Meningkatkan Budaya Membaca di Sekolah Dasar dengan Metode Kartu Literasi

Main Article Content

Khuriyatul Ainiah
Magister Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Gresik

Saat ini anak-anak mempunyai minat yang rendah. Hal ini disebabkan oleh dua faktor. Faktor intern yaitu berasal dari diri sendiri dan ekstern berasal dari luar. Faktor diri sendiri terjadi sebab malas dan tidak ada motivasi dari diri sendiri. Sedang dari luar terjadi dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Tidak ada dukungan Orang tua terhadap belajar menjadi salah satu faktor rendahnya minat membaca. Sedang di lingkungan sekolah tidak adanya falilitas perpustakaan yang memadai. Kuarangnya buku-buku bacaan untuk siswa. Dari kondisi di atas penulis mengadakan penelitihan selama sepuluh hari agar diperoleh data yang valid terhadap hal-hal yang dapat mempengaruhi minat membaca siswa rendah. Penelitihan dilakukan dengan kualitatif deskriptif. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara kepada Guru SDN Tunggulrejo. Nara sumber yang bersangkutan dianggap mengetahui masalah yang akan diteliti, mengenai upaya guru dalam mengatasi rendahnya minat baca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat baca siswa, karena siswa malas, dan menganggap membaca adalah sesuatu yang membosankan. siswa kurang memahami pentingnya membaca buku. Upaya yang dilakukan guru adalah memberi pemahaman kepada siswa pentingnya membaca dan memberikan kartu literasi sebagai laporan hasil bacaan siswa.


Keywords: minat baca, faktor pendukung, meningkatkan prestasi
Herdiansyah, Haris. (2015). Wawancara, Observasi, dan Focus Groups Sebagai. Instrumen Penggalian Data Kualitatif, PT. Rajadrafindo Persada, Depok.

Kartika, Esther. (2004). Memacu minat membaca siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Penabur, 3(8), 113–128.

Putranto, Muhamad Dwi, Suprihanto, John, & Sutrischastini, Ary. (2019). PENINGKATAN MINAT MEMBACA SISWA DI MTs NEGERI 2 KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. STIE Widya Wiwaha.

Rahim, Farida. (2008). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Jakarta: Bumi Aksara, 110, 1.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, Prof Dr. (2013). Metode penelitian manajemen. Bandung: Alfabeta, CV.

Sunarmintyastuti, Lies, Prabowo, Hanggono Arie, Narsih, Dwi, Suprapto, Hugo Aries, & Vernia, Dellia Milla. (2021). Peran Pelatihan Kewirausahaan dan Minat Siswa Yayasan Tahfidzul Ar-Rahmani Tangerang Selatan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(2), 90–95.

Syaparuddin, Syaparuddin, Meldianus, Meldianus, & Elihami, Elihami. (2020). Strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan motivasi belajar pkn peserta didik. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 30–41.

Triatma, Ilham Nur. (2016). Minat baca pada siswa kelas VI sekolah dasar negeri delegan 2 prambanan sleman Yogyakarta. E-Jurnal Skripsi Program Studi Teknologi Pendidikan, 5(6), 166–178.

Wahadaniah, Herman. (1997). Perpustakaan Sekolah sebagai Sarana Pengembangan Minat dan Kegemaran Membaca. Dalam Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Laporan Lokakarya Pengembangan Minat Dan Kegemaran Membaca (Hlm. 15-22) Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Wahyudin, M. (n.d.). Menuju Kreativitas. Gema Insani.

Warsidi, Edi. (2018). Membaca Pikiran Orang Lain segampang Membaca Buku. MediaPressindo.