“Welas Asih Diri & Persepsi Dukungan Sosial: Prediktor Ide Bunuh Diri Pada Remaja”
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i10.4446Keywords:
Welas asih diri, Persepsi dukungan sosial, Ide bunuh diriAbstract
Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara welas asih diri dan persepsi dukungan sosial sebagai prediktor ide bunuh diri pada remaja. Masa remaja adalah tahap perkembangan yang krusial yang ditandai dengan transformasi emosional dan sosial yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik purposive sampling untuk mengumpulkan data dari remaja berusia 15 hingga 18 tahun melalui kuesioner daring. Temuan menunjukkan bahwa baik welas asih diri maupun persepsi dukungan sosial secara signifikan mengurangi kemungkinan munculnya ide bunuh diri. Welas asih diri muncul sebagai faktor pelindung yang kuat, sementara persepsi positif terhadap dukungan sosial memberikan ketahanan emosional tambahan. Penelitian ini menekankan pentingnya menumbuhkan welas asih diri dan meningkatkan jaringan dukungan sosial untuk mengurangi pikiran bunuh diri di kalangan remaja.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dyan Theofilia Papilaya, Cicilia Tanti Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




