Analisis Morfometrik Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) dan Kesesuaian Habitat Peneluran di Pantai Buggei Siata Desa Betumonga, Kabupaten Kepulauan Mentawai
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i4.3996Keywords:
Penyu laut, Spesies langka, Morfometrik, Managemen Konservasi, Tingkat PenetasanAbstract
Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) merupakan spesies yang kini terancam punah akibat tingkat keberhasilan penetasan yang rendah dan degradasi habitat, termasuk di kawasan konservasi Pantai Buggei Siata, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam upaya konservasi adalah kurangnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi morfometrik tukik yang berhasil menetas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah telur, diameter telur, dan lama masa inkubasi terhadap karakteristik morfometrik tukik penyu belimbing. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, pengukuran morfometrik menggunakan jangka sorong digital, dan dokumentasi data suhu serta masa inkubasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda melalui SPSS versi 25 untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan penetasan rata-rata sebesar 72%, dengan diameter telur dan lama inkubasi berpengaruh signifikan terhadap panjang karapas, lebar karapas, dan berat tukik. Sementara itu, jumlah telur tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Implikasi penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengelolaan konservasi berbasis data, khususnya dalam mengoptimalkan teknik relokasi sarang dan manajemen inkubasi untuk meningkatkan kualitas tukik yang dihasilkan di habitat semi-alami.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nela Abdika Zamri, Harfiandri Damanhuri, Suparno, Mohd Uzair Rusli, Donopan Simanungkalit

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




