LITERASI DIGITAL UNTUK MENGURANGI DAMPAK KONTEN NEGATIF BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI MINAHASA UTARA

 

Kristofel Santa

Universitas Negeri Manado

[email protected]

 

Abstrak:

Dalam beberapa tahun terakhir, literasi digital menjadi topik penting dalam mengurangi dampak konten negatif bagi ibu-ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan internet secara aman, sehat, dan produktif. Kegiatan PKM ini Menggunakan metode 3 tahapan yaitu Persiapan/PreTest, Pelaksanaan, Evaluasi/Post Test. Program PKM yang difokuskan pada literasi digital untuk mengurangi dampak konten negatif bagi ibu-ibu rumah tangga telah menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan hasil evaluasi, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta tentang literasi digital dan keamanan daring. Dampak jangka panjang dari program ini mencakup penurunan insiden akses konten negatif oleh peserta dan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola teknologi serta mengajari anggota keluarga tentang pentingnya literasi digital. Namun, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk memperluas cakupan dan efektivitas program PKM di masa depan.

 

Kata kunci: literasi digital; konten negative; ibu rumah tangga

 

Abstract:

In recent years, digital literacy has become an important topic in reducing the impact of negative content on housewives. This research aims to improve people's ability to use the internet in a safe, healthy and productive manner. This PKM activity uses a 3-stage method, namely Preparation/Pre-Test, Implementation, Evaluation/Post-Test. The PKM program which is focused on digital literacy to reduce the impact of negative content on housewives has shown positive results. Based on the results of the evaluation, this program succeeded in increasing participants' knowledge, skills and awareness about digital literacy and online safety. The long-term impact of this program includes reducing incidents of negative content access by participants and increasing confidence in managing technology and teaching family members about the importance of digital literacy. However, there are several aspects that need to be improved to expand the scope and effectiveness of the PKM program in the future.

 

Keywords: digital literacy; negative content; Housewife

 

���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Kristofel Santa

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Dalam beberapa tahun terakhir, literasi digital menjadi topik penting dalam mengurangi dampak konten negatif bagi ibu-ibu rumah tangga. Berdasarkan data yang akurat dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2021, penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 73,7%(Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, n.d.). Meskipun angka ini cukup tinggi, tingkat literasi digital secara keseluruhan masih terbilang rendah, yakni sekitar 45,4% pada tahun 2021(Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, n.d.). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna internet di Indonesia belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menggunakan teknologi digital secara aman dan bijaksana. Konten negatif yang meresahkan ibu-ibu rumah tangga meliputi misinformasi, konten kekerasan, dan pornografi. Misinformasi bisa berdampak pada kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan keluarga. Konten kekerasan dan pornografi dapat mempengaruhi mental dan emosional anggota keluarga, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak negatif dari konten tersebut. (Rumawas, n.d.) Dari data yang ada, sebanyak 20% ibu rumah tangga pernah secara tidak sengaja mengakses konten negatif. Dari jumlah tersebut, 65% mengakses konten negatif melalui media sosial dan 35% melalui platform lain seperti situs web atau aplikasi pesan instan.

Untuk mengatasi masalah ini, (Kementerian Komunikasi Dan Informatika, n.d.)pemerintah telah menggulirkan program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan internet secara aman, sehat, dan produktif. Program ini menargetkan peningkatan angka literasi digital hingga mencapai 50% pada tahun 2024. Namun, program GNLD masih belum optimal dalam menjangkau ibu-ibu rumah tangga, sehingga perlu adanya upaya lebih intensif untuk meningkatkan literasi digital di kalangan ibu rumah tangga. Pendekatan yang lebih komprehensif dan kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan sektor swasta perlu diperkuat untuk memperluas cakupan dan efektivitas program literasi digital. Ini termasuk mengadakan pelatihan dan lokakarya yang khusus ditujukan untuk ibu-ibu rumah tangga, mengembangkan materi edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan mereka, serta menyediakan dukungan teknis untuk membantu mereka menghadapi tantangan teknologi.

Selain itu, edukasi yang lebih intensif perlu diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari ibu-ibu rumah tangga, baik melalui media cetak, elektronik, maupun jejaring sosial, agar mereka lebih terbiasa dengan teknologi dan mampu menghindari konten negative (Geliat et al., n.d.). Hal ini dapat mencakup menyelenggarakan pertemuan rutin dengan topik literasi digital, memberikan panduan praktis untuk penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, dan menyediakan sumber daya dan informasi yang dapat diakses dengan mudah oleh ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola teknologi dan melindungi keluarga dari konten negatif.

(Nafisah et al., n.d.) Keterlibatan komunitas juga sangat penting dalam upaya meningkatkan literasi digital ibu-ibu rumah tangga. Pembentukan kelompok belajar atau forum diskusi di tingkat lokal dapat menjadi wadah efektif untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya terkait literasi digital. Selain itu, penggabungan topik literasi digital dalam kegiatan rutin, seperti pertemuan RT/RW dan acara keagamaan, akan memastikan bahwa informasi terkait literasi digital dapat mencapai lebih banyak ibu rumah tangga. Pemerintah juga harus bekerja sama dengan penyedia layanan internet dan platform media sosial untuk mengurangi risiko akses konten negatif. Ini bisa dilakukan melalui pengaturan lebih ketat terhadap konten yang diunggah, penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan menghapus konten negatif, serta peningkatan kesadaran pengguna tentang cara melaporkan konten yang tidak pantas.

Evaluasi dan peninjauan program GNLD juga penting untuk memastikan keberhasilan dalam meningkatkan literasi digital ibu-ibu rumah tangga dan mengurangi dampak konten negatif. Pemerintah harus secara berkala mengumpulkan data dan umpan balik dari peserta program, serta bekerja sama dengan peneliti dan pakar untuk menganalisis hasil dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Akhirnya, pemerintah dan masyarakat harus secara aktif mengadvokasi pentingnya literasi digital bagi ibu-ibu rumah tangga dan keluarga mereka. Kampanye dan inisiatif yang menekankan manfaat penggunaan teknologi secara aman dan bijaksana, serta memberikan contoh praktis tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperkaya kehidupan keluarga, akan membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan inklusif bagi semua.

 

METODE PENELITIAN

Kegiatan PKM ini dilakukan melalui 3 tahapan yaitu Persiapan/PreTest, Pelaksanaan, Evaluasi/Post Test (Winarno et al., n.d.), berikut ini penjabarannya:

Gambar 1. Kerangka Kegiatan

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Persiapan/Pre Test

Identifikasi kebutuhan:

Pada tahapan indentifikasi kebutuhan yang dilakukan adalah peneliti melakukan wawancara dengan pemerintah kabupaten minahasa, wawancara meliputi kebutuhan dari ibu-ibu rumah tangga, sehingga peneliti mengambil kesimpulan untuk membuat PKM ini. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan ibu-ibu rumah tangga untuk literasi digital dan Hasil survei dan wawancara menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan literasi digital di antara ibu-ibu rumah tangga cukup bervariasi, dengan sebagian besar peserta mengakui kurangnya pemahaman tentang cara mengidentifikasi dan menghindari konten negatif.

 

Pre Test:

Pada tahapan pre test yang dilakukan adalah peneliti membuat sebuah kuesioner dengan 3 topik yaitu Tingkat Kesadaran, Keterampilan Digital, dan Sikap dan Perilaku. Berdasarkan Hasil tes awal (Gambar 2) menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dasar tentang literasi digital, tetapi masih memerlukan bimbingan dan dukungan lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Berikut Hasil Pre-Test dan Prosentasenya

 

Gambar 2. Hasil Pre-Test

Pelaksanaan

Sesi Pelatihan:

Pada sesi pelatihan yang peneliti lakukan adalah peserta diajarkan tentang berbagai aspek literasi digital, seperti pengenalan konten negatif, keamanan siber, pengaturan privasi, dan etika berinternet. Peserta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi dalam materi yang diajarkan, yang menunjukkan relevansi topik dengan kebutuhan mereka.

 

Kegiatan Pelatihan:

Kegiatan dan tugas yang diberikan selama program memungkinkan peserta untuk menerapkan konsep dan keterampilan yang mereka pelajari. Umpan balik dari peserta menunjukkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dan terampil dalam menghadapi situasi yang melibatkan konten negatif dan mengelola keamanan daring mereka.

Gambar 3. Kegiatan Pelatihan

 

Evaluasi/Post Test

Post Test:

Hasil tes akhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan literasi digital di antara peserta. (Luh et al., n.d.)Perbandingan antara hasil tes awal dan akhir menunjukkan efektivitas program PKM dalam membantu peserta mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi konten negatif secara aman. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 4. Hasil Post Test

 

Tindak Lanjut:

Setelah program selesai, peserta melaporkan bahwa mereka lebih aktif dalam menerapkan keterampilan yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga merasa lebih siap untuk mengajari anggota keluarga tentang pentingnya literasi digital dan cara menghadapi konten negatif.

 

Monitoring dan Evaluasi:

Evaluasi jangka panjang program menunjukkan penurunan insiden akses konten negatif oleh ibu-ibu rumah tangga yang mengikuti program PKM. Selain itu, mereka melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola teknologi dan mengajari anggota keluarga tentang pentingnya literasi digital. Hal ini menunjukkan dampak positif jangka panjang dari program PKM dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan inklusif bagi ibu-ibu rumah tangga dan keluarga mereka.(Rahmawan et al., n.d.)

 

KESIMPULAN

Program PKM yang difokuskan pada literasi digital untuk mengurangi dampak konten negatif bagi ibu-ibu rumah tangga telah menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan hasil evaluasi, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta tentang literasi digital dan keamanan daring. Dampak jangka panjang dari program ini mencakup penurunan insiden akses konten negatif oleh peserta dan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola teknologi serta mengajari anggota keluarga tentang pentingnya literasi digital. Namun, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk memperluas cakupan dan efektivitas program PKM di masa depan.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (n.d.). Retrieved March 25, 2023, from https://apjii.or.id/berita/d/apjii-di-indonesia-digital-outloook-2022_857

Geliat, M., Digital, L., Remaja, P., Kecamatan, D., Utara, S., & Sumedang, K. (n.d.). Amanda Puspanditaning Sejati, Iwa Lukmana, Deddy Suryana, Amir. https://referensi.data.kemdikbud.go.id

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (n.d.). Retrieved March 25, 2023, from https://www.kominfo.go.id/content/detail/34599/luncurkan-program-literasi-digital-nasional-presiden-dorong-masyarakat-makin-cakap-digital/0/berita

Luh, N., Ning, P., Astawa, S. P., Kadek Sri, N., Dwayani, M., & Suartama, K. (n.d.). PKM Literasi Digital Untuk Meningkatkan Etika dan Keamanan Digital Siswa SMKS PGRI 3 Denpasar. 7(1).

Nafisah, S., Dewi Anggraeni, A., & Pentury, H. J. (n.d.). PKM Pemberdayaan Perempuan Melalui Peningkatan Keterampilan Literasi Digital dan Entreprenurship. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 13(3), 408�415. http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas

Rahmawan, D., Mahameruaji, J. N., & Anisa, R. (n.d.). PELATIHAN PENGEMBANGAN KONTEN POSITIF DI MEDIA DIGITAL BAGI KALANGAN PELAJAR SMU DI KECAMATAN JATINANGOR. https://www.apjii.or.id/content/read/39/342/

Rumawas, W. (n.d.). The Studies of Social Science Edukasi Literasi Digital Bagi Kaum Ibu dan Pemuda Remaja di Jemaat Bukit Karmel Bitung. https://doi.org/10.35801/tsss.2022.4.2.43564

Winarno, A., Hendriyanto, N., Irawan, C., Ilmu Komputer, F., & Dian Nuswantroro, U. (n.d.). Pelatihan Multiedia 3D Low Poly Model Artist pada SMK Fransiscus Semarang. In Januari (Vol. 6, Issue 1).

Maulida, Lu'lu. Analisis Perbedaan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Kota Banjarmasin. BS thesis. 2021.

Mi�raj, Rahimatul. Identifikasi Bentuk Komunikasi Efektif Orang Tua dengan Anak (Studi Deskriptif pada Keluarga Orang Tua Tunggal di Desa Cot Bak-U, Kec. Lembah Sabil, Kab. Aceh Barat Daya). Diss. UIN Ar-Raniry, 2022.