
yang berkelanjutan
sehingga semakin dapat
meningkatkan
pengetahuan siswa/siswi.
Rekomendasi Rencana Tindak
Lanjut
Berdasarkan evaluasi dan monitoring
yang dilakukan maka rekomendasi yang kami ajukan bagi
kegiatan ini adalah :
Kegiatan serupa
seharusnya dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan para siswa/siswi terutama mengenai tantangan-tantangan yang
dihadapi pada abad 21. Kegiatan dapat berupa sosialisasi secara berkelanjutan kepada seluruh siswa/siswi SD dan
SMP dan SMA di Maluku Barat Daya.
KESIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian
1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai sosialisasi�� tentang tantangan-tantangan dalam menghadapi 21�st century di SMK 1 Maluku Barat Daya telah terlaksana
dengan baik. 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai sosialisasi tentang tantangan-tantangan dalam menghadapi 21�st century di SMK 1 Maluku Barat Daya mendapatkan respon yang antusias dari para siswa/siswi SMK 1 Maluku Barat Daya 3. Didapatkan 3 pertanyaan dari peserta sosialisasi
(siswa/siswi) terkait materi sosialisasi dan siswa/siswi di sekolah tersebut mengharapkan ada kegiatan sosialisasi
kembali terkait kompetensi pada era society 5.0.
DAFTAR PUSTAKA
Agustinova, Danu Eko,
Sariyatun, Sariyatun, Sutimin, Leo Agung, & Purwanta, Hieronymus. (2022).
URGENSI KETERAMPILAN 4C ABAD 21 DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH. SOCIA: Jurnal
Ilmu-Ilmu Sosial, 19(1), 49�60.
Angga, Angga, Abidin,
Yunus, & Iskandar, Sofyan. (2022). Penerapan pendidikan karakter dengan
model pembelajaran berbasis keterampilan abad 21. Jurnal Basicedu, 6(1),
1046�1054. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.2084
Fitriani, Amel, Kartini,
Ayu, Maulani, Mita, & Prihantini, Prihantini. (2022). Peran Guru dan
Strategi Pembelajaran dalam Memenuhi Kompetensi Siswa Abad 21. Jurnal
Pendidikan Tambusai, 6(2), 16491�16498.
Junedi, Beni, Mahuda,
Isnaini, & Kusuma, Jaka Wijaya. (2020). Optimalisasi keterampilan
pembelajaran abad 21 dalam proses pembelajaran pada Guru MTs Massaratul
Mut�allimin Banten. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 16(1),
63�72. https://doi.org/10.20414/transformasi.v16i1.1963
Muryati, Sri, Sudiatmi,
Titik, & Saptomo, Sri Wahono. (2022). Stimulasi Keterampilan Abad Ke-21
bagi Siswa dalam Buku Teks Bahasa Indonesia. Klitika: Jurnal Ilmiah
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 51�58.
Pito, Toni Andrianus,
IP, S., Efriza, S., Fasyah, Kemal, & IP, S. (2022). Mengenal teori-teori
politik: dari sistem politik sampai korupsi. Nuansa Cendekia.
Putri, Riska Dwi Rahma,
Ratnasari, Titik, Trimadani, Desnia, Halimatussakdiah, Halimatussakdiah, Husna,
Elvira Nathalia, & Yulianti, Winarni. (2022). Pentingnya Keterampilan Abad
21 Dalam Pembelajaran Matematika. Science and Education Journal (SICEDU),
1(2), 449�459.
Redhana, I. Wayan.
(2019). Mengembangkan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran kimia. Jurnal
Inovasi Pendidikan Kimia, 13(1).
Sakina, Sakina. (2017). Strategi
Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam Di Madrasah
Tsanawiyah Alkhairaat Sibalaya Kabupaten Sigi. IAIN Palu.
Veronica, Nina. (n.d.). Inovasi
Pendidikan dan Pembelajaran Abad 21 serta Biodiversitas Indonesia.
UMSurabaya Publishing.
Zubaidah, Siti. (2016).
Keterampilan abad ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran. Seminar
Nasional Pendidikan, 2(2), 1�17.
ZUMROH, SITI. (2021). Implementasi
Kurikulum 2013 Dalam Penilaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah
Menengah Pertama Se Kabupaten Jepara Tahun Pelajaran 2019-2020. UNISNU
Jepara.