Edukasi Kader Posyandu Deteksi Risiko Stunting Balita Dengan Kartu Menuju Sehat 2024
Keywords:
Stunting;, Balita;, KMSAbstract
Stunting adalah masalah kesehatan global yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Wilayah kerja Puskesmas Hutabalang, Kabupaten Tapanuli Tengah, memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan kader Posyandu tentang deteksi dini risiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu melalui edukasi mengenai penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mendeteksi dini risiko stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Edukasi diberikan kepada 50 kader Posyandu melalui metode partisipatif, seperti diskusi interaktif, simulasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan kader, yang dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan kader. Sebelum intervensi, hanya 28% kader yang memiliki pengetahuan baik, sementara setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 92%. Hasil ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis KMS efektif dalam meningkatkan kemampuan kader Posyandu dalam mendeteksi risiko stunting. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan kader Posyandu melalui pelatihan berbasis KMS dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengatasi masalah stunting di tingkat komunitas. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari tenaga kesehatan dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan edukasi dan memastikan intervensi yang tepat waktu bagi balita berisiko stunting.
References
Adistie, F., Lumbantobing, V. B. M., & Maryam, N. N. A. (2018). Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini Stunting dan Stimulasi Tumbuh Kembang pada Balita. Media Karya Kesehatan, 1(2), 173–184. DOI: https://doi.org/10.24198/mkk.v1i2.18863.
Al Rahmad AH. Modul pendamping KMS sebagai sarana ibu untuk memantau pertumbuhan balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal. 2018;3(1):42-47. doi:http://dx.doi.org/10.30867/action.v3i1. 98.
Al Rahmad, A. H. (2020). Kualitas Informasi Data Status Gizi Balita dengan Memanfaatkan Software WHO Anthro. Gizi Indonesia, 43(2), 119–128. DOI:10.36457/gizindo.v43i2.353
Alfridsyah, & Zaman, N. (2021). Pencegahan Stunting Berbasis Rumoh Gizi Gampong. PT Jepe Press Media Utama.
Balitbangkes. Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta; 2018.
Bryce J, Coitinho D, Darnton-Hill I, Pelletier D, Pinstrup-Andersen P, Group M and CUS. Maternal and child undernutrition: effective action at national level. The Lancet. 2008;371(9611):510- 526. DOI:10.1016/S0140-6736(07)61694-8
Hadi A, Affan I, Alfridsyah A, Al Rahmad AH. Efektifitas pendidikan gizi mengunakan KMS dinding indeks TB/U terhadap tindakan guru PAUD dalam pemantauan pertumbuhan anak usia 4–5 tahun pada anak sekolah PAUD. AcTion: Aceh Nutrition Journal. 2018;3(1):65-73. doi:http://dx.doi.org/10.30867/action.v3i1. 101.
Herlina, S. (2021). Pelatihan Alat Ukur Data Stunting (Alur Danting) sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan K
Huysentruyt K, Devreker T, Dejonckheere J, De Schepper J, Vandenplas Y, Cools F. Accuracy of nutritional screening tools in assessing the risk of undernutrition in hospitalized children. Journal of pediatric gastroenterology and nutrition. 2015;61(2):159-166. DOI: 10.1097/MPG.0000000000000810
Isni, K., & Dinni, S. M. (2020). Pelatihan Pengukuran Status Gizi Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini pada Ibu di Dusun Randugunting, Sleman, DIY. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(1), 60–68. DOI:10.20956/pa.v4i1.7299
Miko A, Al-Rahmad AH. Hubungan Berat dan Tinggi Badan Orang Tua dengan Status Gizi Balita di Kabupaten Aceh Besar. Gizi Indonesia. 2017;40(1):21-34. DOI:10.36457/gizindo.v40i1.222
Nurlita, A. N., Wigati, M., Hasanbasri, M., Jumarko, J., & Helmyati, S. (2021). Development of Stunting Early Detection Kit for Children under Two Years: Validity and Reliability. Jurnal Gizi Dan Pangan, 16(1), 39–46. DOI:10.25182/jgp.2021.16.1.39-46
Rahmad AHAL. Efektivitas Penggunaan Standar Pertumbuhan WHO Anthro Terhadap Kualitas Dan Informasi Data Status Gizi Balita. Journal of Information Systems for Public Health. 2016;1(1):39- 46.
Sari, R. P. P., & Montessori, M. (2021). Upaya Pemerintah dan Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Stunting pada Anak Balita. Journal of Civic Education, 4(2), 129–136. DOI: https://doi.org/10.24036/jce.v4i2.491
Sudja, A., Purnawan, A. I., & Rosmalia, H. (2020). Anthropometric Wall Chart of Height for Age for Stunted Screening in Primary School Children. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 12(1), 190–197. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v12i1.1766
Sudja, S., Sitanggang, B., Shagti, I., & Purnawan, A. I. (2019). Sensitivity (Se) and Specificity (Sp) Anthropometric Wall Chart (Awc) Tb/U for Detecting Stunting on Children Aged 6-12 Years. KnE Life Sciences, 4(15), 210–221. DOI: 10.18502/kls.v4i15.5761
Wright C, Lakshman R, Emmett P, Ong KK. Implications of adopting the WHO 2006 Child Growth Standard in the UK: two prospective cohort studies. Archives of disease in childhood. 2008;93(7):566-569. doi:10.1136/adc.2007.126854.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Minton Manalu, Faisal Faisal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





