Opini K-Popers Mengenai Kasus Driving Under The Influence (DUI) Suga BTS
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i4.4013Keywords:
Opini Publik, K-Pop, Suga BTS, DUI, Cancel CultureAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini K-Popers mengenai kasus Driving Under the Influence (DUI) yang melibatkan Suga BTS. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan wawancara kepada sepuluh K-Popers, penelitian ini mengidentifikasi berbagai jenis opini, termasuk positif, negatif, dan netral. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas informan menganggap perilaku DUI Suga sebagai kesalahan yang tidak dapat dibenarkan, meskipun ada yang merasa kasus ini dibesar-besarkan oleh media. Informasi yang membentuk opini mereka berasal dari berita, pengalaman pribadi, dan pengaruh komunitas. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa banyak informan merasa takut untuk mengungkapkan opini yang berbeda dari mayoritas di lingkungan sosial mereka, menciptakan tekanan untuk menyamakan pendapat. Temuan ini memberikan wawasan tentang dinamika opini publik dalam konteks budaya K-Pop dan implikasinya terhadap perilaku fandom.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Firda Raudhah Marsila, Roro Retno Wulan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




