PENERAPAN
AKUNTANSI PADA UMKM TENUN MAK NGAH KABUPATEN BENGKALIS
Indah Suriyanti1, Nadia Afsari2, Rizka Ayuni3
Sekolah
tinggi agama islam ( STAIN ) Bengkalis
[email protected], [email protected] , [email protected]
Abstrak:
Badan pusat
statistik mencatat pada tahun 2022, UMKM di Indonesia sudah mencapai 8,71 juta
unit usaha. Hal ini dapat menyerap tenaga kerja serta meningkatkan kesejahteran
hidup masyarakat dan akan berdampak positif dalam meningkatkan ekonomi negara.
Penelitian ini akan mengambil obyek UMKM Tenun Mak Ngah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan akuntansi pada UMKM dan
mengetahui persepsi tentang pentingnya penerapan akuntansi dalam kegiatan
usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
fenomenologi. Data diambil menggunakan metode wawancara dan proses wawancara
menggunakan pertanyaan sistematis yang telah di susun peneliti sesuai dengan
tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada UMKM Tenun Mak
Ngah melakukan penerapan akuntansi dengan pencatatan yang sederhana, namun
tidak selalu membuat laporan keuangan dikarenakan keterbatasan waktu dan
pengetahuan oleh pembuat laporan keuangan. Selain membuat pencatatan akuntansi
yang sederhana, UMKM Tenun Mak Ngah juga melakukan pencatatan untuk perencanaan
dan target pejualan. Dari hasil wawancara, pemilik memiliki persepsi bahwa
penerapan akuntansi sangat penting karena pemilik menerima manfaat yaitu dapat
mengajukan KUR dan menentukan langkah di masa yang akan datang.
Kata kunci: UMKM, Penerapan Akuntansi.
Abstract:
The
Central Statistics Agency noted that by 2022, MSMEs in Indonesia had reached
8.71 million business units. This can absorb labor and improve people's welfare
and will have a positive impact on improving the country's economy. This
research will take the object of UKM Mak Ngah Weaving. This study aims to find out how accounting is
applied to SMEs and to find out perceptions about the importance of applying
accounting in business activities. This study uses a qualitative approach to
the type of phenomenological research. Data were collected using the interview
method and the interview process used systematic questions that had been
arranged by the researcher according to the research objectives. The results of
this study indicate that the Mak Ngah
Weaving simple accounting records, micro small medium enterprises implements accounting with simple recording, but
does not always make financial reports due to time and knowledge limitations by
financial report makers. In addition to making simple accounting records, micro
small medium enterprises Mak Ngah Weaving also keeps records for sales planning and
targets. From the interview results, the owner has the perception that the
application of accounting is very important because the owner receives
benefits, namely being able to apply for KUR and determine future steps
Keywords:
Micro Small Medium Enterprise, Accounting Application.
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Indah Suriyanti
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pada
era digital, masyarakat indonesia memiliki kemudahan bertransaksi dalam
berbagai hal dengan mudah. Hal ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha baik itu dari
sektor mikro, kecil dan menengah untuk mengenalkan produk yang dihasilkan
dengan jangkauan yang luas dan menghemat biaya (Hadi & Zakiah, 2021). Badan pusat statistik
mencatat pada tahun 2022, UMKM di Indonesia sudah mencapai 8,71 juta unit
usaha. Hal ini dapat menyerap tenaga kerja serta meningkatkan kesejahteran
hidup masyarakat.
Salah
satu tantangan utama yang dihadapi oleh wirausahawan UMKM adalah terkait dengan
pengelolaan dana. Pengelolaan dana yang baik merupakan faktor kunci yang dapat
menyebabkan keberhasilan atau kegagalan UMKM (Yuliachtri, Ghozali, Yanti, &
Sabrina, 2020). Meskipun banyak faktor lain yang mempengaruhi
UMKM tetapi persoalan- persoalan di UMKM lazimnya muncul akibat kegagalan
mengelola dana (Permatasari, 2015). Metode praktis dan manjur
dalam pengelolaan dana pada UMKM adalah dengan menerapkan akuntansi dengan
baik. Dengan demikian, akuntansi menjadikan UMKM dapat memperoleh berbagai
informasi keuangan yang penting dalam menjalankan usahanya. Informasi keuangan
yang dapat diperoleh UMKM antara lain informasi kinerja perusahaan, informasi
penghitungan pajak, informasi posisi dana perusahaan, informasi perubahan modal
pemilik, informasi pemasukan dan pengeluaran kas.
Inisiatif
utama dalam pengelolaan dana adalah mempraktikan akuntansi dengan baik. Dengan
akuntansi yang memadai maka UMKM dapat memenuhi persyaratan dalam pengajuan
kredit berupa laporan keuangan, mengevaluasi kinerja, mengetahui posisi
keuangan dan menghitung pajak (Kurniawati, Nugroho, & Arifin, 2012). Masalah keuangan terkait
dengan UMKM sedikit berbeda dengan usaha berskala besar (Suci, 2017). Pada usaha berskala besar
umumnya menggunakan metode akrual dalam pencatatan akuntansinya, sedangkan pada
UMKM umumnya menggunakan metode berbasis kas yang mengakui pendapatan dan beban
ketika kas diterima atau dikeluarkan (Shahreza, Lindiawatie, & Ria, 2022). Salah satu UMKM yang
membutuhkan akuntansi adalah usaha pertokoan. Akuntansi yang diperlukan pada
usaha pertokoan meliputi pencatatan dan pelaporan keuangan (Saputra, 2018). Melalui pencatatan dan
pelaporan keuangan dapat mengetahui posisi usahanya, jumlah piutang, hutang,
persediaan, penjualan, dan laba tiap periode. Pencatatan dan pelaporan keuangan
sangat berguna untuk proses pengambilan keputusan suatu bisnis untuk melanjutkan
usaha mereka.Walaupun akuntansi menyediakan informasi keuangan yang penting
bagi kesuksesan UMKM tetapi sampai saat ini masih banyak UMKM yang belum
menerapkan akuntansi dalam usahanya.
Sebagian
besar pengusaha tidak mengetahui laba yang didapatkan, mereka menjawab bukan
dengan nominal angka rupiah melainkan dengan benda-benda berwujud seperti
motor, rumah, atau mobil (Rohmatunnisa, 2021). Jawaban tersebut tidak
menggambarkan laba yang sebenarnya didapatkan oleh perusahaan karena itu merupakan
salah satu penggunaan dana yang mungkin didanai dari laba atau justru dari
utang ataupun pengambilan modal pemilik. Karena hal itulah penulis ingin
meneliti tentang penerapan akuntansi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
khususnya usaha tenun mak ngah yang berada di desa senderak, Kabupaten
Bengkalis.
Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini adalah
masih banyak usaha kecil yang kurang menyadari peranan akuntansi bagi suatu
usaha. Apabila akuntansi ini diterapkan dengan baik dan memadai maka dapat
membantu peningkatan usaha mereka dan dapat menghasilkan suatu laporan yang
dapat dipercaya dan handal sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam
keperluan oleh pengelola usaha.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi.� Menurut (Creswell,
2014) fenomenologi merupakan strategi di mana peneliti
mengidentifikasi fenomena berdasar pengalaman manusia terhadap suatu peristiwa
tertentu (Habsy, 2017). Pada penelitian
ini juga digunakan sudut pandang naratif dengan prosedur restoring, yaitu
menceritakan kembali sesuai pengalaman seorang individu, di mana peneliti
memulai dengan suatu peristiwa penting dalam kehidupan sang partisipan (Kusumawardhany, 2020).
Data diambil
menggunakan metode wawancara kepada salah satu pengusaha UMKM di Kota
Bengkalis, yaitu ibu Ruzita ( 44 tahun ) seorang pemilik usaha yang bernama
Tenun Mak Ngah.
HASIL DAN PEMBAHASAN
�� Narasumber dari penelitian ini
adalah ibuk Rozita ( 44 tahun ) seorang pelaku UMKM di bidang industri dengan
nama usaha Tenun Mak Ngah. Tenun Mak Ngah merupakan usaha yang berlokasi desa
Senderak Kabupaten Bengkalis. Usaha ini mulai beroperasi sejak 15 tahun yang
lalu sekitar tahun 2008. Awalnya usaha ini merupakan usaha perorangan yang
bersifat home industry,yang hanya
menggunakan satu buah peralatan untuk menenun dengan modal sendiri. Setelah
mempunyai modal dari usaha tenunnya itu, beliau pun membeli peralatan tenun
lagi untuk merekrut karyawan. Setelah berjalan waktu sekarang usaha tenun Mak
Ngah ini sudah memiliki karyawan sebanyak 25 orang.� Adapun omset perbulan yang dihasilkan oleh
tenun Mak Ngah sekitar 50.000.000 ( lima puluh juta ) sampai 100.000.000 (
seratus juta ) perbulan.
Modal
usaha atau laba yang diterima dari usaha ini tidak pernah dilakukan pencatatan
akuntansi dan semua pendapatan yang masuk berkumpul menjadi satu dengan uang
pribadi. Pada saat peneliti menggali informasi alasan ibuk Rozita tidak
melakukan pencatan akuntansi, beliau menjelaskan bahwa �� untuk menjaga sistem keamanan harga karena
ada harga tertentu yang harus ditetapkan untuk sistem jual antara pembeli� eceran dan grosir.�
Dapat
dijelaskan bahwa dalam memulai usaha modal pribadi dan uang bercampur menjadi
satu, sehingga pemilik usaha tidak mengetahui secara pasti jumlah keluar
masuknya uang untuk kegiatan usaha. Sembiring dan Duma telah menjelaskan bahwa
pelaku UMKM menganggap tidak perlu melakukan pemisahan keuangan karena semua
yang diperoleh merupakan harta pribadi dan memiliki kepentingan yang sama. Para
pelaku UMKM cenderung menginginkan agar usaha segera jalan, dapat mendukung
kesejahteraann pemilik, dan kalau bisa menambah cabang. Urusan administrasi
bagi pelaku umkm belum bisa menjadi prioritas utama. Ada beberapa alasan yang
menyebabkan tata administrasi usaha belum fokus para UMKM. Diantaranya, pelaku
UMKM kerjanya serba merangkap. Merangkap sebagai pemilik, pengelola, marketing dan keuangan praktis (Sembiring & Elisabeth, 2018).
Peneliti
juga menanyakan hasil dari Tenun Mak Ngah yang sudah dicapai diwujudkan dalam
bentuk apa saja, pemilik mengatakan bahwa �Alhamdulillah. hasil dari usaha
tenun ibu mulai dari 2 buah mesin tenun sekarang sudah 11 buah mesin tenun
pribadi milik ibu,dan Ada� juga yg lain
seperti tanah kebun, mobil dan rumah sewa yg sedang ibu bangun sekarang juga
dari hasil usaha tenun ibu.alhamdulillah. Semoga Allah melimpahkan rezeki yg
tak putus buat ibu dan keluarga.�
Perhitungan
laba atau rugi dilakukan dengan ringkas. Catatan yang perlu dibuat adalah
tentang jumlah uang yang keluar untuk membeli bahan benang untuk bertenun lalu
dikonfrontasikan derngan jumlah uang yang masuk dari hasil tenun, jika ada sisa
maka usaha tersebut mengalami keuntungan (laba). Sejauh tidak ada peraturan dan
pemeriksaan yang mewajibkan UMKM� untuk
membuat laporan keuangan jadi urusan nanti saja perihal membuat laporan
keuangan tersebut. Jika ada keperluan yang mensyaratkan maka laporan keuangan
akan dibuat.
Pada
usaha Tenun Mak Ngah, pembuatan laporan keuangan bukanlah kegiatan yang rutin
karena keterbatasan waktu dan pengetahuan untuk menyusunnya sehungga bagi
pemilik pencatatan kegiatan transaksi harian sudah mewakili sebagai pengganti
laporan keuangan . selain itu, pencatatan yang dilakukan tidak menggunakan
bahasa akuntansi, namun menggunakan istilah yang memudahkan pembuat dalam
penyusunan jurnal. Pencatatan tersebut�
meliputi pencatatan penjualan harian, gaji karyawan,dan penyusunan
target penjualan bulanan. Hasil penelitian (Sembiring & Elisabeth, 2018) mengungkapkan hasil
bahwa pembuatan jurnal, pelaku UMKM sudah merasa dapat membuat laporan
keuangan, dan tidak perlu memindahkan kedalam buku besardan membuat neraca
saldo. Hal ini karena pelaku UMKM merasa memindahkan ke buku besar dan membuat
neraca saldo adalah rumit dan membutuhkan waktu sehingga tidak efektif. Dari
penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa adnya pencatatan harian merupakan
kecukupan untuk mengontrol kegiatan usaha tanpa perlu melalui tahapan siklus
akuntansi. Bagi pemilik, beban operasional dan target penjualan yang tercapai
sudah mencukupi kebutuhan pemilik dalam kegiatan usaha. Padahal dengan melakukan
pencatatan yang sesuai dengan siklus akuntansi, akan lebih memudahkan pemilik
usaha untuk mengetahui angka pasti total beban operasional maupun laba usaha.
Hal ini sesuai dengan paparan ibuk Rozita sebagai pelaku usaha tenun Mak Ngah.
Secara
umum pemilik UMKM memandang penerapan pencatatan akuntansi bukan suatu
kewajiban yang harus dilaksanakan dalam kegiatan usaha karena hal yang penting
menurut pelaku UMKM ialah dapat bertahan. Selain itu, laba yang diperoleh
sering kali digunakan untuk kepentingan pribadi pemilik. Banyaknya pemikiran
tersebut menyebabkan pelaku UMKM seringkali menyebabkan tidak bertambah majunya
kegiatan usaha yang dijalankan. Apabila pemilik berkeinginan melakukan
pemisahan harta dan menerapkan akuntansi, pemilik akan terbantu dalam
mengetahui jumlah keseluruhan harta dan mengontrol kinerja usaha. Dengan
melaksansakan penerapan akuntansi juga akan membantu pemilik dalam menentukan
strategi yang akan di ambil. Hal ini mendukung penelitian (Kusumawardhany,
2020) yang mejelaskan bahwa hasil pencatatan yang baik akan dapat digunakan
sebagai dasar dalam pengambilan keputusan serta pengajuan kredit pada bank
untuk mendapatkan penambahan modal (Kusumawardhany, 2020). Sesuai� dengan hasil pada penelitian ini bahwa dengan
pembuatan laporan keuangan, maka pengajuan kredit KUR pemilik UMKM diterima.
Manfaat lainyang diterima pemilik UMKM ialah memberikan informasi yang tepat
dalam pelaksanaaan kegiatan usaha, serta dapat merancang langkah yang akan
dilaksanakan guna memperkuat atau memperluas kegiatan operasi usaha yang
ditekuni.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan
pembahasan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya penerapan
akuntansi pada UMKM Tenun Mak Ngah, namun sifatnya tidak konsisten artinya
penerapan akuntansi yang dilaksanakan hanya sebatas pembuatan jurnal umum
sederhana dengan penyesuaian bahasa pembuat sesuai dengan pemahamannya. Selain
itu, dalam pelaksanaan penyusunan laporan keuangan hanya disusun untuk memenuhi
pengajuan KUR. Padahal saat dilakukan wawancara, pemilik mengakui adanya
manfaat yang diperoleh apabila adanya penyusunan laporan keuangan. Saran untuk
penelitian selanjutnya adalah dengan menambah jumlah jumlah obyek penelitian
dan variasi jenis usaha UMKM dengan harapan hasil penelitian yang didapatkan
lebih valid serta menggambarkan keadaan yang sesungguhnya secara umum.
DAFTAR PUSTAKA
Creswell, Jhon W.
(2014). Research desing. Qualitative Methods. Validity and Reliability.
251-260. SAGE Publication, Inc. London ECIY ISP, United Kingdom.
Habsy, Bakhrudin All. (2017). Seni memehami
penelitian kuliatatif dalam bimbingan dan konseling: studi literatur. Jurnal
Konseling Andi Matappa, 1(2), 90�100.
Hadi, Demaz Fauzi, & Zakiah, Kiki. (2021).
Strategi Digital Marketing Bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk
Bersaing di Era Pandemi_Strategi Digital Marketing Bagi UMKM (Usaha Mikro Kecil
Menengah) untuk Bersaing di Era Pandemi. Competitive, 16(1),
32�41.
Kurniawati, Elisabeth Penti, Nugroho, Paskah Ika,
& Arifin, Chandra. (2012). Penerapan akuntansi pada usaha mikro kecil dan
menengah (UMKM). Jurnal Manajemen Dan Keuangan, 10(2).
Kusumawardhany, Sayeti Indah. (2020). Penerapan
Akuntansi pada UMKM Raja Eskrim di Kota Kediri. Jurnal Akuntansi Dan
Perpajakan, 6(2), 76�81.
Permatasari, Nurul Utami. (2015). Analisis
Penerapan Akuntansi Pada UMKM di Kelurahan Drajat Kecamatan Kesambi Kota
Cirebon. IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Rohmatunnisa, Layly Dwi. (2021). LINGKARAN MAKNA
AKUNTANSI BUKAN SEBATAS ANGKA. Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI),
5(2), 164�170.
Saputra, Dian. (2018). Analisis Penerapan Akuntansi
Pada Usaha Toko Kain Pakaian di Pasar Bawah Pekanbaru. VALUTA, 4(2),
96�115.
Sembiring, Yosephine, & Elisabeth, Duma Megaria.
(2018). Penerapan Sistem Akuntansi Pada Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Di
Kabupaten Toba Samosir. Jurnal Manajemen, 4(2), 131�143.
Shahreza, Dhona, Lindiawatie, Lindiawatie, & Ria,
Anita. (2022). PKM PENYULUHAN PENCATATAN KEUANGAN BAGI PELAKU USAHA MIKRO KECIL
PADA KELURAHAN MEKARSARI DEPOK. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bangun
Cipta, Rasa, & Karsa, 1(1), 14�20.
Suci, Yuli Rahmini. (2017). Perkembangan UMKM (Usaha
mikro kecil dan menengah) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 6(1),
51�58.
Yuliachtri, Saekarini, Ghozali, Rosalina, Yanti,
Darma, & Sabrina, Nina. (2020). Penerapan Akuntansi Pada Usaha Mikro Kecil
dan Menengah (UMKM) Khususnya Usaha Kemplang Krupuk Ikan Gabus Mang Arsyad dan
UMKM Pempek Kemplang Krupuk Nona. Journal of Dedicators Community,
73�79.
�