Identifikasi Jenis Jamur (Basidiomycota) di Kampung Kaas dan Klabra Distrik Beraur Kabupaten Sorong
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v2i5.1032Keywords:
identifikasi, jamur, basidiomycota, kaas, klabraAbstract
Jamur Basidiomycota merupakan salah satu jenis jamur yang dapat dilihat mata secara langsung, jamur ini berperan sebagai salah satu penyeimbang ekosistem alam. Kawasan hutan Kampung Kaas dan Klabra Distrik Beraur Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat memiliki jamur yang beragam, baik dari jenis, bentuk, ukuran dan warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur Basidiomycota yang terdapat di kawasan hutan Kampung Kaas dan Klabra Distrik Beraur Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan adalah metode koleksi langsung (Metode random sampling). Total jamur yang dijumpai di Kampung Kaas dan Klabra adalah 12 jenis dan yang berpotensi sebagai bahan pangan yaitu Spesies Auricularia auricular, Pleurotus ostreatus, Lentinus tigrinus,Vovariella dan jamur yang tidak di konsumsi yaitu Spesies Cookeina sulcipes, , Pseudotrametes sp, Pycnoporus sp, , Pluteus cervinus, Lactarius rufus,genus Marasmius, Mycena dan family Hygrophoracea.
References
Gunawan, A. W. (2001). Usaha Pembibitan Jamur Tiram Putih. Penebar Swadaya. Jakarta.
Ketut, L. (2012). Makalah Tentang Jamur, (Online).
Muchroji, C. Y. A. (2004). Budi Daya Jamur Kuping. Jakarta: Penebar Swadaya.
Noverita, Noverita, Sinaga, E., & Setia, Tatang M. (2017). Jamur makro berpotensi pangan dan obat di kawasan cagar alam lembah anai dan cagar alam batang palupuh Sumatera. Jurnal Mikologi Indonesia, 1(1), 15–27.
Saragih, Raskita. (2014). Nugget jamur tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai alternatif pangan sehat vegetarian. E-Journal WIDYA Kesehatan Dan Lingkungan, 1(1), 36813.
Sufaati Supeni, Vita Purnamasari, Verena Agustini, Suharno. (2017). Jamur Alam Papua yang Berpotensi Sebagai Jamur Konsumsi. Jurnal Biologi Papua, 9(1), 20–24.
Suharno, Suharno, Sufaati, Supeni, Agustini, Verena, & Tanjung, Rosye Hefmi Rechnelty. (2015). USAha Domestifikasi Tumbuhan Pokem (Setaria Italica L.) Masyarakat Lokal Pulau Numfor, Kabupaten Biak Numfor Sebagai Upaya Menunjang Ketahanan Pangan Nasional (the Effort of Domestication of Pokem {Setaria Italica (L.) Beauv} by Local Communities). Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 22(1), 73–83.
Yigibalom, SARAH, Sufaati, SUPENI, & Purnamasari, Vita. (2014). Analisa kadar protein jamur alam yang dominan dikonsumsi masyarakat lokal di Kabupaten Lanny Jaya. Jurnal Biologi Papua, 6(2), 75–79.
Anggriawan, I. 2014. Inventarisasi Jamur Tingkat Tinggi (Basidiomycetes) Di Gunung Singgalang Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.) 3(2) –Juni 2014 : 147-153 (ISSN : 2303-2162).
Fajar Sidik Gunadi, 2019. Distrik Beraur Dalam Badan Pusat Statistik Kabupaten Sorong.
Munir, E. 2006. Pemanfaatan Mikroba dalam Bioremediasi: Suatu Teknologi Alternatif untuk Pelestarian Lingkungan. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Mikrobiologi FMIPA USU. USU Repository. Medan.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





