PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA=
DALAM MENGIKUTI
PELAJARAN SOSIOLOGI MELALUISTRATEGI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI=
Irra Martiana
SMA Negeri 3 Subang, Jawa Barat,
Indonesia
E-mail: Irramartiana93@guru.sma.belajar.id
Abstrak:=
o:p>
Penelitian ini
merupakan hasil penelitian tindakan kelas guna meningkatkan hasil belajar
Sosiologi siswa SMAN 3 Subang pada kelas XII IPS 3 tentang Perubahan sosial
Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model
pembelajaran berdiferensiasi. Pen=
elitian
ini menggunakan pembelajaran berdiferensiasi dengan memegang tiga aspek ber=
upa
Konten, Proses dan Produk. Siswa diberi keluasan ragam ekpresi cara belajar=
dan
produk belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dib=
agi
menjadi dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan
tindakan, obeservasi, evaluasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada
murid kelas XII IPS 3 semester Ganjil di SMA Negeri 3 Subang Tahun Pelajaran
2022/2023. Adapun hasil penelitian yang dilaksanakan pada 36 orang murid. P=
ada
siklus I menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari pembelajaran yang
diterapkan sebelumnya, rata-rata nilai hasil belajar murid sebelumsiklus yaitu 72,22. Hasil belajar murid
mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, pada siklus I jumlah murid
yang tuntas 27 murid (75 %) sedangkan murid yang belum tuntas berjumlah 9 m=
urid
(25 %) dengan nilai rata-rata 79,47. Kemudian pada siklus II ini mengalami
peningkatan yang cukup signifikan jikadibandingkan dengan siklus sebelumnya yaitu murid yang sudah mencapai
ketuntasan berjumlah 33 murid (92 %), sedangkan murid yang belum tuntas
berjumlah 3 murid (8 %) dengan nilai rata-rata 82,67. Penelitian ini menunj=
ukan
bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan aktivitas d=
an
hasil belajar sosiologi murid kelas XII IPS 3di SMA Negeri 3 Subang Tahun Pelajaran 2022/2023.<=
/span>
<=
/span>
Kata kunci<=
/b>: Pembelajaran berdiferensiasi, diferensiasi
konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk, penelitian tindakan kelas=
Abstrac=
t:
This journal presents the results of a classroom action research a=
imed
at improving the learning outcomes of Sociology for students of SMAN 3 Suba=
ng
in class XII IPS 3, focusing on the topic of social change in the academic =
year
2022/2023. The research employed differentiated instruction, focusing on th=
ree
aspects: Content, Process, and Product. The students were provided with var=
ious
learning methods and learning products.The resea=
rch
consisted of two cycles, each comprising planning, action implementation,
observation, evaluation, and reflection. The study was conducted with 36
students in class XII IPS 3 during the first semester at SMA Negeri 3 Suban=
g in
the academic year 2022/2023. The research results indicated an improvement =
in
learning outcomes from the applied instructional approach. In the first cyc=
le,
the average learning outcome score of the students was 72.22. The number of
students who achieved satisfactory results in the first cycle was 27 (75%),
while 9 students (25%) did not meet the criteria, with an average score of
79.47. In the second cycle, there was a significant improvement compared to=
the
previous cycle. The number of students who achieved satisfactory results
increased to 33 (92%), with only 3 students (8%) not meeting the criteria, =
and
an average score of 82.67. This research demonstrates that the implementati=
on
of differentiated instruction can enhance the learning activities and outco=
mes
in Sociology for students in class XII IPS 3 at SMA Negeri 3 Subang in the
academic year 2022/2023.
Pembelajaran Sosiologi bertujuan agar peserta did=
ikmemiliki kemampuan dalam memaha=
mi
fenomena kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran ini mencakup konsep dasar,
pendekatan, metode dan teknik analisis dalam mengkaji berbagai fenomena dan
masalah yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat yang nyata. Melalui
pembelajaran sosiologi diharapkan murid memiliki pemahaman bahasan sosiologi
serta memiliki pemahaman tentang peran sosial yang beragam dalam kehidupan
sosial, sehingga menumbuhkan dan mengenali kesadaran dan minat dalam kehidu=
pan
sosial (Periera, 2015).
Dituangkan pula melalui Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 Kurikulum 20=
13
bahwa pembelajaran sosiologi bertujuan agar murid menguasai dan memahami il=
mu
sosiologi guna melakukan pemberdayaan sosial termasuk pemecahan masalah-mas=
alah
sosial, sehingga murid terampil dalam praktiknya dikehidupan social (Zubir &
Junaidi, 2021).Sebagaimana halnya konsep-konsep sosiologi yang dipelajari, murid
memiliki sikap dan etika sosial yang tinggi sehingga cerdas, peduli dan
tanggungjawab memecahkan masalah sosial (Susanto, 2014). Keterampilan murid dalam
kehidupan sosial tidak akan lepas dari pengaruh kemajuan sebuah zaman. Kema=
juan
teknologi yang sangat pesat seiring dengan perkembangan dunia yang semakin =
maju
menuntut manusia untuk dapat menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang
terjadi dan salah satu yang mempengaruhi dunia adalah pendidikan. Belajar t=
idak
hanya dicapai secara instan tetapi dengan berbagai cara dengan mengoptimalk=
an
panca indera yang dimiliki setiap manusia(Handiyani &am=
p;
Muhtar, 2022).
Dengan =
kata lain,
pendidik mampu mempersiapkan siswa agar dapat belajar dalam situasi apa pun.
Oleh karena itu, mereka harus dilatih sejak dini untuk menggunakan materi
pembelajaran dalam keadaan apa pun yang dapat meningkatkan keterampilan mer=
eka
dan bermanfaat bagi mereka di masa depan. Peningkatan kemampuan keterampila=
n,
minat dan intelektual pada peserta didik merupakan hasil belajar yang
dipengaruhi oleh proses belajar(Rahman, 2022).Menurut Nawawi, hasil belajar adalah tingkat pencapaian seorang siswa
dalam mempelajari suatu mata pelajaran di sekolah yang dinyatakan melalui s=
kor
yang diperoleh dari hasil tes. Dengan demikian, tingginya tingkat hasil bel=
ajar
siswa dapat dilihat dari nilai yang dicapai siswa pada mata pelajaran yang
diajarkan(Wurha et al., 2022). Namun realita hasil
belajar murid kelas XII IPS 3 di SMA Negeri 3 Subang pada pembelajaran
Sosiologi tentang Perubahan sosial ditemukan masih relatif rendah. Jumlah m=
urid
yang tuntas adalah 22 murid (61 %), sedangkan murid yang belum tuntas 14 mu=
rid
(39 %), dengan nilai rata-rata 72,22. Padahal peneliti telah memaparkan mat=
eri
secara sistematis dengan menggunakan metode ceramah. Peneliti pun telah
memastikan apakah murid memahami apa yang telah dijelaskan. Akan tetapi mur=
id
tidak banyak merespon pertanyaan, sehingga tidak memahami secara lugas mate=
ri
yang telah disampaikan tersebut. Walaupun tidak ditemukan murid yang mengobroldengantemannya.
Alterna=
tif solusi atas
realita rendahnya hasil belajar murid diatas adalah dengan menggunakan meto=
de
pembelajaran berdiferensiasi yang berpihak pada murid.Pembelajaran berdiferensiasi merupakan=
metode
pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar mampu memaksimalkan potensi =
dan
profil masing-masing murid dengan cara memfasilitasi kebutuhan murid sesuai=
dengan
karakternya masing-masing (Untari, 2023), Sehingga tidakada perlakuan yang sama dalam h=
al
memberikan materi maupun mengumpulkan produk. Murid diberi keluasan ragam
ekpresi cara belajar dan produk belajar. Perbedaan pengelolaan layanan terh=
adap
ragam karakteristik peserta didik itulah yang menjadi kunci dengan pembelaj=
aran
berdiferensiasi (Sugianto et al., 2023).
Pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan falsafah pemikiran pedagog=
ik
Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa pendidikan (opvoeding) memanfaatkan
segala kekuatan fitrah anak agar anak dapat mencapai tingkat keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia (Faiz et al., 2022). Oleh karena itu, pen=
didik
dapat mengarahkan pertumbuhan atau kehidupan daya kodrat anak serta memperb=
aiki
tingkah lakunya dan memelihara daya kodrat anak (Herwina, 2021).
Kemampuan seorang pendidik dalam menuntun murid merupakan sebuah
keniscayaan karena setiap anak memiliki karakter, minat, bakat, dan kemampu=
an
kognitif yang berbeda. Seperti yang dikemukakan oleh pakar psikologis (Bronfenbrenner, 2019), bahwa minat, baka=
t dan
kemampuan kognitif murid tergantung dari latar belakang budaya tempat mereka
dibesarkan(Yuliawan &
Taryatman, 2020).Oleh
karena itu, kompetensi pedagogik yang baik merupakan keutamaan profesi guru,
karena kualitas hasil belajar ditentukan oleh kualitas guru yang berkualita=
s (Faiz et al., 2022b). <=
/p>
Keuntungan dari bentuk pembelajaran diferensiasi ini adalah dapat
menciptakan lingkungan belajar yang “mengajak” murid untuk belajar dan =
bekerja
keras untuk mencapai tujuan akademik yang tinggi.Selanjutnya, setiap murid di kelas tah=
u bahwa
seseorang akan mendukung mereka selama proses berlangsung (Tomlinson, 2001).
Penelitian tentang strategi pembelajaran berdiferensisi pernah dilaku=
kan
deangan judulPENERAPAN
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJAR=
AN
AGAMA ISLAM JENJANG SEKOLAH (Pramudya &
Hidayati, n.d.), dengan berfokus pada mata pelajaran agama
Islam. Dalam penelitian tersebut, strategi pembelajaran diferensiasi ditera=
pkan
untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama Islam pada
jenjang sekolah tertentu. Sedangkan penelitian ini berfokus pada mata pelaj=
aran
sosiologi. Dalam penelitian ini, strategi pembelajaran diferensiasi diterap=
kan
untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengikuti pelajaran sosiologi.=
METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan adal=
ah
metode classroom action research (penelitian tindakan kelas). Penelitian
Tindakan Kelas pada dasarnya adalah suatu proses dimana guru menginginkan
perbaikan dan perubahan untuk pembelajaran yang lebih baik sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Jenis Penelitian Tindakan Kelas=
ini
menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam 2 siklus at=
au
lebih. Menurut Kemmis dan Mc Taggart dalam(Arikunto, 2010), penelitian ini melalui
beberapa siklus tindakan dan terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan
(planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan
refleksi (reflection). Model Kemmis dan Mc.Taggart ini
adalah model siklus berulang berkelanjutan, dan selesai jika menunjukkan
peningkatan sesuai perubahan dan perbaikan yang ingin dicapai. <=
/span>
Keempat fase tersebut saling berhubun=
gan
karena setiap tindakan dimulai dengan fase perencanaan, dimana peneliti
menyiapkan rencana pembelajaran, menyediakan lembar kegiatan, dan membuat a=
lat
penelitian yang digunakan dalam fase tindakan.Kemudian dilakukan observasi terhadap murid sebagai subjek penelitia=
n.
Kemudian, pada fase refleksi, peneliti mempresentasikan kegiatan yang dilak=
ukan
selama pembelajaran dan mendiskusikan tindakan selanjutnya.
Dengan demikian menurut pandangan
peneliti, Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh g=
uru
di dalam kelas yang menemukan permasalahan hasil belajar siswa di dalam kel=
as
dan bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut guna mencapai
ketuntasan ideal. Sehingga jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model
pembelajaran berdiferensiasi.
Sesuai dengan kaidah Kemmis dan Mc.Taggart, penelitian dilakukan dengan beberapa siklu=
s.
Diawali dengan tahap observasi awal, analisa pembelajaran hingga menemukan
masalah dan mengidentifikasinya, kemudian menyusun rencana tindakan dan
melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana tindakan pertama, kemudian
merefleksikannya. Sebagai perbaikan dilakukan dengan siklus kedua atau sikl=
us
selanjutnya dengan rangkaian seperti pada siklus pertama hingga di temukan
jawaban sebagai kesimpulan akhir dalam penelitian tindakan kelas yang di
lakukan.
1.&n=
bsp;
Tahap Perencana=
an
1)&n=
bsp;
Pengkajian Stan=
dar
Isi kurikulum tingkat satuan pendidikan SMA N 3 Subang, menelaah konsep yang
terdapat dalam mata pelajaran Sosiologi di kelas XII.
2)&n=
bsp;
Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) Sosiologi untuk peningkatanhasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran berdiferensia=
si.
3)&n=
bsp;
Menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran untuk 2 (dua)pertemuan, menyusun langkah-langkah
kegiatan untuk melatih pendekatan keterampilan proses yang sudah disesuaikan
dengan tujuan pembelajaran, alat evaluasi serta alat dan sumber belajar yang
digunakan.
4)&n=
bsp;
Peneliti menera=
pkan
rancangan pembelajaran berdiferensiasi, berupa :
a.&n=
bsp;
Menelaah capaian
belajar siswa melalui data siswa yang dapat diperoleh dari rekan sejawat dan
berkas evaluasi lainnya.
b.&n=
bsp;
Mempelajari pro=
fil
belajar siswa berupa catatan daftar bakat, minat, gaya belajar siswanya.
c.&n=
bsp;
Menyiapkan modul
ajar pembelajaran berdiferensiasi (visual, kinestetik, auditoi) guna mencap=
ai
indikator keberhasilan yang diharapkan.
d.&n=
bsp;
Menyiapkan eval=
uasi
berdasar tingkatan yang terdiri dari mudah, sedang dan sulit.
e.&n=
bsp;
Membuat asesmen
awal sebelum kegiatan belajar dan mengajar dimulai, dan Asesmen akhir, untuk
memastikan ketercapaian pembelajaran.
2.&n=
bsp;
Tahap Pelaksana=
an
1.&n=
bsp;
Siklus 1=
o:p>
1)&n=
bsp;
Melakukan tinda=
kan
kelas, tindakan Setelah kegiatan perencanaan ini adalah melakukan
implementasi/tindakan di kelas sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran y=
ang
disusun dalam Rencana Pembelajaran.
2)&n=
bsp;
Peneliti
melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran diferensiasi,
yaitu :
a.&n=
bsp;
Guru mengawali
pembelajaran dengan memainkan games ice breaking mindfullnes untuk meningka=
tkan
konsentrasi.
b.&n=
bsp;
Menerangkan ren=
cana
pelajaran agar siswa mengetahui dan memahami alur pelajaran dan pembagian
waktunya.
c.&n=
bsp;
Sebelum pelajar=
an
dimulai, dilakukan asesmen awalk=
epada
siswa untuk mengetahui sejauh mana wawasan dan pengetahuan siswa terhadap
materi yang akan diajarkan.
d.&n=
bsp;
Mengelompokkan
siswa sesuai kapasitas siswa, dibedakan menjadi lambat, sedang dan cepat.
e.&n=
bsp;
Memberikan mate=
ri
berdiferensiasi dalam bentuk visual, kinestetik dan auditori.
3)&n=
bsp;
Melakukan evalu=
asi
untuk mengetahui keberhasilan dan hambatan dari pembelajaran dengan pendeka=
tan
pembelajaran berdiferensiasi. Memberikan asesmen akhir pembelajaran serta
Menawarkan produk belajarsesuasi=
minat
dan bakat siswa, individu atau kelompoksesuai pilihan siswa.
4)&n=
bsp;
Melakukan perba=
ikan
desain pembelajaran, berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran. =
span>
5)&n=
bsp;
Peneliti
menganalisis dan merefleksi pelaksanaan dan hasil kegiatan pembelajaran sik=
lus
I, yang dilanjutkan pada siklus II
2.&n=
bsp;
Siklus 2=
o:p>
1.&n=
bsp;
Setelah mempero=
leh
gambaran pada desain pembelajaran kegiatan pertama (Siklus I) peneliti
mendesain kembali kegiatan pembelajaran dengan menambahkan atau memfokuskan
aspek-aspek yang belum optimal pada tindakan (siklus 1). =
2.&n=
bsp;
Melakukan obser=
vasi
terhadap pelaksanaan pembelajaran yang sedang dilakukan. Sasaran observasi
adalah kegiatan siswa dalam merespon pelajaran dan efektivitas pembelajaran
berdiferensiasi yang telah diterapkan.
3.&n=
bsp;
Kembali melakuk=
an
evaluasi hasil kegiatan yang sudah dilakukan, untuk mengetahui efektivitas
keberhasilan dari penggunaan strategi-strategi baru pembelajaran yang sudah
dilaksaakan.
4.&n=
bsp;
Melakukan perba=
ikan
desain pembelajaran, berdasarkan hasil pengamatan.
5.&n=
bsp;
Peneliti
menganalisis dan merefleksi pelaksanaan dan hasil kegiatan pembelajaran sik=
lus
II, Hasil analisis dan refleksi terhadap tindakan II digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan terhadap keberhasilan model pembelajaran atau masih
perlunya tindakan serta perbaikan untuk siklus selanjutnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN =
p>
Hasil penelitian pembelajaran pada siklus I, untuk peningkatan has=
il
belajar Sosiologi tentang Perubahan Sosial di kelas XII IPS 3 SMA Negeri 3
Subang masih belum sepenuhnya dipahami oleh siswa. Beberapa hal yang
menyebabkan ini adalah: Siswa belum sepenuhnya tertarik dengan bahasan
sosiologi pada materi perubahan sosial, serta strategi pembelajaran yang
diterapkan masih gamang diterima dalam pembelajaran di kelas.Hasil belajar akhir siklus pembelajaran ke I ini relatif meningkat
dibanding pra siklus, dari persentase ketuntasan 61 % menjadi 75 %. Namun,
secara klasikal belum tuntas.
Pada si=
klus
II ini pengamatan yang diperoleh adalah perhatian siswa untuk mengikuti
pembelajaran semakin meningkat, karena pembelajaran dengan strategi
pembelajaran berdiferensiasi mampu memancing tantangan bagi murid yang memi=
liki
kemampuan belajarlebih dalam menggali pembelajaran secara komprehensif atau me=
ndalam.
Dan bagi murid yang memiliki kemampuan dibawahnya tetap senantiasa terdukun=
g.
Kemudian tumbuhnya atensi
murid yang memiliki kapasitas kemampuan yang lebih menjadi tutor sebaya. =
span>Serta munculnya kekuatankelas, yakni adanya kolaborasi didalam kelas antara siswadengan siswa, dan siswa dengan guru
(peneliti). Hal ini berdampak pada hasil
belajar akhir siklus pembelajaran ke II ini semakin meningkat dibanding sik=
lus
I, dari rata-rata 75 % menjadi 92 %. Dengan demikian, secara klasikal hasil
belajar Sosiologi dinilai tuntas.
Dan yang
paling menarik adalah munculnya antusias siswa dalam memilih produksesuai dengan minat dan kesukaa=
nnya,
sehingga hasil belajarnya pun berbanding lurus dengan antusiasme siswa.
Tabel 1.=
Perbandingan siklus
K=
ategori
S=
iklus
1
%
S=
iklus
2
%
Tuntas
27
75
33
92
Tidak Tuntas<=
/p>
9
25
3
8=
&n=
bsp;
KESIMPU=
LAN
Pembela=
jaran
berdiferensiasi mampu memfasilitasi keterlibatan siswa dalam aktivitas bela=
jar.
Hal ini dikarenakan siswa selalu diikutsertakan dalam segala aktivitas
pembelajaran. Sehingga siswa merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk
mengembangkan diri sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Hal inilah yang
dapat meningkatkan minat belajar siswa dan menjadikan suasana pembelajaran
lebih menyenangkan.
Dengan
melaksanakan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada materi Perubahan
sosial, siswa dapat memanfaatkan potensidan kemampuannya dalam mengemba=
ngkan
pemahaman materi Perubahan sosial. Dalam pelaksanaan pembelajaran
berdiferensiasi ada beberapa hambatan yang sering terjadi yaitu dalam hal
pengelolaan waktu pembelajaran. Disamping tersebut, siswa belum terbiasa
membuat ide terobosan karya / produk pembelajaran. Namun, seiring waktu
berjalan siswa leluasa dengan pembelajaran berdiferensiasi, mereka sangat
antusias dalam kegiatan pembelajaran.
Penggun=
aanpembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan pemahaman siswa
terhadap materi Perubahan sosial dalam pembelajaran Sosiologi. Hal ini
ditunjukkan dari perolehan hasil belajar siswa yang semakin meningkat dalam
setiap siklusnya.
DAFTAR PUSTAKA
------=_NextPart_01D9A28C.41C15250
Content-Location: file:///C:/A3175A36/1.IrraMartiana500-506.fld/item0001.xml
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
Content-Type: text/xml
=
Tri16JournalArticle{15DD42C9-6491-4B00-8AD6-A79C258673EB}TriyantoMenjadi Islam Sama Dengan Menjadi Miskin (Studi Ad=
aptasi Muallaf Tionghoa Terhadap Masyarakat Aceh)C=
ommunity2016230-2411Sug13Book{083398FF-0B0B-44EC-BCFB-02C82DC42E1B}Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.=
2013Sugi=
yonoBandung<=
/b:City>Alfabeta2Zuh09Book{8AEDD522-A974-4457-9C95-F9A82F9AD382} Madinah: Kota Suc=
i, Piagam Madinah, dan Teladan Muhammad SAWJakarta2009Mi=
srawiZuhairi=
PT. Kompas Media Nusantara3Bro16Inte=
rview{B52D7CBC-A778-4ABF-AA3A-0190B8EAF5DD}=
Damai Itu Indah dan Intrik Konflik 2016=
Bromansyah<=
/b:Person>SaktiCakrakusumaAgustus084
------=_NextPart_01D9A28C.41C15250
Content-Location: file:///C:/A3175A36/1.IrraMartiana500-506.fld/props002.xml
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
Content-Type: text/xml
------=_NextPart_01D9A28C.41C15250
Content-Location: file:///C:/A3175A36/1.IrraMartiana500-506.fld/themedata.thmx
Content-Transfer-Encoding: base64
Content-Type: application/vnd.ms-officetheme
UEsDBBQABgAIAAAAIQDp3g+//wAAABwCAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKyRy07DMBBF
90j8g+UtSpyyQAgl6YLHjseifMDImSQWydiyp1X790zSVEKoIBZsLNkz954743K9Hwe1w5icp0qv
8kIrJOsbR12l3zdP2a1WiYEaGDxhpQ+Y9Lq+vCg3h4BJiZpSpXvmcGdMsj2OkHIfkKTS+jgCyzV2
JoD9gA7NdVHcGOuJkTjjyUPX5QO2sB1YPe7l+Zgk4pC0uj82TqxKQwiDs8CS1Oyo+UbJFkIuyrkn
9S6kK4mhzVnCVPkZsOheZTXRNajeIPILjBLDsAyJX89nIBkt5r87nons29ZZbLzdjrKOfDZezE7B
/xRg9T/oE9PMf1t/AgAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEApdan58AAAAA2AQAACwAAAF9yZWxzLy5y
ZWxzhI/PasMwDIfvhb2D0X1R0sMYJXYvpZBDL6N9AOEof2giG9sb69tPxwYKuwiEpO/3qT3+rov5
4ZTnIBaaqgbD4kM/y2jhdj2/f4LJhaSnJQhbeHCGo3vbtV+8UNGjPM0xG6VItjCVEg+I2U+8Uq5C
ZNHJENJKRds0YiR/p5FxX9cfmJ4Z4DZM0/UWUtc3YK6PqMn/s8MwzJ5PwX+vLOVFBG43lExp5GKh
qC/jU72QqGWq1B7Qtbj51v0BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQBreZYWgwAAAIoAAAAcAAAAdGhl
bWUvdGhlbWUvdGhlbWVNYW5hZ2VyLnhtbAzMTQrDIBBA4X2hd5DZN2O7KEVissuuu/YAQ5waQceg
0p/b1+XjgzfO3xTVm0sNWSycBw2KZc0uiLfwfCynG6jaSBzFLGzhxxXm6XgYybSNE99JyHNRfSPV
kIWttd0g1rUr1SHvLN1euSRqPYtHV+jT9yniResrJgoCOP0BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQBa
g/ICswYAAE8aAAAWAAAAdGhlbWUvdGhlbWUvdGhlbWUxLnhtbOxZz2/bNhS+D9j/IOju+pck20Gd
wpbtZmvSFrXboUfapi02lGSIdFKjKDC0xwEDhnXDDiuw2w7DtgItsEv312TrsHXA/oU9UrJM2vSS
BjkEQ5OLRX3v8eN75PdI8eq1hyG1jnDCSBw17fKVkm3haBSPSTRt2ncHvULdthhH0RjROMJNe4GZ
fW33ww+uoh0e4BBbYB+xHdS0A85nO8UiG0EzYlfiGY7g3SROQsThMZkWxwk6Br8hLVZKJa8YIhLZ
VoRCcHtrMiEjbA2ES3t36bxL4THiTDSMaNIXrrFmIbHjw7JAsAXzaWIdIdq0oZ9xfDzAD7ltUcQ4
vGjaJflnF3evFtFOZkT5FlvFrif/MrvMYHxYkX0m02HeqeO4jtfK/UsA5Zu4bq3rdb3cnwSg0QhG
mnJRfbrtRrvjZlgFlP40+O7UOtWyhlf8Vzc4t1zxr+ElKPXvbOB7PR+iqOElKMW7G3jHqVV8R8NL
UIr3NvC1Uqvj1DS8BAWURIcb6JLrVf3laHPIJKZ7RnjDdXq1SuZ8hYLZkM8u0cUkjvi2uRaiB3HS
A4AAUsRJZPHFDE/QCGaxjygZJsTaJ9OAi27QDkbK+7RpxDaaRI8WGyVkxpv2xzME62Ll9Z/XP/7z
+qV18uTVyZNfTp4+PXnyc+pIs9pD0VS1evv9F38//9T66+V3b599ZcYzFf/7T5/99uuXZiAsohWd
N1+/+OPVizfffP7nD88M8FaChip8QELMrJv42LoThzAwGRWdOR4m72YxCBBRLVrRlKEIiV4M/rs8
0NA3F4giA66N9QjeS0BETMDr8wca4X6QzDkxeLwRhBrwII5pO06MUbgh+lLCPJhHU3PnyVzF3UHo
yNS3jyItv935DNSTmFz6AdZo3qYo4miKI8wt8S4+xNgwuvuEaHE9IKMkZvGEW/eJ1UbEGJIBGWqz
aWW0R0LIy8JEEPKtxebgntWOqWnUHXykI2FVIGogP8BUC+N1NOcoNLkcoJCqAd9HPDCR7C+SkYrr
Mg6ZnmIaW90xZsxkcyuB8SpJvwECYk77AV2EOjLh5NDkcx/FsYrsxId+gMKZCdsnUaBiP2KHMEWR
dTvmJvhBrK8Q8Qx5QNHWdN8jWEv36WpwF7RTpbSaIOLNPDHk8jqOtfnbX9AJwlJqQNo1xQ5JdKp8
pz1cnHCDVL759rmB92WV7FZCjGtmb02ot+HW5dmPkzG5/OrcQfPoNoYFsVmi3ovze3G2//fivG09
X7wkr1QYBFpsBtPtttx8h1v33hNCaZ8vKN5ncvvNoPaMe9Ao7OS5E+dnsVkAP8VKhg403DRB0sZK
Yv4J4UE/QDPYupdt4WTKMtdTZs1iBkdG2Wz0LfB0Hh7E4/TIWS6L42UqHgzxVXvJzdvhuMBTtFdb
HaNy95LtVB53lwSE7buQUDrTSVQNJGrLRhEkebiGoBlIyJFdCIuGgUVduF+maoMFUMuzApsjC7ZU
Tdt1wASM4MyEKB6LPKWpXmZXJvMiM70tmNoMKMF3jWwGrDLdEFy3Dk+MLp1qZ8i0RkKZbjoJGRlZ
w1iAxjibnaL1LDTeNdeNVUo1eiIUWSwUGrX6f7E4b67Bbl0baKQqBY2s46btVV2YMiM0a9oTOLrD
z3AGc4eJTS2iU/j+NeJJuuDPoyyzhPEOYkEacCk6qRqEhOPEoiRs2mL4eRpoJDVEcitXQBAuLbkG
yMplIwdJ15OMJxM84mralRYR6fQRFD7VCuNbaX5+sLCM55DufjA+toZ0ntxBMMXcWlkEcEwYfN8p
p9EcE/gkmQvZav6tFaZMdtVvgnIOpe2IzgKUVRRVzFO4lPKcjnzKY6A8ZWOGgCohyQrhcCoKrBpU
rZrmVSPlsLXqnm4kIqeI5qpmaqoiqqZZxbQelmVgLZbnK/IKq2WIoVyqFT6V7nXJbSy1bm2fkFcJ
CHgeP0PVPUNBUKitOtOoCcabMiw0O2vVa8dygKdQO0uRUFTfW7pdi1teI4zdQeO5Kj/Yrc9aaJos
95Uy0vLuQr1eiIcPQDw68CF3TjmTqYTLgwTBhqgv9ySpbMASecizpQG/rHlCmvajktty/IrrF0p1
t1twqk6pUHdb1ULLdavlrlsuddqVx1BYeBCW3fTepAcfm+giuz2R7Rs3KOHye9qVURwWY3lDUpTE
5Q1KubL9BsUiIDqPvEqvUW20vUKj2uoVnE67Xmj4XrvQ8fxap9fx3Xqj99i2jiTYaVV9x+vWC17Z
9wuOVxL0641CzalUWk6tVe86rcfZNgZGnspHFgsIr+S1+y8AAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQAN
0ZCftgAAABsBAAAnAAAAdGhlbWUvdGhlbWUvX3JlbHMvdGhlbWVNYW5hZ2VyLnhtbC5yZWxzhI9N
CsIwFIT3gncIb2/TuhCRJt2I0K3UA4TkNQ02PyRR7O0NriwILodhvplpu5edyRNjMt4xaKoaCDrp
lXGawW247I5AUhZOidk7ZLBggo5vN+0VZ5FLKE0mJFIoLjGYcg4nSpOc0IpU+YCuOKOPVuQio6ZB
yLvQSPd1faDxmwF8xSS9YhB71QAZllCa/7P9OBqJZy8fFl3+UUFz2YUFKKLGzOAjm6pMBMpburrE
3wAAAP//AwBQSwECLQAUAAYACAAAACEA6d4Pv/8AAAAcAgAAEwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAW0Nv
bnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbFBLAQItABQABgAIAAAAIQCl1qfnwAAAADYBAAALAAAAAAAAAAAAAAAA
ADABAABfcmVscy8ucmVsc1BLAQItABQABgAIAAAAIQBreZYWgwAAAIoAAAAcAAAAAAAAAAAAAAAA
ABkCAAB0aGVtZS90aGVtZS90aGVtZU1hbmFnZXIueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAFqD8gKzBgAA
TxoAABYAAAAAAAAAAAAAAAAA1gIAAHRoZW1lL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWxQSwECLQAUAAYACAAA
ACEADdGQn7YAAAAbAQAAJwAAAAAAAAAAAAAAAAC9CQAAdGhlbWUvdGhlbWUvX3JlbHMvdGhlbWVN
YW5hZ2VyLnhtbC5yZWxzUEsFBgAAAAAFAAUAXQEAALgKAAAAAA==
------=_NextPart_01D9A28C.41C15250
Content-Location: file:///C:/A3175A36/1.IrraMartiana500-506.fld/colorschememapping.xml
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
Content-Type: text/xml
------=_NextPart_01D9A28C.41C15250
Content-Location: file:///C:/A3175A36/1.IrraMartiana500-506.fld/plchdr.htm
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable
Content-Type: text/html