MOTIF ORNAMEN KARANG BOMA PADA PERHIASAN BUNGKUNG BALI
Main Article Content
Perhiasan dengan bahan logam mulia seperti emas, perak, saat ini perhiasan dengan bahan supping maupun titanium. Berbagai corak dihasilkan oleh perajin di Bali. Corak tradisional masih menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Corak tradisional dengan motif karang Boma memiliki filosofi dan energi positif, sehingga para perajin masih membuat perhiasan tersebut, di tambah dengan beberapa ornamen lainnya. Metode menggunakan jenis penelitian survei dan analisis. Sedangkan analisis bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik isi dan inferensi dari isi. Ornamen karang Boma biasanya terdapat pada pintu masuk pura (gelung kori) yang memiliki makna dan simbol tertentu, namun saat ini dijadikan motif pada perhiasan. Perhiasan dengan motif karang Boma masih menjadi daya tarik tersendiri, dilihat dari ornamen yang dibuat dengan teknik tetatahan tradisional. Dibandingkan dengan teknik sekarang menggunakan kasting (cetak). Motif ini selalu mendapatkan sentuhan pembaharuan tergantung perajin itu sendiri, sehingga motif karang Boma masih eksis sampai saat ini.
Artha, I. Gede Agus Indram Bayu, & Nuriarta, I. Wayan. (2019). Bentuk, Fungsi Dan Makna Ornamen Pada Gamelan Semar Pegulingan Saih Pitu Di Pusat Dokumentasi Seni Institut Seni Indonesia Denpasar. Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni, 7(2), 93–103.
Chandra, Aulia Widya, & Hantono, Dedi. (2021). Kajian Arsitektur Etnik Pada Bangunan Pasar Tradisional (Studi Kasus: Pasar Badung di Bali). MODUL, 21(1), 1–9.
Linggih, Ni Nyoman. (2019). Mengenal Luhuring Ambal-Ambal Pada Komplek Pura Besakih. Jayapangus Press Books.
Mahadi, Mercu, Wiyasa, I. Nyoman Ngidep, & CK, I. Gusti Ngurah Agung Jaya. (2022). Pelatihan Menggambar Ornamen Tradisional Bali di Panti Asuhan Yayasan Dharma Jati II Penatih Denpasar. Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni, 10(2), 95–105.
Patriansah, Mukhsin, & Hariansyah, Yayan. (2019). ANALISIS BENTUK ORNAMEN RUMAH TRADISIONAL KAMPUNG ARAB AL-MUNAWWAR. Ekspresi Seni, 21.
Pertiwi, Intan. (2020). Makna simbol-simbol dalam agama Hindu (Studi terhadap simbol-simbol di Pura Merta Sari Rengas Tangerang Selatan).
Putra, I. Gede Rusdy Mahayana, Kesiman, Made Windu Antara, Pradnyana, Gede Aditra, & Maysanjaya, I. Made Dendi. (2021). Identifikasi Citra Ukiran Ornamen Tradisional Bali Dengan Metode Multilayer Perceptron. SINTECH (Science and Information Technology) Journal, 4(1), 29–39.
Ranelis, Ranelis, Washinton, Rahmad, & Alipuddin, Alipuddin. (2022). PELATIHAN PEMBUATAN ORNAMEN TRADISIONAL BAGI SISWA-SISWI DI SD 066/XI TANJUNG BUNGA KECAMATAN TANAH KAMPUNG KOTA SUNGAI PENUH. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(2), 891–895.
Rosalia, Ayu. (2019). Proses Internalisasi Penggunaan Cadar (Studi Kasus: Perempuan Bercadar Di Masjid Nurul Iman Blok M Square). FISIP UIN Jakarta.
Sabrina, Hashilah Nur. (2022). COCOA JEWELRY SEOUL DALAM FOTOGRAFI KOMERSIAL. Politeknik Negeri Media Kreatif.
Sahandri, Sahandri. (2019). PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP TRANSAKSI JUAL BELI BATU AKIK DALAM BENTUK BONGKAHAN DI DESA EMBACANG BARU KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA. IAIN BENGKULU.
Suryadana, I. Putu Putra, Mudra, I. Wayan, & Suardina, I. Nyoman. (2021). Kajian Bentuk, Filosofi Ornamen dan Konstruksi Sanggah Rong Tiga Hindu di Bali. HASTAGINA: JURNAL KRIYA DAN INDUSTRI KREATIF, 1(01), 8–17.
Suryawan, Wawan Ardiyan, Rahmadani, Suci Wahyu, & Rahmadiansyah, Faiz. (2020). KAJIAN ARSITEKTUR BUDAYA LAMONGAN. PRAJA LAMONGAN, 3(1), 42–54.
Widianti, An nisaa Kurnia, & Studyanto, Anung Bambang. (2017). Membaca Makna Ornamen Pepatraan Meja dan Kursi di Ruang Pengadilan Kerthagosa Klungkung Bali. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(1), 152–159.
Wijaya, I. Putu Sinar, & Budayana, I. Wayan Gede. (2019). Kajian makna dan bentuk ornamen kekarangan “kera” pada Pelinggih Ibu atau Paibon di Pura Baban Desa Singapadu. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 2, 137–143.
