Simulasi Penanganan Keadaan Darurat pada Perlintasan Sebidang di JPL Kota Cilegon
Main Article Content
Keadaan darurat di perlintasan sebidang merupakan kejadian yang tidak normal dimana keadaan ini terjadi secaratiba-tiba kondis i darurat ini dapat menyebabkan kecelakaan yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa dan properti. Pada perlintasan sebidang berpotensi menjadikan perlintasan sebidang sebagai titik rawan kecelakaan. Pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian lalulintas diruas jalan pada lokasi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api dilakukan oleh direktur Jenderal Perkeretaapian, Gubernur, Bupati/walikota, sesuai dengan kewenangannya. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Apidengan Jalan. Perlintasan sebidang adalah perpotongan antara jalan dengan jalur kereta api. Tingginya instensitas perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan raya berkaitan dengan jalan rel kereta api sehingga terjadi persinggungan antara pengguna jalan raya dengan kereta api yang berpotensi terjadinya titik rawan kecelakaan. Tidak pernah dilakukannya simulasi keterampilan penjaga perlintasan terkait penanganan keadaan darurat di perlintasan sebidang menjadi dasar untuk dijadikan program simulasiini. Simulasi penanganan keaadaan darurat ini ditujukan kepada penjaga jalan lintasan (PJL) agar dapat mengantisipasi dan menangani ketika terjadi keadaan darurat di pintu perlintasan diantaranya sikap atau tindakan PJL apabila menghadapi kerusakan peralatan keselamatan perlintasan sebidang maupun gangguan dari kendaraan yang melintas pada perlintasan sebidang. Beberapa hal yang disampaikan kepada PJL diantaranya adalah beberapa contoh kasus jika dalam kondisi bahaya, resiko apa yang terjadi dan tindakan darurat apa yang harus dilakukan. Dengan dilakukan simulasi penanganan keadaan darurat ini maka PJL dapat mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada saat terjadinya keadaan darurat.
Darmiyati Zuchdi, Ed D., & A?fah, Wiwiek. (2021). Analisis Konten Etnografi & Grounded Theory, dan Hermeneutika Dalam Penelitian (Vol. 314). Bumi Aksara.
Erik, Jonathan. (2019). PENINGKATAN KINERJA SISTEM LINI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI DISKRIT PADA PT. SANTANA GRAFIKA. http://unugha. ac. id.
Imron, Nanda Ahda, & Handoko, Handoko. (2021). Upaya Meningkatkan Keselamatan Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang Melalui Pendekatan Partisipasi Masyarakat. Madiun Spoor (JPM), 1(2), 25–31.
Rinarwastu, Fadilia. (2018). Simulasi Arus Lalu Lintas pada Persimpangan Tunggulwulung untuk Meminimasi Waiting Time Kendaraan. Universitas Brawijaya.
Rozaq, Fadli, Wirawan, Willy Artha, Rachman, Natriya Faisal, Handoko, Handoko, & Zulkarnaen, Akbar. (2021). Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian untuk Meningkatan Peran Masyarakat Tertib Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang. Madiun Spoor (JPM), 1(1).
Rukman Tea, S. H., Maemunah, Siti, Purwantoro, Agus Budi, ATD, M. T., Hidayati, Tri Susila, Kusumastuti, Naomi Srie, & Psi, S. (n.d.). IMPLEMENTASI PENYULUHAN KESELAMATAN LALULINTAS: Strategi Mewujudkan Budaya Tertib di Jalan Raya. CV Cendekia Press.
Setio, Achmad Aji. (2019). ANALISIS WAKTU TUNGGU PADA PROSES LOADING DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI ANTRIAN DI PT HARVESTAR FLOUR MILS. Universitas Muhammadiyah Gresik.
Soegiharto, Thomas Sonny, & Asih, Anna Maria Sri. (2014). Simulasi Aliran Pasien Rawat Inap Untuk Mengurangi Bottleneck. Jurnal Teknosains, 5(1), 20–28.
Tjahjono, Tri, Kusuma, Andyka, Pratiwi, Yodya Yola, & Purnomo, Robby Yudo. (2019). Identification determinant variables of the injury severity crashes at road-railway level crossing in Indonesia. Transportation Research Procedia, 37, 211–218.
