Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kuliner (Studi Fenomenologi Transformasi Makanan Tradisional Gembus, Makna, serta Eksistensinya sebagai Sumber Ekonomi Masyarakat)
Main Article Content
Gembus merupakan makanan tradisional yang berasal dari Desa Kalisabuk, Kesugihan, Cilacap yang berbahan dasar singkong dan bentuknya bulat seperti donat dengan rasa sedikit asin dan bertekstur kenyal. Sebagian besar warga Dusun Brondong, Desa Kalisabuk berjualan gembus di tempat strategis, hajatan, dan pertunjukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pewarisan nilai, makna, dan eksistensinya sebagai sumber ekonomi masyarakat, serta dampak perkembangan industri gembus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk menjelaskan fenomena beserta maknanya bagi setiap individu. Pengambilan datanya menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pengrajin gembus, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Kalisabuk. Teknik analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Gembus mengandung makna dan nilai yang terkandung dari bahan baku singkong, proses pembuatan, dan cara penjualannya. Melalui konsep Bourdieu dijelaskan bahwa habitus dilakukan dengan pembiasaan orang tua untuk melibatkan anaknya dalam pembuatan gembus, modal yang diwariskan berupa modal budaya, ekonomi, sosial, serta sombolik, dan arenanya meliputi ranah keluarga, pasar, dan komunitas. 2) Gembus dapat bertahan karena pengrajin gembus berhasil beradaptasi dengan perkembangan zaman, fokus pada pencapaian tujuan, menjaga integrasi melalui gotong royong, dan terus memelihara nilai tradisional dengan pelibatan generasi muda. 3) Perkembangan industri gembus berdampak bagi perekonomian maupun kehidupan sosial masyarakat karena menggerakkan roda perekonomian pada tingkat lokal. Upaya pemerintah Desa Kalisabuk dalam mengembangkan industri gembus diantaranya sosialisasi dan pelatihan, bantuan alat produksi, pengajuan bantuan kepada pihak lain, menyediakan tempat berjualan, dan mengadakan kegiatan rutin di balai desa.
Aryani, I. K., & Kertopati, R. B. W. (2024). Local Wisdom Tradition of Maintenance of The Upstream River. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 10(2), 439–449. https://doi.org/10.29210/020243945
Beny, R., Kertopati, W., & Eridiana, W. (2019). Tranformasi Nilai-Nilai Adat (Studi Kasus Tranformasi nilai-nilai Kearifan Tradisional di Masyarakat) A B S T R A K A R T I K E L I N F O. Sosietas Jurnal Pendidikan Sosiologi, 624–636. http://ejournal.upi.edu/index.php/sosietas/
Fajar, W. N., & Kartikawati, R. (2012). Konstruksi Pendidikan Nilai dan Moral Bagi Anak Jalanan dalam Mengembangkan Smart And Good Citizen. Jurnal Nasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 9(2), 9–21.
Haerussaleh, & Huda, N. (2021). Modal Sosial, Kultural, dan Simbolik sebagai Representasi Pelanggengan Kekuasaan dalam Novel The President Karya Mohammad Sobary (Kajian Pierre Bourdiue). METALINGUAL: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 19–28. https://journal.trunojoyo.ac.id/metalingua/article/view/10032/5638
Hasan, H., Fauzi, A. R., Hidayah, R., Qadri, M. S., & Ati, A. (2023). Peuyem Koroto: Pewarisan Makanan Tradisional dan Nilai-Nilai Karakter Masyarakat Desa Ciparigi. Tambo; Journal of Manuscript and Oral Tradition, 02(1), 14–26. https://doi.org/10.55981/tambo.2024.5022
Juniarti, D. (2021). Kearifan Lokal Makanan Tradisional: Tinjauan Etnis dan Fungsinya dalam Masyarakat Suku Pasmah di Kaur Deva. Jurnal Bakaba; Jurnal Sejarah, Kebudayaan, Dan Kependudukan, 9(2), 44–53. http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/bakaba
Makulua, K. (2021). Proses Pewarisan Budaya Anyaman Masyarakat Alune di Negeri Riring. INSTITUTIO?: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 7(2), 99–113. https://doi.org/10.51689/it.v7i2.525
Manarfa, L. O. M. R. A. U., Aris, M., Prayogi, A., Amin, H., Andi, T., Hara, K. M., Sari, K., Tesaannisa, Munafi, L. O. A., & Mandati, W. O. R. (2024). Teori Sosiologi. In H. Rasulu & W. Munaeni (Eds.), Sosiologi (1st ed., p. 182). Eureka Meida Aksara.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. PT Remaja Rosdakarya.
Rahmawaty, U., & Maharani, Y. (2018). Pelestarian Budaya Indonesia Melalui Pembangunan Fasilitas Pusat Jajanan Tradisional Jawa Barat. Jurnal Tingkat Sarjana Bidang Senirupa Dan Desain, 1(1), 1–8.
Sudrajat, R. (2020). Pewarisan Budaya dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat. TEMALI?: Jurnal Pembangunan Sosial, 3(2), 298–313. https://doi.org/10.15575/jt.v3i2.9350
Teng, F. M., Chang, W. C., & Tseng, W. C. (2022). On the Study of the Sustainable Development of Intangible Cultural Heritage of Indigenous Peoples’ Diets—Take the Protection of Geographical Indications as an Example. Sustainablility, 14(19), 1–27. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/su141912803
Tumangkeng, S. Y. L., & Maramis, J. B. (2022). Kajian Pendekatan Fenomenologi: Literature Review. Jurnal Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 23(1), 14–32.
Turama, A. R. (2020). Formulasi Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons. Online Jornal Systems UNPAM Universitas Pamulang). https://doi.org/10.32493/EFN.V2I2.5178
Zafi, A. A. (2018). Transformasi Budaya Melalui Lembaga Pendidikan (Pembudayaan dalam Pembentukan Karakter). SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.30738/sosio.v3i2.937
Zanki, H. A. (2020). Teori Psikologi dan Sosial Pendidikan (Teori Interaksi Simbolik). Scolae: Journal of Pedagogy, 3(2), 115–121. https://doi.org/10.56488/scolae.v3i2.82
Zuriatina, I. (2020). Pengaruh Pembangunan Kebudayaan terhadap Pembangunan Manusia di Indonesia. TEMALI?: Jurnal Pembangunan Sosial, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.15575/jt.v3i1.6364
