Pandangan Kepala Desa Serta Implementasi Desa Kayu Kebek Terhadap Sdg’s Desa Ke- 8
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i7.4649Keywords:
Desa Kayu Kebek, Desa Wisata, Intermestik, Kabupaten Pasuruan, SDG’s Desa, Triple Bottom Line (TBL)Abstract
Arah kebijakan pembangunan nasional menitikberatkan faktor berkelanjutan pada semua sektor, termasuk pariwisata. Pengembangan desa wisata yang bersifat mengarusutamakan pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu manifestasi arah kebijakan tersebut. Dibutuhkan langkah yang berkesinambungan dalam rangka mencari solusi atas permasalahan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan menjelaskan pandangan Kepala Desa Kayu Kebek dalam penerapan SDG’s Desa Ke- 8 serta implementasi kebijakan serta program Desa Kayu Kebek terhadap SDG’s Desa Ke- 8. Untuk mengelaborasi hal tersebut, studi ini menggunakan metode penelitian gabungan (mixed methods) dengan pendekatan Intermestik, Triple Bottom Line (TBL) dan Sustainable Development Goals (SDG’s). Data primer didapatkan dari observasi baik langsung (lapangan) dengan wawancara serta menyebarkan kueisoner. Sedangkan data sekunder di dapatkan dari laporan tahunan dari institusi terkait dan berasal dari buku, jurnal, artikel dan peraturan perundangan-undangan yang dipergunakan untuk mengelaborasi dan menjawab permasalahan penelitian yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, Pandangan Kepala Desa Kayu Kebek Terhadap SDG’s Ke- 8 yang progresif menjadi modal utama dalam mendorong pencapaian SDG’s Desa Ke- 8, Kedua, Implementasi Desa Kayu Kebek Terhadap SDG’s Desa Ke- 8 sudah berperan aktif dan baik dengan penguatan sinegritas antara Pemerintah Desa dan semua elemen masyarakat yang lebih menyeluruh untuk mencapai cita-cita dan tujuan SDG’s Ke- 8 di kalangan masyarakat desa.
References
Anggraini, R. (2021). Partisipasi Masyarakat Dalam Community Based Tourism Desa Wisata Sembulang Pulau Galang Kota Batam. Jurnal Pendidikan Dan Keluarga. Vol.13 No.01.
Alhaddi, H. (2015). Triple bottom line and sustainability: A literature review. Business and Management studies, 1(2), 6-10.
Atmoko, T. P. H. . (2021). Strategi Pengembangan Potensi Desa Wisata Brajan Kabupaten Sleman. Media Wisata, 12(2). https://doi.org/10.36276/mws.v12i2.209
Bayless, M. (1977). The intermestic politics of foreign policy. Foreign Affairs, 55(4), 705–721. https://doi.org/10.2307/20039703
Burns, Peter M. (1999). An Introduction to Tourism and Anthropology. London: Routledge.
Creswell, J. W., dan John. D. Creswell. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Fifth edit. Los Angeles: SAGE Publications Sage CA.
Elkington, J. (1994). Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business. Capstone Publishing Ltd.
Fasa, A. W. H., Berliandaldo, M., & Prasetio, A. (2022). Strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan di Indonesia: Pendekatan analisis PESTEL. Kajian, 27(1), 71-88.
Kara, Ergün. (2018). A Contemporary Approach For Strategic Management in Tourism Sector: PESTEL Analysis on The City Mu?la, Turkey. Journal of Business Research - Turk. 10. 598-608. 10.20491/isarder.2018.446.
Kemendes PDTT. (2020). SDGs Desa: Percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Ma'ruf, Muhammad, et. al. (2018). Desa Wisata: Sebuah Upaya Mengembangkan Potensi Desa Dan Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (Studi Pada Desa Wisata Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul). Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara. 7. 10.33005/jdg.v7i2.1209.
Muljanto, Muhammad Agus. (2021). Analisis Sektor Unggulan Dalam Pembangunan Daerah di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Manajemen Keuangan Publik, 5(2): 169–81. https:// doi.org/10.31092/jmkp.v5i2.1386.
Mumtaz, A.T., dan Milah Karmilah. (2022). Digitalisasi Wisata di Desa Wisata. Jurnal Kajian Ruang.
Morrison, Alastair. (2013). Destination Management and Destination Marketing:
The Platform for Excellence in Tourism Destination.
Rahmawati, Aulia. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Desa Wisata Dalam Mendukung SDG’S Desa. Journal of Public Power, 5(2): 151–58. https://doi.org/ https://doi.org/10.32492/jpp.v5i2.628.
Sachs, J. D. (2015). The Age of Sustainable Development. Columbia University Press.
Scholte, J. A. (2005). Globalization: A Critical Introduction (2nd ed.). Palgrave Macmillan
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta
Temiraliyeva, Zubaira, et. al. (2021). Economic Analysis and Factors Influencing the Development of Tourism. Journal Of Environmental Management And Tourism, 12(8), 2109 - 2120. Retrieved from https://journals.aserspublishing.eu/jemt/article/view/6655
UNWTO. 2007. A Practical Guide to Tourism Destination Management. Madrid.
Wang, W., & Ma, H. (2018). Export strategy, export intensity and learning: Integrating the resource perspective and institutional perspective. Journal of World Business, 53(4), 581–592.
Giampiccoli, A. & Kalis, J.H. (2012). Community based tourism and local culture: the case of the amaMpondo. Jurnal Revista de Turismo y Patrimonio Cultural, 10(1), 173-188.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Feryan Perwira Yudha, Havidz Ageng Prakoso, Agus Hari Wibawa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




