Efektivitas Gel Ekstrak Propolis Lebah Tetragonula sapiens terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Tikus (Rattus norvegicus): Studi Eksperimen Proses Penyembuhan Luka Perineum dan Kadar Interleukin-6 (IL-6)

Main Article Content

Rismalia Kusumaningrum
Poltekkes Kemenkes Semarang

Menanggapi meningkatnya kebutuhan akan praktik organisasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, penelitian ini mengeksplorasi dampak manajemen sumber daya manusia hijau (GHRM) terhadap niat mengejar kerja (JPI) di kalangan pencari kerja Indonesia. Berdasarkan teori pensinyalan dan teori identitas sosial, penelitian ini menyelidiki bagaimana nilai lingkungan (EV) memoderasi hubungan antara GHRM dan JPI. Desain penelitian kuantitatif digunakan, melibatkan 261 mahasiswa sarjana tahun akhir yang dipilih menggunakan purposive sampling dan disurvei melalui kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Temuan ini menunjukkan efek positif dan signifikan GHRM pada JPI. Selain itu, EV secara signifikan memoderasi hubungan ini, menunjukkan bahwa pencari kerja dengan nilai lingkungan yang lebih tinggi lebih cenderung untuk mengejar pekerjaan di organisasi dengan praktik HRM hijau yang kuat. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan kebijakan berkelanjutan lingkungan dalam praktik SDM untuk menarik talenta yang sadar lingkungan. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan secara empiris memvalidasi peran moderasi nilai-nilai lingkungan dan dengan mengkontekstualisasikan hubungan GHRM-JPI dalam lingkungan negara berkembang. Oleh karena itu, organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan employer branding mereka dan menarik kandidat yang sadar lingkungan harus menyelaraskan strategi HRM mereka dengan inisiatif hijau.


Keywords: Propolis Tetragonula sapiens, gel, Skor REEDA, Interleukin-6, Penyembuhan Luka perineum, Rattus norvegicus
1. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019.
2. Purnani WT. Perbedaan Efektivitas Pemberian Putih Telur dan Ikan Gabus Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas. J Public Heal Res Community Heal Dev. 2019;2(2):126.
3. Wiliiam TA, Robert LJI, Wiliiam TA, Robert LJI. Prevalence, Associated Risk Factors and Maternal Outcomes of Lower Genital Tract Injuries in the Bamenda Regional Hospital. Open J Obstet Gynecol. 2022 May;12(5):417–33.
4. Nurhayati D, Lail NH, Aulya Y. Analisis Faktor Faktor Kejadian Ruptur Perineum pada Ibu Bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak Provinsi Bant. Malahayati Nurs J. 2023;5(6):1876–92.
5. Vasileva P, Strashilov S, Yordanov A. Postoperative management of postpartum perineal tears. Wound Med. 2019;27(1):100172.
6. Munthe NBG, Sembiring IM, Gandi PI, Sitepu K, Hutabarat V, Sitepu SA. Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Kesembuhan Luka Perineum Derajat Dua Pada Ibu Postpartum. J Penelit Kebidanan Kespro. 2020;2(2):59–66.
7. Bick D, Beake S. Obesity a ticking time bomb for reproductive health. USA: Elsevier; 2013. 397–401 p.
8. Helen Varney, M.Kriebs J, L.Gegor C. Buku ajar asuhan kebidanan. Jakarta: EGC; 2010.
9. Rugins S. Resistance to Antimicrobians-A Global Problem with Sectoral Resolution. J Crit Care Med. 2018;4(2):47–9.
10. Faraji A, Aghdaki M, Hessami K, Hosseinkhani A, Roozmeh S, Asadi N, et al. Episiotomy wound healing by commiphora myrrha (Nees) engl. and boswellia carteri Birdw. in primiparous women: a randomized controlled trial. J Ethnopharmacol. 2021;264(February 2020):113396.
11. Steins A, Carroll C, Choong FJ, George AJ, He JS, Parsons KM, et al. Cell death and barrier disruption by clinically used iodine concentrations. Life Sci Alliance. 2023;6(6):1–10.
12. Prawirodharjo S. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. 4th ed. Rachimhadhi T W, editor. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono; 2016.
13. RI KK. Peraturan Menteri Kesehatan. 2016;7(June).
14. Atik N, Iwan A. R. J. PERBEDAAN EFEK PEMBERIAN TOPIKAL GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) DENGAN SOLUSIO POVIDONE IODINE TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KULIT MENCIT (Mus musculus). Maj Kedokt Bandung. 2009;41(2):29–36.
15. Hadi, K. dan Permatasari I 2019. Uji Fitokimia Kersen (Muntingia calabura L.) dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Penyembuhan Luka. Prosiding Sains Tekes, Semnas MIPAKes UMRi. 2019;(September):22–31.
16. Rostika T, Choirunissa R, Rifiana AJ. Pemberian Penggunaan Air Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Waktu Penyembuhan Luka Perineum Derajat I Dan II di Klinik Aster Kabupaten Karawang. J Ilm Kesehat. 2020;12(2):196–204.
17. Muthia Milasari AWJ. PENGARUH PEMBERIAN SALEP EKSTRAK KUNYIT KUNING (Curcuma longa Linn) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). J Ilm Ibnu Sina. 2019;4(1):1–19.
18. Rahmayanti D, Nuroini F. Uji ekstrak akuosa sarang burung walet putih (Collocalia fuciphaga) terhadap penyembuhan luka sayat tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi Pseudomonas aeroginosa. Pros Mhs Semin Nas Unimus. 2019;2:246–51.
19. Nurfajri I. Efektivitas Antibakteri Madu Dan Propolis Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Politek Med Farma Husada. 2018;2(1):12.
20. Dr. Adji Suranto S. Dahsyatnya Propolis untuk Menggempur Penyakit. Rahmat P, editor. Jakarta Selatan: PT AgroMedia Pustaka; 2010.
21. Bankova V. Recent trends and important developments in propolis research. Evidence-based Complement Altern Med. 2005;2(1):29–32.
22. Huang S, Zhang CP, Wang K, Li GQ, Hu FL. Recent advances in the chemical composition of propolis. Molecules. 2014;19(12):19610–32.
23. Araújo KS da S, dos Santos Júnior JF, Sato MO, Finco FDBA, Soares IM, Barbosa R dos S, et al. Physicochemical properties and antioxidant capacity of propolis of stingless bees (Meliponinae) and apis from two regions of Tocantins, Brazil. Acta Amaz. 2016;46(1):61–8.
24. Barnes TM, Mijaljica D, Townley JP, Spada F, Harrison IP. Vehicles for drug delivery and cosmetic moisturizers: Review and comparison. Pharmaceutics. 2021;13(12).
25. Ousey K, Cutting KF, Rogers AA, Rippon MG. The importance of hydration in wound healing: reinvigorating the clinical perspective. J Wound Care. 2016 Mar;25(3):122–30.
26. Sahlan M, Mahira KF, Pratami DK, Rizal R, Ansari MJ, Al-Anazi KM, et al. The cytotoxic and anti-inflammatory potential of Tetragonula sapiens propolis from Sulawesi on raw 264.7 cell lines. J King Saud Univ - Sci. 2021;33(2):101314.
27. Sudigdo Sastroasmoro SI. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. 5, editor. Jakarta: CV. Sagung Seto; 2014.
28. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2018.
29. Sudigdo Sastroasmoro SI. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: CV. Sagung Seto; 2014. 187 p.
30. Hidayat. Metode Penelitian Kebidanan & Teknik Analisis Data. 2nd ed. Jakarta: Salemba Medika; 2014.
31. Lawrence. Wound Healing Biology and Its Application to Wound Management. 3rd ed. P O, editor. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2018. 107–32 p.
32. Pratami DK, Mun’im A, Sundowo A, Sahlan M. Phytochemical profile and antioxidant activity of propolis ethanolic extract from tetragonula bee. Pharmacogn J. 2018;10(1):128–35.