Dampak Pemberian Reward And Punishment Terhadap Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Kemandirian Siswa Di SD Negeri 1 Susukanlebak

Main Article Content

Anisa Agustin
Universitas Muhammadiyah Cirebon
Bagus Nurul Iman
Universitas Muhammadiyah Cirebon
Nur Asyiah
Universitas Muhammadiyah Cirebon

Kemandirian siswa di SD Negeri 1 Susukanlebak masih tergolong rendah, terlihat dari banyaknya siswa yang membutuhkan bantuan guru dalam menyelesaikan tugas. Kondisi ini menghambat proses pembelajaran dan perkembangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pemberian reward and punishment terhadap pengembangan profil pelajar Pancasila dimensi kemandirian siswa di SD Negeri 1 Susukanlebak. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, 5 guru kelas dan siswa kelas 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Pemberian reward and punishment SD Negeri 1 Susukanlebak diberikan dengan cara yang tepat untuk membentuk kemandirian siswa. Reward diberikan dalam bentuk reward verbal berupa pujian, sedangkan reward non verbal yaitu gerak mimik, gestur badan, serta bentuk barang, uang, penghormatan serta penghargaan. Sedangkan punishment diberikan dalam bentuk teguran dan hukuman seperti tugas tambahan, menyapu kelas, menjelaskan pelajaran di depan kelas atau kegiatan mendidik lainnya. Dimensi kemandirian siswa SD Negeri 1 Susukanlebak terlihat dari rasa percaya diri dan bertanggung jawab. Dampak pemberian reward and punishment berdampak positif dan negatif terhadap dimensi kemandirian siswa. Dampak positif reward adalah meningkatnya motivasi serta kemandirian siswa, sedangkan dampak negatifnya adalah kesedihan siswa yang tidak mendapat reward dan potensi ketergantungan siswa pada reward. Dampak positif punishment sebagai konsekuensi siswa atas kesalahannya, sedangkan dampak negatifnya adalah kesedihan pada siswa, melemahnya motivasi dan potensi ketergantungan siswa pada punishment. Dengan pendekatan yang tepat, reward and punishment menjadi alat pendidikan yang efektif untuk membentuk dimensi kemandirian siswa dalam rangka mengembangkan profil pelajar Pancasila.


Keywords: Reward and Punishment, Profil Pelajar Pancasila, Dimensi Kemandirian
Abdi, Muhammad, Murni, Atma, & Saragih, Sehatta. (2021). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model Discovery Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik SMP Kabupaten Kampar. Jurnal Cendekia?: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(3), 2989–2997. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i3.407
Anggraini, Silvia, Siswanto, Joko, & Sukamto. (2019). Analisis Dampak Pemberian Reward And Punishment Bagi Siswa SD Negeri Kaliwiru Semarang. Jurnal Mimbar PGSD Undiksha, 7(3), 221–229.
Cahyaningsih, Inung, & Astuti, Kamsih. (2022). Hubungan Persepsi Supervisi Akademik Dengan Kompetensi Pedagogik Pada Guru Sekolah Dasar Inklusi. Jurnal Impresi Indonesia (JII), 1.
Dimas Sasongko Putro, Ali Maksum. (2019). Sepakbola dan pembentukan karakter?: Penerapan reward dan punishment. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 07(02), 229–233.
Eko Haryono. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif Diperguruan Tinggi Keagamaan Islam. Https://Ejournal.Iaiamc.Ac.Id/Index.Php/Annuur/Article/View/301.
Ela, Nurhaidah, & Intan. (2017). Pemberian Punishment yang Dilaksanakan Guru di SD Negeri 4 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Unsyiah, 2(1), 12–21.
Hanurawan. (2016). Pengembangan Motivasi Belajar Siswa Berprestasi Anak Tenaga Kerja Indonesia (Studi Kasus Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kabupaten Blitar). Jurnal Pendidikan - Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(9), 1875–1879.
Jannah, Rauzatul. (2022). Implementasi Reward Dan Punishment Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Ra Fathun Qatib Banda Aceh.
Kurniasih, Een. (2023). Upaya Menumbuhkan Karakter Disiplin Melalui Reward Dan Punishment Pada Kelas IV A MI NEGERI 2 Ditegaskan dalam kebijakan Permendikbud Pasal 2 Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal dijelaskan bahwa Penguata. 1(3).
Millenia Al Fitri, Hessya. (2023). Penerapan Reward Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 006 Bengkulu Utara. 2(1), 45–57.
Mursal Aziz1, Syarifudin Syarifudin. (2020). DASAR-DASAR PEMBERIAN PUNISHMENT. 133–145.
Parastuti, Ida, & Binangun, Sdn. (2021). Increase Student Activity And Motivation In Learning With Ice Breaking. SHEs: Conference Series, 4(6), 1309–1313.
Rosmana, Primanita Sholihah, Ruswan, Acep, Putri, Audrey Rosdiana, Hami, Nadya Berchmans, Salsabhila, Ummyatul, & Laila, Wilda Nur. (2024). Implementasi Perencanaan Pembelajaran dalam Kacamata Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. 8, 3031–3039.
Santika, Rani, & Dafit, Febrina. (2023). Implementasi Profil Pelajar Pancasila sebagai Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Obsesi?: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 6641–6653. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5611
Shofia Rohmah, Nafiah Nur, Markhamah, Sabar Narimo, & Choiriyah Widyasari. (2023). Strategi Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebhinekaan Global Di Sekolah Dasar. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(3), 1254–1269. https://doi.org/10.31949/jee.v6i3.6124
Tresnaningsih, Fety, Santi, Dina Pratiwi Dwi, & Suminarsih, Etty. (2019). Kemandirian Belajar Siswa Kelas Iii Sdn Karang Jalak I Dalam Pembelajaran Tematik. Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, 6(2), 51–59. https://doi.org/10.25134/pedagogi.v6i2.2407
Yusri, Dairina, Dausat, Jangky, Yukl Adnin, Ali, & STAI Sumatera Medan, Sahrul. (2020). Analisis Kemandirian Belajar Siswa Selama Pembelajaran Daring: (Studi Tentang Model dan Penerapannya di MTs Swasta Zakiyun Najah Sei Rampah). Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam, 1(2), 1–18.