Pengaruh Adopsi Halal Supply Chain Terhadap Kinerja Supply Chain Menggunakan Kerangka Technology Organization Environtment
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i11.4549Keywords:
Rantai pasok halal, supply chain performance, Technology-Organization-Environtment (TOE), PT XYZ, SEM-PLS, sustainability, skincare halalAbstract
Industri halal, termasuk skincare, memiliki potensi pasar yang signifikan di Indonesia, namun implementasi halal supply chain (HSC) masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi halal supply chain terhadap kinerja supply chain dalam industri skincare halal dengan menggunakan kerangka kerja Technology-Organization-Environment (TOE). Fokus penelitian ini adalah pada Perusahaan Glowies. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 35 responden melalui google form yang disebarkan oleh tim dari PT XYZ. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) pada software Smart PLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua faktor dalam kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) secara signifikan memengaruhi halal supply chain performance pada PT XYZ. Faktor technology terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan, sementara faktor organization dan environment belum menunjukkan kontribusi yang kuat terhadap peningkatan supply chain performance halal. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan perlu memperkuat integrasi nilai-nilai halal ke dalam sistem internal organization serta mengadopsi praktik ramah environtment secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, optimalisasi kinerja halal supply chain tidak hanya bergantung pada inovasi technology, tetapi juga memerlukan dukungan dari penguatan struktur internal dan komitmen terhadap prinsip sustainability di seluruh proses bisnis perusahaan.
References
Ahmad, W., Koszewska, M., & Shishoo, R. (2021). Textile supply chains and environmental challenges in Asia. Textile Progress, 53(1), 1–116.*
Alhalalmeh, M. I. (2022). The impact of supply chain 4.0 technologies on its strategic outcomes. Uncertain Supply Chain Management, 10(4), 1203–1210.*
Ali, M. H., Chung, L., Kumar, A., Zailani, S., & Tan, K. H. (2021). A sustainable blockchain framework for the halal food supply chain: Lessons from Malaysia. Technological Forecasting and Social Change, 170, 120870.*
Awalia, P. (2023). Persepsi konsumen terhadap produk yang memiliki jaminan halal pada produk skincare merk YOU (Studi Desa Tumbubara Kec. Bajo Barat Kab. Luwu). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo.*
Aziz, F., Setyorini, R., & Hasanah, Y. N. (2021). Analisis halal supply chain pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) makanan di Kota Bandung. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(1), 293–304.*
Burhanuddin, & Riyanto, S. (2022). Perilaku konsumen muslim Indonesia terhadap produk halal. Jurnal Ekonomi Syariah, 12(2), 145–162.*
Databoks. (2024). Jumlah penduduk berdasarkan agama di Indonesia. Jakarta: Katadata Media Network.*
Gunawan, D., Pratiwi, A. D., Arfah, Y., & Hartanto, B. (2022). Keputusan pembelian skincare Safi berbasis media marketing. PT Inovasi Pratama Internasional.*
Heizer, J. (2022). Operations management: Sustainability and supply chain management. Boston: Pearson.*
Khan, M. I., Haleem, A., & Khan, S. (2022). Examining the link between halal supply chain management and sustainability. International Journal of Productivity and Performance Management, 71(7), 2793–2819.*
Khan, S., Haleem, A., & Khan, M. I. (2020). Assessment of risk in the management of halal supply chain using fuzzy BWM method. Supply Chain Forum, 21(2), 103–119.*
Kholiq, M., & Priantina, A. (2024). Pengaruh pengetahuan, sikap, dan norma subjektif terhadap keputusan pembelian kosmetik perawatan wajah berlabel halal pada mahasiswi di Jawa Barat. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 15(3), 234–247.*
Maulizah, R., & Sugianto, S. (2024). Pentingnya produk halal di Indonesia: Analisis kesadaran konsumen, tantangan dan peluang. El-Suffah: Jurnal Studi Islam, 1(2), 129–147.*
Mumtahaen, I. (2024). Analisis pemasaran syariah dalam produk halal di Indonesia. Mashlahah, 3(1), 9–19.*
Rahman, M. S., Osman-Gani, A. M., Musa, G., & Rahman, M. (2022). Halal tourism and blockchain technology: Destination competitiveness perspective. Journal of Islamic Marketing, 13(8), 1721–1741.*
Setiawan, S., & Mauluddi, H. A. (2019). Perilaku konsumen dalam membeli produk halal di Kota Bandung. At-Tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam, 5(2), 232–246.*
Setyaningsih, B. (2023). Minat beli konsumen Muslim terhadap produk kosmetik impor yang belum berlabel halal (Namun sudah BPOM). Universitas Islam Indonesia.*
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta.*
Syari, A. Y., Imtinan, H. A., Yasmin, G. M., & Wiryanto, F. S. (2025). Peran sertifikasi halal pada UMKM dalam memperkuat ekonomi syariah di Indonesia. Journal of Halal Industry Studies, 4(1), 1–13.*
Wahyuni, S., Genoveva, G., & Lestari, R. (2021). The role of organizational factors in halal supply chain implementation. International Journal of Supply Chain Management, 10(3), 98–107.*
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Radhiza Abyan Dhiya’ulhaq, Abdurrahman Faris Indriya Himawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




