Penerapan ollaborative Governance Pada Orang Tua Tentang Stunting di Posyandu Puskesmas Sawah Baru Ciputat Kota Tangerang Selatan

Authors

  • Tiara Nurul Hidayah Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Ahmad Sulaiman Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Dhiya Urruba Altriara Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Lutfi Nur Latipah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Nurul Qomariyah Fathekul Zanah Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Safdha Herayani Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v2i12.2321

Keywords:

Kolaborasi Governansi, Stunting, Puskesmas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan collaborative governance pada orang tua di Posyandu Puskesmas di Sawah Baru Ciputat Kota Tangerang Selatan dalam meningkatkan pengetahuan dan praktek pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Adapun instrumen penelitian kualitatif yaitu peneliti sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrument yang artinya peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menganalisis objek penelitian, pemahaman metode dan penguasaan terhadap topik yang teliti. Dalam proses kolaborasi diperlukan keterlibatan dari beberapa pihak untuk dapat melakukan kolaborasi. Kolaborasi yang dilakukan yaitu terkait stunting yang menjadi fokus utama. Proses kolaborasi ini dilakukan antara pihak mahasiswa dengan Posyandu Puskesmas di Sawah Baru Ciputat Tangerang Selatan. Berdasarkan indikator penelitian hasil dari penelitian menunjukan dalam pelaksanaan kolaborasi pada posyandu di Sawah Baru Ciputat Kota Tangerang Selatan sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau dapat dikatakan optimal.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice. 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Harmiati, Aprianty, H., Supriyono, Deni Triyanto, A. (2018). Implementasi Good Enviromental Governance dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai ( Das ) Bengkulu. JIP, 3(2), 136–148. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24905/jip.v3i2.1003

Marniati, M. (2021). Pemanfaatan Posyandu Balita (T. Hidayati (ed.)). Pena Persada.

Ode, S. La. (2018). Collaborative Governance Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta. Deepublish.

Kemeterian Kesehatan (2023). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. https://www.kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke216-dari244#:~:text=Standard%20WHO%20terkait%20prevalensi%20stunting%20harus%20di%20angka,intervensi%20pada%20anak%20usia%206%20sampai%202%20tahun.

Publik, D. A., Diponegoro, U., Publik, D. A., & Diponegoro, U. (n.d.). Mahasiswa Prodi S1 Administrasi Publik, Departemen Administrasi Publik, Universitas Diponegoro Dosen Prodi S1 Administrasi Publik, Departemen Administrasi Publik, Universitas Diponegoro.

Purnamasari, H., & Priyanti, E. (2021). Collaborative governance dalam penanganan stunting. 18(3), 383–391.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kebijakan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi. Alfabeta.

Suharto, Diana Mayasari, and Reni Indriyani. 2018. “Stunting Faktor Resiko Dan Pencegahannya.” Agromedicine5 (June).

World Health Organization (WHO) (2022). Global Overview Child Malnutrition. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child-malnutrition-estimatesunicef-who-wb

Winduaji, D., Paguyangan, K., Brebes, K., Sutikno, C., & Naufal, A. (2023). DINAMIKA GOVERNANCE JURNAL ILMU ADMINISTRASI NEGARA PROSES COLLABORATIVE GOVERNANCE PENANGGULANGAN STUNTING DI Proses collaaborative governance sebagai. 12(04), 101–111.

Downloads

Published

2023-12-22