ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK
PEMBANGUNAN TALUD
Yeny Putri Sindy
Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Indonesia
Abstrak:
Pembangunan Talud di Daerah Kertosari dibagi menjadi 4 segmen dengan ipanjang� talud� segmen 1 STA i0+000
i� STA 1+600 dengan tinggi talud 2M, segmen 2 STA 0+00 � STA 0+200 dengan
tinggi talud 2M, segmen 3 STA 0+000 � STA 0+200 dengan
tinggi talud 3M , segmen 4 STA 0+000 � STA 0+200 dengan
tinggi talud 3 M dan nilai proyek sebesar
Rp 15,250,000,000,- (Lima Belas Milyar
Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Tujuan dari penelitian
yang ingin dicapai dari pelaksanaan penelitian tesis yang dilakukan di proyek ini adalah mengidentifikasi
dampak risiko se-bagai ancaman yang berdampak pada proyek pembangunan talud dan respon risiko yang tepat pada proyek pembangunan talud. Metode House of Risk memiliki 2 tahapan analisa yaitu dalam proses analisis risi ini
menggunakan HOR fase 1,
yang berfokus pada proses identifikasi
risiko��
yang�� meliputi�� agen risiko serta kejadian
risiko. Data yang telah diperoleh dalam studi kasus ini
diambil dari proyek pembangunan Talud Kertosari, Bambar dan Ganefo berlokasi di Sentani Kabupaten�
Jayapura� yang melibatkan
kontraktor, ketiga proyek tersebut sebagai responden. Pelaksana dan presentase terkecil adalah 12,1% yaitu Direktur, Project Manager
dan Site Manager. Usia responden
yang mendominasi dalam penelitian ini berumur > 30 ta-hun. Masa kerja responden yang mendominasi dalam penelitian ini adalah 1 � 5 tahun dengan jumlah presentase
87,9%.
Kata kunci: Pembangunan Talud, dampak risiko,
Pelaksana
Abstract:
The construction of the talud
in the Kertosari area is divided into 4 segments with
the length of the riprap segment 1 STA i0+000 i� STA
1+600 with a riprap height of 2M, segment 2 STA 0+00 � STA 0+200 with a riprap
height of 2M, segment 3 STA 0+ 000 � STA 0+200 with a 3M elevation, segment 4
STA 0+000 � STA 0+200 with a 3M elevation and a project value of IDR
15250,000,000 (Fifteen Billion Two Hundred and Fifty Million Rupiah). The aim
of the research to be achieved from the implementation of the thesis research
conducted in this project is to identify the impact of risks as threats that
have an impact on talud development projects and
appropriate risk responses to talud construction
projects. The House of Risk method has 2 stages of analysis, namely in the risk
analysis process using HOR phase 1, which focuses on the risk identification
process which includes risk agents and risk events. The data obtained in this
case study were taken from the Kertosari, Bambar and Ganefo Talud development projects located in Sentani,
Jayapura Regency which involved contractors, the three projects as respondents.
Executors and the smallest percentage is 12.1%, namely the Director, Project
Manager and Site Manager. Age of respondents who dominate in this study aged
> 30 years. The working period of the respondents who dominated in this
study was 1-5 years with a total percentage of 87.9.
Keywords:
Construction of talud,
impact of risk, Executor
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Yeny Putri Sindy
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Secara geografis posisi
Kabupaten Jayapura khususnya Kota sentani
menjadi sangat strategis karena menjadi penyanggah utama Kota Jayapura
yang menjadi Ibu Kota Provinsi
Papua (Sindy, 2022). Disamping itu Kabupaten Jayapura menjadi pintu gernang
utama Papua karena terletak Bandara Udara yang menjadi
pintu masuk dari kota-kota lainnya di seluruh Indonesia dan
juga di kabupaten-kabupaten dalam
provinsi terutama yang ada di pegunungan tengah (Laksmana, 2013). Untuk daerah ini tansportasi
udara menjadi pilihan utama mengingat
masih terbatasnya akses yang melalui darat.
Pembangunan Talud
Kabupaten Jayapura yang berda di Daerah Kertosari dibagi menjadi 4 segmen dengan ipanjang� talud� segmen 1 STA 0+000
� STA 1+600 dengan tinggi talud 2M, segmen 2 STA 0+00 � STA
0+200 dengan tinggi talud 2M, segmen 3 STA 0+000 �
STA 0+200 dengan tinggi talud 3M , segmen 4 STA 0+000 �
STA 0+200 dengan tinggi talud 3 M dan nilai proyek sebesar Rp
15.250.000.000,- (Lima Belas Milyar
Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Pada talud Bambar dengan
panjang talud STA 0+000 �
STA 0+238 dengan tinggi talud 2 M dan nilai proyek sebesar Rp 2.000.000.000 -
(Dua Milyar Rupiah) dan Proyek
Talud Ganevo dengan panjang talud ST 0+00 � STA 0+300 dengan tinggi talud 2 M dan nilai proyek sebesar
Rp 1.721.274.000,- (Satu Milyar Tujuh
Ratus Dua Puluh Satu Dua Ratus Tujuh
Puluh Empat Rupiah) yang berlokasi di kabupaten Jayapura adalah salah satu kegiatan proyek konstruksi dalam menunjang pembangunan infrastruktur di Papua. Penyelesaian
proyek ini akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya setempat, kondisi cuaca serta
tentunya ke-mampuan manajemen perusahaan.�
Ada sejumlah potensi-potensi resiko lain yang dapat terjadi pada proyek pembangunan Talud Sungai/Kali Kertosari di Kertosari dan Talud Sungai/Kali Bambar di Bambar, Kabupaten
Jayapura karena itu pendekatan
manajemen resiko penting dilakukan. Hal tersebut yang melatar belakangi penulis mengambil topik Manajemen Risiko Pada Pembangunan
Talud Kertosari Dan Talud Bambar Kabupaten Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode Analisa House Of Risk, yang bertujuan
pada tindakan pencegahan
untuk menentukan penyebab risiko mana yang menjadi prioritas yang kemudian akan diberikan tindakan mitigasi (Putri, 2020) maupun penanggulangan
risiko.
Dalam penelitian
ini dilakukan analisis manajemen risiko hanya pada proyek pembangunan jalan. Adapun perumusan masalah
sebagai berikut, apa dampak risiko yang telah diidentifikasi dan bagaimana respon risiko untuk mencegah atau mengurangi
dampak risiko yang terjadi (SoputaSoputan, Gabby E. M., Sompie, Bonny F., & Mandagi, 2014). Dalam penelitian ini dilakukan analisis manajemen risiko hanya pada proyek pembangunan jalan. Maka pembahasan dalam penulisan dibatasi agar pembahasan dalam penulisan bisa terarah dan sistematis, berikut ini batasan masalah tersebut: dampak risiko yang diteliti adalah risiko ancaman
dari sudut pandang kontraktor (Rahman, 2020) dan metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode House Of Risk. Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai dari pelaksanaan
penelitian tesis yang dilakukan di proyek ini adalah mengidentifikasi dampak risiko se-bagai ancaman yang berdampak pada proyek pembangunan talud dan respon risiko yang tepat pada proyek pembangunan talud (Anwar & Yulianto, n.d.) sehingga
dapat menjadi suatu acuan untuk me-nangani risiko yang terjadi pada proyek - proyek yang lain.
Definisi Risiko Perlu diketahui definisi risiko berdasarkan peneliti terdahulu yaitu sebagai berikut risiko adalah variasi
dari kemung-kinan terjadinya suatu hal-hal atau-pun peristiwa diluar harapan yang menimbulkan ancaman kerugian akibat bahaya yang terjadi (Ruane, 2013) dan Secara umum risiko dikaitkan dengan kemungkinan (probabilitas) terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan (Enrico Souhuwat & Dita Saputro, 2021). Mendefinisi-kan manajemen
risiko adalah cara untuk mengidentifikasi dan mengukur seluruh risi-ko dalam suatu
proyek atau bisnis sehingga dapat diambil keputusan
bagaimana mengel-ola risiko tersebut (Febriansyah & Henndy Ginting, 2020). Manajemen risiko adalah suatu upaya
penerapan kebijakan peraturan dan upaya-upaya praktis manajemen secara sistematis dalam menganalisa pemakaian dan pengontrolan risiko untuk melindungi pekerja, masyarakat dan lingkungan (Sepang, Tjakra, Langi, & Walangitan, 2013).
Penelitian yang terkait dengan manajemen risiko menggunakan metode House of Risk telah dilakukan oleh (Ulfah, Maarif, & Sukardi, 2016), HOR adalah model yang didasarkan pada
kebutuhan akan manajemen risiko yang berfokus pada tindakan pencegahan untuk menentukan agen risiko mana yang menjadi prioritas yang kemudian akan diberikan
tindakan mitigasi atau penanggulangan risiko (Magdalena & Vannie, 2019). Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengidentifikasi
kejadian risiko dan agen risiko serta
menentukan tindakan pencegahan prioritas (Kusnindah, Sumantri, & Yuniarti, 2014) dalam
menangani risiko dalam proyek konstruksi
flyover di Indonesia.
METODE PENELITIAN
Responden dalam penelitian
ini adalah para pelaku konstruksi dimana responden terdiri dari Direktur, Project Manager,
Site Manager, dan pelaksana yang bekerja
dalam proyek pembangunan talud kabupaten Jayapura. Untuk membantu
penelitian ini, alat penelitian yang digunakan adalah berupa kuisioner
yang merupakan alat pengumpulan data untuk mendapatkan
jawaban dari responden yaitu kontraktor (Hassan, Mangare, & Pratasis, 2016)
dan komputer sebagai alat
untuk mengolah data yang telah
didapat dari kuisioner. Variabel penelitian dalam penelitian ini ada-lah risiko � risiko pada saat dilaksanakannya proses konstruksi yang pada dasarnya terdiri dari dampak
risiko dan penanganan risiko.
Metode House of Risk pada dasarnya
merupakan kebutuhan akan manajemen risiko untuk mengidentidifikasi risiko yang terjadi dan berfokus terhadap tindak pencegahan risiko, menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas serta diberi tindakan miti-gasi atau penanggulangan risiko. Metode House of Risk memiliki 2 tahapan analisa yaitu dalam proses analisis risiko ini menggunakan HOR fase 1, yang berfokus pada proses identifikasi
risiko yang meliputi agen risiko serta
kejadian risiko. Dalam penelitian ini, rancangan mitigasi risiko ditunjukkan pada HOR fase 2. Pada fase ini, berfokus pada menentukan bentuk respons�� atau�� mitigasi�� risiko�� yang tepat dimana bentuk mitigasi
tersebut harus bersifat mudah untuk diaplikasikan tapi dapat mengurangi probabilitas terjadinya agen risiko (Ronny, n.d.).
HASIL DAN PEMBAHASAN
�� Data
yang telah diperoleh dalam studi kasus
ini diambil dari proyek pembangunan Talud Kertosari, Bambar dan Ganefo berlokasi di Sentani Kabupaten
Jayapura yang melibatkan kontraktor,
ketiga proyek tersebut sebagai responden. Jumlah responden yang berspartisipasi dalam studi kasus ini berjumlah 33 responden. Berikut ini data umum responden yang meliputi jabatan responden dalam salam studi
kasus ini pada tabel 4.1,
4,2, 4.3 dan 4.4 dikelompookan menjasdi
6 kategori yaitu, Direktur, Project Manager, Site Manager, Safety Officer, pelaksana dan pengawas.
Tabel 1. Jabatan Responden Kontraktor Proyek
Pembangunan Talud Kertosari Segmen
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
11,11 |
|
Project Manager |
1 |
11,11 |
|
Site Manager |
1 |
11,11 |
|
Safety Officer |
1 |
11,11 |
|
Pelaksana |
3 |
33,33 |
|
Pengawas |
2 |
22,22 |
|
Total |
9 |
100 |
Terdapat 9 responden pada proyek
pem-bangunan talud kerosari segmen 1, 8 re-sponden pada talud kertosari segmen 2-4, 8 respon pada talud ganevo dan 8 responden pada talud bambar.
Tabel 2. Jabatan Responden Kontraktor
Pembangunan
Talud segmen 2-4
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
12,50 |
|
Project Manager |
1 |
12,50 |
|
Site Manager |
1 |
12,50 |
|
Safety Officer |
1 |
12,50 |
|
Pelaksana |
2 |
25,00 |
|
Pengawas |
2 |
25,00 |
|
Total |
8 |
100 |
Tabel 3. Jabatan Responden Kontraktor
Pembangunan Talud Ganevo
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
12,50 |
|
Project Manager |
1 |
12,50 |
|
Site Manager |
1 |
12,50 |
|
Safety Officer |
1 |
12,50 |
|
Pelaksana |
2 |
25,00 |
|
Pengawas |
2 |
25,00 |
|
Total |
8 |
100 |
Tabel 4. Jabatan Responden
Kontraktor
Pembangunan Talud Bambar
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
12,50 |
|
Project Manager |
1 |
12,50 |
|
Site Manager |
1 |
12,50 |
|
Safety Officer |
1 |
12,50 |
|
Pelaksana |
2 |
25,00 |
|
Pengawas |
2 |
25,00 |
|
Total |
8 |
100 |
Usia responden dalam studi kasus ini memiliki berbagai macam usia, terdapat
usia 21 � 30 tahun memiliki jumlah usia terbanyak dengan jumlah 29 responden. Berikut ini data usia responden dalam studi kasus
ini.
Tabel 5. Usia Responden
|
Usia |
Jumlah |
% |
|
21 � 30 |
29 |
88 |
|
31 � 40 |
4 |
12 |
|
41 � 50 |
0 |
0 |
|
>50 |
0 |
0 |
|
Total |
33 |
100 |
Masa kerja pada studi kasus
ini dikelompokkan menjadi 4
kategori yaitu:
Tabel 6. Masa
Kerja Responden
|
Lama Bekerja |
Jumlah |
% |
|
<1 Tahun |
0 |
0 |
|
1 � 5 Tahun |
29 |
88 |
|
6 � 10 Tahun |
4 |
12 |
|
>10 Tahun |
0 |
0 |
|
Total |
33 |
100 |
Latar belakang responden
pada studi kasus ini memiliki 4 kategori yang terdiri dari SMP atau sederajat, SMA atau sederajat, Strata satu (S1) dan Strata dua (S2). Responden
dengan latar belakang Pendidikan Strata Satu mempunyai
jumlah terbanyak, berjumlah 32 responden.
Tabel 7. Latar Belakang Responden
|
Pendidikan |
Jumlah |
% |
|
SMP atau Sederajat |
0 |
0 |
|
SMA atau Sederajat |
0 |
0 |
|
S1 |
32 |
97 |
|
S2 |
1 |
3 |
|
Total |
33 |
100 |
Pada proyek konstruksi
pembangunan jalan ini, terdapat 26 item dampak risiko (Risk Event) yang telah peneliti identifikasi dan hasil penilaian dampak risiko kontraktor
proyek pembangunan talud kertosari segmen 1, segmen 2-4, talud ganevo dan talud bambar. Penilaian
dampak dilakukan dengan mengisi kolom kuesioner dengan menggunakan angka 1 = sangat kecil, 2 = kecil, 3 = sedang, dan 4 = sangat besar.
Tabel 8. Jabatan Responden Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
11,11 |
|
Project Manager |
1 |
11,11 |
|
Site Manager |
1 |
11,11 |
|
Safety Officer |
1 |
11,11 |
|
Pelaksana |
3 |
33,33 |
|
Pengawas |
2 |
22,22 |
|
Total |
9 |
100 |
Terdapat 9 responden pada proyek
pembangunan talud kerosari segmen 1, 8 responden pada talud kertosari segmen 2-4, 8 respon pada talud ganevo dan 8 responden pada talud bambar.
Tabel 9 Jabatan Responden Kontraktor Pembangunan Talud segmen 2-4
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
12,50 |
|
Project Manager |
1 |
12,50 |
|
Site Manager |
1 |
12,50 |
|
Safety Officer |
1 |
12,50 |
|
Pelaksana |
2 |
25,00 |
|
Pengawas |
2 |
25,00 |
|
Total |
8 |
100 |
Tabel 10. Jabatan Responden Kontraktor Pembangunan Talud Ganevo
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
12,50 |
|
Project Manager |
1 |
12,50 |
|
Site Manager |
1 |
12,50 |
|
Safety Officer |
1 |
12,50 |
|
Pelaksana |
2 |
25,00 |
|
Pengawas |
2 |
25,00 |
|
Total |
8 |
100 |
Tabel 11. Jabatan Responden Kontraktor Pembangunan Talud Bambar
|
Responden |
Jumlah |
% |
|
Direktur |
1 |
12,50 |
|
Project Manager |
1 |
12,50 |
|
Site Manager |
1 |
12,50 |
|
Safety Officer |
1 |
12,50 |
|
Pelaksana |
2 |
25,00 |
|
Pengawas |
2 |
25,00 |
|
Total |
8 |
100 |
Usia responden
dalam studi kasus ini memiliki berbagai macam usia, terdapat usia 21 � 30 tahun memiliki jumlah usia terbanyak dengan jumlah 29 responden. Berikut ini data usia responden dalam studi kasus
ini.
Tabel 12. Usia Responden
|
Usia |
Jumlah |
% |
|
21 � 30 |
29 |
88 |
|
31 � 40 |
4 |
12 |
|
41 � 50 |
0 |
0 |
|
>50 |
0 |
0 |
|
Total |
33 |
100 |
Masa kerja pada studi
kasus ini dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu :
Tabel 13. Masa
Kerja Responden
|
Lama Bekerja |
Jumlah |
% |
|
<1 Tahun |
0 |
0 |
|
1 � 5 Tahun |
29 |
88 |
|
6 � 10 Tahun |
4 |
12 |
|
>10 Tahun |
0 |
0 |
|
Total |
33 |
100 |
Latar belakang responden
pada studi kasus ini memiliki 4 kategori yang terdiri dari SMP atau sederajat, SMA atau sederajat, Strata satu (S1) dan Strata dua (S2). Responden
dengan latar belakang Pendidikan Strata Satu mempunyai jumlah terbanyak, berjumlah 32 responden.
Tabel 14. Latar Belakang Responden
|
Pendidikan |
Jumlah |
% |
|
SMP atau Sederajat |
0 |
0 |
|
SMA atau Sederajat |
0 |
0 |
|
S1 |
32 |
97 |
|
S2 |
1 |
3 |
|
Total |
33 |
100 |
Identifikasi dampak risiko Identifikasi dampak risikopada
proyek konstruksi pembangunan jalan ini, terdapat 26 item dampak risiko (Risk Event) yang telah peneliti identifikasi dan hasil penilaian dampak risiko kontraktor
proyek pembangunan talud kertosari segmen 1, segmen 2-4, talud ganevo dan talud bambar. Penilaian
dampak dilakukan dengan mengisi kolom kuesioner dengan menggunakan angka 1 = sangat kecil, 2 = kecil, 3 = sedang, dan 4 = sangat besar.

Identifikasi penyebab risiko
(Risk Agent)
tahap identifikasi penyebab
risiko dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Penilaian dilakukan dengan mengisi pada tabel kuisioner dengan keterangan angka 1 = sangat jarang, 2 = jarang, 3 = sering, dan 4 = sangat sering.

Gambar 2. Penilaian Penyebab Risiko Kontraktor Proyek
Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

Gambar 2. Penilaian Penyebab
Risiko Kontraktor Proyek
Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4

Gambar 3. Penilaian Penyebab Risiko Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Ganevo

Gambar 4. Penilaian Penyebab Risiko Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar
Nilai Occurence
ini akan digunakan dalam perhitungan Aggregate Risk
25 Potential (ARP), yaitu untuk menentukan
penyebab risiko (Risk
Agent) yang paling berpengaruh berdasarkan
perhitungan.
Identifikasi Penanganan Risiko
Pada tahap penilaian penanganan
risiko responden menilai seberapa sulit kemungkinan terjadi, dengan mengisi kolom kuisioner
menggunakan angka 1 = mudah, 2 = sedikit sulit, 3 = sulit, dan 4 = sangat sulit. Hasil dari penilaian tersebut akan dikorelasi dengan hasil penilaian
penyebab risiko untuk mencari nilai Effectiveness to
Difficulty (ETD).

Gambar 5. Penilaian
Tingkat Kesulitan Penanganan
Risiko Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1
Gambar 6. Penilaian Tingkat Kesulitan Penanganan
Risiko Kontraktor Proyek Pembangun Talud Kertosari Segmen 2-4

Gambar 7. Penilaian Tingkat Kesulitan Penanganan
Risiko Kontraktor Proyek Pembangun Talud Ganevo

Gambar 8. Penilaian Tingkat Kesulitan Penanganan
Risiko Kontraktor Proyek Pembangun Talud Bambar
Dari hasil tersebut
salah satu penanganan risiko yang kemungkinan sedikit sulit terjadi
seperti membagi risiko dengan cara
mengalihkan pekerjaan ke
sub-kontraktor karena yang mengerjakan proyek pembangunan talud bambar ini hanya 1 kontraktor saja.
Peringkat teratas berdasarkan nilai tertinggi ARP Setelah perhitungan nilai Aggregate Risk
Po-tential antara Risk
Event dan Risk Agent didapatkan selanjutnya
akan diambil 5 per-ingkat teratas berdasarkan nilai tertinggi ARP.

Gambar
9.� Risiko yang perlu ditangani pada Kontraktor
Proyek
Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1
Hasil pada Gambar 9 menunjukan 5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang
telah di-peroleh. Risk Agent yang telah diberikan peringkat berikutnya akan
diberi penanganan.

Gambar 10. Risiko
yang perlu ditangani pada
Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4
Hasil pada Gambar 10. menunjukan 5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang telah diperoleh. Risk Agent yang
telah diberikan peringkat berikutnya akan diberi penanganan.

Gambar 11. 18 Risiko
yang perlu ditangani pada
Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Ganevo
Hasil pada Gambar 11 menunjukan
5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang telah diperoleh. Risk Agent yang telah
diberikan peringkat berikutnya akan diberi penanganan

Gambar 12.�
Risiko yang perlu ditangani pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar
Hasil pada Gambar 12 menunjukan
5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang telah di-peroleh. Risk Agent yang telah diberikan peringkat berikutnya akan diberi penanganan.
Peringkat teratas strategi penanganan risiko Terdapat 11 strategi
penanganan risiko yang digunakan sebagai tindak mitigasi untuk mengurangi
dampak dari risiko yang terjadi, Kemudian 5 peringkat teratas sebagai Risk
Agent yang diutamakan akan dibuatkan strategi penanganan sesuai nilai
Effectiveness to Difficulty (ETD). Peringkat dengan nilai Effectiveness to
Difficulty (ETD) terbesar
yang kemudian akan digunakan untuk strategi penanganan
berdasarkan 5 risiko teratas yang sudah terpilih.

Gambar 13. Peringkat
teratas Strategi
Penanganan Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

Gambar 14. Peringkat
teratas Strategi Penanganan
Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4

Gambar 15. Peringkat
teratas Strategi Penanganan
Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Ganevo

Gambar 16. Peringkat
teratas Strategi Penanganan
Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar
Dari hasil analisis House of Risk maka
dapat diketahui risiko dan strategi penanganan
yang akan digunakan.
Hasil Analisis House of Risk Setelah mendapatkan hasil 5
peringkat teratas Risk Agent dan 5 peringkat teratas Penanganan Risiko
maka Risk Agent akan diberi penanganan/tindak mitigasi.

Gambar 17. Hasil
Analisis House of Risk pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

Gambar 18. Hasil Analisis House of Risk pada Kontraktor
Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4

Gambar 19. Hasil Analisis House of Risk pada Kontraktor
Proyek Pembangunan Talud Ganevo

Gambar 20. Hasil Analisis House of Risk pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1, Talud Kertosari Segmen 2-4, Talud Ganevo dan Talud Bambar dengan
menggunakan metode House of
Risk dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Jabatan responden dengan jumlah presentase
terbesar dalam penelitian ini adalah 27,3% yaitu Pelaksana dan presentase terkecil adalah 12,1% iyaitu Direktur, Project Manager dan Site Manager. Usia responden
yang mendominasi dalam penelitian ini berumur > 30
ta-hun. Masa kerja responden
yang mendominasi dalam penelitian ini adalah 1 � 5 tahun dengan jumlah
presentase 87,9%. Latar belakang responden dalam penelitian ini dengan jumlah presentase
terbesar adalah 97,0% (29
orang) menempuh Pendidikan Strata 1 (S1) dan jumlah presentase terkecil adalah Strata 2 (S2) yaitu 3,0% (1 orang) dari 33
orang responden dalam penelitian ini. Risiko dan aksi mitigasi terpilih
berdasarkan analisis House
of Risk pada kontraktor proyek
pembangunan talud kertosari segmen 1 adalah manajemen proyek yang kurang baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan
sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen
sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai dan juga memperbaiki segala kerusakan atas kom-plain yang diterima.
Komunikasi yang tidak lancar/kurang
efektif dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara
menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi
program safety control, manajemen sistem,
pengawasan dan pencegahan
yang sesuai. Waktu pelaksanaan
yang tidak memadai dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara membuat
jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta mengadopsi program safety
control, manajemen system, pengawasan
dan pencegahan yang sesuai.
Kualitas material yang buruk dapat
dilakukan penanganan risiko dengan cara
membagi risiko dengan cara mengalihkan
pekerjaan ke sub-kontraktor,
menye-diakan/stok kebutuhan material terlebih dahulu dan menyim-pannya dan juga
menunda proyek dan koordinasi dengan owner tidak baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara
menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik. Risiko dan aksi mitigasi terpilih
berdasarkan analisis House
of Risk pada kontraktor proyek
pembangunan talud kertosari segmen 2-4 adalah manajemen proyek yang kurang baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan
sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen
sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai dan juga memperbaiki segala kerusakan atas kom-plain yang diterima.
Waktu pelaksanaan yang tidak memadai dapat
dilakukan penanganan risiko dengan cara
membuat Jadwal dan biaya dalam rencana
dan control yang jelas dan sesuai
serta mengadopsi program
safety control, manajemen system, pengawasan
dan pencegahan yang sesuai.
Komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif
dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan
sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen
sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Kualitas
material yang buruk dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara
membagi risiko dengan cara mengalihkan
pekerjaan ke subkontraktor,
menyediakan/stok kebutuhan material terlebih dahulu dan menyimpannya dan juga menunda proyek dan koordinasi dengan owner tidak baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara
menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik. Risiko dan aksi mitigasi terpilih
berdasarkan analisis House
of Risk pada kontraktor proyek
pembangunan talud ganevo adalah tambahan
lingkup kerja dapat dilakukan penangan risiko dengan cara Membuat
Jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta menentukan pengecualian/klausa akan penambahan/kompensasi di kontrak pem-bayaran.
Manajemen proyek yang kurang baik dapat
dilakukan penanganan risiko dengan cara
menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, membuat Jadwal dan biaya dalam rencana
dan kontrol yang jelas dan sesuai serta mengadopsi
program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Komunikasi yang tidak lancar/kurang
efektif dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara
menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi
program safety control, manajemen sistem,
pengawasan dan pencegahan
yang sesuai. Waktu pelaksanaan
yang tidak memadai dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara membuat
Jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta mengadopsi program safety
control, manajemen system, pengawasan
dan pencegahan yang sesuai.
Sanksi yang belum ketat terhadap terhadap pelanggar kecurangan dapat dilakukan penangan risiko menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik serta menga-dopsi program safety control,
manajemen system, pengawasan
dan pencegahan yang sesuai.
Risiko dan aksi mitigasi terpilih berdasarkan analisis House of
Risk pada kontraktor proyek
pembangunan talud bambar adalah tambahan
lingkup kerja dapat dilakukan penangan risiko dengan cara membuat
Jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta menentukan pengecualian/klausa akan penamba-han/kompensasi di kontrak pem-bayaran. Komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan
sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety
control, manajemen sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Tidak menetapkan
K3 dapat dilakukan penangan risiko dengan cara menentukan
sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik serta mengadopsi
program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai.
Sanksi yang belum ketat terhadap terhadap pelanggar kecurangan dapat dilakukan penangan risiko menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik serta mengadopsi� program�
safety control,� manajemen system,� pengawasan dan pencegahan yang sesuai dan kelangkaan material dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara Menyediakan/stok kebutuhan material terlebih dahulu dan menyimpannya, membagi risiko dengan cara
mengalihkan pekerjaan ke sub-kontraktor serta menunda proyek.
Dari hasil analisis pada ketiga proyek tersebut
terdapat kesamaan Risk
Agent yang sering terjadi yaitu �Komunikasi yang tidak lancar/kurang
efektif�, Risk Agent tersebut
terjadi dikarenakan daerah kabupaten jayapura mempunyai wilayah yang terisolir dari kemajuan teknologi dan cuaca yang sering tidak stabil mengakibatkan
komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Mohammed Zainal,
& Yulianto, Sugeng. (n.d.). Geliat Negeri Menata Diri.
Enrico Souhuwat, Novi,
& Dita Saputro, Cahyo. (2021). Analisis Perbandingan Biaya Pekerjaan
Kolom Antara Metode Beton Konvensional Dengan Precast (Studi Kasus Proyek Pembangunan
Gedung Laboratorium Vokasi Kampus Wates Tahap 1). University Technology
Yogyakarta.
Febriansyah, Hary, &
Henndy Ginting, Psikolog. (2020). Tujuh Dimensi Employee Engagement.
Prenada Media.
Hassan, Haekal, Mangare,
Jantje B., & Pratasis, Pingkan A. K. (2016). Faktor�faktor penyebab
keterlambatan pada proyek konstruksi dan alternatif penyelesaiannya (Studi
kasus: di Manado TOWN SQUARE III). Jurnal Sipil Statik, 4(11).
Kusnindah, Cahya,
Sumantri, Yeni, & Yuniarti, Rahmi. (2014). Pengelolaan Risiko pada Supply
Chain dengan Menggunakan Metode House of Risk (HOR)(Studi Kasus di PT. XYZ). Jurnal
Rekayasa Dan Manajemen Sistem Industri, 2(3), 130218.
Laksmana, Yusak. (2013).
Jelajah Jayapura. Gramedia Pustaka Utama.
Magdalena, Riana, &
Vannie, Vannie. (2019). Analisis Risiko Supply Chain Dengan Model House of Risk
(Hor) Pada Pt Tatalogam Lestari. J@ Ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 14(2),
53�62.
Putri, Indah Novianti.
(2020). Analisis risiko kegagalan produk mempengaruhi kualitas pelayanan
menggunakan house of risk dan supply chain operations reference. Jurnal
Optimasi Teknik Industri (JOTI), 2(1), 19�23.
Rahman, Pasnur. (2020). Analisa
Resiko Pada Proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Di Kota
Pekanbaru. Universitas Islam Riau.
Ronny, Agustinus.
(n.d.). Implementasi Manajemen Risiko Proyek Pada Pt. Xx Dengan Menggunakan
Pendekatan House Of Risk (Hor) Berdasarkan Iso 31000: 2018. Jurnal TIN
Universitas Tanjungpura, 4(2).
Ruane, Janet M. (2013). Dasar-dasar
metode penelitian: Panduan riset ilmu sosial. Nusamedia.
Sepang, Bryan Alfons
Willyam, Tjakra, Jermias, Langi, Juno E. Ch, & Walangitan, D. R. O. (2013).
Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek pembangunan
ruko Orlens Fashion Manado. Jurnal Sipil Statik, 1(4).
Sindy, Yeny Putri.
(2022). Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek Pembangunan Talud (Studi
Kasus: Pembangunan Talud Kertosari�Kertosari, Talud Ganevo�Depapre, Talud
Bambar-Bambar Kabupaten Jayapura). Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
SoputaSoputan, Gabby E.
M., Sompie, Bonny F., & Mandagi, Robert J. M. (2014). (2014). Manajemen
Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)(Study Kasus Pada Pembangunan Gedung
SMA Eben Haezar). Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(4).
Ulfah, Maria, Maarif,
Mohamad Syamsul, & Sukardi, Sapta Raharja. (2016). Analisis dan perbaikan
manajemen risiko rantai pasok gula rafinasi dengan Pendekatan house of risk. Jurnal
Teknologi Industri Pertanian, 26(1).
�