ANALISIS SWAMEDIKASI OBAT ANALGETIK PADA PENDERITA SAKIT GIGI DI MASYARAKAT CEMANI KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO

Authors

  • Anita Mursiany Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Isna Nur Khasanah Universitas Duta Bangsa
  • Truly dian anggraini Stikes Nasional

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v2i8.1329

Keywords:

Swamedikasi, Obat Analgetik, Sakit Gigi

Abstract

Obat analgetik diketahui dapat mengurangi rasa nyeri yang disebabkan sakit gigi. Obat analgetik non narkotik bisa diperoleh di apotek dengan resep maupun tanpa menggunakan resep. Kemudahan dalam mengakses informasi di internet membuat masyarakat memilih untuk melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui swamedikasi penggunaan obat analgetik pada pasien sakit gigi di masyarakat cemani, kecamatan grogol, kabupaten sukoharjo. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif observasional. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, jumlah responden sebanyak 100 orang. Instrument penelitian ini menggunakan teknik wawancara terstruktur. Kriteria inklusi adalah responden berusia > 17 tahun, responden pernah menderita sakit gigi, dan responden membeli obat di apotek tanpa resep. Hasil dari penelitian jenis obat analgetik yang banyak digunakan adalah asam mefenamat sebanyak 36 %, paracetamol sebanyak 19 %, kalium diklofenak sebanyak 23 %, natrium diklofenak sebanyak 12 %, ibuprofen 7 %, asetosal 1%, dan obat kombinasi paracetamol dan kafein sebanyak 1 %.

References

Anggraeni, N. E. P. (2019). Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Gastritis Pada Masyarakat RW 01 Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang (Doctoral dissertation, Akademi Farmasi Putra Indonesia). Malang.

AYU LESTARI, REGITA. (2023). Evaluasi Tingkat Pengetahuan Dan Rasionalitas Penggunaan Obat Swamedikasi Berdasarkan Karakteristik Masyarakat Di Rw 04 Kelurahan Citeureup.

BPOM, R. I. (2014). Menuju Swamedikasi yang Aman. Info POM, Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia, 5(6).

Dewi, Sumartini. (2018). Medikolegal Pengobatan Untuk Diri Sendiri (Swamedikasi) Sebagai Upaya Menyembuhkan Penyakit. Jurnal Ilmiah Hukum Dan Dinamika Masyarakat, 15(1).

Efayanti, Erina, Susilowati, Tri, & Imamah, Ida Nur. (2019). Hubungan motivasi dengan perilaku swamedikasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 1(1), 21–32.

Hantoro, Dhoan Tri, Pristianty, Liza, Athiyah, Umi, & Yuda, Ana. (2014). Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid (AINS) Oral Pada Etnis Arab di Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 1(2), 45–48.

Iskandar, Honey, Sukowati, Yudha, Meryta, Aries, & Setyaningrum, Noor Affni. (2022). Gambaran Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Sakit Gigi di RW 044 Kelurahan Bahagia, Bekasi Utara. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(2), 256–269.

Kementrian Kesehatan RI, RISKESDAS. (2018). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

Khairunnisa, Nida. (2020). Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Analgesik Pada Swamedikasi.

Lutfi, Muhamad. (2020). Kajian Pustakagambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Swamedikasi Analgetik.

Sahafia, Dariin Herryanti. (2021). Hubungan Antara Faktor Sosiodemografi dan Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan Dalam Penggunaan Obat Metformin (Penelitian dilakukan di Puskesmas Ciptomulyo dan Puskesmas Kendalsari Kota Malang). Pharmaceutical Journal of Indonesia, 6(2), 103–111.

Suherman, Hilda, & Febrina, Dina. (2018). Pengaruh faktor usia, jenis kelamin, dan pengetahuan terhadap swamedikasi obat. Viva Medika, 2, 94–108.

Susanto, Andina Vita, & Fitriana, Yuni. (2017). Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Pustaka Baru, 5–8.

Tjay, Tan Hoan, & Rahardja, Kirana. (2007). Obat-obat penting: khasiat, penggunaan dan efek-efek sampingnya. Elex Media Komputindo.

Wardoyo, Asyraf Vivaldi, & Oktarlina, Rasmi Zakiah. (2019). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Obat Analgesik Pada Swamedikasi Untuk Mengatasi Nyeri Akut. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 8(2), 156–160.

Downloads

Published

2023-08-15