MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; boundary="----=_NextPart_01D9A367.E4778F60" ------=_NextPart_01D9A367.E4778F60 Content-Location: file:///C:/A3875A56/2.PutriSandha,507-516.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR AR=
ANG
BRIKET BATOK KELAPA INDONESIA KE ARAB SAUDI
=
Putri Sandha Fadilla1, Desi Permata S=
ari2, Mutiya Kansa M3, Di=
nda
Septiayuni4, Eva Indriany5, Danick Adi Pratama6<=
/sup>,
Novalda Nur Putri7, Ricky Firmansyah8
Fakultas Ekonom=
i, Universitas Teknologi Bandung, Jawa Barat, Indonesia
putris=
andhafadilla20@student.stembi.ac.id, desipermatas=
ari20@student.stembi.ac.id,
Mutiyakansam=
20@student.stembi.ac.id,
Dindas=
eptiayuni20@student.stembi.ac.id,
Evaindriany2=
0@student.stembi.ac.id,
danickadipra=
tama20@student.stembi.ac.id, Novaldanurputri20@student.stembi.ac.id, ricky@ars.co.id<=
sup>
Indonesia
dijuluki sebagai negara nyiur melambai karena memiliki begitu banyak pohon =
kelp.
Dilihat dari banyaknya kebun kelapa di Indonesia yang tersebar di Jawa,
Sumatera dan Sulawesi, menjadikan Indonesia berpotensi sebagai produsen kel=
apa
nomor satu dunia. Salah satu produk olahan kelapa yang sudah mendunia adalah
arang briket tempurung kelapa. Dalam mengoptimalkan potensi ara=
ng
briket, tujuan dari penelitian kami ialah untuk mengetahui faktor-faktor ya=
ng
mempengaruhi ekspor arang briket ke negara Arab Saudi. Rumusan masalah yang
kami batasi dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengaruh kepadatan ara=
ng
briket terhadap kualitas arang, 2) Bagaimana pengaruh kadar air terhadap
ketahanan arang briket, dan 3) Bagaimana tata cara prosedur ekspor. =
Penelitian ini b=
ertujuan
memberikan gambaran dan penjelasan mengenai faktor faktor yang mempengaruhi
kegiatan ekspor-impor arang briket Indonesia ke negara Arab Saudi. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi literatur.
Kata kunci: Arang Briket, Ekspor, Impor, Kualitas Arang,
Manajemen
Abstract:=
Indonesia is nicknamed as the count=
ry
of waving palms because it has so many kelp trees. Judging from the large
number of coconut plantations in Indonesia which are spread across Java, Su=
matra
and Sulawesi, Indonesia has the potential to become the world's number one
coconut producer. One of the world-famous processed coconut products is coc=
onut
shell charcoal briquettes. In optimizing the potential of charcoal briquett=
es,
the aim of our research is to determine the factors that influence the expo=
rt
of charcoal briquettes to Saudi Arabia. The formulation of the problems tha=
t we
limit in this study are 1) How does the density of charcoal briquettes affe=
ct
the quality of the charcoal, 2) How does the moisture content affect the
durability of the charcoal briquettes, and 3) What are the export procedure=
s.
The research method used is literature study. This study aims to provide an
overview and explanation of the factors that influence export-import activi=
ties
of Indonesian charcoal briquettes to Saudi Arabia. From the results of the
analysis of the literature study conducted, the conclusions of this study a=
re
1) One of the factors that influence the high demand for exports of Indones=
ian
charcoal briquettes to Saudi Arabia is product density affecting quality
(stable fire, odorless smoke) and 2) Good moisture content in Briquette
charcoal products affect the durability in burning charcoal.
Keywords: Charcoal Briquettes, Charcoal
Quality, Export, Import, Management&nbs=
p; &=
nbsp;
Corresponding: Putri Sandha Fadill=
a
E-=
mail:
putris=
andhafadilla20@student.stembi.ac.id
PENDAHULUAN
Indonesia dijuluki sebagai negara nyiur melambai karena
memiliki begitu banyak pohon kelapa. Dilihat dari banyaknya kebun kelapa di
Indonesia yang tersebar di Jawa, Sumatera dan Sulawesi, menjadikan Indonesia
berpotensi sebagai produsen kelapa nomor satu dunia. Buah kelapa dapat
dimanfaatkan menjadi berbagai macam kebutuhan manusia. Kelapa banyak diguna=
kan
untuk berbagai macam sajian khas Indonesia. Buah kelapa sangat diperlukan d=
alam
kehidupan sehari hari. Selain dijadikan olahan minyak, buah kelapa juga dap=
at
dijadikan bumbu masak dan berbagai olahan lainnya
Keset, matras dan sapu yang biasa kita gunakan adalah sa=
lah
satu hasil olahan sabut kelapa, sedangkan sapu lidi terbuat dari lidi daun
kelapa. Buah kelapa biasa dimanfaatkan untuk membuat minyak kelapa, santan =
dan
Virgin Coconut Oil (VCO)
Batok kelapa yang bubuk setelah menjadi arang dapat diol=
ah
menjadi berbagai macam bentuk seperti kubus, silinder maupun balok persegi
enam. Briket bentuk kubus adalah salah satu yang paling banyak di produksi =
Salah satu pendorong utama dalam pertumbuhan suatu negara
biasanya ditandai dengan peningkatan pengiriman barang dari dalam negeri ke
luar negeri maupun sebaliknya, hal ini juga dapat menjadi tanda berkembangn=
ya
perekonomian suatu negara
Kegiatan ekspor yang merupakan transaksi menjual barang =
ke
luar negeri harus melalui pelaporan kepada Direktoral Jenderal Bea dan Cukai
dan sama halnya dengan kegiatan impor barang atau membeli barang dari luar
negeri perlu melalui proses pajak Bea Cukai
Pengembangan produk arang briket
memberikan jalan luas untuk kegiatan ekspor impor Indonesia karena arang br=
iket
Indonesia diminati oleh negara-negara Asia, Arab Saudi, Amerika dan Timur
Tengah
Arang Briket
Energi biomassa adalah energi yang
dihasilkan dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui, energi biomassa d=
apat
dijadikan sebagai energi alternatif. Kualitas energi alternatif tersebut ha=
rus
lebih ramah lingkungan, dapat ditemui dengan mudah dan dapat digunakan oleh
berbagai kalangan masyarakat
Pr=
oduk
arang briket banyak diminati mancanegara karena memiliki berbagai manfaat d=
alam
kehidupan, salah satunya digunakan sebagai energi alternatif pengganti batu
bara. Arang briket batok kelapa menjadi salah satu produk yang unggul
disbanding jenis arang briket lainnya sehingga briket jenis ini dapat dijad=
ikan
peluang bisnis ekspor yang bernilai tinggi
Be=
rdasarkan
hasil pengamatan dari
Tingginya minat ekspor arang briket
tempurung kelapa di mancanegara karena arang briket tempurung kelapa dapat
dijadikan sebagai energi alternatif. Dijadikan sebagai energi alternatifi karena sumber daya alam energi fosil konvensional yang digunakan
sebagai keperluani
pembakaran semakin berkurang. Briket juga dapat menjadi alternatifi untuk menggantikani bahan baku pembakaran karena lebih efisien dan tidak menimbulkan polusi udara<=
/span>
Keunggulan
arang briket batol kelapa membuat kebutuhan ekspor arang briket meningkat
pesat. Permintaan ekspor yang tinggi salah satunya berasal dari Kawasan Ero=
pa
karena banyak digunakan dalam kegiatan barbeque. Kualitas arang yang
tahan lama menjadi daya tarik dan bersifat efektif dalam pembakaran daging.
Selain itu permintaan yang tinggi akan ekspor arang briket juga berasal dari
negara Timur Tengah seperti Saudi Arab karena sangat efektif digunakan seba=
gai
bahan bakar penggunaan shisa. Kualitas arang yang tidak menimbulkan asap dan
ramah lingkungan memberikan kenyamanan ketika dibutuhkan dalam penggunaan
pembakaran jarak dekat seperti pembakaran shisa.
Ekspor
Menurut Andrelisa dalam
Faktor-Fakt=
or
yang Mempengaruhi Kegiatan Ekspor
Menurut Mankiw dalam
1) Daya tarik konsumen terhadap bar=
ang
produksi dalam negeri maupun luar negeri;
2) Perbandingan harga barang di dal=
am negeri
dan diluar negeri;
3) Nilai mata uang domestic yang
dibutuhkan ketika membeli barang dengan mata uang asing; 4) Rata-rata pendapatan konsumen di
dalam dan di luar negeri; 5) Ongkos logistik pengiriman barang
antar mancanegara; 6) Peraturan yang dikeluarkan pemer=
intah
terkait perdagagan internasional. Berdasarkan
poin-poin diatas dapat disimpulkan bahwa suatu negara akan mengekspor baran=
g ke
negara lain jika permintaan produksi dari negara tersebut tinggi dan negara
tersebut tidak dapat melakukan produksi mandiri, dan suatu produk akan di
ekspor ke negara lain apabila kebutuhan di dalam negeri akan produk tersebut
sudah terpenuhi. Faktor pendukung yang membuat adanya kegiatan ekspor impor
diantaranya, persaingan mutu dan daya beli konsummen. Penelitian serupa pernah dilakuk=
an
oleh Teti Haryati dalam sebuah artikel d=
ngan
judul “Identifikasi Karakteristik Briket Arang Kelapa Yang Diminati P=
asar
Arab Saudi Dan Prosedur Ekspornya”. Perbedaan penelitian ini dengan
penelitian Teti Haryati adalah pada fokus penelitian. Penelitian ini akan
mencoba mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi
kinerja ekspor produk ini, seperti faktor ekonomi, kebijakan perdagangan,
persyaratan teknis, kebutuhan pasar, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian=
ini
adalah untuk memahami dan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat
meningkatkan atau menghambat ekspor arang briket batok kelapa ke Arab Saudi.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Teti Haryati berfokus pada
karakteristik briket arang kelapa yang diminati oleh pasar Arab Saudi dan
prosedur ekspornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prefere=
nsi
dan kebutuhan pasar Arab Saudi terkait dengan briket arang kelapa, seperti
kualitas produk, harga, kemasan, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi da=
ya
tarik produk tersebut. Selain itu, penelitian ini juga akan menggambarkan
prosedur ekspor yang harus diikuti untuk memasarkan briket arang kelapa ke =
Arab
Saudi, termasuk persyaratan dokumen, regulasi perdagangan, dan proses
pengiriman. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur.
Studi literatur yaitu suatu metode yang digunakan untuk menghimpun data-data
atau sumber-sumber yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam suatu
penelitian (Habsy, 2018). Topik penelitian diambil dari berb=
agai
jurnal ekspor-impor dan briket batubara tahun 2018-2023. Tujuan dari peneli=
tian
ini untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi ekspor dan impor briket arang Indonesia ke Arab Saudi. =
Menurt Zed, dala=
m suatu
penelitian ada empat tahapan studi pustaka, tahapan tersebut yaitu menyiapk=
an
alat perlengkapan yang diperlukan, mempersiapkan bibliografi kerja, mengont=
rol
waktu dan membaca lalu mencatat bahan penelitian
Pengumpulan data ini berfokus pada jenis kualitatif deng=
an
melalui studi literatur atau studi pustaka. Uji hipotesis yang dilakukan da=
lam
penelitian ini digunakan sebagai data penelitian yang akan menjawab pertany=
aan
dalam rumusan masalah dan akan digunakan sebagai acuan mengambil kesimpulan=
dan
keputusan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Arab<=
/span>i Saud=
i merupakani
Briket arang yang diteliti dalam
penelitian ini berbahan dasar batok kelapa. Produk yang akan diterima oleh
pasar internasional harus memenuhi standar kualitas internasional, baik dal=
am
kualitas produksi, desain, dan pengemasan. Directorate General for Na=
tional
Exsport Development (DGNED) membiayai dan memberikan fasilitaas pada program
pengembangkan produk utama baik barang maupun jasa yang berpotensi untuk
dipasarkan ke negara-negara berkembang dan kemudian dapat bekerja sama deng=
an
Trade Promotion Organization
Faktor pertama yang menjadi tolak
ukur dalam banyaknya permintaan ekspor arang briket tempurung kelapa dari
Indonesia ke Arab Saudi adalah kualitas kepadatan arang. Menurut
Pembentukan kerapatan partikel karbon=
dapat
dianggap sebagai kerapatan karbon. Untuk membentuk briket, partikel bahan h=
arus
terikat pada bahan baku, oleh karena itu diperlukan bahan pengikat untuk
menghasilkan briket kompak. Untuk meminimalisir abu yang dihasilkan setelah
pembakaran arang briket, perlu digunakan pengikat organik. Pemilihan pengik=
at
organik juga merupakan salah satu bahan perekat yang efektif dalam meningka=
tkan
kualitas arang briket Tengah.
Semakin kecil dan homogen partikelnya, semakin baik
densitasnya karena pori yang dihasilkan lebih kecil. Sebaliknya ukuran part=
ikel
yang besar dan tidak homogen menyebabkan perbedaan densitas karena pori yang
dihasilkan juga besar. Perlu dicatat bahwa briket dengan kerapatan pori tin=
ggi
akan lebih rendah dan lebih mungkin hancur dalam berbagai kondisi yang berl=
aku,
baik diangkut, disimpan atau digunakan
Keunggulan briket arang tempurung kelapa dibandingkan br=
iket
lainnya adalah lebih ekonomis, memungkinkan panas yang lebih tinggi dan
pembakaran yang terus menerus, oleh karena itu sangat cocok untuk pembakaran
yang lama karena diproses tanpa bahan kimia dan aman bagi kesehatan, tidak =
ada
resiko kebakaran/ledakan, dan tidak ada abu terbang atau asap selama
pembakaran. Beberapa keunggulan dalam menggunakan briket arang tempurung ke=
lapa
dibanding bahan bakar padat jenis lain yaitu dapat menghasilkan panas dengan
suhu tinggi, tidak bersap, tidak mengandung racun, waktu pembakarannya dapat
bertahan lebih lama dan dapat berpotensi menggati batu bara karena lebih ra=
mah
lingkungan
Oleh karena itu, briket arang diterima di pasar Arab Sau=
di.
Karena keunggulan tersebut, permintaan briket arang di Indonesia terus
meningkat, terutama untuk memasak dan memanggang atau memanggang di rumah
bahkan di restoran, serta bahan bakar shisa.
Kadar air juga menjadi salah satu faktor penentu lolosnya
standarisasi kualitas arang briket dari tempurung kelapa hasil produksi
Indonesia yang banyak diminati negara timur tengah salah satunya Arab Saudi.
Nilai kalor atau energi panas yang dimiliki briket dipengaruhi oleh kadar a=
ir,
nilali kalor yang tinggi dipengaruhi oleh nilai kadar air yang kecil. Untuk
mendapatkan kualitas arang briket yang baik maka perlu meminimalisir kadar
airnya, nilai kalor yang rendah mengakibatkan arang sulit menyala
Penggunaan briket untuk kegiatan rumahan sangat membutuh=
kan
kualitas arang yang memiliki sedikit kadar air, hal tersebut agar memudahkan
pengguna dalam menghemat waktu pembakaran, briket yang sulit terbakar akan
banyak membuang waktu. Contoh dari kualitas arang yang bagus juga dapat
diketahui dengan memberikan sedikit percikan api di salah satu sisi arang briket, j=
ika
percikan api tersebut terus menyebar pada keseluruhan arang maka hal terseb=
ut
mengindikasikan produk arang yang berkualitas, namun apabila sebelum terbak=
ar
merata dan apinya sudah padam maka hal tersebut mengindikasikan kualitas ar=
ang
tersebut kurang bagus atau dapat dikatakan bahwa produk tersebut masih
mengandung banyak kadar air <=
w:Sdt
Citation=3D"t" ID=3D"1517419424">(Haryati &=
amp;
Amir, 2021). Salah satu faktor pengiriman ekspor arang briket ke Arab Saudi,
diperlukan standar yang tinggi, termasuk dalam penilaian kadar air arang
tersebut. Berikut ini adalah acuan kualitas arang briket yang akan di ekspor
dengan kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI).
Tabel
1. Standar SNI No.1/6235/2000
|
No |
Parameter |
Standar SNI |
|
1. |
Kadar Air (%) |
£ 8 |
|
2. |
Kadar Abu (%) |
£ 8 |
|
3. |
Kadar Karbon (%) |
³ 77 |
|
4. |
Nilai Kalor (kal/g) |
³ 5000 |
|
5. |
Kadar Zat Menguap (%) |
£ 15 |
Parameteri uji sebagai acu=
an
adalah standar SNI No.1/6235/2000 dimana detailnya dicantumkani
dalam Gambar 1. Nilai kadari air yang harus =
dicapai
padai briket yang telah diproduksi berdasarkan standar SNI
No.1/6235/2000 yaitu ≤ 8%

Gambar
2 Standar SNI No.1/6235/2000
Untuk memulai mengekspor barang, ada beberapa aturan dan persyaratan
yang harus diperhatikan, diikuti, dan juga dipatuhi oleh eksportir. Barang =
yang
sudah berstatus ekspor adalah barang yang sebelumnya telah disampaikan deklarasi
ekspornya dan juga memiliki nomor pendaftaran.
Cara yang pertama adalah dengan bertukar surat dan membuat kontrak
yaitu membuat surat untuk membuat kontrak ekspor, atau bisa juga dengan
menanyakan barang yang akan dikirim. Importir bertanya, bank membuat letter=
of
credit setelah Anda membuat letter of credit kemudian mengirimkannya ke
bank koresponden sebagai bukti proses transaksi melalui letter of credit.
Selain itu, eksportir menyiapkan barang untuk pengiriman atau pembelian,
setelah barang diproduksi, importir memesan kapal atau pe=
ti
kemas (sebagian atau seluruhnya) dari perusahaan pelayaran. Setelah itu
eksportir mengurus PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) dan juga pembayaran bea
keluar, setelah itu dilakukan upload PEB. Setelah itu, saat barang dimuat,
shipper menyerahkan dokumen pemuatan kepada eksportir dan melampirkan SKA
(Certificate of Origin) jika diminta. Bank penerbit kemudian meneruskan dok=
umen
tersebut ke importir. Terakhir, importir mengirimkan dokumen ke pengirim un=
tuk
ditukar dengan ongkos angkut
Ada beberapa penjelasan mengenai tata cara ekspor secara detail men=
urut
peraturan Bea dan Cukai Republik Indonesia:
Pertama, eksportir harus mengirimkan PEB ke kantor pabean tempat ba=
rang
ekspor akan dimuat. PEB sendiri dapat berbentuk dokumen seperti invoice,
packing list dan berbagai dokumen lainnya. Selain itu, dokumen yang diserahkan oleh karyawan yang berwenang dan berwenang untuk
melakukan pemeriksaan ini diperiksa. Apabila dokumen dianggap tidak lengkap,
petugas akan segera menerbitkan Non Rejection (NPP) dan memberitahukan lang=
sung
kepada eksportir. Dalam hal penelaahan terhadap
larangan dan/atau pembatasan terhadap barang tertentu ternyata persyaratan
dokumen belum terpenuhi, akan diterbitkan Surat Pemberitahuan Persyaratan
Dokumen (NPPD). Apabila secara umum hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang
wajar, tidak melaporkan hasil kategori barang larangan atau pembatasan, meskipun
termasuk dalam kategori barang pembatasan, tetapi memiliki semua persyaratan
yang diperlukan. menunjukkan nomor pendaftaran PEB dan sesuai dengan NPE. J=
ika
pemeriksaan barang tambahan diperlukan, panitera
menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB). Setelah proses
inspeksi ditemukan sesuai dan sesuai, NPE segera dikeluarkan. <=
/span>
KESIMPULAN
Dari hasil analisis studi literatur yang dilakukan,
kesimpulan penelitian ini adalah: 1. Salah satu fakto=
r yang
mempengaruhi tingginya permintaam ekspor arang briket Indonesia ke negara A=
rab
Saudi adalah kepadatan produk mempengaruhi kualitas (api stabil, asap tidak
berbau). 2. Kadar air yang baik dalam =
produk
arang briket mempengaruhi ketahanan dalam pembakaran arang, kadar air yang
rendah membuat kualitas produk semakin baik dan membuat efektivitas penggun=
aan
produk meningkat.
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
<= o:p>
D=
AFTAR
PUSTAKA
<= o:p>
=
Adlini,
M. N., Dinda , A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J.
(2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal
Pendidikan, 6(1), 974-980.
DGNED. (2019). THE 34th TRADE EX=
PO
INDONESIA 2019. Retrieved from DGNED : Directorate General for National
Export Development:
http://djpen.kemendag.go.id/app_frontend/links/96-publikasi
DJPEN. (2018). Retrieved from
http://djpen.kemendag.go.id/app_frontend/contens/94-flowchart-besar-kegiat=
an-ekspor
Hamdani, & Haikal. (2018). S=
eluk
Beluk Perdagangan Ekspor Impor.Cetakan Kelima Jilid Kedua. Retrieved f=
rom
Bushindo; Jakarta.
<= o:p>
Hapid, A., Muthmainnah, M., &
Ahmad, A. (2018). Karakteristik Briket Arang Dari Campuran Tempurung Kelapa
Dan Serbuk Gergaji Kayu Palapi (Heritiera Sp). Forest Sains, 15(2), 47-=
57.
Haryati, T., & Amir, I. (2021,
September). Identifikasi Karakteristik Briket Arang Kelapa Yang Diminati P=
asar
Arab Saudi dan Prosedur Ekspornya. In FORBISWIRA FORUM BISNIS DAN
KEWIRAUSAHAAN-SINTA 4, 11, No. 1, 39-57.
Iskandar, N., Nugroho, S., &
Feliyana, M. F. (2019). Uji kualitas produk briket arang tempurung kela=
pa
berdasarkan standar mutu SNI. Retrieved from Majalah Ilmiah Momentum,
15(2).
Jaswella, R. W., Sudding, S., &
Ramdani, R. (2022). Pengaruh Ukuran Partikel terhadap Kualitas Briket Arang
Tempurung Kelapa. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia, 23=
(1),
7-19.
Latipah, N., & Syarifuddin, S.
(2019). Ketreampilan Mahasuswa dalam Membuat Produk Olahan Berbahan Dasar =
Buah
Kelapa. IJIS Edu : Indonesian Journal of Intergrated Science Education,
1(2), 115-124.
Makbul, M. (2021). Metode
Pengumpulan data dan Instrumen Penelitian.
Mavianti, M., & Rizky, R. N. (2=
019,
October). Upaya Pemanfaatan Bonggol Pisang Dalam Meningkatkan Ekonomi Kelu=
arga
Pada Ibu-Ibu Di Dusun 2 Desa Tanjung Anom. In Prosiding Seminar Nasional
Kewirausahaan, 1, 138-143. Retrieved from Keripik Kelapa : Peluang Usa=
ha
Baru di Dusun 3 Tanjung Anom, Deli Serdang.
Rizaqi,
A. A. (2023). Pengembangan Bisnis Ekspor Arang Pt Paragon Technology And
Innovation.
Roulina, L. M., Budi, A. S., &
Nasbey, H. (2022, January). Preparasi Dan Pembuatan Briket Arang Tempurung
Kelapa Dengan Perekat Tepung Terigu. In Prosiding Seminar Nasional Fisi=
ka
(E-Journal) (Vol.10).
Sudirman, S., & Santoso, H. (20=
21).
Pengujian Kuat Tekan Briket Biomassa Berbahan Dasar Arang Dari Tempurung
Kelapa Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin,8=
(2),
101-108.
Supardi, E. (2019). Ekspor Impor:
Teori Dan Praktikum Kegiatan Ekspor Impor Untuk Praktisi Logistik Dan Bisn=
is.
Retrieved from Deepublish.
Trademap. (2019). Retrieved from
https://www.trademap.org/Bilateral_TS pada 20 Februari 2023
Tsani, R. M., Tinambunan, R. H., &a=
mp;
Maulani, S. F. (2022). Analisis Kualitas Produk Arang Briket Pada Kebutuhan
Pasar Ekspor Di Timur Tengah Dan Arab Saudi Pada Pt. Nudira Sumber Daya
Indonesia. Eqien-Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 11(03), 1214-1224.
Wibowo,
R. (2019). Analisis Thermal Nilai Kalor Briket Ampas Batang Tebu dan Serbuk
Gergaji. Jurnal Rekayasa Mesin, 10(1), 9-15.
Wulandari, S., & Lubis, A. S.
(2019). Analisis perkembangan ekspor impor barang ekonomi di Provinsi Suma=
tera
Utara. Jurnal Administrasi Bisnis, 8(1), 31-26.
Putri Sandha Fadilla
Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Arang Briket Batok Kelapa Indonesia =
Ke
Arab Saudi
JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Volume 2 No. 6 Juni 2023
E-ISSN 2829-7334| P-ISSN 2829-5439
Hompage:=
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl