Pendidikan Karakter Melalui Pengembangan 18 Nilai Karakter Berbasis Pondok Pesantren Pada Jenjang MI, MTS dan MA

Authors

  • Ayu juwita putri Program Pascasarjana Universitas Gresik
  • Anisatul Ashfiyah Program Pascasarjana Universitas Gresik
  • Nur Saffanah Program Pascasarjana Universitas Gresik

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v1i7.127

Keywords:

Pendidikan Karakter, 18 Nilai Karakter, Pondok Pesantren

Abstract

Pendidikan karakter bertujuan serta berkaitan dengan pembentukan mental dan sikap peserta didik dengan memupuk nilai-nilai agama dan sosial yang positif. Oleh karena itu penting sekali bagi kita dalam membentuk nilai-nilai karakter baik di jenjang SD/SMP/SMA. Tiga sekolah yang sudah melaksanakan pembentukan karakter peserta didik melalui pengembangan 18 nilai karakter berbasis pondok pesantren yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda Benjeng, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma'arif Sidomukti dan di Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Menganti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil metode pembelajaran melalui pengembangan 18 nilai karakter berbasis pondok pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis metode kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil analisis yang dilakukan penulis, bahwa pembentukan karakter peserta didik Pertama religius, Kedua peduli lingkungan, Ketiga tanggung jawab, Keempat jujur, dan Kelima disiplin.

References

Adi, Rianto. (2021). Metodologi penelitian sosial dan hukum. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Firmansyah, Mokh Iman. (n.d.). Pendidikan Agama Islam: Pengertian, Tujuan, Dasar, dan Fungsi. Taklim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(2), 79–90.

Hasanah, Uswatun. (2016). Pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak. Jurnal Elementary, 2(2), 72–82.

Kemendiknas. (2011). Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter.

Kurniawan, Chandra, Sutiningsih, Dwi, & Martini, Martini. (2022). The Effectiveness of M-Kia Applications on Mothers Toddlers on Early Detection and Prevention of Pneumonia in Demak Regency. Journal of World Science, 1(9), 706–724.

Mansur, Rosichin. (2016). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam multikultural (Suatu prinsip-prinsip pengembangan). Vicratina: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).

Muhakamurrohman, Ahmad. (2014). Pesantren: Santri, kiai, dan tradisi. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 12(2), 109–118.

Munif, Muhammad. (2017). Strategi internalisasi nilai-nilai pai dalam membentuk karakter siswa. EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 1–12.

Musfiroh, Tadkiroatun. (2008). Cerdas melalui bermain. Jakarta: Grasindo.

Pingge, Heronimus Delu, & Wangid, Muhammad Nur. (2016). Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa sekolah dasar di kecamatan kota Tambolaka. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Ahmad Dahlan, 2(1), 107–122.

Suarmini, Ni Wayan, Rai, Ni Gusti Made, & Marsudi, Marsudi. (2016). Karakter Anak Dalam Keluarga Sebagai Ketahanan Sosial Budaya Bangsa. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 9(1), 78–95.

Suyanta, Sri. (2013). Membangun Pendidikan Karakter Dalam Masyarakat. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 13(1), 1–11.

Triwiyanto, Teguh. (2021). Pengantar pendidikan. Bumi Aksara.

Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter. (2013). Konsepsi dan Aplikasinya dalam Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.

Downloads

Published

2022-10-01