Evaluasi Tingkat Kepuasan Pengguna Fasilitas Pejalan Kaki di Jalan Kyai Tapa Grogol

Authors

  • Naufall Fadhlur Rahman Universitas Trisakti
  • Darmawan Pontan Universitas Trisakti
  • Endah Kurniyaningrum Universitas Trisakti
  • Inavonna Universitas Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v4i6.4474

Keywords:

Fasilitas Pedestrian, Tingkat kepuasan pengguna, Importance Performance Analysis (IPA)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap fasilitas pejalan kaki di Jalan Kyai Tapa, Grogol, yang merupakan salah satu jalur pedestrian penting dan padat aktivitas. Permasalahan utama yang dihadapi di jalur ini adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang mengurangi ruang pejalan kaki, sehingga menurunkan kenyamanan dan keselamatan pengguna. Penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna jalur pedestrian. Hasil analisis menunjukkan hanya 33% dari fasilitas eksisting yang dinilai sudah cukup baik, sehingga ini mengindikasikan tingkat kepuasan yang masih rendah sehingga masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengidentifikasi lima variabel utama yang memengaruhi kepuasan pengguna, yaitu keselamatan dan keamanan, kenyamanan, kesetaraan, kemudahan dan aksesibilitas, serta keindahan. Selain itu, melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), ditemukan tiga indikator tambahan yang turut memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hasil ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam perencanaan dan peningkatan fasilitas pejalan kaki yang lebih humanis dan terintegrasi.

References

Annasa, A. S., & Pamurti, A. A. (2023). Kajian Kualitas Dan Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki (Studi Kasus?: Koridor Jalan Imam Bonjol Semarang). Indonesian Journal of Spatial Planning, 4(1), 93. https://doi.org/10.26623/ijsp.v4i1.6753

Ardhaneswari, S. P., & Agustapraja, H. R. (2023). Presepsi Masyarakat terhadap Jalur Pedestrian Pada Ruas Jalan Veteran Lamongan. Jurnal Talenta Sipil, 6(2), 346. https://doi.org/10.33087/talentasipil.v6i2.340

BPS. (2024). Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi DKI Jakarta (Jiwa), 2021-2023. In Jakarta.Bps.Go.Id. https://jakarta.bps.go.id/indicator/12/1270/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta-.html

Departemen Pekerjaan Umum. (1999). Pedoman Perencanaan Jalur Pejalan Kaki Pada Jalan Umum. 032.

Handayani, D., Sumarsono, A., & Hasanah, F. (2020). Evaluasi Jalur Pejalan Kaki Di Universitas Sebelas Maret Kentingan Surakarta. Matriks Teknik Sipil, 8(1), 50–59. https://doi.org/10.20961/mateksi.v8i1.41522

Hidayat, N. (2013). Analisis Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki. Jurnal Transportasi, 2(1), 1–5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jieits/article/download/5612/4257

Indonesia, P. R. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. 19(19), 19.

Iswanto, D. (2006). Pengaruh Elemen - Elemen Pelengkap Jalur Pedestrian Terhadap Kenyamanan Pejalan Kaki ( Studi Kasus?: Penggal Jalan Pandanaran, Dimulai dari Jalan Randusari Hingga Kawasan Tugu Muda ). Jurnal Ilmiah Perancangan Kota Dan Permukiman, 5(1), 21–29. http://eprints.undip.ac.id/18474/1/4_danoe_ielemen_lanskap_pandanaran.pdf

K. P. L. W., J., A. T., J., & R. L., L. (2019). Analisis Kinerja Jalur Pedestrian Kawasan ( Studi Kasus?: Jl . Walanda Maramis Dan Jl. Dotulolong Lasut). Jurnal Sipil Statik, 7(9), 1211–1222.

Kartika, A. A. G., & Wigananda, M. H. (2012). Analisis Kinerja Jalur Pedestrian di Kota Surabaya (Studi Kasus: Jl. Pemuda). Jurnal Teknik ITS, 1, 1–12.

Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. (2023). Pedoman Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan No. 07/ P/ BM/ 2023 tentang Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. 07, 1–84.

Kirana, N. S. (2024). Evaluasi Kinerja Jalur Pejalan Kaki Di Kawasan Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia.

Muharnis, E., Ishak, & Putra, Y. (2023). Studi Evaluasi Pemanfaatan Pedestrian Sebagai Fasilitas Pejalan Kaki Pada Ruas Jalan Soekarno Hatta Kota Bukittinggi. Analiisa Perubahan Tegangan Terhadap Intesitas Cahaya Pada Lampu Cfl Dan Lampu Led, 1(3), 100–106.

Mukhoyyaroh, N. I., & Widyastuti, H. (2020). Studi Karakteristik Pedestrian dan Pemilihan Fasilitas Penyeberangan MenggunakanMetode Revealed Preference(Studi Kasus Jl. Pemuda, Jl. Gubernur Suryo, dan Jl. Prof Dr Moestopo). Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 18(2), 145–154.

Nusadhani, P. (2024). Studi Keberadaan Elemen Jalur Pedestrian Terhadap Tingkat Kenyamanan Pejalan Kaki (Studi Kasus: Jalan Pemuda Lawangsewu - Paragon). 15(1), 37–48.

Permen PU Nomor 03 Tahun 2014. (2014). Peraturan Menteri Perkerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan. Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, 2013, 8. http://pug-pupr.pu.go.id/_uploads/Produk_Pengaturan/Permen PUPR No 03-2014.pdf

Prayogi, F., Priyanto, S., & Muthohar, I. (2020). Analisis Kinerja Dan Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Stasiun Karet. Teknisia, XXV(2), 1–10. https://doi.org/10.20885/teknisia.vol25.iss2.art1

PUPR. (2018). Pedoman Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil: Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Kementerian PUPR, 1–43.

Putri, I. K., & Asmi, A. (2021). Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Fasilitas Pejalan Kaki pada Kawasan Transit Oriented Development (Studi Kasus: Dukuh Atas). Spirit of Civil Engineering (SPRING) JOURNAL, 3(1). https://journal.bakrie.ac.id/index.php/SPRING/article/view/2509%0Ahttps://journal.bakrie.ac.id/index.php/SPRING/article/viewFile/2509/1888

Rizvina, V., Sari, L. H., & Djamaluddin, M. (2023). Analisis Jalur Pedestrian Melalui Konsep Walkability (Studi Kasus?: Jalan Diponegoro, Pasar Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Dan Perencanaan, 7(1), 108–118. https://doi.org/10.24815/jimap.v7i1.22507

Rubenstein, H. M. T. A.-T. T.-. (1992). Pedestrian malls, streetscapes, and urban spaces (NV-1 o). Wiley. https://doi.org/LK - https://worldcat.org/title/643745612

S, M. N. M. (2023). Kajian Kepuasan Dan Efektivitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pasca Pemeliharaan Di Jalan Raden Intan Kota Bandar Lampung.

Sari, E. P., & Mca, T. (2020). Analisis Tingkat Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kranggan Kota Surabaya. Jurnal Teknologi Dan Manajemen, 1(1), 50–56.

Sekaryadi, Y., Mohamad, D., & Ramadhan Iskandar, M. (2024). Analisis Penggunaan Trotoar Di Kawasan Kota Cianjur. Jurnal Teknik Sipil Cendekia (Jtsc), 5(1), 769–779. https://doi.org/10.51988/jtsc.v5i1.178

Sengkey, P., Pandey, S., & Lefrandt, L. (2023). Analisis Kinerja Jalur Pedestrian di Pusat Kota Amurang (Studi Kasus Jl. Topas, Ranoyapo, Kec. Amurang). Tekno, 21(85), 69–74. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/tekno

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kunatitatif, Kualitatif, Dan R&D.

Transportation, R. B. (2000). Highway Capacity Manual. In National Research Council, Washington, DC (Issue May 2001).

Utomo, N. (2011). Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan KakiDan Peningkatan FasilitasTransportasi Umum Dengan Perencanaan Teluk Bis. Teknik Sipil KERN, 1(Pejalan kaki), 2.

Utomo, N., & Wahjudjanto, I. (2008). Analisa Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki Yang Sinergis Dengan Fasilitas Transportasi Publik Di Kota Surabaya.

Z, Y. P., Faritzie, H. Al, & Putri, G. I. (2019). Analisa Tingkat Pelayanan Dan Kebutuhan Infrastruktur Pedestrian Yang Melintasi Jalan T.P. Rustam Effendi Palembang. Jurnal Teknik Sipil, 7(1), 51–59. https://doi.org/10.36546/tekniksipil.v7i1.250

Pontan, D., & Maxsi, A. (2017). Identifikasi Tingkat Keandalan Elemen-Elemen Penanggulangan Bencana Kebakaran Gedung Pd Pasar Jaya Di Dki Jakarta. In Seminar Nasional Cendekiawan ke (Vol. 3).

Downloads

Published

2025-07-06