Penerapan ollaborative Governance Pada Orang Tua Tentang Stunting di Posyandu Puskesmas Sawah Baru Ciputat Kota Tangerang Selatan
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v2i12.2321Keywords:
Kolaborasi Governansi, Stunting, PuskesmasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan collaborative governance pada orang tua di Posyandu Puskesmas di Sawah Baru Ciputat Kota Tangerang Selatan dalam meningkatkan pengetahuan dan praktek pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Adapun instrumen penelitian kualitatif yaitu peneliti sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrument yang artinya peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menganalisis objek penelitian, pemahaman metode dan penguasaan terhadap topik yang teliti. Dalam proses kolaborasi diperlukan keterlibatan dari beberapa pihak untuk dapat melakukan kolaborasi. Kolaborasi yang dilakukan yaitu terkait stunting yang menjadi fokus utama. Proses kolaborasi ini dilakukan antara pihak mahasiswa dengan Posyandu Puskesmas di Sawah Baru Ciputat Tangerang Selatan. Berdasarkan indikator penelitian hasil dari penelitian menunjukan dalam pelaksanaan kolaborasi pada posyandu di Sawah Baru Ciputat Kota Tangerang Selatan sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau dapat dikatakan optimal.
References
Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice. 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Harmiati, Aprianty, H., Supriyono, Deni Triyanto, A. (2018). Implementasi Good Enviromental Governance dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( Das ) Bengkulu. JIP, 3(2), 136–148. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24905/jip.v3i2.1003
Marniati, M. (2021). Pemanfaatan Posyandu Balita (T. Hidayati (ed.)). Pena Persada.
Ode, S. La. (2018). Collaborative Governance Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta. Deepublish.
Kemeterian Kesehatan (2023). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. https://www.kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke216-dari244#:~:text=Standard%20WHO%20terkait%20prevalensi%20stunting%20harus%20di%20angka,intervensi%20pada%20anak%20usia%206%20sampai%202%20tahun.
Publik, D. A., Diponegoro, U., Publik, D. A., & Diponegoro, U. (n.d.). Mahasiswa Prodi S1 Administrasi Publik, Departemen Administrasi Publik, Universitas Diponegoro Dosen Prodi S1 Administrasi Publik, Departemen Administrasi Publik, Universitas Diponegoro.
Purnamasari, H., & Priyanti, E. (2021). Collaborative governance dalam penanganan stunting. 18(3), 383–391.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kebijakan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi. Alfabeta.
Suharto, Diana Mayasari, and Reni Indriyani. 2018. “Stunting Faktor Resiko Dan Pencegahannya.” Agromedicine5 (June).
World Health Organization (WHO) (2022). Global Overview Child Malnutrition. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child-malnutrition-estimatesunicef-who-wb
Winduaji, D., Paguyangan, K., Brebes, K., Sutikno, C., & Naufal, A. (2023). DINAMIKA GOVERNANCE JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE PENANGGULANGAN STUNTING DI Proses collaaborative governance sebagai. 12(04), 101–111.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 jurnal locus penelitian dan pengabdian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





