Strategi Pengembangan Pariwisata Pada Era Adaptasi Kebiasan Baru Oleh Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Bukittinggi Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Pad)

Authors

  • Siti Nurlatifa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang
  • Nora Eka Putri Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v1i8.251

Keywords:

Strategi, Pengembangan Pariwisata, Pendapatan Asli Daerah

Abstract

Pengembangan industri pariwisata sangat penting karena berkaitan dengan berbagai industri lain, termasuk pertanian, jasa, perdagangan, dan transportasi. Pariwisata membutuhkan strategi dengan pola pengembangan yang tersusun dan terencana agar dapat memaksimalkan potensi daerah. Dalam hal ini Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispapora) Kota Bukittinggi memiliki 5 strategi yang terdapat di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu meningkatkan promosi wisata berbasis ekonomi kreatif, pengembangan Bukittinggi sebagai tujuan wisata kesehatan, meningkatkan sarana dan prasarana kepariwisataan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kepariwisataan dalam pemanfaatan teknologi informasi, dan mengembangkan destinasi wisata berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata pada era adaptasi kebiasaan baru oleh Dispapora dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta untuk mengetahui faktor pendorong dan faktor penghambat pengembangan Pariwisata di Kota Bukittinggi. Namun, dalam pengembangan pariwisata masih terdapat kendala. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Qualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan strategi pengembangan pariwisata di Kota Bukittinggi dilihat berdasarkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yaitu pariwisata berbasis masyarakat, berorientasi konservasi, daya dukung, Pendidikan dan pelatihan, promosi, serta pemantauan dan evaluasi. Bahkan jika masih ada beberapa daerah yang perlu dioptimalkan lebih lanjut untuk pengembangan, Dispapora Kota Bukittinggi melakukan strategi yang telah cukup baik dalam menerapkan strategi pengembangan pariwisata di Kota Bukittinggi.

References

Aeni, Nurul. (2021). Pandemi COVID-19: Dampak Kesehatan, Ekonomi, & Sosial. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 17(1), 17–34.

Bungin, Burhan, & nCIQaR, CIQnR. (2020). Post-qualitative social research methods: kuantitatif-kualitatif-mixed methods positivism-postpositivism-phenomenology-postmodern.

Christian, Michael, & Hidayat, Firman. (2020). Dampak Coronavirus terhadap Ekonomi Global. Perkembangan Ekonomi Keuangan Dan Kerja Sama Internasional, 80–94.

Mulyati, Yofina. (2018). Pengaruh Electronic Word of Mouth terhadap Citra Destinasi serta Dampaknya pada Minat dan Keputusan Berkunjung Wisatawan Domestik pada Destinasi Wisata Kota Bukittinggi. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Dharma Andalas, 20(1), 168.

Nurfitriya, Istiq Dhany, & Iskandar, Doddy Aditya. (2019). STRATEGI PEMASARAN BEAUTIFUL MALANG SEBAGAI ALAT PEMASARAN WISATA. Seminar Nasional Komunitas Dan Kota Berkelanjutan, 1(1), 128–136.

Primadany, Sefira Ryalita. (2013). Analisis strategi pengembangan pariwisata daerah (studi pada dinas kebudayaan dan pariwisata daerah kabupaten nganjuk). Brawijaya University.

Rudy, Dewa Gde, & Mayasari, I. Dewa Ayu Dwi. (2019). Prinsip-Prinsip Kepariwisataan dan Hak Prioritas Masyarakat dalam Pengelolaan Pariwisata berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Kertha Wicaksana, 13(2), 73–84.

Sumbar, Dispanhorbun. (2018). Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 6 Tahun 2016 Tentang RPJMD Provinsi Sumatera Barat tahun 2016-2021.

Teja, Mohammad. (2015). Pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Kawasan Pesisir. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 6(1), 63–76.

Downloads

Published

2022-11-30