Kajian Metode Penambangan Timah di Laut Untuk Mengurangi Dampak Penyebaran Sedimen Pada Perairan Laut di Laut Matras Kabupaten Bangka

Authors

  • Riki Syamdhora Universitas Sriwijaya
  • Restu Juniah Universitas Sriwijaya
  • Rozirwan Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v4i6.4391

Keywords:

Penambangan Timah, Laut, Bangka Belitung

Abstract

Penambangan timah di Bangka Belitung telah berlangsung lebih dari satu abad dan menjadi salah satu penyumbang utama devisa daerah, mencapai 2,29 miliar USD atau lebih dari 80% total ekspor provinsi. Di perairan Matras, aktivitas ini dilakukan menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) untuk mengeruk material dari dasar laut yang kemudian dicuci, menghasilkan tailing yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Penelitian pada Maret 2025 di Pantai Matras, Kecamatan Sungai Liat, bertujuan menganalisis pola sebaran sedimen akibat operasi KIP serta meninjau alternatif metode penambangan yang lebih berkelanjutan. Hasil pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak MIKE21 (modul FM dan MT) menunjukkan bahwa distribusi Total Suspended Solid (TSS) dipengaruhi oleh musim dan pasang surut, dengan konsentrasi berkisar antara 0,020–0,024 kg/m³ pada Musim Timur dan meningkat menjadi 0,026–0,028 kg/m³ selama Musim Barat, dengan arah dominan sebaran ke selatan saat pasang. Data lapangan menunjukkan TSS antara 2–46 mg/L, sedangkan karakteristik sedimen didominasi oleh partikel halus dengan proporsi 44,69% hingga 70,95%. Untuk meminimalkan dampak penyebaran TSS, pendekatan teknis diterapkan melalui pemisahan lokasi pengerukan dan pencucian, yaitu dengan menempatkan Floating Washing Plant (FWP) di area pesisir. Tailing dari FWP dapat ditangani melalui pembuangan laut terkontrol, pembangunan kolam penampungan dengan struktur tanggul batu granit dan geotube, atau pemanfaatan lanjutan sebagai bahan reklamasi maupun sumber mineral ikutan bernilai seperti zirkon, ilmenit, dan kuarsa—seluruh strategi ini mendukung penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan.

References

Ambalika, I., Nugraha, M. A., Pamungkas, A., Utami, E., Akhrianti, I., Hudatwi, M., ... & Marfuah, T. (2021). Sebaran partikel tersuspensi, partikel terlarut dan laju sedimentasi di Teluk Kelabat Luar, area pengaruh penambangan timah. Scientific Timeline, 1(2), 97–107.

Aritonang, A. A., Surbakti, H., & Purwiyanto, A. I. (2016). Laju pengendapan sedimen di Pulau Anakan Muara Sungai Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Maspari Journal, 8(1), 7–14.

BPS Bangka Belitung. (2022). Ekspor timah dan nontimah Kepulauan Bangka Belitung. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Harahap, F. R., Taqwa, R., Juniah, R., & Wildayana, E. (2018). Sustainability for management and protection tin mining environment. In E3S Web of Conferences (Vol. 68, p. 03002). EDP Sciences. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20186803002

Hutari, P. H., Johan, Y., & Negara, B. F. S. P. (2018). Analisis sedimentasi di Pelabuhan Pulau BAAI Kota Bengkulu. Jurnal Enggano, 3(1), 129–143.

Ibrahim, I. (2015). Dampak penambangan timah ilegal yang merusak ekosistem di Bangka Belitung. Jurnal Hukum dan Bisnis (Selisik), 1(1), 76–89.

Irzon, R. (2021a). Penambangan timah di Indonesia: Sejarah, masa kini, dan prospeksi. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 17(3), 179–189.

Irzon, R. (2021b). Prospeksi dan masalah lingkungan akibat penambangan timah di Pulau Karimun. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, 12(3). https://doi.org/10.34126/jlbg.v12i3.367

Jihan, D., Yuniarti, F. R., Monalisa, J. T., Panjaitan, P. M., Aprila, M., Khasanah, U., ... & Ningrum, Y. (2021). Analisis dampak penambangan timah di laut terhadap ekosistem laut dan pendapatan nelayan Desa Tanjung Binga. Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT), 4(2), 79–87.

Juniah, R., Toha, M. T., Zakir, S., & Rahmi, H. (2021). Potential economic value of water resource sustainability for sustainable environment: A case study in South Sumatra, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 716(1), 012078. https://doi.org/10.1088/1755-1315/716/1/012078

Kurniawan, K., Supriharyono, S., & Sasongko, D. P. (2014). Pengaruh kegiatan penambangan timah terhadap kualitas air laut di wilayah pesisir Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 8(1), 13–21.

Lee, S. C., Hashim, R., & Mo, K. H. (2018). The evaluation of geotube behaviors on muddy beach: Field monitoring and numerical analysis. KSCE Journal of Civil Engineering, 22, 4185–4193. https://doi.org/10.1007/s12205-018-1942-0

Pratomo, O. (2024). Perbandingan kinerja operasi Jig IHC-Circular vs Pan America-Rectangular di Kapal Keruk Kundur 1 (Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sains Bandung).

RKAB PT Timah Tbk. (2022). Alat produksi penambangan PT Timah. PT Timah Tbk.

Rismika, T., & Purnomo, E. P. (2019). Kebijakan pengelolaan ekosistem laut akibat pertambangan timah di Provinsi Bangka Belitung. Publisia (Jurnal Ilmu Administrasi Publik), 4(1), 63–80.

Syari, I. A., & Nugraha, M. A. (2022). Dampak penambangan timah di laut terhadap ekosistem terumbu karang di Pulau Pemuja dan Malang Duyung, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Journal of Tropical Marine Science, 5(1), 63–69.

Tambunan, A. H., Prayoga, T., & Saptono, Y. (2024). Ketahanan ekonomi wilayah dalam perspektif tata kelola pengelolaan tambang di Provinsi Bangka Belitung. Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan Kewirausahaan, 15(1).

Tarina, A. (2022). Memahami hukum perseroan perorangan: Sejarah perseroan terbatas di Indonesia, masa lalu dan masa kini. Jurnal Pelita Ilmu, 16(2). https://jurnal.pelitabangsa.ac.id/index.php/jpi/issue/view/177

Wang, B., Fan, S., Jiang, P., Chen, Y., Zhu, H., & Xiong, T. (2023). Cutting state estimation and time series prediction using deep learning for cutter suction dredger. Applied Ocean Research, 134, 103515. https://doi.org/10.1016/j.apor.2023.103515

Downloads

Published

2025-06-23