Analisis Kelembagaan Dalam Transformasi Pengelolaan Sampah Skala Kota Berbasis Teknologi Refused Derived Fuel Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Banyumas
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i7.4564Keywords:
Keberlanjutan, Kelembagaan, Pengelolaan Sampah, Refused Derived FuelAbstract
Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis teknologi Refused Derived Fuel (RDF) dapat menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan timbulan sampah perkotaan sehingga Kabupaten Banyumas sudah hampir berhasil menerapkan zero waste to landfill dalam pengelolaan sampahnya. Hal ini dapat dijadikan landasan perlunya dilakukan penelitian tentang pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas agar dapat dikembangkan menjadi role model bagi pengembangan pengolahan sampah di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada peran kelembagaan dalam mendukung transformasi pengelolaan sampah skala kota yang berkelanjutan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus dan penyajian deskriptif analitis yang akan mengkaji keberlanjutan pengelolaan sampah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dari aspek kelembagaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah skala kota di Kabupaten Banyumas dalam aspek kelembagaannya didukung oleh diterapkannya konsep collaborative governance dimana ketika setiap aktor memainkan peran strategisnya secara sinergis yang dalam hal ini DLH berperan sebagai regulator, KSM sebagai operator dan koperasi sebagai pengelola sampah dapat mendukung adanya inklusivitas dan pembagian kewenangan yang lebih terorganisir. Selain itu, konsep collaborative governance ini dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pelaksanaan pengelolaan sampah bukan hanya sebagai objek kebijakan sehingga dapat membangun rasa kepemilikan bersama (sense of ownership) dalam sistem pengelolaan sampah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Oscar R.H. Siagian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




