Pelestarian Budaya Bali Melalui Seni Arja Menjadi Desa Budaya Di Desa Keramas, Gianyar
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v3i11.3303Keywords:
Seni Arja;, Pelestarian Budaya;, Generasi MudaAbstract
Pelestarian budaya lokal menjadi tantangan signifikan di tengah arus globalisasi yang mengancam keberlangsungan seni tradisional, termasuk Seni Arja di Bali. Seni Arja, sebagai teater klasik Bali yang memadukan elemen tari, musik, dan drama, menghadapi penurunan minat khususnya di kalangan generasi muda akibat modernisasi dan kurangnya partisipasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pelestarian Seni Arja melalui pendekatan berbasis desa budaya di Desa Keramas, Gianyar. Dengan menggunakan metode kualitatif partisipatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan maestro seni, observasi kegiatan budaya, dan survei masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam pelestarian Seni Arja melalui program-program seperti pembentukan sanggar seni, penyusunan kurikulum dan modul budaya, serta pelaksanaan pagelaran seni “Gebyar Arja.” Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan panduan strategis bagi pengelola desa adat dan pemerintah daerah untuk menjadikan Seni Arja sebagai inti dari pengembangan desa budaya, sehingga mendukung pariwisata berkelanjutan dan memperkuat identitas budaya lokal.
References
Dibia, I. Wayan. (2017). Arja: Drama Tari Bali. Denpasar: Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
Sukarma, I. W. (2021). Pengembangan Kearifan Lokal Seni Budaya Melalui Pendidikan Berbasis Banjar di Bali. JURNAL UNS.
Gunarta, I. W. A. (2022). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Dramatari Arja Basur di Desa Adat Tegal, Darmasaba Badung Bali. JOURNAL UNY.
I Putu Gede Budhi Danaswara, I Nyoman Sedana, I Gusti Putu Sudarta. 2024. Transformasi Arja ke dalam Wayang Kulit Arja Lakon Citta Kelangen Dalang I Made Sidja. Jurnal Pendidikan Tambusay, Vol 8 No 2. Hal. 29661-29676.
Jannati & Syifa A. (2022). Modal Sosial dalam Revitalisasi Kearifan Lokal di Desa Wisata Kandri. JURNAL UNS.
Lamopia, I. W. G. (2022). Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan. JOURNAL UNY.
Luh Putu Elik Sri Karisma et al. 2024. Identifikasi Pertunjukan Arjakeramas Lakon. Journal PENSI. Vol. 2 No. 4. Hal. 147-159.
Muslihin, H. Y., Pranata, O. H., Nurlaela, W., & Cahyana. (2021). Hambatan dan Tantangan Proses Pelestarian Budaya Lokal dalam Seni Tradisi. JOURNAL UNY.
Ni Made, R. (2019). Keterpinggiran Kelompok Kesenian Cak Bedulu Dalam Seni Pertunjukan Pariwisata Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(2), 186-198.
Wulandari, R., & Lamopia, I. W. G. (2022). Bali Mendongeng: Revitalisasi Kearifan Lokal yang Memudar. JOURNAL UNY.
Nugroho, Djono, & Sariyatun. (2021). Peranan Sanggar Seni Santi Budaya dalam Pelestarian Budaya Tradisional. JURNAL UNS.
Rindi, Mirna, & Sari (Amirul Nisa) (2021). Budaya Patriarki Bali Menurut Perspektif Ni Komang Ariani dalam Kumpulan Cerpen Bukan Permaisuri. JURNAL UNS.
Saputra & Alan D. (2022). Penerapan Arsitektur Tradisional Bali pada Perancangan Teater Kontemporer. JURNAL UNS.
Triwardani, R., & Rochayanti, C. (2014). Implementasi kebijakan desa budaya dalam upaya pelestarian budaya lokal. Reformasi, 4 (2), 102–110.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 I Gusti Agung Agra Adiaya, Ni Luh Diana, Kadek Pina Piaska Yanti, Ni Kadek Widya Kusumaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




