KOMUNIKASI
MEREK ONLINE DAN KONTEN DIGITAL PADA SOSIAL MEDIA DALAM PENINGKATAN BRAND
LOYALTY
Erik Surya Rama1, Yolanda Masnita Siagian2
Universitas Trisakti
Indonesia
[email protected], [email protected]
Abstrak:
Informasi yang
tersedia online untuk diunduh atau didistribusikan di media elektronik.
Komunikasi merek online dan konten digital merupakan salah satu bentuk metode
dalam peningkatan sebuah Brand Loyalty. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
pengaruh komunikasi merek online dan Konten digital, Self Brand
Connection, Brand Experience, Brand Loyalty. Penelitian
ini menggunakan kuesioner
google form dalam mengumpulkan
data yang dilakukan secara
online. Responden dari penelitian ini memiliki sebanyak 141 responden. Responden didominasi sebagian besar diisi oleh laki-laki. Dari segi usia kebanyakan
diisi oleh kalangan milenial. Penelitian ini memiliki keterbatasan dari segi pengisian
kuesioner pada daerah pengisian kuesioner lebih didomasi di daerah DKI Jakarta sehingga tidak dapat mewakili daerah lainnya. Saran untuk peneliti selanjutnya agar dapat memperluas daerah penelitian nya agar dapat mewakili berbagai daerah lain. Hasil penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel Self- Brand Connection dengan
Brand Experience dan Konten digital terhadap Brand
Loyalty. Penelitian
ini juga memiliki pengaruh yang saling positif antara tiap variabel nya.
Kata kunci: Brand
Experience, Brand Loyalty, Konten Digital, Self-Brand Connection
Abstract:
The
Information is available online for download or distribution in electronic
media. Online brand communication and digital content is a form of a method for
increasing Brand Loyalty. This study aims to examine the influence of online
brand communication and digital content, Self Brand
Connection, Brand Experience, and Brand Loyalty. This study uses a Google form
questionnaire to collect data that is done online. Respondents of this study
have as many as 141 respondents. Most of the respondents were filled with men.
In terms of age, most of them are filled by millennials. This study has
limitations in terms of filling out the questionnaire in the area where the
questionnaire is filled out, it is dominated by the DKI Jakarta area so it
cannot represent other regions. Suggestions for future researchers to be able
to expand their research area so that they can represent other regions. The
results of this study aim to determine the effect of the variable's Self-Brand
Connection with Brand Experience and Digital Content on Brand Loyalty. This
study also has a mutually positive influence on been each of its variables.
Keywords:
Brand Experience,Brand Loyalty,Konten
Digital,Self-Brand Connection
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Erik
Surya Rama
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pengertian
merek dalam pengertian (Kotler & Keller, 2009) adalah nama, simbol, istilah,
atau kombinasi dari berbagai konsep yang mewakili suatu produk, jasa, dan
perusahaan dengan cara yang membedakannya dari yang lain. Menurutnya, kegiatan
branding sangat erat kaitannya dengan berbagai kegiatan komunikasi dan konsep
yang dilakukan oleh organisasi sebagai bagian dari upaya branding. Dalam
perkembangannya, dengan maraknya penggunaan internet maka muncul istilah digital
brand, penggunaan digital brand dimulai pada era perkembangan internet sebagai
sarana komunikasi (Ferbita & Setianti, 2020). Menggunakan
internet adalah metode yang paling hemat biaya untuk membangun branding
dibandingkan dengan media tradisional lainnya. Pengertian digital branding juga
dijelaskan oleh Lotta Back (2018), digital branding yaitu saluran dan aset
digital sebagai positioning layanan atau produk yang digunakan untuk
mengkomunikasikan merek dan sebagai bagian dari program komunikasi (Purba, Robi, & Sadikin, 2021). Oleh karena itu, digital
branding bisa menjadi strategi bisnis dan brand planning yang membuat image dan
citra institusi menjadi berbeda. Misalnya dalam konsep pemasaran konvensional
atau tradisional dimana tenaga penjualan harus melalui proses komunikasi yang
panjang dengan calon konsumen untuk menjamin kualitas produk. Sementara itu,
branding sangat menekankan pada bagaimana konsumen terlibat dalam media sosial,
yang memungkinkan terjadinya interaksi yang dinamis untuk membahas merek (Hilda Rachmawati, 2021).
Terlepas
dari pentingnya hubungan merek dengan kinerja merek, penelitian terbatas telah
mengeksplorasi bagaimana SBC memotivasi keterlibatan (Kalipah, 2022). Koneksi merek diri
sangat berkorelasi dengan keterlibatan karena menghasilkan peningkatan
pemrosesan kognitif, serta tingkat pengaruh dan niat membeli yang lebih tinggi (Hapsari, Setiawan, Purwoko, & Adilla,
2022). Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan
asimilasi sosial dan menjadi bagian dari kelompok, karena mereka mewakili
perpaduan identitas dengan orang lain (Schmitt, 2012; Goldstein et al., 2008;
Simonet et al., 2016).Kebutuhan psikososial (Roy & Rabbanee, 2015). Hal
ini, pada gilirannya, memotivasi keinginan konsumen untuk mempertahankan
hubungan loyal dengan merek fokus (Simonet al., 2016). (Arafah, 2018) menemukan bahwa
konsumen dengan tingkat koneksi yang tinggi dengan merek mereka menyatakan
peningkatan niat untuk terlibat dengan merek tersebut.Teori
pertukaran sosial menunjukkan bahwa koneksi merek itu sendiri sangat penting
untuk keterlibatan karena konsumen melakukan�
perilaku hanya ketika mereka menciptakan nilai bagi mereka.
(Tendhuha, 2018) mengatakan total
populasi adalah 271,2 juta orang dengan pengguna mobile yang unik 338,2 juta
orang, 175,4 juta pengguna internet dan 160 juta pengguna jejaring sosial
aktif. Kehidupan internet sangat penting, dan hampir 90% anak muda menggunakan
kehidupan berbasis web. Ini adalah cara pemasar menggunakan internet dan media
sosial untuk melakukannya. Kirim informasi dengan mudah dan cepat ke jutaan
pelanggan potensial. (Ainurrofiqin,
2021) menemukan bahwa media sosial memberi pemasar peluang tambahan melacak
perhatian konsumen untuk membangun kesadaran merek dan keterlibatan konsumen.
Sejumlah perusahaan juga menggunakan media sosial sebagai tempat untuk
mengumpulkan pendapat,Ulasan dan kontribusi konsumen. Menjaga hubungan
perusahaan dengan pelanggan merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh
setiap perusahaan.
Self-Brand-Connection
Self-brand
Connection merupakan pembentukan koneksi diri dengan merek yang sudah dikenal sebagai koneksi personal brand, yang terjadi ketika
konsumen dan kepribadian pengguna memiliki hubungan yang erat ke merek yang
spesifik kemudian mereka memasukkanya kedalam identitas diri mereka (Chaplin
& Deborah, 2005).
Brand Experience
Bracus
et al. Dalam (Kotler &
Keller, 2016) Menjelaskan bagaimana pengalaman merek bisa Diukur melalui empat dimensi,
yaitu (1) sensorik mengalami; mengalami Konsumen berasal dari interaksi panca indera
seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan rasa, (2) pengalaman
emosional; menghasilkan Pengalaman konsumen diperoleh dari interaksi Perasaan
atau emosi tentang merek perasaan menyukai atau menyukai suatu merek, (3)
Pengalaman perilaku; penyebab pengalaman konsumen merek, Ciptakan pengalaman
dan pola tubuh perilaku yang ditunjukkannya tindakan positif, dan (4)
kecerdasan pengalaman; menyebabkan pengalaman Konsumsi berasal dari interaksi
ide Dengan merek seperti Pikiran Positif dan mendorong konsumen untuk
berpartisipasi Pertimbangkan kehadiran merek dengan hati-hati.
Konten Digital
Content
digital adalah informasi yang tersedia online untuk diunduh atau
didistribusikan di media elektronik. Banyak orang di industri konten
berpendapat bahwa konten online adalah segala sesuatu yang dapat
dipublikasikan.
Brand Loyalty
Schiffman
dan (Laksono &
Suryadi, 2020) mendefinisikan loyalitas merek sebagai pembelajaran
konsumen mengenai pembelian sebuah merek tanpa melihat alternatif lain yang
tersedia. Loyalitas merek merupakan inti yang menjadi gagasan dalam pemasaran,
karena hal ini merupakan suatu ukuran keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah
merek. Tak jarang ditemui jika konsumen yang telah loyal terhadap suatu merek
maka ketika melakukan pembelian dia hanya tertuju pada merek tersebut dan
mungkin tanpa memikirkan harga pada produk tersebut.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
terdiri dari empat variabel yang terdiri dari, self-brand connection memiliki 5
indikator pernyataan, brand experience memiliki 5 indikator, konten digital
memiliki 3 indikator pernyataan dan brand loyalty memiliki 7 indikator
pernyataan. Sumber data yang didapatkan lebih focus ke konsumen yang senang
bermain sosial media. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data secara
online menggunakan google form dan diisi dengan sebenar-benarnya yang kemudian
Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan realibilitas serta uji
goodness of fit. Penelitian ini juga menyertakan gambar output amos.
Responden merupakan
partisipan yang mengisi kuesioner dengan sejujur-jujurnya dan mengisi dengan
sebuah pengalaman yang telah dialami oleh responden tersebut. Responden
terdapat sebanyak 127 responden dari berbagai daerah dan berbagai usia. Dari
semua data yang dikumpulkan dapat dinyatakan bahwa semua data yang dikumpulkan
valid dan bisa melanjutkan analisis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel
1 Validitas dan Reabilitas
|
Konstruksi |
Validitas |
Reabilitas |
|
Self-Brand
Connection �
Brand x mencerminkan siapa saya �
Saya dapat mengidentifikasi Brand �
Saya memiliki hubungan yang baik dengan
Brand X �
Saya menggunakan Brand x untuk berkomunikasi �
Brand x merupakan cerminan diri saya |
0.844 0.773 0.844 0.792 0.817 |
0.872 |
|
Brand Exp�rience �
Brand X memberikan kesan yang baik kepada
saya �
Saya lebih informatif setelah menggunakan
Brand X �
Brand X lebih sering saya gunakan �
Brand X memiliki pengaruh besar dalam hidup
saya �
Brand X lebih meninggalkan kesan |
0.869 0.884 0.897 0.856 0.843 |
0.920 |
|
Konten Digital �
Konten digital membuat brand x lebih
menarik �
Saya menyukai konten yang terkait brand x �
Saya lebih memilih konten digital
daripada yang lain |
0.833 0.846 0.870 |
0.807 |
|
Brand Loyalty �
Saya akan memberikan hal positif brand x
terhadap orang lain �
Saya akan merekomendasikan brand x jika ada
yang meminta saran saya �
Saya akan mendorong teman saya untuk
melakukan bisnis dengan brand x �
Saya sangat menyukai brand x daripada Brand
lain �
Saya akan mempertimbangkan brand lain dan
lebih memilih brand x �
Brand x dapat merubah hidup saya �
Saya selalu senang menggunakan brand x |
0.767 0.769 0.724 0.841 0.811 0.841 0.725 |
0.893 |
Dari hasil olah data validitas dan reabilitas ditabel 1 yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil crobanch�s
alpha tiap-tiap variabel > 0,5 yang menunjukkan bahwa instrumen tersebut realibel dan kemudian hasil dari validitas
yang sudah diolah datanya menunjukkan bahwa seluruh indikator tepat dalam mengukur
tiap variabel yang ada.
Tabel 2 Goodness Of Fit Test Full Model
|
Goodness of Fit Indeks |
Cut off Value |
Hasil |
Evaluasi
Model |
|
|
|
|
|
|
RMSEA |
≤
0,08 |
0.012 |
Baik |
|
RFI |
≥
0,90 |
0.777 |
Marginal |
|
IFI |
≥
0,90 |
0.868 |
Marginal |
|
CMIN/DF |
≤
1-5≥ |
2.743 |
Baik |
|
TLI |
≥
0,90 |
0.845 |
Marginal |
|
CFI |
≥
0,90 |
0.865 |
Marginal |

|
Hipotesis |
Estimates |
P-Value |
Keputusan |
|
|
0.982 |
0.000 |
Didukung |
|
|
0.819 |
0.000 |
Didukung |
|
|
0.419 |
0.040 |
Didukung |
|
|
0.782 |
0.000 |
Didukung |
Dari hasil penelitian hipotesis di tabel 3 menunjukkan bahwa setiap hipotesis
memiliki nilai P-Value sebesar 0,000 < 0,05 ( tingkat kesalahn 5% ).
Yang menunjukkan bahwa Self
Brand Connection berpengaruh positif
terhadap Brand Experience yang artinya H1 didukung. Kemudian Self Brand
Connection berpengaruh positif
terhadap konten digital yang artinya
H2 didukung. Dan kemudian
Brand Experience berpengaruh positig
terhadap Brand Loyalty yang artinya H3 didukung. Serta konten digital
terhadap Brand Loyalty yang berpengaruh� positif
yang artinya H4 juga didukung.
KESIMPULAN
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Brand
Loyalty dengan metode komunikasi merek online dan konten digital. Penelitian ini memperluas penelitian
sebelumnya dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap
Brand Loyalty dengan menggunakan
metode konten digital. Kemudian dari hasil
penelitian diketahui bahwa Self brand Connection berpengaruh
positif terhadap Brand Experience, Self Brand Connection juga berpengaruh
positif terhadap Konten
Digital. Dan Brand Experience yang berpengaruh positif kepada Brand Loyalty.
Serta Konten digital berpengaruh
positif terhadap Brand Loyalty.
Penelitian ini diisi oleh responden yang gemar menggunakan sosial media. Keterbatasan penelitian ini dari sisi usia sangat tidak mewakilkan
generasi tua sebab dari penelitan ini responden lebih banyak pada kalangan
millenial. Penelitian ini dari sisi
domisili lebih cenderung ke daerah DKI Jakarta dan dari jumlah variabel yang
terbatas yaitu hanya 4 variabel yang terdiri dari 3 variabel X dan 1 variabel Y. Saran
untuk peneliti selanjutnya agar jangkauan dari penelitian lebih meluas lagi
seperti menambah daerah penelitian agar dapat mewakilkan dari daerah tertentu.
Kemudian peneliti selanjutnya agar dapat menambahkan variabel agar dapat memperluas jangkauan penelitian terhadap pengaruh konten digital di sosial media.
DAFTAR PUSTAKA
Ainurrofiqin, Moh.
(2021). 99 Strategi Branding di Era 4.0: Kupas Tuntas Metode Jitu Membangun
Citra Baik, Meyakinkan Pelanggan, dan Membangun Kesadaran Merek. Anak Hebat
Indonesia.
Arafah, Khadijah Nur.
(2018). Penyelesaian Sengketa E-Commerce Melalui Badan Penyelesaian Sengketa
Konsumen (Ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Hukum Islam).
Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah.
Ferbita, Lyra Vellaniza,
& Setianti, Yanti. (2020). Strategi digital branding Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui media sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi
Acta Diurna, 16(2).
Hapsari, Rani Dwi,
Setiawan, Zunan, Purwoko, Purwoko, & Adilla, Fitroh. (2022). ANTESEDEN DAN
KONSEKUENSI KETERLIBATAN MEREK KONSUMEN PADA PRODUK PEMBERSIH. Eqien-Jurnal
Ekonomi Dan Bisnis, 10(2), 250�258.
Hilda Rachmawati, S. P.
(2021). Komunikasi Merek Di Media Sosial & Penerapannya Pada TV Berita.
Deepublish.
Kalipah, Siti Nur.
(2022). STRATEGI PROMOSI PERSONAL SELLING BMT NU KASIMAN CABANG BANJARJO
PRODUK SIMPANAN MUDHARABAH (SIMUDA). Universitas Islam Sultan Agung
Semarang.
Kotler, Philip, &
Keller, Kevin Lane. (2009). Manajemen Pemasaran, Edisi 13. Jakarta: Erlangga,
14.
Kotler, Philip, &
Keller, Kevin Lane. (2016). Marketing management (15th global ed.). England:
Pearson.
Laksono, Andrian Wahyu,
& Suryadi, Nanang. (2020). Pengaruh Citra Merek, Kepercayaan Merek, Dan
Kualitas Merek Terhadap Loyalitas Merek Pada Pelanggan Geprek Bensu Di Kota
Malang. Holistic Journal of Management Research, 3(1), 8�16.
Purba, Veny, Robi,
Firman Alamsyah Taufik, & Sadikin, Taufik. (2021). Peningkatan Komunikasi
Merek dan Pemasaran Digital Bagi UMKM. Jurnal Pengabdian Tri Bhakti, 3(2),
108�112.
Tendhuha, A. R. (2018). Hubungan
antara intensitas penggunaan media sosial dan komunikasi interpersonal pada
remaja. University of Muhammadiyah Malang.
.