ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN TALUD

 

Yeny Putri Sindy

Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Indonesia

[email protected]

 

Abstrak:

Pembangunan Talud di Daerah Kertosari dibagi menjadi 4 segmen dengan ipanjang� talud� segmen 1 STA i0+000 i� STA 1+600 dengan tinggi talud 2M, segmen 2 STA 0+00 � STA 0+200 dengan tinggi talud 2M, segmen 3 STA 0+000 � STA 0+200 dengan tinggi talud 3M , segmen 4 STA 0+000 � STA 0+200 dengan tinggi talud 3 M dan nilai proyek sebesar Rp 15,250,000,000,- (Lima Belas Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai dari pelaksanaan penelitian tesis yang dilakukan di proyek ini adalah mengidentifikasi dampak risiko se-bagai ancaman yang berdampak pada proyek pembangunan talud dan respon risiko yang tepat pada proyek pembangunan talud. Metode House of Risk memiliki 2 tahapan analisa yaitu dalam proses analisis risi ini menggunakan HOR fase 1, yang berfokus pada proses identifikasi risiko�� yang�� meliputi�� agen risiko serta kejadian risiko. Data yang telah diperoleh dalam studi kasus ini diambil dari proyek pembangunan Talud Kertosari, Bambar dan Ganefo berlokasi di Sentani Kabupaten� Jayapura� yang melibatkan kontraktor, ketiga proyek tersebut sebagai responden. Pelaksana dan presentase terkecil adalah 12,1% yaitu Direktur, Project Manager dan Site Manager. Usia responden yang mendominasi dalam penelitian ini berumur > 30 ta-hun. Masa kerja responden yang mendominasi dalam penelitian ini adalah 1 � 5 tahun dengan jumlah presentase 87,9%.

 

Kata kunci: Pembangunan Talud, dampak risiko, Pelaksana

 

Abstract:

The construction of the talud in the Kertosari area is divided into 4 segments with the length of the riprap segment 1 STA i0+000 i� STA 1+600 with a riprap height of 2M, segment 2 STA 0+00 � STA 0+200 with a riprap height of 2M, segment 3 STA 0+ 000 � STA 0+200 with a 3M elevation, segment 4 STA 0+000 � STA 0+200 with a 3M elevation and a project value of IDR 15250,000,000 (Fifteen Billion Two Hundred and Fifty Million Rupiah). The aim of the research to be achieved from the implementation of the thesis research conducted in this project is to identify the impact of risks as threats that have an impact on talud development projects and appropriate risk responses to talud construction projects. The House of Risk method has 2 stages of analysis, namely in the risk analysis process using HOR phase 1, which focuses on the risk identification process which includes risk agents and risk events. The data obtained in this case study were taken from the Kertosari, Bambar and Ganefo Talud development projects located in Sentani, Jayapura Regency which involved contractors, the three projects as respondents. Executors and the smallest percentage is 12.1%, namely the Director, Project Manager and Site Manager. Age of respondents who dominate in this study aged > 30 years. The working period of the respondents who dominated in this study was 1-5 years with a total percentage of 87.9.

 

Keywords: Construction of talud, impact of risk, Executor

 

���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Yeny Putri Sindy

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Secara geografis posisi Kabupaten Jayapura khususnya Kota sentani menjadi sangat strategis karena menjadi penyanggah utama Kota Jayapura yang menjadi Ibu Kota Provinsi Papua (Sindy, 2022). Disamping itu Kabupaten Jayapura menjadi pintu gernang utama Papua karena terletak Bandara Udara yang menjadi pintu masuk dari kota-kota lainnya di seluruh Indonesia dan juga di kabupaten-kabupaten dalam provinsi terutama yang ada di pegunungan tengah (Laksmana, 2013). Untuk daerah ini tansportasi udara menjadi pilihan utama mengingat masih terbatasnya akses yang melalui darat.

Pembangunan Talud Kabupaten Jayapura yang berda di Daerah Kertosari dibagi menjadi 4 segmen dengan ipanjang� talud� segmen 1 STA 0+000 � STA 1+600 dengan tinggi talud 2M, segmen 2 STA 0+00 � STA 0+200 dengan tinggi talud 2M, segmen 3 STA 0+000 � STA 0+200 dengan tinggi talud 3M , segmen 4 STA 0+000 � STA 0+200 dengan tinggi talud 3 M dan nilai proyek sebesar Rp 15.250.000.000,- (Lima Belas Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Pada talud Bambar dengan panjang talud STA 0+000 � STA 0+238 dengan tinggi talud 2 M dan nilai proyek sebesar Rp 2.000.000.000 - (Dua Milyar Rupiah) dan Proyek Talud Ganevo dengan panjang talud ST 0+00 � STA 0+300 dengan tinggi talud 2 M dan nilai proyek sebesar Rp 1.721.274.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Dua Puluh Satu Dua Ratus Tujuh Puluh Empat Rupiah) yang berlokasi di kabupaten Jayapura adalah salah satu kegiatan proyek konstruksi dalam menunjang pembangunan infrastruktur di Papua. Penyelesaian proyek ini akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya setempat, kondisi cuaca serta tentunya ke-mampuan manajemen perusahaan.�

Ada sejumlah potensi-potensi resiko lain yang dapat terjadi pada proyek pembangunan Talud Sungai/Kali Kertosari di Kertosari dan Talud Sungai/Kali Bambar di Bambar, Kabupaten Jayapura karena itu pendekatan manajemen resiko penting dilakukan. Hal tersebut yang melatar belakangi penulis mengambil topik Manajemen Risiko Pada Pembangunan Talud Kertosari Dan Talud Bambar Kabupaten Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode Analisa House Of Risk, yang bertujuan pada tindakan pencegahan untuk menentukan penyebab risiko mana yang menjadi prioritas yang kemudian akan diberikan tindakan mitigasi (Putri, 2020) maupun penanggulangan risiko.

Dalam penelitian ini dilakukan analisis manajemen risiko hanya pada proyek pembangunan jalan. Adapun perumusan masalah sebagai berikut, apa dampak risiko yang telah diidentifikasi dan bagaimana respon risiko untuk mencegah atau mengurangi dampak risiko yang terjadi (SoputaSoputan, Gabby E. M., Sompie, Bonny F., & Mandagi, 2014). Dalam penelitian ini dilakukan analisis manajemen risiko hanya pada proyek pembangunan jalan. Maka pembahasan dalam penulisan dibatasi agar pembahasan dalam penulisan bisa terarah dan sistematis, berikut ini batasan masalah tersebut: dampak risiko yang diteliti adalah risiko ancaman dari sudut pandang kontraktor (Rahman, 2020) dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode House Of Risk. Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai dari pelaksanaan penelitian tesis yang dilakukan di proyek ini adalah mengidentifikasi dampak risiko se-bagai ancaman yang berdampak pada proyek pembangunan talud dan respon risiko yang tepat pada proyek pembangunan talud (Anwar & Yulianto, n.d.) sehingga dapat menjadi suatu acuan untuk me-nangani risiko yang terjadi pada proyek - proyek yang lain.

Definisi Risiko Perlu diketahui definisi risiko berdasarkan peneliti terdahulu yaitu sebagai berikut risiko adalah variasi dari kemung-kinan terjadinya suatu hal-hal atau-pun peristiwa diluar harapan yang menimbulkan ancaman kerugian akibat bahaya yang terjadi (Ruane, 2013) dan Secara umum risiko dikaitkan dengan kemungkinan (probabilitas) terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan (Enrico Souhuwat & Dita Saputro, 2021). Mendefinisi-kan manajemen risiko adalah cara untuk mengidentifikasi dan mengukur seluruh risi-ko dalam suatu proyek atau bisnis sehingga dapat diambil keputusan bagaimana mengel-ola risiko tersebut (Febriansyah & Henndy Ginting, 2020). Manajemen risiko adalah suatu upaya penerapan kebijakan peraturan dan upaya-upaya praktis manajemen secara sistematis dalam menganalisa pemakaian dan pengontrolan risiko untuk melindungi pekerja, masyarakat dan lingkungan (Sepang, Tjakra, Langi, & Walangitan, 2013).

Penelitian yang terkait dengan manajemen risiko menggunakan metode House of Risk telah dilakukan oleh (Ulfah, Maarif, & Sukardi, 2016), HOR adalah model yang didasarkan pada kebutuhan akan manajemen risiko yang berfokus pada tindakan pencegahan untuk menentukan agen risiko mana yang menjadi prioritas yang kemudian akan diberikan tindakan mitigasi atau penanggulangan risiko (Magdalena & Vannie, 2019). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan agen risiko serta menentukan tindakan pencegahan prioritas (Kusnindah, Sumantri, & Yuniarti, 2014) dalam menangani risiko dalam proyek konstruksi flyover di Indonesia.

 

METODE PENELITIAN

Responden dalam penelitian ini adalah para pelaku konstruksi dimana responden terdiri dari Direktur, Project Manager, Site Manager, dan pelaksana yang bekerja dalam proyek pembangunan talud kabupaten Jayapura. Untuk membantu penelitian ini, alat penelitian yang digunakan adalah berupa kuisioner yang merupakan alat pengumpulan data untuk mendapatkan jawaban dari responden yaitu kontraktor (Hassan, Mangare, & Pratasis, 2016) dan komputer sebagai alat untuk mengolah data yang telah didapat dari kuisioner. Variabel penelitian dalam penelitian ini ada-lah risiko � risiko pada saat dilaksanakannya proses konstruksi yang pada dasarnya terdiri dari dampak risiko dan penanganan risiko.

Metode House of Risk pada dasarnya merupakan kebutuhan akan manajemen risiko untuk mengidentidifikasi risiko yang terjadi dan berfokus terhadap tindak pencegahan risiko, menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas serta diberi tindakan miti-gasi atau penanggulangan risiko. Metode House of Risk memiliki 2 tahapan analisa yaitu dalam proses analisis risiko ini menggunakan HOR fase 1, yang berfokus pada proses identifikasi risiko yang meliputi agen risiko serta kejadian risiko. Dalam penelitian ini, rancangan mitigasi risiko ditunjukkan pada HOR fase 2. Pada fase ini, berfokus pada menentukan bentuk respons�� atau�� mitigasi�� risiko�� yang tepat dimana bentuk mitigasi tersebut harus bersifat mudah untuk diaplikasikan tapi dapat mengurangi probabilitas terjadinya agen risiko (Ronny, n.d.).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

�� Data yang telah diperoleh dalam studi kasus ini diambil dari proyek pembangunan Talud Kertosari, Bambar dan Ganefo berlokasi di Sentani Kabupaten Jayapura yang melibatkan kontraktor, ketiga proyek tersebut sebagai responden. Jumlah responden yang berspartisipasi dalam studi kasus ini berjumlah 33 responden. Berikut ini data umum responden yang meliputi jabatan responden dalam salam studi kasus ini pada tabel 4.1, 4,2, 4.3 dan 4.4 dikelompookan menjasdi 6 kategori yaitu, Direktur, Project Manager, Site Manager, Safety Officer, pelaksana dan pengawas.

Tabel 1. Jabatan Responden Kontraktor Proyek

Pembangunan Talud Kertosari Segmen

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

11,11

Project Manager

1

11,11

Site Manager

1

11,11

Safety Officer

1

11,11

Pelaksana

3

33,33

Pengawas

2

22,22

Total

9

100

Terdapat 9 responden pada proyek pem-bangunan talud kerosari segmen 1, 8 re-sponden pada talud kertosari segmen 2-4, 8 respon pada talud ganevo dan 8 responden pada talud bambar.

Tabel 2. Jabatan Responden Kontraktor

Pembangunan Talud segmen 2-4

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

12,50

Project Manager

1

12,50

Site Manager

1

12,50

Safety Officer

1

12,50

Pelaksana

2

25,00

Pengawas

2

25,00

Total

8

100

Tabel 3. Jabatan Responden Kontraktor

Pembangunan Talud Ganevo

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

12,50

Project Manager

1

12,50

Site Manager

1

12,50

Safety Officer

1

12,50

Pelaksana

2

25,00

Pengawas

2

25,00

Total

8

100

Tabel 4. Jabatan Responden

Kontraktor Pembangunan Talud Bambar

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

12,50

Project Manager

1

12,50

Site Manager

1

12,50

Safety Officer

1

12,50

Pelaksana

2

25,00

Pengawas

2

25,00

Total

8

100

 

Usia responden dalam studi kasus ini memiliki berbagai macam usia, terdapat usia 21 � 30 tahun memiliki jumlah usia terbanyak dengan jumlah 29 responden. Berikut ini data usia responden dalam studi kasus ini.

 

Tabel 5. Usia Responden

Usia

Jumlah

%

21 � 30

29

88

31 � 40

4

12

41 � 50

0

0

>50

0

0

Total

33

100

Masa kerja pada studi kasus ini dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu:

Tabel 6. Masa Kerja Responden

Lama Bekerja

Jumlah

%

<1 Tahun

0

0

1 � 5 Tahun

29

88

6 � 10 Tahun

4

12

>10 Tahun

0

0

Total

33

100

Latar belakang responden pada studi kasus ini memiliki 4 kategori yang terdiri dari SMP atau sederajat, SMA atau sederajat, Strata satu (S1) dan Strata dua (S2). Responden dengan latar belakang Pendidikan Strata Satu mempunyai jumlah terbanyak, berjumlah 32 responden.

Tabel 7. Latar Belakang Responden

Pendidikan

Jumlah

%

SMP atau Sederajat

0

0

SMA atau Sederajat

0

0

S1

32

97

S2

1

3

Total

33

100

Pada proyek konstruksi pembangunan jalan ini, terdapat 26 item dampak risiko (Risk Event) yang telah peneliti identifikasi dan hasil penilaian dampak risiko kontraktor proyek pembangunan talud kertosari segmen 1, segmen 2-4, talud ganevo dan talud bambar. Penilaian dampak dilakukan dengan mengisi kolom kuesioner dengan menggunakan angka 1 = sangat kecil, 2 = kecil, 3 = sedang, dan 4 = sangat besar.

Tabel 8. Jabatan Responden Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

11,11

Project Manager

1

11,11

Site Manager

1

11,11

Safety Officer

1

11,11

Pelaksana

3

33,33

Pengawas

2

22,22

Total

9

100

Terdapat 9 responden pada proyek pembangunan talud kerosari segmen 1, 8 responden pada talud kertosari segmen 2-4, 8 respon pada talud ganevo dan 8 responden pada talud bambar.

Tabel 9 Jabatan Responden Kontraktor Pembangunan Talud segmen 2-4

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

12,50

Project Manager

1

12,50

Site Manager

1

12,50

Safety Officer

1

12,50

Pelaksana

2

25,00

Pengawas

2

25,00

Total

8

100

Tabel 10. Jabatan Responden Kontraktor Pembangunan Talud Ganevo

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

12,50

Project Manager

1

12,50

Site Manager

1

12,50

Safety Officer

1

12,50

Pelaksana

2

25,00

Pengawas

2

25,00

Total

8

100

Tabel 11. Jabatan Responden Kontraktor Pembangunan Talud Bambar

Responden

Jumlah

%

Direktur

1

12,50

Project Manager

1

12,50

Site Manager

1

12,50

Safety Officer

1

12,50

Pelaksana

2

25,00

Pengawas

2

25,00

Total

8

100

Usia responden dalam studi kasus ini memiliki berbagai macam usia, terdapat usia 21 � 30 tahun memiliki jumlah usia terbanyak dengan jumlah 29 responden. Berikut ini data usia responden dalam studi kasus ini.

Tabel 12. Usia Responden

Usia

Jumlah

%

21 � 30

29

88

31 � 40

4

12

41 � 50

0

0

>50

0

0

Total

33

100

 

 

 

 

 

 

Masa kerja pada studi kasus ini dikelompokkan menjadi 4 kategori yaitu :

Tabel 13. Masa Kerja Responden

Lama Bekerja

Jumlah

%

<1 Tahun

0

0

1 � 5 Tahun

29

88

6 � 10 Tahun

4

12

>10 Tahun

0

0

Total

33

100

Latar belakang responden pada studi kasus ini memiliki 4 kategori yang terdiri dari SMP atau sederajat, SMA atau sederajat, Strata satu (S1) dan Strata dua (S2). Responden dengan latar belakang Pendidikan Strata Satu mempunyai jumlah terbanyak, berjumlah 32 responden.

Tabel 14. Latar Belakang Responden

Pendidikan

Jumlah

%

SMP atau Sederajat

0

0

SMA atau Sederajat

0

0

S1

32

97

S2

1

3

Total

33

100

 

Identifikasi dampak risiko Identifikasi dampak risiko tur bpada proyek konstruksi pembangunan jalan ini, terdapat 26 item dampak risiko (Risk Event) yang telah peneliti identifikasi dan hasil penilaian dampak risiko kontraktor proyek pembangunan talud kertosari segmen 1, segmen 2-4, talud ganevo dan talud bambar. Penilaian dampak dilakukan dengan mengisi kolom kuesioner dengan menggunakan angka 1 = sangat kecil, 2 = kecil, 3 = sedang, dan 4 = sangat besar.

Identifikasi penyebab risiko (Risk Agent) tahap identifikasi penyebab risiko dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Penilaian dilakukan dengan mengisi pada tabel kuisioner dengan keterangan angka 1 = sangat jarang, 2 = jarang, 3 = sering, dan 4 = sangat sering.

Gambar 2. Penilaian Penyebab Risiko Kontraktor Proyek

Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

Gambar 2. Penilaian Penyebab Risiko Kontraktor Proyek

Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4

Gambar 3. Penilaian Penyebab Risiko Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Ganevo

Gambar 4. Penilaian Penyebab Risiko Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar

 

Nilai Occurence ini akan digunakan dalam perhitungan Aggregate Risk 25 Potential (ARP), yaitu untuk menentukan penyebab risiko (Risk Agent) yang paling berpengaruh berdasarkan perhitungan.

Identifikasi Penanganan Risiko Pada tahap penilaian penanganan risiko responden menilai seberapa sulit kemungkinan terjadi, dengan mengisi kolom kuisioner menggunakan angka 1 = mudah, 2 = sedikit sulit, 3 = sulit, dan 4 = sangat sulit. Hasil dari penilaian tersebut akan dikorelasi dengan hasil penilaian penyebab risiko untuk mencari nilai Effectiveness to Difficulty (ETD).

 

Gambar 5. Penilaian Tingkat Kesulitan Penanganan

Risiko Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

 

Gambar 6. Penilaian Tingkat Kesulitan Penanganan

Risiko Kontraktor Proyek Pembangun Talud Kertosari Segmen 2-4

 

Gambar 7. Penilaian Tingkat Kesulitan Penanganan

Risiko Kontraktor Proyek Pembangun Talud Ganevo

Gambar 8. Penilaian Tingkat Kesulitan Penanganan

Risiko Kontraktor Proyek Pembangun Talud Bambar

 

Dari hasil tersebut salah satu penanganan risiko yang kemungkinan sedikit sulit terjadi seperti membagi risiko dengan cara mengalihkan pekerjaan ke sub-kontraktor karena yang mengerjakan proyek pembangunan talud bambar ini hanya 1 kontraktor saja.

Peringkat teratas berdasarkan nilai tertinggi ARP Setelah perhitungan nilai Aggregate Risk Po-tential antara Risk Event dan Risk Agent didapatkan selanjutnya akan diambil 5 per-ingkat teratas berdasarkan nilai tertinggi ARP.

 

Gambar 9.� Risiko yang perlu ditangani pada Kontraktor

Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

 

Hasil pada Gambar 9 menunjukan 5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang telah di-peroleh. Risk Agent yang telah diberikan peringkat berikutnya akan diberi penanganan.

 

Gambar 10. Risiko yang perlu ditangani pada

Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4

Hasil pada Gambar 10. menunjukan 5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang telah diperoleh. Risk Agent yang telah diberikan peringkat berikutnya akan diberi penanganan.

 

Gambar 11. 18 Risiko yang perlu ditangani pada

Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Ganevo

 

Hasil pada Gambar 11 menunjukan 5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang telah diperoleh. Risk Agent yang telah diberikan peringkat berikutnya akan diberi penanganan

 

Gambar 12.� Risiko yang perlu ditangani pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar

 

Hasil pada Gambar 12 menunjukan 5 peringkat berdasarkan nilai ARP yang telah di-peroleh. Risk Agent yang telah diberikan peringkat berikutnya akan diberi penanganan.

 

Peringkat teratas strategi penanganan risiko Terdapat 11 strategi penanganan risiko yang digunakan sebagai tindak mitigasi untuk mengurangi dampak dari risiko yang terjadi, Kemudian 5 peringkat teratas sebagai Risk Agent yang diutamakan akan dibuatkan strategi penanganan sesuai nilai Effectiveness to Difficulty (ETD). Peringkat dengan nilai Effectiveness to Difficulty (ETD) terbesar yang kemudian akan digunakan untuk strategi penanganan berdasarkan 5 risiko teratas yang sudah terpilih.

 

Gambar 13. Peringkat teratas Strategi

Penanganan Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

Gambar 14. Peringkat teratas Strategi Penanganan Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4

 

Gambar 15. Peringkat teratas Strategi Penanganan Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Ganevo

 

Gambar 16. Peringkat teratas Strategi Penanganan Risiko pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar

 

Dari hasil analisis House of Risk maka dapat diketahui risiko dan strategi penanganan yang akan digunakan.

Hasil Analisis House of Risk Setelah mendapatkan hasil 5 peringkat teratas Risk Agent dan 5 peringkat teratas Penanganan Risiko maka Risk Agent akan diberi penanganan/tindak mitigasi.

Gambar 17. Hasil Analisis House of Risk pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1

 

Gambar 18. Hasil Analisis House of Risk pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 2-4

 

Gambar 19. Hasil Analisis House of Risk pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Ganevo

 

Gambar 20. Hasil Analisis House of Risk pada Kontraktor Proyek Pembangunan Talud Bambar

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek Pembangunan Talud Kertosari Segmen 1, Talud Kertosari Segmen 2-4, Talud Ganevo dan Talud Bambar dengan menggunakan metode House of Risk dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Jabatan responden dengan jumlah presentase terbesar dalam penelitian ini adalah 27,3% yaitu Pelaksana dan presentase terkecil adalah 12,1% iyaitu Direktur, Project Manager dan Site Manager. Usia responden yang mendominasi dalam penelitian ini berumur > 30 ta-hun. Masa kerja responden yang mendominasi dalam penelitian ini adalah 1 � 5 tahun dengan jumlah presentase 87,9%. Latar belakang responden dalam penelitian ini dengan jumlah presentase terbesar adalah 97,0% (29 orang) menempuh Pendidikan Strata 1 (S1) dan jumlah presentase terkecil adalah Strata 2 (S2) yaitu 3,0% (1 orang) dari 33 orang responden dalam penelitian ini. Risiko dan aksi mitigasi terpilih berdasarkan analisis House of Risk pada kontraktor proyek pembangunan talud kertosari segmen 1 adalah manajemen proyek yang kurang baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai dan juga memperbaiki segala kerusakan atas kom-plain yang diterima.

Komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Waktu pelaksanaan yang tidak memadai dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara membuat jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta mengadopsi program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Kualitas material yang buruk dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara membagi risiko dengan cara mengalihkan pekerjaan ke sub-kontraktor, menye-diakan/stok kebutuhan material terlebih dahulu dan menyim-pannya dan juga menunda proyek dan koordinasi dengan owner tidak baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik. Risiko dan aksi mitigasi terpilih berdasarkan analisis House of Risk pada kontraktor proyek pembangunan talud kertosari segmen 2-4 adalah manajemen proyek yang kurang baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai dan juga memperbaiki segala kerusakan atas kom-plain yang diterima.

Waktu pelaksanaan yang tidak memadai dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara membuat Jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta mengadopsi program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Kualitas material yang buruk dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara membagi risiko dengan cara mengalihkan pekerjaan ke subkontraktor, menyediakan/stok kebutuhan material terlebih dahulu dan menyimpannya dan juga menunda proyek dan koordinasi dengan owner tidak baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik. Risiko dan aksi mitigasi terpilih berdasarkan analisis House of Risk pada kontraktor proyek pembangunan talud ganevo adalah tambahan lingkup kerja dapat dilakukan penangan risiko dengan cara Membuat Jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta menentukan pengecualian/klausa akan penambahan/kompensasi di kontrak pem-bayaran.

Manajemen proyek yang kurang baik dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, membuat Jadwal dan biaya dalam rencana dan kontrol yang jelas dan sesuai serta mengadopsi program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Waktu pelaksanaan yang tidak memadai dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara membuat Jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta mengadopsi program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai.

Sanksi yang belum ketat terhadap terhadap pelanggar kecurangan dapat dilakukan penangan risiko menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik serta menga-dopsi program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Risiko dan aksi mitigasi terpilih berdasarkan analisis House of Risk pada kontraktor proyek pembangunan talud bambar adalah tambahan lingkup kerja dapat dilakukan penangan risiko dengan cara membuat Jadwal dan biaya dalam rencana dan control yang jelas dan sesuai serta menentukan pengecualian/klausa akan penamba-han/kompensasi di kontrak pem-bayaran. Komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik, mengadopsi program safety control, manajemen sistem, pengawasan dan pencegahan yang sesuai. Tidak menetapkan K3 dapat dilakukan penangan risiko dengan cara menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik serta mengadopsi program safety control, manajemen system, pengawasan dan pencegahan yang sesuai.

Sanksi yang belum ketat terhadap terhadap pelanggar kecurangan dapat dilakukan penangan risiko menentukan sistem rekruitmen, seleksi pekerja dan sistem komunikasi yang baik serta mengadopsi� program� safety control,� manajemen system,� pengawasan dan pencegahan yang sesuai dan kelangkaan material dapat dilakukan penanganan risiko dengan cara Menyediakan/stok kebutuhan material terlebih dahulu dan menyimpannya, membagi risiko dengan cara mengalihkan pekerjaan ke sub-kontraktor serta menunda proyek. Dari hasil analisis pada ketiga proyek tersebut terdapat kesamaan Risk Agent yang sering terjadi yaitu �Komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif�, Risk Agent tersebut terjadi dikarenakan daerah kabupaten jayapura mempunyai wilayah yang terisolir dari kemajuan teknologi dan cuaca yang sering tidak stabil mengakibatkan komunikasi yang tidak lancar/kurang efektif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anwar, Mohammed Zainal, & Yulianto, Sugeng. (n.d.). Geliat Negeri Menata Diri.

 

Enrico Souhuwat, Novi, & Dita Saputro, Cahyo. (2021). Analisis Perbandingan Biaya Pekerjaan Kolom Antara Metode Beton Konvensional Dengan Precast (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Vokasi Kampus Wates Tahap 1). University Technology Yogyakarta.

 

Febriansyah, Hary, & Henndy Ginting, Psikolog. (2020). Tujuh Dimensi Employee Engagement. Prenada Media.

 

Hassan, Haekal, Mangare, Jantje B., & Pratasis, Pingkan A. K. (2016). Faktor�faktor penyebab keterlambatan pada proyek konstruksi dan alternatif penyelesaiannya (Studi kasus: di Manado TOWN SQUARE III). Jurnal Sipil Statik, 4(11).

 

Kusnindah, Cahya, Sumantri, Yeni, & Yuniarti, Rahmi. (2014). Pengelolaan Risiko pada Supply Chain dengan Menggunakan Metode House of Risk (HOR)(Studi Kasus di PT. XYZ). Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Sistem Industri, 2(3), 130218.

 

Laksmana, Yusak. (2013). Jelajah Jayapura. Gramedia Pustaka Utama.

 

Magdalena, Riana, & Vannie, Vannie. (2019). Analisis Risiko Supply Chain Dengan Model House of Risk (Hor) Pada Pt Tatalogam Lestari. J@ Ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 14(2), 53�62.

 

Putri, Indah Novianti. (2020). Analisis risiko kegagalan produk mempengaruhi kualitas pelayanan menggunakan house of risk dan supply chain operations reference. Jurnal Optimasi Teknik Industri (JOTI), 2(1), 19�23.

 

Rahman, Pasnur. (2020). Analisa Resiko Pada Proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Di Kota Pekanbaru. Universitas Islam Riau.

 

Ronny, Agustinus. (n.d.). Implementasi Manajemen Risiko Proyek Pada Pt. Xx Dengan Menggunakan Pendekatan House Of Risk (Hor) Berdasarkan Iso 31000: 2018. Jurnal TIN Universitas Tanjungpura, 4(2).

 

Ruane, Janet M. (2013). Dasar-dasar metode penelitian: Panduan riset ilmu sosial. Nusamedia.

 

Sepang, Bryan Alfons Willyam, Tjakra, Jermias, Langi, Juno E. Ch, & Walangitan, D. R. O. (2013). Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek pembangunan ruko Orlens Fashion Manado. Jurnal Sipil Statik, 1(4).

 

Sindy, Yeny Putri. (2022). Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek Pembangunan Talud (Studi Kasus: Pembangunan Talud Kertosari�Kertosari, Talud Ganevo�Depapre, Talud Bambar-Bambar Kabupaten Jayapura). Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

 

SoputaSoputan, Gabby E. M., Sompie, Bonny F., & Mandagi, Robert J. M. (2014). (2014). Manajemen Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)(Study Kasus Pada Pembangunan Gedung SMA Eben Haezar). Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(4).

 

Ulfah, Maria, Maarif, Mohamad Syamsul, & Sukardi, Sapta Raharja. (2016). Analisis dan perbaikan manajemen risiko rantai pasok gula rafinasi dengan Pendekatan house of risk. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 26(1).

�