Karakteristik Budaya dan Estetika Tari Tradisional Aceh, Betawi, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i7.4100Keywords:
karakteristik budaya, estetika, tari tradisionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik budaya pada tari tradisional Indonesia yang meliputi Aceh, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik budaya pada tari tradisional yang ada di Indonesia, khususnya pada tari tradisional Aceh, Betawi, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara kepada maestro tari, budayawan, koreografer, dan akademisi tari. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masing-masing daerah memiliki karakteristik tarian yang berbeda-beda baik dari segi gerak, tema, musik, busana, dan seluruh instrumen dalam sebuah pertunjukan tari sehingga karakteristik tersebut memiliki makna etis dan estetis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gunawan Wiradharma, Sri Sediyaningsih, B. Kristiono Soewardjo, Mario Aditya Prasetyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




