PENGARUH KUALITAS
LAYANAN DAN CITRA BANK TERHADAP KEPUASAN NASABAH SERTA DAMPAKNYA PADA LOYALITAS
NASABAH TABUNGAN BIMA BANK JATENG CABANG PURWODADI
Safnudi Pramudoyo1
Endang Tjahjaningsih2
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Stikubank
[email protected], [email protected]
Abstrak:
Usaha Dagang (UD) toko Cemal Cemil yang bergerak di bidang manufaktur
dengan produk yang dipasarkan adalah jajanan dan mainan tahun 80an hingga tahun
2000 semakin menurun tiap tahunnya. Dengan perkembangan zaman yang semakin
moderen banyak bermunculan mainan-mainan masa kini sehingga memberikan
persaingan yang sangat ketat bagi usaha mainan dan makanan tempo dulu yang
sejenis terutama bagi UD. Cemal Cemil, oleh karena itu kondisi ini dapat
mengakibatkan penurunan penjuaalan dan berkurangnya kepercayaan konsumen
terhadap produk UD. Cemal Cemil. Dengan menggunakan metode Importance
Performance Analysis yang merupakan salah satu metode untuk mengukur tingkat
kepuasan pelanggan. Dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis
perusahaan dapat melihat seberapa besar tingkat kepuasan yang dirasakan oleh
pelanggan yang datang ke toko Cemal Cemil. Dari hasil analisis metode
Importance Performance Analysis� tingkat
skor rata-rata dari kinerja dan harapan yang dimana nilai total rata-rata
kinerja sebesar 42,02 dan harapan sebesar 51,11 kemudian dibagi jumlah item
yaitu 12 sehingga didapat data kinerja sebesar 42,02/12 = 3,50 dan harapan
sebesar 51,11/12 = 4,26 untuk digunakan sebagai pembatas pada diagram kartesius.
Sehingga di dapat data kepuasan pelanggan sebesar 79%, dari perhitungan total
jawaban kinerja dari responden, data tersebut didapat dari tingkat total
kesesuaian antara kinerja dan harapan.
Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, Importance Performance Analysis, Manajemen Pemasaran
Abstract:
The position of funds/savings at Bank Jateng Purwodadi Branch from the
expected realization in 2017-2019 showed unsatisfactory results because the
target was not met. The realization obtained is still far from the expected
target, from 2017 to 2019 the targeted number is further from the realization.
Meanwhile, by having a Bima Savings, it is hoped that
you will feel safe investing your life. The research method used is descriptive
quantitative, with company image and service quality as independent variables,
customer loyalty as the dependent variable and customer satisfaction as a
mediating variable. In this study, the population is customers from Bank Jateng Purwodadi Branch. Sampling
by purposive sampling is at least 3 years as a customer, so that 100 people are
taken from all customers of Bank Jateng Purwodadi Branch. The results of this study are: 1) There
is an Influence of Corporate Image on Customer Satisfaction; 2) There is an
Influence of Service Quality on Customer Satisfaction; 3) There is an Influence
of Company Image on Customer Loyalty; 4) There is an Influence of Service
Quality on Customer Loyalty and 5) There is an Influence of Customer
Satisfaction on Customer Loyalty.
Keywords:
company image, service quality, customer loyalty,
customer satisfaction
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Safnudi Pramudoyo
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Paket deregulasi perbankan 27 Oktober 1988 (Pakto
88) menjadi tonggak bersejarah bagi perkembangan dan pertumbuhan sektor
industri jasa keuangan dan perbankan di Indonesia. Isi dari Pakto 88 adalah
perluasan jaringan keuangan dan perbankan di seluruh wilayah Indonesia serta
munculnya diversifikasi produk-produk perhimpunan dana terutama tabungan. Hal
ini ditopang dengan kemudaham pendirian bank-bank swasta baru, pembukaan kantor
cabang baru, pendirian lembaga keuangan bukan bank, pendirian BPR, pemberian
ijin penerbitan sertifikat deposito bagi lembaga keuangan bukan bank dan
perluasan fitur produk tabungan.
Semakin banyaknya kantor cabang bank yang berdiri di seluruh wilayah
Indonesia menjadikan masyarakat
memiliki banyak pilihan dalam menentukan
produk dan jasa yang akan digunakan sebagai sarana transaksi sehari-hari. Layanan yang diberikan antara satu bank dengan bank lainnya sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan nasabah. Kondisi persaingan yang semakin kompetitif seperti sekarang ini, mendorong industri perbankan untuk bisa menampilkan kualitas layanan terbaik yang pada akhirnya akan dapat membentuk
citra positif perusahaan dan layanan yang berkualitas akan mampu meningkatkan kepuasan nasabah, Hal ini
juga� menjadi
salah satu tujuan bagi setiap perusahaan (Edar,
Asdar, & Munir, 2019).
Data keuangan menunjukkan jumlah nasabah tabungan
Bima Bank Jateng Cabang Purwodadi sejak berdiri sampai dengan Desember 2019 sebanyak
9.490 nasabah dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp. 103.926.888.537
rupiah (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Cabang Purwodadi,
2019).
Adapun alasan dipilihnya Bank Jateng Cabang Purwodadi didasarkan
pada fenomena yang tergambar pada target dan realisasi tabungan Bima PT Bank
Jateng Cabang
Purwodadi dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.
Apabila dapat menghimpun
dana pihak ketiga lebih besar maka laba yang tercapai akan naik pula hal ini sangat berkaitan dengan tingkat citra bank, kualitas layanan dimana semakin tinggi persepsi nasabah terhadap kedua faktor yang mempengaruhi kepuasan
dan loyalitas nasabah tersebut maka akan
semakin sering pula nasabah melakukan pengulangan transaksi sehingga diharapkan penghimpunan dana pihak ketiga juga semakin meningkat.
Hasil penelitian (Edar et al 2019)
dan (Octabriyantiningtyas et al 2019)
memberikan hasil bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan citra
perusahaan terhadap� kepuasan
pelanggan� dan selanjutnya terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan citra perusahaan terhadap loyalitas
pelanggan. Demikian juga hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Andreas 2019)
dan (Novita et al 2019)
memberikan temuan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan
pelanggan dan selanjutnya� kepuasan
berpengaruh positif terhadap loyalitas.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rita et al 2019)
mengembangkan suatu pemikiran tentang konsekuensi perilaku konsumen yang
dihasilkan dari suatu kualitas layanan yang baik. Dalam hasil penelitian
tersebut� (Rita et al 2019)
telah menunjukkan bahwa kualitas layanan yang baik akan berdampak pada
terbentuknya perilaku konsumen yang positif, seperti pembelian ulang,
menurunnya sensitifitas terhadap harga, dan peningkatan nilai layanan di mata
konsumen. Hsi Yu & Yu Da (2010) menjelaskan bahwa kepuasan nasabah dapat
berpengaruh signifikan terhadap loyalitas perusahaan. Dengan menggunakan secara
tepat alat penilaian, maka bisa menilai kepuasan pelanggan terhadap produk atas
layanan yang diberikan dan lebih jauh lagi produk dan layanan yang memenuhi
harapan pelanggan.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Tjahjaningsih dan Maskur 2015);
(Bambang dan Wahyudi 2019);
(Atmanegara 2019)
dan (Apriyanti et al 2017)
menyatakan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif signifikan terhadap
loyalitas. Namun demikian sebaliknya penelitian (Kadic-Maglajlic et al 2018)
memberikan temuan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif akan tetapi tidak
signifikan terhadap loyalitas, demikian juga (Agarwal dan Gowda 2020)
telah memberikan hasil penelitian bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh
secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Demikian juga penelitian (Arianti et al 2017);
(Kasiri et al 2017)
yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan citra merek
terhadap loyalitas pelanggan, namun demikian hasil penelitian (Bambang dan Wahyudi, 2019)
memberikan hasil yang berbeda bahwa citra bank berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
METODE
PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif
deskriptif, dengan citra perusahaan dan kualitas pelayanan sebagai variabel
bebas, loyalitas nasabah sebagai variabel terikat dan kepuasan nasabah sebagai
variabel mediasi. Dalam penelitian ini populasinya adalah nasabah dari Bank
Jateng Cabang Purwodadi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling minimal 3
tahun menjadi nasabah, sehingga diambil sebesar 100 orang dari keseluruhan
nasabah Bank Jateng Cabang Purwodadi.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil Analisis
Deskripsi Responden
Tabel 1 Karakteristik Responden Menurut Jangka Waktu Menjadi Nasabah Bank Jateng Cabang Purwodadi

Berdasarkan Tabel 1 menyatakan bahwa dari 96 responden di yaitu sebanyak 20 responden atau setara dengan 20% merupakan responden yang menjadi nasabah Bank Jateng Cabang Purwodadi selama 6 bulan � 2 tahun sedangkan sebanyak 76 responden atau setara dengan 80% merupakan responden yang sudah menjadi nasabah Bank Jateng Cabang Purwodadi selama > 2 tahun.
Uji Model 1
Tabel 2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test � Model
1

Dari hasil di atas, besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov
adalah sebesar 0,587 dengan signifikansi sebesar 0,881. Karena nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov sebesar
0,881 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
Uji Model 2
Tabel 3 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test � Model
2

Dari hasil di atas, besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov
adalah sebesar 0,475 dengan signifikansi sebesar 0.978. Karena nilai signifikansi Kolmogorov- Smirnov sebesar
0.978 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
Analisis Korelasi
Dalam metode analisis jalur, untuk mencari hubungan kausal variabel- variabel penelitian terlebih dahulu dihitung matriks kolerasi dari variabel
Citra Perusahaan, Kualitas Layanan, Kepuasan Nasabah dan Loyalitas Nasabah. Berikut ini adalah hasil penghitungan koefisien korelasi dengan menggunakan software SPSS
22.0.
Tabel 4 Analisis Korelasi

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui
nilai kolerasi antar variabel. Angka koefisien korelasi bertanda (**) menunjukkan bahwa hubungan antar variabel bersifat berbanding lurus. Artinya peningkatan satu variabel loyalitas nasabah diikuti oleh peningkatan variabel lain.
Pengujian berdasarkan uji probabilitas akan diterima apabila nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka Ho ditolak dan jika signifikansi lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima.
Tabel 5 Pengujian Hubungan Antar Sub Variabel

Berdasarkan hasil pengujian
pada Tabel 5, semua hubungan yang terjadi antara dua variabel memiliki hubungan yang signifikan, karena semua nilai probabilitasnya
lebih besar dari 0,05.
Uji F
Untuk melihat pengaruh
langsung variabel citra perusahaan dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah, dilihat dari hasil
perhitungan dalam model
summary, khususnya angka R
square di bawah ini:
Tabel 6 Koefisien Determinasi Struktur 1

Pada tabel model summary didapat
model analisis jalur dengan nilai koefisien
kolerasi (R) sebesar 0,634.
Nilai koefisien determinasi
(R Square) sebesar 0,402 (40,2%). Nilai R Square sebesar 40,2% ini menunjukkan bahwa pengaruh citra perusahaan dan kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah adalah 40,2%, sedangkan sisanya sebesar 59,8% (100% -
40,2%) adalah kemungkinan terdapat aspek-aspek lain yang memiliki pengaruh terhadap variabel sikap nasabah.
Tabel 7 Analisis Varian 1

Pengujian dilakukan dengan dua cara. Pertama membandingkan besarnya angka F hitung dengan F tabel. Cara kedua ialah dengan membandingkan
angka taraf signifikansi (sig) hasil perhitungan dengan taraf signifikansi 0,05 (5%). Membandingkan besarnya F hitung pada model anova dengan F tabel. F hitung didapat 32.636. Dengan ketentuan derajat kebebasan = (k-1)(n-k) atau df1 = k-1 dan df2 = n-k dimana
df1 = 4-1 = 3 dan df2 = 100-4 = 96. F tabel diperoleh sebesar 2,70. Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dari perhitungan terlihat bahwa F hitung 32.636 > F tabel 2,70 maka Ho ditolak Ha diterima berarti ada pengaruh
antara citra perusahaan dan kualitas layanan terhadap kepuasan nasabah secara simultan.
Kemudian membandingkan besarnya angka signifikan (sig) dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0,000 <
0,05 maka Ho diterima dan
Ha ditolak. Berarti ada pengaruh antara
citra perusahaan (X1), kualitas layanan (X2) dan kepuasan nasabah (Y).
Uji t
Untuk melihat besarnya
pengaruh langsung variabel citra perusahaan dan kualitas layanan secara parsial terhadap kepuasan nasabah, pengujian dilakukan dengan dua cara. Pertama membandingkan
besarnya angka t hitung dengan t tabel. Cara kedua ialah dengan membandingkan
angka taraf signifikansi (sig) hasil perhitungan dengan taraf signifikansi 0,05 (5%), sementara itu, untuk melihat besarnya pengaruh, digunakan angka beta atau standardized coefficients di bawah
ini:
Tabel 8 Koefisien Determinasi Struktur 2

Hasil perhitungan SPSS diperoleh
t hitung sebesar 4.381. Sedangkan taraf signifikan 0,05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan: DK = n-2, atau 100-2 =
98 menghasilkan t tabel sebesar 1,984. Dengan kriteria uji hipotesis: Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima
dan Ha ditolak. Berdasarkan
hasil penelitian tersebut, diperoleh angka t hitung sebesar 4.381 > t tabel 1,984 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh langsung
antara variabel citra perusahaan (X1) terhadap kepuasan nasabah (Y).
Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka Ha diterima. Artinya ada hubungan langsung
antara variabel citra perusahaan (X1) terhadap kepuasan nasabah (Y). Besarnya pengaruh citra perusahaan (X2) terhadap kepuasan nasabah (Y) sebesar 0,431 atau 43,1%.
Hasil perhitungan SPSS diperoleh
t hitung sebesar 2.772. Sedangkan taraf signifikan 0,05 dan Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan: DK = n-2, atau 100-2 =
98 menghasilkan t tabel sebesar 1,984. Dengan kriteria uji hipotesis: Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima
dan Ha ditolak. Berdasarkan
hasil penelitian tersebut, diperoleh angka t hitung sebesar 2.772 > t tabel 1,984 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh langsung
antara variabel kualitas layanan (X2) terhadap kepuasan nasabah (Y).
Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0,007 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada hubungan
langsung antara variabel kualitas layanan (X2) terhadap kepuasan nasabah (Y). Besarnya hubungan kualitas layanan (X2) terhadap kepuasan nasabah (Y) sebesar 0,273 atau 27,3%.
Dengan demikian didapat diagram jalur sub-struktur 1 sebagai berikut:

Gambar 2 Hubungan Kausal Empiris Sub-Struktur 1 Variabel
X1 Terhadap Y

Gambar
3 Hubungan Kausal Empiris Sub-Struktur 2

Gambar
4 Hubungan Kausal Empiris Variabel X1,� X2, dan Y terhadap Z
Pembahasan
Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Kepuasan Nasabah
Pengaruh citra perusahaan
terhadap kepuasan nasabah berdasarkan dari tabel Coefficients
variabel citra perusahaan mempunyai hubungan positif terhadap variabel intervening, yaitu kepuasan nasabah. Dengan tingkat keyakinan 95% dan kesalahan 5% maka diperoleh nilai Sig. adalah 0,005. Oleh karena nilai Sig. kurang dari nilai
α = 0,05 (0,005<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini memiliki arti bahwa citra perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah.
Sesuai dengan penelitian oleh (Edar
et al 2019) dalam
penelitiannya menyatakan bahwa citra perusahaan
berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan. Sedangkan pada penelitian (Lestari
dan Yulianto 2018) dalam
penelitiannya berpandangan bahwa citra perusahaan
tidak memiliki pengaruh baik langsung maupun tidak langsung
terhadap kepuasan nasabah.
Pengaruh Kualitas Layanan
Terhadap Kepuasan Nasabah
Pengaruh kualitas layanan
terhadap kepuasan nasabah secara simultan berdasarkan hasil tabel anova dengan
tingkat keyakinan 95% dan tingkat kesalaha sebesar 5% diperoleh nilai Sig. 0,000. Oleh karena nilai Sig. kurang dari α = 0,05 (0,000<0,05) maka
Ho ditolak dan Ha diterima.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah Bank Jateng Cabang Purwodadi.
Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas Nasabah
Pengaruh citra perusahaan
terhadap loyalitas nasabah berdasarkan dari tabel Coefficients
variabel citra perusahaan mempunyai hubungan positif terhadap variabel terikat, yaitu loyalitas nasabah. Dengan tingkat keyakinan 95% dan kesalahan 5% maka diperoleh nilai Sig. adalah 0,005. Oleh karena nilai Sig. kurang dari nilai α = 0,05
(0,005<0,05) maka Ho ditolak
dan Ha diterima. Ini memiliki
arti bahwa citra perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah.
Sesuai dengan penelitian oleh (Rahmawati 2017) dalam penelitiannya menyatakan bahwa citra perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas. Sedangkan pada penelitian (Athanasopoulou dan Tsoukatos
2015) dalam penelitiannya berpandangan bahwa citra perusahaan tidak memiliki pengaruh baik langsung maupun tidak langsung
terhadap loyalitas nasabah melalui kepuasan nasabah.
Pengaruh Kualitas Layanan
Terhadap Loyalitas Nasabah
Pengaruh kualitas layanan
terhadap loyalitas pada hasil
perhitungan, tabel
coefficients variabel kualitas
layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah. Dengan tingkat keyakinan 95% dan kesalahan 5% diperoleh nilai Sig. 0,037. Oleh karena nilai Sig. kurang dari nilai α = 0,05 (0,037
< 0,05) maka Ho ditolak
dan Ha diterima. Ini berarti
bahwa kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah pada Bank Jateng Cabang Purwodadi.
Pengaruh Kepuasan
Nasabah Terhadap Loyalitas Nasabah
Kepuasan nasabah memiliki pengaruh terhadap loyalitas nasabah, hasil ini sejalan dengan temuan (Maratina 2013). (Fujun et al
2009), (Ishaqa 2010). Bahwa
terdapat pengaruh tidak langsung antara citra perusahaan
dan kualitas pelayanan
terhadap loyalitas nasabah melalui kepuasan pelanggan, hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh (Mardika 2013), (Blomer, et al 2010) bahwa terdapat pengaruh tidak langsung antara citra perusahaan
terhadap loyalitas pelanggan
melalui variabel kepuasan pelanggan, hal ini berarti kepuasan pelanggan sebagai mediasi parsial (partial mediation) pengaruh
citra perusahaan terhadap loyalitas nasabah
KESIMPULAN
�� Berdasarkan hasil penelitian, maka simpulan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Terdapat Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap
Kepuasan Nasabah 2. Terdapat Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Nasabah.� 3. Terdapat Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas Nasabah
4. Terdapat Pengaruh
Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Nasabah.Terdapat Pengaruh Kepuasan Nasabah Terhadap
Loyalitas Nasabah
DAFTAR PUSTAKA
�Agarwal,
Ira, & Gowda, Kavitha R. (2020). The Effect of Airline Service Quality on
Customer Satisfaction and Loyalty in India. Materials Today: Proceedings,
(xxxx). https://doi.org/10.1016/j.matpr.2020.06.557
Andreas, Caesar. (2019).
Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Kepuasan Sebagai
Variabel Intervening. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9),
1689�1699.
Apriyanti, Putri, Surya,
Djarsuro, & Lutfi. (2017). Analisis Kualitas Layanan dan Citra Perusahaan
Terhadap Loyalitas Nasabah dengan Kepuasan Nasabah Sebagai Variabel Intervening
(Studi Empirik Nasabah Tabungan Tandamata Bank BJB Cabang Serang). Jurnal
Riset Bisnis Dan Manajemen Tirtayasa, 1(2), 159�166.
Arianti, Gusmia, Slamet,
Alim Setiawan, & Andrianto, Mokhamad Syaefudin. (2017). Analisis Kepuasan
Pelanggan Surat Kabar Harian Pagi Radar Bogor. Kolegial, 3(1),
51�61.
Atmanegara, Stivani
Yanti. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan , Citra Perusahaan , dan Lokasi
Terhadap Kepuasan Konsumen Hotel Ijen View Bondowoso. Jurnal Sains Manajemen
Dan Bisnis Indonessia, E-ISSN : 2541-2566, 9(1), 79�89.
Bambang, Bambang, &
Wahyudi, Triyono Arief. (2019). Analisis Pengaruh Citra Perusahaan dan Kualitas
Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Pelanggan. Jurnal Manajemen
Strategi Dan Aplikasi Bisnis, 2(1), 61�70.
https://doi.org/10.36407/jmsab.v2i1.49
Edar, Ahmad Fadhli,
Asdar, Muhammad, & Munir, Abdul Razak. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan,
Kepuasan Nasabah dan Citra Perusahaan Terhadap Loyalitas Nasabah Pada PT. Bank
Central Asia KCU Makassar. Hasanuddin Journal of Applied Business and
Entrepreneurship Pengaruh, 2, 52�63.
Kadic-Maglajlic, Selma,
Boso, Nathaniel, & Micevski, Milena. (2018). How Internal Marketing Drive
Customer Satisfaction in Matured and Maturing European Markets? Journal of
Business Research, 86(September), 291�299. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2017.09.024
Kasiri, Leila Agha, Guan
Cheng, Kenny Teoh, Sambasivan, Murali, & Sidin, Samsinar Md. (2017).
Integration of Standardization and Customization: Impact on Service Quality,
Customer Satisfaction, and Loyalty. Journal of Retailing and Consumer
Services, 35(June 2016), 91�97.
https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2016.11.007
Lestari, Ani, &
Yulianto, Edy. (2018). Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas Pelanggan
dengan Kepuasan Pelanggan sebagai Variabel Mediasi (Survei pada Pelanggan Citra
Kendedes Cake & Bakery Jl . S . Hatta B3 Kav. A, Kota Malang). Jurnal
Administrasi Bisnis (JAB), 54(1), 74�81.
Novita, Kadek, Dewi,
Maharani, Jayawarsa, A. A. Ketut, & Sri, A. A. (2019). Pengaruh Kualitas
Layanan dan Citra Perusahaan terhadap Loyalitas Nasabah pada PT. BPR Sari Jaya
Sedana di Klungkung. 2(1).
Octabriyantiningtyas,
Dhyna, Suryani, Erma, & Jatmiko, Andriyan Rizki. (2019). Modeling Customer
Satisfaction With The Service Quality of E-money in Increasing Profit of PT.
Telekomunikasi Indonesia. Procedia Computer Science, 161,
943�950. https://doi.org/10.1016/j.procs.2019.11.203
Rita, Paulo, Oliveira,
Tiago, & Farisa, Almira. (2019). The Impact of E-Service Quality And
Customer Satisfaction On Customer Behavior In Online Shopping. Heliyon, 5(10),
e02690. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2019.e02690
Tjahjaningsih, Endang,
& Maskur, Ali. (2015). Pengaruh Citra Perusahaan Dan Kepuasan Terhadap
Kepercayaan Dan Dampaknya Pada Loyalitas (Studi Pada Klien Asuransi Prudential
Pru Vision Kabupaten Pati). Proceeding Fakultas Ekonomi.