PENGARUH
BRAND LOVE DAN CUSTOMER SATISFACTION DIMEDIASI OLEH
SELF-ESTEEM TERHADAP BRAND LOYALTY PADA BRAND UNIQLO
Julia Manis Khintana1, Jul Aidil Fadli2
Universitas Esa Unggul
[email protected], [email protected]
Abstrak:
Brand merupakan faktor terpenting bagi perusahaan. Brand yang ekslusif
dapat memperkuat pembeli atau pengguna
sehingga dapat merasakan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan brand. Tujuan dari penelitian
ini untuk mengetahui pengaruh
brand love dan brand loyalty melalui
self-esteem sehingga memunculkan
customer satisfaction terhadap brand Uniqlo. Sample pada penelitian ini dipilih berdasarkan metode purposive
sampling dengan jumlah responden sebanyak 200 responden dengan kriteria pernah membeli produk Uniqlo minimal dua
kali dalam enam bulan dengan menyebar kuesioner di JABODETABEK. Data dianalisis
dengan menggunakan Structural
Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan brand
love terhadap brand loyalty, brand love terhadap self-esteem,
customer satisfaction terhadap brand love, brand love memediasi customer satisfaction dengan
brand loyalty, serta customer satisfaction
dan self-esteem yang dimediasi oleh brand
love. Hasil penelitian ini menunjukan
pentingnya customer satisfaction untuk meningkatkan self-esteem bagi pelanggan,
serta meningkatkan brand
loyalty sebuah brand
Kata kunci: Brand Loyalty, Self-Esteem, Brand Love, Customer Satisfaction
Abstract:
Brand is the most important factor for the
company. Exclusive brands can strengthen buyers or users so that they can feel
added value according to brand needs. The purpose of this study is to determine
the effect of brand love and brand loyalty through self-esteem so as to
generate customer satisfaction towards the Uniqlo brand. The sample in this
study was selected based on a purposive sampling method with a total of 200
respondents with the criteria of having bought Uniqlo products at least twice
in six months by distributing questionnaires in JABODETABEK. Data were analyzed
using the Structural Equation Model (SEM). The results of this study indicate
that there is a significant influence of brand love on brand loyalty, brand
love on self-esteem, customer satisfaction on brand love, brand love mediates
customer satisfaction with brand loyalty, and customer satisfaction and
self-esteem mediated by brand love. The results of this study show the
importance of customer satisfaction to increase self-esteem for customers, as
well as increase brand loyalty of a brand.
Keywords:
Brand Loyalty, Self-Esteem, Brand Love,
Customer Satisfaction
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Julia Manis Khintana
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Dalam menghadapi persaingan
yang ketat, brand loyalty merupakan
faktor penting. Saat ini semakin
banyak brand fashion yang tersebar
salah satunya Brand Uniqlo, dimana brand tersebut mampu bersaing dengan brand lainnya. Brand
Uniqlo berada di urutan
ketiga secara global sebagai fast fashion retailer pada tahun
2021 (Berliana,
2022) setelah menghadapi persaingat ketat dengan brand lain.
Salah satu karakteristik dari brand Uniqlo sendiri brand
ini menawarkan produknya yang sesuai dengan musim, Contohnya,
pada musim dingin Uniqlo meyediakan bahan yang tentunya membuat hangat pada saat dipakai (crewneck yang menutupi leher) dan pada saat musim panas Uniqlo menyediakan kualitas bahan yang pada saat digunakan tidak membuat gerah, tipis tetapi tidak menerawang. Setiap musim Uniqlo selalu berusaha untuk memperbarui desain dan meningkatkan kualitas bahan. Sehingga membuat pemakai brand ini merasakan kenyamanan tersendiri pada saat menggunakan produk dari brand Uniqlo.
(Afriani et
al. 2019) menyatakan bahwa brand loyalty penting
untuk meningkatkan daya saing dan profitabilitas perusahaan, brand
loyalty dianggap sebagai
komitmen untuk melakukan pembelian kedua atau lebih
dan dapat dilihat sebagai dukungan yang konsisten terhadap produk yang disukai dan akan dilanjutkan di masa depan. Pelanggan yang sudah loyal terhadap brand tersebut bahkan lebih update ketika brandnya mengeluarkan
produk terbarunya, pelanggan yang loyal akan selalu mempertimbangkan brand
kesukaannya dan cenderung menolak ketika ditawarkan produk dari brand yang lain.
Brand loyalty dapat dilihat dari pelanggan ketika ingin membeli
produk. Brand loyalty dapat
tercipta ketika seseorang menyukai salah satu produk dari
brand favoritnya, setelah
rasa kecintaan itu muncul maka brand loyalty tersebut akan tercipta
pada dirinya. Kotler, P.
& Armstrong, (2018) mendefinisikan
bahwa �perilaku pembelian ulang� dari konsumen dianggap
sebagai tanda brand
loyalty. Apalagi ketika
sesuai dengan penampilan dirinya itu juga dapat membuat brand loyalty pelanggan
meningkat. Lain hal pada saat brand Uniqlo tidak mengeluarkan model terbaru, pelanggan yang telah loyal dengan brand Uniqlo tidak
akan pindah pada brand lain melainkan mereka
akan tetap datang dan mencari produk lain di brand uniqlo.
Selain itu terdapat variabel lain yang berpengaruh yaitu self-esteem, dimana self-esteem
merupakan harga diri individu atau
gambaran terhadap dirinya (Garc�a et
al., 2019 : Gnambs & Schroeders,
2020). Ketika individu
sudah dapat memahami dirinya maka akan mempermudah
dalam menentukan atau mencocokan kedalam suatu brand. Self-esteem juga merupakan factor penting dalam mengukur
kesuksesan, self-esteem juga dapat dikatakan sebagai bentuk psikologi kita terhadap diri kita.
Self-esteem dapat tumbuh
melalui hubungan yang baik dengan diri
sendiri, jangan terlalu mudah dipengaruhi
oleh orang lain, mampu membawa
diri kita dengan hal yang positif.
Faktor lain yang berperan adalah
brand love. Dimana pada saat pelanggan menyukai produk dari salah satu brand nya dan merasa cocok maka
dapat dikatakan bahwa pelanggan sudah tercipta brand love pada dirinya.
Brand love sendiri dianggap sebagai konsep pemasaran didalam penelitian yang berhubungan dengan merek (Gnambs & Schroeders, 2020). Brand love akan muncul
ketika individu menyukai terlebih dahulu terhadap brand tersebut
dan brand love dapat timbul
pada saat pelanggan sudah menemukan brand love tersebut
pasti rasa cinta akan melekat pada dirinya (Hegner, Fenko, & Teravest, 2017).
Customer satisfaction juga sebagai factor penting
dalam hasil menentukan brand love (Ghafoor,
Kashif Iqbal, Tariq, & Murtaza, 2020).� Customer satisfaction tercipta dari berbagai
kegiatan yang dilakukan
oleh pelanggan mulai dari ketika pelanggan
masuk dalam salah satu brand dan melihat
pada salah satu produknya, lalu sesuai dengan
penampilan gaya dirinya dan didukung dengan kualitas bahan model yang selalu terbaru maka rasa kepuasan itu akan
muncul. Singkatnya customer
satisfaction muncul tidak
hanya dari satu kegiatan namun
dari berbagai kegiatan yang dimulai ketika pelanggan membayangkan memiliki brand tersebut hingga membeli produknya dan menggunakan serta mengevaluasi produk dari brand tersebut.
Penelitian brand love, self-esteem, customer satisfaction dan brand
loyalty. Variabel yang diteliti
sangat berpengaruh dan mempengaruhi
dengan variabel lainnya. Brand love �berpengaruh positif dengan self-esteem
(Fedorikhin et
al., 2008 ; Batra et al.,
2012 ; MacInnis &
Folkes, 2017 : Le, 2021). Selanjutnya,
Self-esteem berpengaruh positif
dengan brand loyalty (Campbell, 1990
; Luhtanen &
Crocker, 1992 ; Le, 2021). Serta variabel
lain brand love dengan brand loyalty
yang dimediasi oleh self-esteem (Bizman &
Yinon, 2002 ; Eastman et
al., 2017 ; Le, 2021 ). Dimana variabel customer satisfaction �juga berpengaruh positif dengan brand love
(Hsu & Chen,
2018 ; Aymar &
Joseph, 2019 ; Ghafoor et
al., 2020 ) dan yang terakhir berpengaruh dengan brand loyalty ( Hidayat et
al., 2019 ; Aymar &
Joseph, 2019 ; Ghafoor et al., 2020) .
Penelitian brand love, self-esteem, susceptibility normative influence dan brand loyalty telah dilakukan pada penelitian terdahulu (Le, 2021). Dimana pada penelitian terdahulu terdapat variabel pengaruh susceptibility normative influence menjadi variabel customer satisfaction (Eastman et
al., 2017) yang bertujuan sebagai pelengkap dari penelitian ini dan tentunya juga berpengaruh positif pada brand
love dan brand loyalty.
Tujuan dalam penelitian ini
adalah untuk mengetahui hubungan brand love dan brand loyalty melalui self-esteem sehingga
memunculkan customer satisfaction terhadap brand
Uniqlo.� Diharapkan
dengan dilakukannya penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengetahuan manajemen terutama berfokus pada bidang pemasaran dengan mengembangkan teori yang sudah diamati dan dibandingkan dengan penelitian sebelumnya serta menambah wawasan masyarakat terhadap fashion
yang sedang berkembang.
METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini menggunakan skala Likert dengan skala 1-4 (sangat tidak setuju hingga
sangat setuju). Pengukuran variabel terdiri dari lima dimensi mengadopsi dari Unal & Aydın, (2013)� daya tangkap terhadap Brand Love
(7 pertanyaan). Lalu dimensi
lainnya mengadopsi dari Mrad & Cui, (2017) yang menyatakan adanya Brand
Loyalty dengan (4 pertanyaan).
Selanjutnya, kami mengadopsi
indikator dari Rosenberg (1979) untuk mengukur pernyataan terhadap self-esteem
dengan adanya (5 pertanyaan). Kami juga mengadopsi
teori dari Kusumawati et al. (2020) yang menyatakan adanya customer
satisfaction terhadap brand yang sama (4 pertanyaan). Total pertanyaan dalam kuisioner penelitian ini sebanyak 20 butir, dan dapat dilihat lebih jelasnya
pada lampiran 2 (operasional
variable) dan lampiran 3 (kuesioner).
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survey dengan menyebarkan kuesioner secara online melalui aplikasi Google Form. Sampel penelitian ini dipilih dengan
menggunakan metode
purposive sampling pada mahasiswa yang menerapkan konsistensi dalam menggunakan brand
Uniqlo. Kriteria responden adalah pemakai brand Uniqlo
yang melakukan pembelian setidaknya dua kali pada enam bulan terakhir. Pada penelitian ini dilakukan sesuai dengan rumus dimana
sampel yang digunakan dikali 10 dari jumlah pertanyaan� (Hair et al., 2021) , sehingga dapat diperoleh (20x10) 200 responden.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna
brand Uniqlo dengan umur
kisaran 18 tahun � 35 tahun yang menyukai fashion.
Untuk mengetahui validitas dan realibilitas pada setiap pernyataan yang ada dalam kuesioner,
saya menggunakan analisis demension reduction
factor pada SPSS dengan melihat
nilai KMO pada batas minimum nilai
0,5, nilai MSA pada Anti-image Correlation ≥
0,5 dan nilai alpha cronbach
> 0,5. Selanjutnya untuk
menguji hipotesis dalam penelitian ini, menggunakan metode analisis structural
equation model (SEM). Sesuai dengan
ketentuan metode analisis SEM, model SEM dengan
lima atau lebih sedikit konstruksi,masing-masing dengan lebih dari
tiga variabel terukur, dan komunalitas minimal
0,5 (Hair et al., 2021).
HASIL DAN PEMBAHASAN
�� Dalam penelitian
ini dilakukan dengan menyebaran kuesioner secara online melalui google form. Data demografi
menunjukan 146 (94,8%) merupakan
perempuan sedangkan sisanya yakni 54 orang merupakan laki-laki (5,2%), selanjutnya usia sampel penelitian ini kebanyakan berkisar antara 18-26 Tahun (77,5%), dengan mayoritas belum menikah (83%), pekerjaan responden lebih banyak mahasiswa/pelajar (50%), latar belakang pendidikan pada sample
kali ini terdapat empat tingkatan yakni SMA sederajat , D3,S1, Dan
S2/S3 dari keempatya lulusan SMA sederajat paling banyak dengan total 100 respoden (50%) dan frekuensi pembelian merek kesukaan sudah sesuai dengan penelitian
yakni sudah mencapai minimal dua kali pada waktu
enam bulan. Informasi lengkap terkait profil responden penelitian dapat dilihat pada lampiran 4.
Uji
Validitas dan Reliabilitas
(pretest)
Dengan data yang diperoleh sebanyak
30 orang responden dan hasil
dari pretest, telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dilihat dari nilai pengukuran
Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan Measure of Sampling Adequacy (MSA), dapat dikatakan bahwa nilai KMO dan MSA ideal nilainya lebih besar dari 0,50. Pada penelitian ini secara keseluruhan nilai KMO pada setiap variabel adalah 0,710 hingga 0,856 dan nilai MSA pada penelitian ini adalah 0,667 hingga 0,916. Dengan hasil yang sudah diperoleh maka dapat dikatakan
bahwa penyataan pada penelitian ini adalah valid. Selain itu, nilai Cronbach�s
Alpha dilihat sebagai nilai acuan penentu
reliabilitas berdasarkan
pada penelitian (Hair et al., 2021) dikatakan bahwa setiap variabel pada nilai Cronbach�s Alphanya yang mendekati
1 semakin baik nilai reliabilitas serta pada penelitian ini menunjukan nilai dari Cronbach�s Alpha yaitu 0,92 sampai 0,816 diartikan semua variabel yang diajukan pada penelitian ini reliabel.
Uji Outer Model
Tabel 1. Uji Outer Model (Outer Loading)
|
Item |
Loading Factor |
Keterangan |
|
Brand Loyalty |
||
|
BLY1 |
0,796 |
Valid |
|
BLY2 |
0,791 |
Valid |
|
BLY3 |
0,820 |
Valid |
|
BLY4 |
0,824 |
Valid |
|
����������������������������������������������
Self-esteem |
||
|
SE1 |
0,733 |
Valid |
|
SE2 |
0,804 |
Valid |
|
SE3 |
0,751 |
Valid |
|
SE4 |
0,799 |
Valid |
|
SE5 |
0,773 |
Valid |
|
Customer Satisfaction |
||
|
CS1 |
0,829 |
Valid |
|
CS2 |
0,838 |
Valid |
|
CS3 |
0,780 |
Valid |
|
CS4 |
0,780 |
Valid |
|
Brand love |
||
|
BL1 |
0,796 |
Valid |
|
BL2 |
0,778 |
Valid |
|
BL3 |
0,775 |
Valid |
|
BL4 |
0,704 |
Valid |
|
BL5 |
0,737 |
Valid |
|
BL6 |
0,778 |
Valid |
|
BL7 |
0,744 |
Valid |
Sumber: Data Primer Diolah 2023
Pada pengujian outer model dilakukan untuk mengetahui validitas dari setiap indikator disetiap
variabelnya, tahapan uji outer model ini sebagai acuannya
dengan melihat nilai Convergent Validity, Discriminant Validity atau Avarage
Variance Extracted (AVE), dan Composite
Reability. Pertama dilakukan dengan menganalisis nilai
convergent validity dengan melihat ouput dari outer
loading dengan batas minimum nilai yang harus dicapai yakni 0,50 � 0,60
diartikan nilai yang cukup , sedangkan untuk mencapai nilai yang ideal nilai
outer loading setiap indicator pada setiap variabel harus lebih besar dari 0,70�
(Hair et al.,
2021). Pengolahan data yang diperoleh pada penelitian ini menunjukan nilai outer loading �lebih dari 0,70 yakni nilainya 0,704 � 0,838.� Demikian
dapat diartikan nilai yang ada pada setiap indikator dinyatakan valid dan ideal untuk setiap
variabelnya.
Uji
Validitas Deskriminan
Untuk mengetahui
uji validitas deskriminan dapat dilihat dari
nilai cross loading. Nilai Cross loading dari masing-masing indikator dari variabel laten dapat memberikan penjelasan terhadap uji validitas
diskriminan. Nilai Cross loading menunjukkan
korelasi antara suatu indikator terhadap konstruknya dan terhadap konstruk
lainnya. Nilai korelasi indikator terhadap variabel laten harus menunjukkan hasil
yang lebih besar daripada nilai korelasi terhadap variabel laten lainnya. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan dengan Smart-PLS diketahui bahwa seluruh variabel
memenuhi persyaratan validitas diskriminan yang baik.
Tabel 2. Uji Outer Model (AVE, CR, CA)
|
Variabel |
Cronbach�s Alpha |
Composite Reliability |
Average Variance Extracted (AVE) |
|
Brand Loyalty |
0,801 |
0,883 |
0,653 |
|
Self-esteem |
0,899 |
0,881 |
0,597 |
|
Customer Satisfaction |
0,816 |
0,882 |
0,652 |
|
Brand Love |
0,902 |
0,905 |
0,577 |
Sumber: Data olahan SmartPLS 2023
Kemudian, pada analisis hasil
olah data dengan melihat nilai Average Variance
Extracted (AVE) dimana nilai
ini dinyatakan ideal jika nilainya ≥ 0,50.� Sedangkan, pada uji
composite reliability nilainya harus
≥ 0,80 baru bisa dinyatakan ideal serta pada penilaian hasil Cronbach�s Alpha nilainya ≥ 0,70 untuk bisa dinyatakan nilainya ideal dan reliable�
(Hair et al.,
2021). Hasil pengujian
outer model menunjukan setiap
variabel pada penelitian ini layak ditinjau
dari AVE, Compossite
Reliability, dan Cronbach alpha. Data lengkap
terkait hasil outer loading
dapat dilihat pada lampiran 5.
Tabel 3. Uji Hipotesis
|
Pernyataan |
Original Sample (O) |
Sample Mean (M) |
T Statistics |
P Values |
Keterangan |
|
|
H1 |
Brand love berpengaruh positif terhadap brand loyalty |
0,521 |
0,512 |
5,203 |
0,000 |
Hipotesis Terdukung |
|
H2 |
Brand love berpengaruh positif terhadap self esteem |
0,834 |
0,833 |
24,758 |
0,000 |
Hipotesis Terdukung |
|
H3 |
Customer satisfaction berpengaruh positif terhadap brand love |
0,774 |
0,773 |
17,095 |
0,000 |
Hipotesis Terdukung |
|
H4 |
Customer satisfaction berpengaruh positif terhadap brand loyalty |
0,159 |
0,165 |
1,622 |
0,106 |
Hipotesis tidak terdukung |
|
H5 |
Self esteem berpengaruh positif terhadap brand loyalty |
0,170 |
0,174 |
1,729 |
0,084 |
Hipotesis tidak terdukung |
Tabel 4. Uji Indirect Effect
|
Pernyataan |
Original Sample (O) |
Sample Mean (M) |
T Statistics |
P Values |
Keterangan |
|
|
H6 |
Brand love memediasi hubungan customer
satisfaction dengan brand loyalty |
0,403 |
0,395 |
4,982 |
0,000 |
Hipotesis Terdukung |
|
H7 |
Self esteem memediasi hubungan brand
love dan brand loyalty |
0,142 |
0,145 |
1,706 |
0,089 |
Hipotesis tidak terdukung |
|
H8 |
Brand love memediasi hubungan customer
satisfaction dan self esteem |
0,646 |
0,645 |
10,985 |
0,000 |
Hipotesis Terdukung |
Sumber: Data olahan
SmartPLS 2023
Pengujian hipotesis pada penelitian
ini dilihat melalui hasil signifikasi
koefisien jalur. Dengan menggunakan teknik bootstrapping untuk
mengetahui nilai signifikasi koefisien jalur dengan software Smart-PLS. Menurut Hair et al.,
2021 jika nilai T statistics >1.960, dengan
p value < 0.05 maka dapat
dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan.
Pada penelitian ini,
H1, H2,H3, H6, dan H8 terdukung,
sedangkan H4, H5, dan H7 tidak
terdukung karena T
statistics <1.960 (1,622 , 1,729 , dan 1,706) dengan
P value >0,05 (0,106 , 0,084 , dan 0,089). Maka dapat dikatakan tidak terdapat pengaruh signifikan dan positif antara Customer
satisfaction terhadap brand loyalty, Self esteem terhadap brand
loyalty, dan Self esteem memediasi hubungan brand love
dengan brand loyalty.
Koefisien Determinan
Tabel 5. Koefisien Determinan
|
Variabel |
R
Square |
|
Brand loyalty |
0,646 |
|
Self-esteem |
0,696 |
|
Brand love |
0,599 |
Sumber: Data olahan SmartPLS 2023
Selanjutnya dilakukan uji R Square untuk
mengetahui pengaruh varibel eksogen terhadap variabel endogen. Diperoleh hasil analisis yaitu variabel brand love dipengaruhi
oleh variabel customer satisfaction dengan nilai R2 0,599.
Dengan demikian dapat diartikan 59,9% varian dari brand love dapat dijelaskan oleh customer
satisfaction, sedangkan sisanya
40,1% dapat dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Selanjutnya, brand loyalty dipengaruhi
pada variabel customer satisfaction dimana nilai R2 0,646.
Maka dapat diatikan 64,4% variabel brand
loyalty dijelaskan dengan
variabel customer satisfaction, brand love dan
self esteem. Sisanya
35,6% dijelaskan pada variabel
lain yang tidak terdapat
pada penelitian ini. Kemudian, self esteem dipengaruhi oleh brand love dengan
nilai R2 0,696. Dapat
diartikan bahwa 69,6% variabel self esteem dijelaskan oleh brand love dan sisanya
30,4% dijelaskan dengan variabel yang tidak terdapat pada penelitian ini.
DISKUSI
Brand Uniqlo memiliki tujuan
yang merangkul inovasi serta tantangan. Uniqlo menyediakan berbagai model ketika kita
mengikuti trend atau suka gaya yang simple kita bisa memilih
atau memakai brand Uniqlo, karena kesederhanaan
tersebut. Pada penelitian ini brand love dapat menunjang brand loyalty. Brand Uniqlo merupakan retail fashion yang menawarkan
berbagai macam model dengan berbagai size yang dapat digunakan oleh anak- anak, kalangan
remaja hingga dewasa. Maka dapat
dikatan bahwa brand love
merupakan salah satu factor
penting dalam menentukan loyalitas terhadap brand tertentu (Palusuk,
Koles, & Hasan, 2019). Hasil ini
juga didukung oleh (Drennan, J et al., 2019) yang menyatakan bahwa
brand love berpengaruh positif
dan signifikan terhadap brand
loyalty.
Brand Uniqlo menampilkan berbagai
macam model yang tentunya sesuai dengan perkembangan
jaman dan sesuai dengan kalangan remaja. Self-esteem merupakan
identitas diri seseorang dimana ketika menentukan pilihan yang sesuai dengan dirinya dan brand love sudah menjadi refleksi
pada diri pelanggan terhadap brand tersebut (Lisjak, Lee,
& Gardner, 2012). Hasil dari
pengujian telah dilakukan pada penelitian terdahulu dengan menyatakan brand love berpengaruh
postif dan signifikan dengan self-esteem (Le, 2021).
Selanjutnya, terkait hubungan customer
satisfaction dengan brand love, brand Uniqlo
sudah sesuai dengan harapan para pelangannya atau sudah sesuai dengan
kebutuhannya. Customer satisfaction juga merupakan hasil dari harapan pelanggan
terhadap produk brand favoritnya pada brand Uniqlo (Ghafoor et al., 2020).� Hasil pengujian
telah dilakukan pada penelitian terdahulu dimana customer satisfaction berpengaruh
positif dan signifikan dengan brand love (Aymar &
Joseph, 2019).
Sementara itu, customer satisfaction tidak menjadi penentu
loyalitas terhadap menentukan brand. Walaupun
brand loyalty pelanggan terhadap
brand Uniqlo tapi belum
tentu pelanggan puas dengan harapannya.
Yang menjadi salah satu faktor ketidakpuasan adalah memungkinkan ketersediaan karyawan pada toko
Uniqlo dalam melayani pelanggan kurang sehingga ketika pelanggan membutuhkan pertolongan harus mencari karyawan terlebih dulu.� Customer satisfaction mempengaruhi adanya brand
loyalty (Hidayat et al., 2019). Hasil ini tidak sejalan
dengan hasil penelitian terdahulu (Aymar &
Joseph, 2019) yang menyatakan bahwa customer satisfaction berpengaruh
positif dan signifikan terhadap brand loyalty.
Selanjutnya, self-esteem tidak menjadi
penentu loyaltas pada
menentukan brand. Ketika pelanggan
dalam membeli produk dari brand Uniqlo mengutamakan kenyamanan maka rasa loyalitas akan tertanam tanpa
memikirikan branding. Pada saat
pelanggan sudah menemukan penampilan pada brand
favoritnya maka pelanggan akan melakukan pembelian ulang (Mal�r et
al., 2011). Hasil pada hipotesis
ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu (Luhtanen &
Crocker, 1992) dimana self-esteem
berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand
loyalty.
Brand love berpengaruh signifikan
dengan memediasi hubungan customer satisfaction dan brand loyalty.
Pelanggan ketika membeli produk Uniqloyang sesuai dengan dirinya maka customer satisfaction dapat
dirasakan dan pelanggan akan melakukan pembelian ulang pada produk brand uniqlo. Sudah menjadi hakikatnya
ketika brand love sudah
tercipta maka rasa loyal
dan customer satisfaction bisa dirasakan (Cuong, 2020). Hasil ini
didukung oleh penelitian terdahulu (Ghorbanzadeh
& Rahehagh, 2020) menyatakan
bahwa brand love memiliki
pengaruh yang signifikan dengan memediasi hubungan customer satisfaction dengan
brand loyalty.
Self-esteem tidak memiliki pengaruh signifikan dengan brand love dan brand loyalty. Dalam menentukan brand favoritnya pada produk dari brand Uniqlo tetapi pelanggan tidak menemukan kesesuaian maka brand love dan brand loyalty tidak akan tercipta.
Self-esteem memiliki hubungan
antara brand love dan brand loyalty (Le, 2021). Dan sudah
diteliti pada penelitian terdahulu (Le, 2021) yang menyatakan
bahwa brand love dengan
brand loyalty yang dimediasi oleh self-esteem
memiliki pengaruh yang signifikan.
Hasil pengujian hipotesis
terakhir customer satisfaction dan self-esteem
dimediasi oleh brand love berpengaruh
signifikan. Pada variabel brand
love menjadi variabel
yang sangat dipengaruhi dalam
pemilihan brand Uniqlo. Sangat berkaitan antara self-esteem
dan brand love dimana ketika
sudah menemukan kesesuaian maka customer
satisfaction akan dapat
dirasakan pelanggan (Wallace,
Cairnes, & Buil, 2014). Demikian
pada variabel ini sudah diteliti pada penelitian terdahulu (Minjung Shin,
2020) menyatakan bahwa customer satisfaction dengan
self-esteem yang dimediasi brand love memiliki pengaruh yang signifikan.
KESIMPULAN
Setelah dilakukan pembahasan diatas hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dimana ketika pelanggan
sudah menyukai produk dari brand kesukaannya maka akan melakukan
pembelian kembali, dan harga diri pelanggan
juga dapat meningkat pada saat menggunakan brand
Uniqlo. Rasa kepuasan pun dapat
dirasakan ketika semua harapan yang pelanggan inginkan sudah diterima dan sesuai dengan harapan pelanggan setelah membeli dan menggunakan produk dari brand Uniqlo. Sementara itu, ketika pelanggan tidak mendapatkan rasa puas maka loyalitas pelanggan tidak dapat dilakukan, self-esteem pelanggan juga disesuaikan
dengan kebutuhannya ketika membeli produk brand Uniqlo
DAFTAR PUSTAKA
Afriani, Reni,
Indradewa, Rhian, & Syah, Tantri Yanuar R. (2019). Brand Communications
Effect , Brand Images , and Brand Trust Over Loyalty Brand Building at PT Sanko
Material Indonesia. 3(3), 44�50.
Aymar, Raduzzi, &
Joseph, Eric Massey. (2019). Customers satisfaction and brand loyalty at
McDonalds Maroc. African Journal of Marketing Management, 11(3),
21�34. https://doi.org/10.5897/ajmm2019.0599
Batra, Rajeev, Ahuvia,
Aaron, & Bagozzi, Richard P. (2012). Brand love. Journal of Marketing,
76, 1�16.
Berliana, Ruth. (2022).
STRATEGI PERSAINGAN BRAND DARI UNIQLO.
Bizman, Aharon, &
Yinon, Yoel. (2002). Engaging in distancing tactics among sport fans: Effects
on self-esteem and emotional responses. Journal of Social Psychology, 142(3),
381�392. https://doi.org/10.1080/00224540209603906
Campbell, Jennifer D.
(1990). Self-Esteem and Clarity of the Self-Concept. Journal of Personality
and Social Psychology, 59(3), 538�549.
Cuong, Dam Tri. (2020).
Impact of Customer Satisfaction and Brand Image on Brand Loyalty. Jour of
Adv Research in Dynamical & Control Systems, 12(October),
3151�3159. https://doi.org/10.5373/JARDCS/V12I6/S20201280
Drennan, J., Bianchi,
C., Cacho-Elizondo, S., Loureiro, S. M. C., Guibert, N. & Proud, W. (2019).
Examining the Role of Wine Brand Love on Brand Loyalty: A Multi-Country
Comparison. International Journal of Hospitality Management, 47�55.
https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2015.04.012
Eastman, Jacqueline K.,
Goldsmith, Ronald E., & Flynn, Leisa Reinecke. (2017). Status Consumption
in Consumer Behavior: Scale Development and Validation. Journal of Marketing
Theory and Practice, 7(3), 41�52.
Fedorikhin, Alexander,
Park, C. Whan, & Thomson, Matthew. (2008). Beyond fit and attitude: The
effect of emotional attachment on consumer responses to brand extensions. Journal
of Consumer Psychology, 18, 281�291.
https://doi.org/10.1016/j.jcps.2008.09.006
Garc�a, Jorge Acosta, y
Olmos, Francisco Checa, Matheu, Manuel Lucas, & Carre�o, Tesif�n Parr�n.
(2019). Self esteem levels vs global scores on the Rosenberg self-esteem scale.
Heliyon. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2019.e01378
Ghafoor, Muhammad
Mudasar, Kashif Iqbal, Hafiz, Tariq, Usman, & Murtaza, Faizan. (2020).
Impact of Customer Satisfaction and Brand Image on Brand Loyalty. Adv
Research in Dynamical & Control Systems, 12(6).
https://doi.org/10.5373/JARDCS/V12I6/S20201280
Gnambs, Timo, &
Schroeders, Ulrich. (2020). Cognitive Abilities Explain Wording Effects in the
Rosenberg Self-Esteem Scale. Assessment, 27(2), 404�418.
https://doi.org/10.1177/1073191117746503
Hair Jr, J. F., M. Hult,
G. T., M. Ringle, Christian, Sarstedt, Marko, P. Danks, Nicholas, & Ray,
Soumya. (2021). Partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM)
using R: A workbook. In Springer.
Hegner, Sabrina M.,
Fenko, Anna, & Teravest, Annemiek. (2017). Using the theory of planned
behaviour to understand brand love. Journal of Product and Brand Management,
26(1), 26�41. https://doi.org/10.1108/JPBM-06-2016-1215
Hidayat, Anas, Adanti,
Aprilia P., Darmawan, Arief, & Setyaning, Alldila N. A. (2019). Factors
Influencing Indonesian Customer Satisfaction and Customer Loyalty in Local
Fast-Food Restaurant. International Journal of Marketing Studies, 11(3),
131. https://doi.org/10.5539/ijms.v11n3p131
Hsu, Chia Lin, &
Chen, Mu Chen. (2018). How gamification marketing activities motivate desirable
consumer behaviors: Focusing on the role of brand love. Computers in Human
Behavior, 88, 121�133. https://doi.org/10.1016/j.chb.2018.06.037
Kotler, P., R., &
Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing. 2018(12925), 768.
Kusumawati, Andriani,
Listyorini, Sari, Suharyono, & Yulianto, Edy. (2020). The Role of
Religiosity on Fashion Store Patronage Intention of Muslim Consumers in
Indonesia. SAGE Open, 10(2).
https://doi.org/10.1177/2158244020927035
Le, Minh T. H. (202AD).
The impact of brand love on brand loyalty: the moderating role of self-esteem,
and social influences. Spanish Journal of Marketing - ESIC, 29(8),
156�180. https://doi.org/10.1108/SJME-05-2020-0086
Le, Minh T. H. (2021).
The impact of brand love on brand loyalty: the moderating role of self-esteem,
and social influences. Spanish Journal of Marketing - ESIC, 25(1),
152�175. https://doi.org/10.1108/SJME-05-2020-0086
Lisjak, Monika, Lee,
Angela Y., & Gardner, Wendi L. (2012). When a Threat to the Brand Is a Threat
to the Self: The Importance of Brand Identification and Implicit Self-Esteem in
Predicting Defensiveness. Personality and Social Psychology Bulletin,
1�13. https://doi.org/10.1177/0146167212445300
Luhtanen, Riia, &
Crocker, Jennifer. (1992). A Collective Self-Esteem Scale: Self-Evaluation of
One�s Social Identity. Personality and Social Psychology Bulletin, 18(3),
302�318. https://doi.org/10.1177/0146167292183006
MacInnis, Deborah J.,
& Folkes, Valerie S. (2017). Humanizing brands: When brands seem to be like
me, part of me, and in a relationship with me. Journal of Consumer
Psychology, 1�20. https://doi.org/10.1016/j.jcps.2016.12.003
Mal�r, Lucia, Krohmer,
Harley, Hoyer, Wayne D., & Nyffenegger, Bettina. (2011). Emotional brand
attachment and brand personality: The relative importance of the actual and the
ideal self. Journal of Marketing, 75, 35�52.
https://doi.org/https://doi.org/10.1509/jmkg.75.4.35
Minjung Shin. (2020).
The Effect of Loyalty Program Experiences on Hotel Customers � Brand
Love : Social Identity Theory Perspective. Conrad N. Hilton College of
Hotel and Restaurant Management, (May).
Mrad, Mona, & Cui,
Charles Chi. (2017). Brand addiction: conceptualization and scale development. European
Journal of Marketing, 51(11�12), 1�48.
https://doi.org/10.1108/EJM-10-2016-0571
Palusuk, Narissara,
Koles, Bernadett, & Hasan, Rajibul. (2019). �All you need is brand love�: a
critical review and comprehensive conceptual framework for brand love. Journal
of Marketing Management. https://doi.org/10.1080/0267257X.2019.1572025
Rosenberg, Morris.
(1979). Rosenberg Self-Esteem Scale. Conceiving the Self.
https://doi.org/10.32388/bcazmm
Unal, Sevtap, &
Aydın, Hatice. (2013). An Investigation on the Evaluation of the Factors
Affecting Brand Love. Social and Behavioral Sciences, 92, 76�85.
https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.08.640
Wallace, Elaine,
Cairnes, Marketing J. E., & Buil, Isabel. (2014). Consumer Engagement
with Self-expressive Brands: Brand Love and WOM Outcomes (Vol. 2).
�