ANALISIS
KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB PADA MATA KULIAH
PEMROGRAMAN WEB
Syarif Fahmi Mauliansyah1, Rendi2, Rosita3,
Muhammad Iqbal4, Hafif Assulamy5
IKIP PGRI Pontianak, Indonesia
[email protected]1,
[email protected]2, [email protected]3,
[email protected]4, [email protected]5
Abstrak:
Pada
perkembangan zaman yang terjadi pada saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi
sangat mempengaruhi kehidupan dan banyak perubahan yang terjadi serta manfaat
bagi dunia pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media
pembelajaran interaktif berbasis web pada mata kuliah Pemrograman Web. Metode
Research and Development (R&D) merupakan metode yang digunakan dalam
penelitian ini. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penilaian materi yang
digunakan berdasarkan validasi oleh 3 orang ahli 0.80-0.90 dengan
reliabilitasnya 0.80 menunjukkan bahwa materi tersebut sangat layak digunakan,
untuk penilaian media yang digunakan berdasarkan validasi oleh 3 orang ahli
0.70-0.95 dengan reliabilitasnya 0.80 menunjukkan bahwa media tersebut sangat
layak digunakan. Langkah-langkah dalam penelitian menggunakan model ADDIE,
proses pengembangannya yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation,
dan Evaluation
Kata kunci: media pembelajaran, e-learning, berbasis website
Abstract:
In
the times that are happening at this time, science and technology greatly
affect life and many changes that occur as well as benefits for the world of
education. The purpose of this research is to develop web-based interactive
learning media in the Web Programming course. The Research and Development
(R&D) method is the method used in this research. The results of this study
prove that the assessment of the material used is based on validation by 3
experts 0.80-0.90 with a reliability of 0.80 indicating that the material is
very feasible to use, for the assessment of the media used is based on
validation by 3 experts 0.70-0.95 with a reliability of 0.80 indicating that
the media very worthy of use. The steps in the research using the ADDIE model,
the development process is: Analysis, Design, Development, Implementation, and
Evaluation
Keywords:
learning media, e-learning, website-based
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Syarif Fahmi Mauliansyah
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pada perkembangan zaman yang terjadi pada saat ini ilmu pengetahuan dan
teknologi sangat mempengaruhi kehidupan dan banyak perubahan yang terjadi serta
manfaat bagi dunia pendidikan. Media pembelajaran yang efektif dan efesien
sangat diperlukan untuk mencapai tingkat keberhasilan dari suatu proses
pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa. Media pembelajaran yang menarik dan
bervariasi sangat memungkinkan proses pembelajaran akan lebih mendorong
mahasiswa untuk belajar secara mandiri. Namun dalam pelaksanaannya, masih
banyak terjadi media pembelajaran yang kurang efektif.
Sebagai observasi awal, peneliti melakukan penelitian di IKIP PGRI
Pontianak yang berlokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian
dilakukan Pada Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi. Pengamatan dilakukan
pada mahasiswa. Pembelajaran pada mata kuliah Pemrograman Web di IKIP PGRI
Pontianak menggunakan media powerpoint dalam menyampaikan materi pembelajaran
masih terasa monoton dan membosankan bagi mahasiswa. Hal ini terlihat dari kurangnya
fokus mahasiswa saat mengamati materi pembelajaran. Selain itu daya serap
mahasiswa membuat penyampaian materi dari dosen belum terlalu maksimal.�
Padatnya materi pembelajaran juga menjadi kendala bagi mahasiswa dalam
menerima pelajaran dan dosen dalam menyampaikan materi pembelajaran dikelas.
Oleh karena itu diperlukannya media yang mampu mengurangi kekurangan. Salah
satunya web, karena media pembelajaran untuk mata kuliah Pemrograman Web
Dianggap belum cukup efektif, kurang interaktif, dan tidak mendukung
mahasiswa belajar secara mandiri dan masih terdapat beberapa mahasiswa yang
belum memahami materi pembelajaran tersebut sehingga berpengaruh terhadap hasil
belajar mahasiswa.
Peneliti menemukan bahwa mata kuliah Pemrograman Web di IKIP PGRI Pontianak.
Belum sesuai dengan harapan dan mahasiswa kurang tertarik untuk mempelajari
mata kuliah Pemrograman Web. Tidak ada inovasi yang signifikan mulai dari
persiapan, penerapan hingga evaluasi. Dalam hal media pengajaran, sebagian
besar dosen belum menggunakannya secara optimal. Pendidik terus mendominasi
proses pembelajaran dan belum memanfaatkan belajar online secara maksimal untuk
mewujudkan pembelajaran yang menarik untuk mahasiswa.
Fasilitas internet sudah ada di lingkungan kampus IKIP PGRI Pontianak yang
meskipun berdasarkan pengamatan awal peneliti malah kurang diminati secara
akademis, jadi fokuskan kritik paling banyak khususnya kapasitas kreatif
pembelajaran dalam proses pembelajaran. Dari kuesioner yang diberikan kepada 25
mahasiswa sebagai sampel, 80% mahasiswa mengatakan bahwa mereka membutuhkan
lingkungan belajar interaktif yang dapat digunakan sebagai lingkungan belajar
mandiri. Proses pembelajaran membutuhkan lingkungan belajar yang menarik dan
menyenangkan sebagai sumber belajar mandiri mahasiswa. Melalui perangkat
pendidikan yang menarik, psikologi mahasiswa bersemangat dan tertarik untuk
belajar di dalam dan di luar kelas. Salah satu upaya untuk mengembangkan proses
pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran web sebagai sumber belajar
mahasiswa.
Beberapa hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini
antara lain, (Faslah, 2011) Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa media berupa komik sangat cocok
untuk pembelajaran sebagai salah satu sumber dalam pengajaran. Ahli materi
memberikan nilai yang sangat baik, dengan skor rata-rata 3,60. Ahli media
menilainya sangat baik, dengan skor rata-rata 3,32. Dosen TI mencapai hasil
yang sangat baik dengan IPK 3,80. Pada tes lapangan, pembelajaran Pemrograman
Web dengan fun meningkatkan nilai rata-rata mahasiswa pada tes dari 77,80
(sebelum tes) menjadi 87,77 (setelah tes).
Rusman (2013:291) menjelaskan bahwa World Wide Web (www) atau internet
yang biasa dikenal dengan web atau website mulai diperkenalkan pada tahun
1990-an. Dokumen ini dikembangkan dalam format hypertext menggunakan HTML
(Hypertext Markup Language). Format ini memungkinkan Anda untuk menautkan dari
satu dokumen ke dokumen lainnya.
Pendidikan berbasis web, yang biasa dikenal dengan pendidikan berbasis web
based training (WBT) atau terkadang pendidikan berbasis web based
education (WBE), dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi web untuk
proses pedagogis di dunia studi. Secara sederhana, setiap proses pembelajaran
yang menggunakan teknologi internet dan dirasakan oleh peserta dalam proses
pembelajaran dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web. Sebenarnya media
menurut (Warsita, 2008) dibagi dalam dua kategori yaitu alat bantu pembelajaran (instructional
aids) dan media pembelajaran (instructional media). Sedangkan menurut (Arsyad, 2013) bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan ketertarikan, motivasi dan rangsangan kegiatan
belajar, dan membawa pengaruh pengaruh psikologis terhadap mahasiswa.
Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu ke aktifan proses
pembelajaran dan menyampaian pesan dan isi pelajaran kepada mahasiswa.
Media pembelajaran web atau e-learning yang kini menjadi sangat populer
karena fleksibilitas dan efektivitasnya dalam menyampaian materi pembelajaran
melalui internet (Januarisman
& Ghufron, 2016). Dengan internet semua
akses dapat dicapai dengan mudah, efisien dan efektif. Fasilitas internet
mestinya dapat dimanfaatkan untuk melakukan konsultasi terkait masalah belajar,
pemberian tugas, evaluasi dan menciptakan kegiatan layanan secara interaktif
antara mahasiswa dan dosen (Cholid,
Elmunsyah, & Patmanthara, 2016).
Penggunaan website tentunya sangat amat bermanfaat. Berbagai manfaat
seperti meminimalisir biaya dan waktu, artinya melalui website yang terhubung
dengan internet seseorang dapat terhubung dengan orang lain meskipun berada di
tempat yang cukup jauh. Manfaat dari website antara lain adalah kecepatan
memperoleh informasi, melalui website berbagai informasi yang ada di dunia
dapat diperoleh dengan hitungan detik. Manfaat dari website tersebut didukung
dengan semakin mudahnya pengoperasian perangkat komputer, kemudahan mendapatkan
akses internet, dan biaya dalam penggunaan internet yang semakin terjangkau.
Kelebihan lain dalam menggunakan media pembelajaran berbasis website akan
dirasakan oleh dosen Program Studi PTI. Melalui media pembelajaran interaktif
berbasis website, dosen Program Studi PTI dapat memantau proses pembelajaran
dan perkembangan kepada mahasiswa. Hal tersebut akan membantu proses evaluasi
pembelajaran pada mata kuliah Pemrograman Web.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa metode pembelajaran online berbasis
e-learning dapat mengembangkan pola fikir yang komprehensif dan interaktif bagi
dosen dan mahasiswa karena cukup efektif dan efisien baik dari segi pelaksanaan
maupun evaluasi pembelajarannya. Beberapa penelitian sebelumnya mengenai
pembelajaran berbasis web menunjukkan adanya peningkatan baik pada proses
maupun pada hasil belajar (Budi &
Nurjayanti, 2012). Pembelajaran berbasis web
(e-learning) dikampus menggunakan fasilitas internet. Dosen dapat mengontrol
mahasiswa menggunakan komputer saat di lab komputer dan media pembelajaran ini
dapat diakses menggunakan android saat berada didalam kelas maupun diluar
kelas. Rata-rata setiap mahasiswa di IKIP PGRI Pontianak sudah memiliki android
sendiri, sehingga dengan adanya media pembelajaran berbasis web ini penggunaan
android dalam mendukung pembelajaran akan meningkat. Sudah banyak penelitian
yang dilakukan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis web ini yang
memberi perubahan yang baik untuk proses dan hasil pembelajaran. Dari banyaknya
keunggulan media pembelajaran berbasis web (e-learning) ini, peneliti ingin
melakukan penelitian tentang analisis kebutuhan media pembelajaran berbasis web
pada mata kuliah Pemrograman Web. Menurut (Waldopo, 2011) bahwa kebutuhan adalah kesenjangan dari keadaan saat kini dengan keadaan
yang semestinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap keadaan yang kurang dari
yang seharusnya menunjukkan adanya kebutuhan. Apabila ketidakseimbangan itu
besar, maka perlu ditempatkan untuk diatasi. Kebutuhan yang menjadi prioritas
untuk diatasi ini disebut masalah. Didalam jurnal (Hendriyani,
Delianti, & Mursyida, 2018) kebutuhan itu menjadi dua, yakni target needs dan learning needs. Contoh
target needs adalah �kenapa pelajar membutuhkan pelajaran matematika� (why do students need math lesson)�.
Contoh dari learning needs adalah �Kenapa pelajar mengambil mata
pelajaran matematika (why do students take math)�. Kepentingan pembelajaran
merupakan sesuatu kebutuhan oleh dosen dan mahasiswa. Contohnya dalam membuat
kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik dan menghasilkan mahasiswa yang
berkualitas tentunya kampus harus mempunyai media pembelajaran yang berbasis
web. Media pembelajaran yang berbasis web merupakan kebutuhan bagi kampus (Arif, 2017). Menurut pendapat (Macalister
& Nation, 2019) menyatakan bahwa beberapa
pertimbangan ketika melaksanakan analisis kebutuhan. Pertama, analisis
kebutuhan langsung mengarah kepada tujuan dan isi dari materi atau subjek
pembelajaran. Kedua, analisis kebutuhan digunakan dalam mengungkap apa yang
sudah diketahui oleh mahasiswa dan apa yang perlu diketahui oleh mahasiswa.
Analisis kebutuhan dibutuhkan untuk menimbulkan keyakinan bagi mahasiswa dalam
memahami bahwa materi mengandung hal-hal yang berguna bagi mahasiswa.
Berdasarkan dari hasil analisis kebutuhan tersebut dapat di buatkan sebuah
media. Media merupakan alat untuk menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan
pembelajaran (Arsyad, 2013).
Dari model (Asmawati &
Dalming, 2019) merupakan analisis
kebutuhan. Fase ini diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dalam
mengembangkan suatu media pembelajaran termasuk tujuan dan keobjektifan media
pembelajaran yang dibuat, peralatan dan keperluan media pembelajaran. Setelah
semua keperluan diidentifikasi (Pratomo &
Irawan, 2015) menekankan untuk
menjalankan penilaian kepada hasil itu sebelum melanjutkan pembangunan ke fase
desain. Agar media pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan nyaman maka
dibutuhkan suatu media yang mampu medukung proses pembelajaran baik dikelas
maupun secara mandiri seperti contohnya web.�
Pembelajaran menggunakan web yang terhubung ke internet merupakan model
pengembangan e-learning. (Ellis, 2009) menyebutkan terdapat tiga manfaat e-learning diantaranya sebagai; a)
tambahan, b) Pelengkap, dan c) pengganti. (Darmansyah,
2010) menyatakan bahwa media
pembelajaran berbasis web secara konseptual lebih dekat kepada sistem
pembelajaran jarak jauh. Media pembelajaran berbasis web sangat menguntungkan
karena dapat dipergunakan saat disekolah maupun dirumah, asalkan terhubung
dengan jaringan internet.
Sistem LMS (Learning Menajemen System) bisa membantu para pengajar atau
dosen untuk merencanakan dan membuat silabus, mengelola bahan untuk
pembelajaran, mengelola aktivitas perkuliahan, mengelola nilai, merekapitulasi
absensi, menampilkan transkrip nilai, berdiskusi dan melakukan kuis. Menurut (Ellis, 2009) bahwa LMS dimanfaatkan dalam pembuatan materi pembelajaran online
berbasiskan web, mengelola kegiatan pembelajaran seperti ujian online,
materi-materi, hasil belajar serta forum diskusi.
Dengan adanya pembelajaran e-learning ini menjadi efisien dalam hal
waktu, biaya, dan energi. Pembelajaran yang fleksibel dapat dilakukan dimana
saja dan kapan saja saat di kelas, di rumah, di perpustakaan, tanpa batasan
ruang dan waktu. Menurut (Sutopo, 2012) "e-learning adalah bentuk pembelajaran berbasis web yang dapat
diakses menggunakan internet�. E-learning merupakan suatu sistem atau konsep
pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar,
e-learning juga bermanfaat sebagai inovasi dalam pendidikan dan pelatihan
kejuruan yang mempunyai potensi besar untuk mengubah proses pembelajaran yang
baru. Melalui e-learning proses menyampaikan informasi dari dosen ke mahasiswa
menjadi lebih fleksibel, efisien dan hemat waktu, sehingga pembelajaran dapat
dilakukan dimana saja dan kapan saja. Dengan mempertimbangkan dan mengetahui dampak� kebutuhan media pembelajaran sekaligus
manfaatnya untuk kedepannya, maka penulis berfokus membahas tentang analisis
kebutuhan media pembelajaran interaktif berbasis web pada mata kuliah
Pemrograman Web yang akan dikembangkan. Tujuannya agar memudahkan dalam
membangun sistem yang dikembangkan dengan kebutuhan pengguna.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
menggunakan model penelitian pengembangan R&D (Research and Development) yang bertujuan menghasilkan produk
aplikasi dan melakukan pengujian terhadap keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2016). Dalam pengembangan media web peneliti menggunakan
sublime text editor sebagai software
pengembangan web karena menarik bagi
peneliti dan praktis dalam penggunaannya.
Dari penelitian
ini penulis mengamati dan menganalisis kebutuhan yang terjadi dilapangan.
Keterlibatan pada penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen untuk mengubah pola
pengajaran sesuai dengan kurikulum saat ini, yaitu proses pengajaran harus
dilaksanakan semenarik mungkin, contohnya menggunakan media dalam proses pembelajaran.
Keterkaitan bagi mahasiswa adalah meningkatkan efektifitas mahasiswa dalam
belajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk belajar
secara kreatif, mandiri, dan dimanapun tanpa terbatasan. Adapun hal bermanfaat
lainnya adalah memberikan kemudahan kepada mahasiswa untuk pelaksanaan belajar
mengajar dikampus baik tugas maupun take home yang terbatas oleh jam pelajaran,
sehingga dapat dilaksanakan dimanapun.
Pelaksanaan
penelitian ini melibatkan mahasiswa jurusan Teknologi Informasi kelas B Pagi di
IKIP PGRI Pontianak. Subjek penelitian adalah 25 orang mahasiswa dan 2 orang
dosen mata kuliah Pemrograman Web yang ikut serta dalam memberikan pendapat
untuk kebutuhan media pembelajaran mata kuliah Pemrograman Web.
Penelitian ini
menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode kualitatif lebih
menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari
fenomena tersebut; data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen
penelitian, analisis data kuantitatif atau statistik, dengan tujuan menguji
hipotesis yang ditetapkan (Klein & Richey, 2007).
Data yang
dikumpulkan melalui teknik survei dengan instrumen dalam bentuk kuesioner.
Kuisioner digunakan untuk mencari tahu opini mahasiswa terkait dengan kebutuhan
media pembelajaran ini dikembangkan. Instrumen penelitian ini terdiri dari 5
pertanyaan pada angket kuisioner dosen dan 8 pertanyaan pada angket kuisioner mahasiswa.
Indikatornya
meliputi penilaian daya guna, kualitas dalam pembelajaran dan materi. Angket
kuisioner dihitung menggunakan rumus Tingkat Pencapaian Responden (TPR) = (Skor
rata-rata) / (Skor ideal maksimum) x
100% (Sutedja & Ahmaddien, 2020).
Pengembangan
media menggunakan tahapan ADDIE. Dalam model penelitian pengembangan ADDIE
dinilai lebih rasional dan lebih lengkap. Menurut Mulyatiningsih (2016)
Tahapannya yaitu : Analysis/Analisis, Design/Perancangan,
Development/Pengembangan, Implementation/Penerapan, Evaluation/Evaluasi. Tahap
pertama Analysis/Analisis adalah analisis pengembangan produk mulai dari model,
metode, media, bahan ajar baru dan menganalisis kelayakan serta syarat-syarat
pengembangan produk. Pada tahapan Design/perancangan ini produk masih bersifat abstrak dan mendasari
proses pengembangan pada tahap berikutnya.Pada tahapan Development/Pengembangan Dalam
tahap pengembangan, kerangka yang masih konseptual tersebut direalisasikan
menjadi produk yang siap diterapkan. Pada tahap Evaluasi dapat dilaksanakan
dalam dua bentuk yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Yang pertama evaluation
formatif dilaksanakan setiap akhir tatap muka jangka waktu mingguan. Yang kedua
evaluasi sumatif dilakukan setelah kegiatan berakhir secara keseluruhan dalam
jangka waktu per semester. Evaluasi sumatif ini mengukur kemampuan akhir dari
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Hasil evaluasi digunakan untuk memberi
interaksi kepada pihak pengguna model/metode. Revisi dibuat sesuai dengan hasil
evaluasi atau kebutuhan yang belum dapat dipenuhi oleh model/metode baru
tersebut.
Kebutuhan media
pembelajaran yang akan dikembangkan di survei dengan instrumen kuesioner yang
kemudian dari kuesioner tersebut data yang didapat berupa analisis kebutuhan
dosen dan kebutuhan mahasiswa. Saat data dianalisis kemudian dilakukan
interpretasi hasil analisis masalah dan pertanyaan dari penelitian yang
kemudian ditarik kesimpulannya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
�� Hasil data penelitian atau analisis
data penelitian, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, menjadi dasar untuk
penyelidikan atau analisis lebih lanjut terhadap pengembangan lingkungan
pembelajaran berbasis web. Dengan menggunakan model ADDIE yang dibuat, sangat memungkinkan
untuk digunakannya sebagai produk penelitian dan pengembangan, terutama pada
topik penelitian sosial. Pengembangan di lingkungan pembelajaran berbasis web
dilakukan melalui serangkaian proses atau tahapan kegiatan berdasarkan teori
pengembangan model ADDIE.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis web terkait penelitian dengan
format pembelajaran yang valid dan andal yang dirancang oleh peneliti dan ahli
yang disetujui dan dianalisis dengan hasil yang sangat berguna baik secara teoritis
maupun eksperimental. Inti dari pengembangan pembelajaran berbasis web
didasarkan pada model ADDIE. Pada langkah 3 yang dikenal sebagai fase
pengembangan. Karena pada tahap ini, produk yang dirancang oleh peneliti telah
divalidasi oleh para ahli. Validasi ini berupa saran atau masukan ahli, dengan
penilaian di sertai penilaian dalam bentuk skor penilaian ahli atau penulis
diolah secara statistik dan merupakan dasar untuk memutuskan apakah perangkat
tersebut valid atau reliabel.
��������������� Analisis deskriptif hasil
pengembangan media pembelajaran berbasis web pada mata kuliah Pemrograman Web
menggunakan model ADDIE dapat didasarkan pada empat hal utama: 1) hasil
verifikasi ahli materi yang digunakan dalam pembelajaran website, 2) hasil validasi Media Pembelajaran oleh ahli, 3) hasil
umpan balik dosen melalui penerapan pembelajaran berbasis website di kelas, 4) tanggapan mahasiswa melalui aplikasi
penelitian website dalam kelompok
kecil mahasiswa di dalam kelas (Wilkinson (1994)). Keempat hal tersebut
menggambarkan profesionalisme dosen dalam perencanaan, pelaksanaan dan
penilaian pembelajaran.
Dalam
penelitian ini, perencanaan peneliti tidak lebih dari tahap analisis. Pada
tahap ini peneliti menganalisis kebutuhan setiap mahasiswa, masalah yang
dihadapi, kemampuan mahasiswa, dan keberhasilan hasil. Tahap ini juga menjadi
dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian sebelum melakukan proses
pembelajaran. Untuk melihat dan menilai secara keseluruhan respon dan tanggapan
mahasiswa terhadap kualitas bahasa, kualitas isi, dan kualitas penyajian produk
bahan ajar dalam instrumen berupa angket. Untuk lebih jelasnya dituangkan dalam
tabel 1
Tabel 1 Tabulasi Hasil Respon
Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Berbasis Website.
|
No |
Aspek yang direspon |
Respon Mahasiswa |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
A. |
Aspek
Kebahasaan |
� |
� |
|
1 |
Apakah
anda suka dengan unsur kebahasaan materi pelajaran yang� ada diwebsite
ini? |
100%
|
- |
|
2 |
Menurut pendapat anda, apakah pembelajaran berbasis website dengan penggunaan bahasa
seperti ini memudahkan dalam belajar secara mandiri? |
100%
|
- |
|
3 |
Apakah bahasa dan kalimat yang digunakan dalam website ini mudah dipahami? |
100%
|
- |
|
4 |
Apakah Anda menyukai tampilan dan nuansa dari teks, gambar/gambar,
video yang disajikan di website ini? |
90% |
10% |
|
B. |
Aspek
Pemrograman |
� |
� |
|
5 |
Apakah
Anda puas dengan pembelajaran online Anda |
100%
|
- |
|
6 |
Apakah opsi menu dalam panduan web ini jelas? |
100% |
- |
|
7 |
Apakah tips dalam panduan web ini mudah dipahami? |
100% |
- |
|
8 |
Apakah mudah menemukan/menemukan dokumentasi di situs ini? |
93% |
7% |
|
C. |
Aspek tampilan |
� |
� |
|
9 |
Tertarik dengan tampilan situs ini? |
100% |
- |
|
10 |
Apakah wallpaper, warna, dan gambar pada halaman ini menarik? |
100% |
- |
|
11 |
Apakah gambar, font, dan ukuran font sesuai di situs ini? |
100% |
- |
|
12 |
Apakah Anda tertarik dengan video dan gambar yang disajikan di website
ini? |
100% |
- |
|
D. |
Aspek Keterlaksanaan |
� |
� |
|
13 |
Apakah informasi tentang website ini dapat memotivasi Anda untuk
mengambil mata kuliah di bidang pendidikan dan teknologi komputer? |
100% |
- |
|
14 |
Apakah situs ini memberikan contoh yang lebih cocok untuk penggunaan
sehari-hari? |
100% |
- |
|
15 |
Apakah website ini memfasilitasi pembelajaran kapan saja, dimana saja? |
85% |
12% |
Berdasarkan Tabel 1, dimensi bahasa 100% mencakup 3 komponen, 1 komponen
mencakup 90%, dimensi pemrograman 100% mencakup 3 komponen, nilai 1 komponen
adalah 90%, nilai total Komponen tampilan 100%, dan aspek penerapan 100%
meliputi 3 komponen dan 1 komponen adalah 85% untuk pengajaran. On line. Selain
itu, berdasarkan tanggapan peserta, peneliti mengedit produk di website dalam
bentuk versi font, ilustrasi, presentasi video, dokumen yang diedit sehingga
website dapat dengan mudah dilihat, pencarian dan modifikasi.
Itu membuat belajar mudah sehingga dapat digunakan kapan saja dan di mana
saja. Mengenai revisi materi, peneliti telah menambahkan beberapa bahan ajar
sehingga bahan ajar yang digunakan tidak hanya satu tetapi beberapa bahan ajar
yang terkait. Untuk melihat hasil review produk ini dengan meningkatkan hasil
umpan balik pembelajaran mahasiswa di website. Untuk melihat umpan balik
mahasiswa setelah menguji produk seperti yang dijelaskan pada tabel 2
Tabel 2
Tabel Hasil Respon Mahasiswa Terhadap Pembelajaran
Berbasis
Website (Setelah revisi Produk)
|
No |
Aspek
yang direspon |
Respon
Mahasiswa |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
A. |
Aspek
linguistic/ Kebahasaan |
� |
� |
|
1 |
Apakah
Anda puas dengan aspek bahasa dari topik di situs web ini? |
100%
|
- |
|
2 |
Apakah
menurut Anda suasana belajar di situs dengan bahasa seperti itu memfasilitasi
pembelajaran mandiri? |
100%
|
- |
|
3 |
Apakah
bahasa atau ungkapan yang digunakan mudah dimengerti? |
100%
|
- |
|
4 |
Apakah
tertarik dengan tampilan font, ilustrasi/foto, video yang disajikan di situs
pelatihan ini? |
100%
|
- |
|
B. |
Aspek
Pemrograman |
� |
� |
|
5 |
Apakah
Anda puas dengan pembelajaran online Anda? |
100%
|
- |
|
6 |
Apakah
pilihan menu dalam panduan web ini jelas? |
100%
|
- |
|
7 |
Apakah
pengetikan dalam panduan web ini mudah dimengerti? |
100%
|
- |
|
8 |
Apakah
mudah menemukan/menemukan dokumentasi di situs ini? |
100%
|
- |
|
. |
Aspek
Tampilan |
� |
� |
|
9 |
Apakah
Anda tertarik dengan tampilan situs ini? |
100%
|
- |
|
10 |
Apakah
wallpaper, warna dan gambar di situs ini menarik? |
100%
|
- |
|
11 |
Apakah
gambar, font dan ukuran font pada situs ini sesuai? |
100%
|
- |
|
12 |
Apakah Anda tertarik dengan video dan gambar yang disajikan di website
ini? |
100%
|
- |
|
D. |
Aspek
Keterlaksanaan |
� |
� |
|
13 |
Apakah pembelajaran melalui website ini dapat dimotivasi untuk
terlibat dalam teknologi pendidikan dan media pembelajaran? |
100%
|
- |
|
14 |
Apakah situs ini memberikan contoh yang lebih tepat untuk digunakan
dalam kehidupan sehari-hari? |
100%
|
- |
|
15 |
Apakah website ini memfasilitasi pembelajaran kapan saja, dimana saja? |
100%
|
- |
��������������� Berdasarkan Tabel 2 terlihat
bahwa semua aspek memiliki nilai 100% setelah menerima revisi produk. Artinya
mahasiswa tertarik menggunakan Internet, sehingga tidak perlu mengedit produk.
A. Pengujian
produk pada ahli
Dua ahli terlibat dalam proses ahli ini: (1) spesialis materi, (2)
spesialis komunikasi. Dalam penelitian ini melibatkan tim ahli materi, ahli
media Evaluasi dilakukan dengan cara mengajukan angket berupa lembar jawaban
dengan satu pertanyaan kepada ahli penelaah materi dan penilaian terhadap media
yang digunakan. Para ahli mengisi kuesioner setelah memeriksa dan menggunakan
materi dan lingkungan belajar yang dikembangkan di situs media pendidikan.
Rata-rata hasil penilaian diuraikan sebagai berikut.
Tabel 3 Tabulasi Hasil
Angket Dosen Dalam Pembelajaran Pemrograman Web Berbasis WebSite
|
No. |
Aspek yang direspon |
Respon Dosen |
|
|
Ya |
Tidak |
||
|
A. |
Aspek Pembelajaran |
� |
� |
|
1 |
Apakah materi di website ini konsisten dengan Indikator Pencapaian
Kompetensi, Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD)? |
√ |
� |
|
2 |
Apakah indikator keberhasilan di situs ini konsisten dengan literatur?
️ |
√ |
� |
|
3 |
Apakah urutan dan formasi penyampaian materi sudah sesuai? ️ |
√ |
� |
|
4 |
Apakah menyajikan dokumen dengan gambar dan video bagus untuk web? ️ |
√ |
� |
|
B. |
Aspek Bahasa |
� |
� |
|
5 |
Apakah situs web ini telah menyesuaikan bahasa dengan tingkat berpikir
siswa? |
� |
√ |
|
6 |
Apakah tata bahasa dan ejaan dokumen Web membuatnya mudah dipahami? |
� |
√ |
|
7 |
Apakah kesederhanaan bahasa dan kata-kata di situs ini masuk akal? |
√ |
� |
|
8 |
Bisakah materi di situs ini memicu rasa ingin tahu? ️ |
√ |
� |
|
C. |
Aspek Kelengkapan Media |
� |
� |
|
9 |
Apakah ada daftar lengkap materi di situs ini? |
√ |
� |
|
10 |
Apakah situs ini memiliki nama lengkap dan deskripsi? |
√ |
� |
|
11 |
Apakah situs ini dilengkapi dengan gambar dan video? ️ |
√ |
� |
|
D. |
Aspek Keterlaksanaan |
� |
� |
|
12 |
Bisakah pembelajaran dengan situs ini termotivasi untuk terlibat dalam
teknologi pendidikan dan media pembelajaran? ️ |
√ |
� |
|
13 |
Apakah situs ini memberikan contoh yang lebih akurat untuk diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari? |
√ |
� |
|
14 |
Apakah website ini cocok sebagai media pendidikan? ️ |
√ |
� |
|
15 |
Sudahkah Anda membuat situs web ini mudah dipelajari dan digunakan
kapan saja, di mana saja? ️ |
√ |
� |
|
Rata-rata |
87% |
13% |
|
Tabel 3 dapat
dilihat dari hasil feedback mahasiswa untuk pembelajaran berbasis web ini bahwa
skor pada kategori Ya sebesar 87% dan pada kategori Tidak sebesar 13%. Jika
ingin mencapai skor tersebut, peneliti akan mengevaluasi berdasarkan umpan
balik dosen. Revisi dilakukan agar tingkat berpikir mahasiswa dalam penggunaan
bahasa mudah dipahami oleh mahasiswa. Hasil penilaian menghasilkan peningkatan
skor 100% untuk semua aspek yang dinilai. Jawaban dosen dijelaskan pada Tabel
4.
Tabel 4 Instrumen Angket Dosen Dalam Pembelajaran Berbasis WebSite
|
No � |
Aspek yang direspon � |
Respon Dosen |
|
|
Ya � |
Tidak � |
||
|
A.� |
Aspek Pembelajaran� |
� |
� |
|
1� |
Apakah materi di situs
ini cocok dengan� Indikator Pencapaian
Kompetensi , Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD)?� |
√�
|
� |
|
2� |
Apakah metrik keberhasilan di situs ini
konsisten dengan literatur? |
√�
|
� |
|
3� |
Apakah urutan penyajian materi dan
pelatihan sudah sesuai? ️ |
√�
|
� |
|
4� |
Apakah penyajian materi dengan gambar dan
video bermanfaat bagi situs? ️ |
√�
|
� |
|
B.� |
Aspek�
linguistik /Kebahasaan� |
� |
� |
|
5� |
Apakah situs web telah
menyesuaikan bahasa dengan tingkat berpikir mahasiswa? ️ |
√�
|
� |
|
6� |
Apakah tata bahasa dan
ejaan dokumen Web membuatnya lebih mudah untuk dipahami? ️ |
√�
|
� |
|
7� |
Apakah bahasa dan istilah di situs web ini
sesuai? ️ |
√�
|
� |
|
8� |
Apakah materi di situs ini menarik? |
√�
|
� |
|
C.� |
Aspek Kelengkapan Media� |
� |
� |
|
9� |
Apakah ada daftar lengkap materi di situs
ini? |
√�
|
� |
|
10� |
Apakah situs ini memiliki nama lengkap dan
deskripsi? |
√�
|
� |
|
11� |
Apakah situs ini dilengkapi dengan gambar
dan video? |
√�
|
� |
|
D.� |
Aspek Keterlaksanaan� |
� |
� |
|
12� |
Bisakah pembelajaran
dengan situs ini termotivasi untuk terlibat dalam teknologi pendidikan dan
media pembelajaran? |
√�
|
� |
|
13� |
Apakah situs ini
memberikan contoh yang lebih akurat untuk diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari? |
√�
|
� |
|
14� |
Apakah website ini cocok sebagai media
pendidikan? |
√�
|
� |
|
15� |
Sudahkah Anda membuat situs web ini mudah
dipelajari dan digunakan kapan saja, di mana saja? |
√�
|
� |
Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa web dapat memberikan hasil yang
baik, terutama semua aspek memiliki nilai 100% setelah menerima meningkatkan
hasil belajar mahasiswa sehingga revisi produk. Artinya, berdasarkan masukan
dosen, produk tidak perlu disesuaikan. penggunaan jejaring sosial untuk
pembelajaran di
Tabel 5 Penilaian Keefektifan Produk Pembelajaran Berbasis Website
|
No� |
Aspek yang Diamati |
Kategori� |
|
|
Ya� |
Tidak |
||
|
1� |
Pembelajaran dapat memicu
minat atau motivasi mahasiswa untuk belajar. |
√�
|
� |
|
2� |
Pembelajaran dapat
mendorong siswa untuk lebih percaya diri dan terlibat dalam kegiatan
interaktif dengan guru. |
√�
|
� |
|
3� |
mahasiswa dapat belajar secara mandiri. |
√�
|
� |
|
4� |
Cukup penasaran untuk tidak menyerah. |
√�
|
� |
|
5� |
Kemampuan untuk bekerja
dalam kelompok dan belajar secara bersamaan |
√�
|
� |
|
6� |
Menumbuhkan mahasiswa
yang berdedikasi tinggi serta aktif dalam mengerjakan tugas.� |
√�
|
� |
|
� |
Jumlah�
|
100%�
|
-� |
Hasil penelusuran peneliti menggunakan ilmu sosial dan keterampilan
mengajar berbasis web antara lain: mahasiswa lebih mudah belajar sendiri tanpa
merasa orang lain merasa kesulitan dari tugas yang mereka kerjakan, dan
mahasiswa lebih mudah menemukan keterampilan yang baik. Apa yang telah mereka
capai dan keterampilan apa yang belum mereka peroleh? Untuk lebih jelasnya
berikut ini kami sajikan hasil evaluasikefek produk yang tercantum pada Tabel 5
Tabel 6 Perbandingan Keefektifan Pembelajaran Berbasis Website
|
No � |
Kelas Yang Menggunakan
Pembelajaran Berbasis Website
|
Kelas Yang Tidak
Menggunakan Pembelajaran Berbasis
Website |
|
1� |
Pembelajaran berbasis website memberikan
kepercayaan diri kepada mahasiswa dalam berinteraksi dengan dosen.� |
mahasiswa hanya duduk termenung dan tidak
ada keaktifan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa� |
|
2� |
mahasiswa merasa lebih mudah untuk belajar
sendiri tanpa merasa bahwa orang lain melihat kemajuan mereka. |
Karena sulitnya tugas yang mereka lakukan,
mahasiswa tidak dapat belajar sendiri karena dalam hal ini mahasiswa hanya
berperan sebagai penerima informasi. |
|
3� |
Mahasiswa dapat bekerja dalam kelompok
karena menguntungkan mahasiswa yang kurang mampu membangun rasa percaya diri
mahasiswa lain. Mahasiswa tidak diperbolehkan bekerja dalam kelompok. |
mahasiswa belum bisa untuk ��� bekerja�
sama secara berkelompok� |
|
4� |
mahasiswa bisa mengetahui dan menargetkan
keterampilan mana yang telah terpenuhi dan keterampilan mana yang belum
terpenuhi� |
mahasiswa belum bisa mengetahui
keterampilan mana yang terpenuhi� |
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pengembangan studi web pada dokumen
kegiatan ekonomi, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. 1. Pengembangan penelitian sosial berbasis web Pengajaran
dengan model ADDIE cukup efektif untuk digunakan sebagai lingkungan pengajaran.
�2. Rating
verifikator dokumen pekerjaan sosial berbasis web cukup tinggi untuk digunakan. Komentar pakar bahwa media sangat cocok digunakan
DAFTAR PUSTAKA
Arif, Nur Safri. (2017).
Linearitas Nilai Ketuhanan Dan Kemanusiaan Studi Kasus Spiritual Waria di
Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta. Jurnal Empirisma, 26, 15�16.
Arsyad, Azhar. (2013).
Media pembelajaran edisi revisi. Jakarta: Rajawali Pers, 24 (4).
Asmawati, Andi, &
Dalming, Taufiq. (2019). Pengembangan Media Animasi Flash Asam Basa dengan
Metode Hannafin dan Peck. Quantum: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 10
(2), 104�112.
Budi, Budi, &
Nurjayanti, Brian. (2012). Pengembangan Metode Pembelajaran Online Berbasis
E-learning (studi kasus mata kuliah bahasa pemrograman). Jurnal Sains
Terapan: Wahana Informasi Dan Alih Teknologi Pertanian, 2 (1),
59�66.
Cholid, Angga Achmad,
Elmunsyah, Hakkun, & Patmanthara, Syaad. (2016). Pengembangan model web
based learning pada mata pelajaran jaringan dasar paket keahlian tkj pada smkn
se-kota malang. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1
(5), 961�970.
Darmansyah, Darmansyah.
(2010). Pembelajaran Berbasis Web: Teori, Konsep dan Aplikasi.
Ellis, Ryann K. (2009).
Field guide to learning management systems. ASTD Learning Circuits, 1�8.
Faslah, Roni. (2011).
Pemanfaatan Internet Dalam Pengembangan Konsep Ips Dan Implikasinya Terhadap
Pembelajaran Bermakna. Jurnal Ilmiah Econosains, 9 (2), 167�170.
Hendriyani, Yeka,
Delianti, Vera Irma, & Mursyida, Lativa. (2018). Analisis kebutuhan
pengembangan media pembelajaran berbasis video tutorial. Jurnal Teknologi
Informasi Dan Pendidikan, 11 (2), 85�88.
Januarisman, Erwin,
& Ghufron, Anik. (2016). Pengembangan media pembelajaran berbasis web mata
pelajaran ilmu pengetahuan alam untuk siswa kelas VII. Jurnal Inovasi
Teknologi Pendidikan, 3 (2), 166�182.
Klein, James, &
Richey, R. (2007). Design and development research. Mahwah, New Jersey:
Lawrence Erbaulm Associates.
Macalister, John, &
Nation, I. S. Paul. (2019). Language curriculum design. Routledge.
Pratomo, Adi, &
Irawan, Agus. (2015). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis web
menggunakan metode Hannafin dan Peck. POSITIF: Jurnal Sistem Dan Teknologi
Informasi, 1 (1).
Sugiyono. (2016). Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (PT Alfabet). Bandung.
Sutedja, Adang, &
Ahmaddien, Iskandar. (2020). Pengantar Statistika.
Sutopo, Ariesto Hadi.
(2012). Teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan. Yogyakarta:
Graha Ilmu, 131�134.
Waldopo, W. (2011).
Analisis kebutuhan terhadap program multi media interaktif sebagai media
pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 17 ( 2), 244�253.