Intervensi Dini Berbasis Kolaboratif Terhadap Hambatan Komunikasi Anak Dengan Celah Bibir dan Langit-Langit: Pendekatan Studi Kasus Dalam Perspektif Vygotsky dan Bronfenbrenner
Main Article Content
Anak dengan celah bibir dan langit-langit (CLP) sering menghadapi hambatan komunikasi berupa gangguan artikulasi, keterlambatan perkembangan bahasa, serta kesulitan dalam interaksi sosial. Hambatan ini tidak hanya berdampak pada aspek linguistik, tetapi juga pada kesejahteraan psikososial anak dan orangtua. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model intervensi dini berbasis kolaboratif yang mengintegrasikan peran orangtua, terapis wicara, dan tenaga medis sebagai ekosistem pendukung utama. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus tunggal dengan pendekatan kualitatif autoetnografi, di mana peneliti berperan sebagai orangtua dari anak dengan CLP sekaligus pelaku intervensi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan refleksi naratif, kemudian dianalisis menggunakan teori Vygotsky tentang Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) dan teori ekologi perkembangan anak Bronfenbrenner. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intervensi dini berbasis kolaboratif mempercepat perkembangan komunikasi anak, meningkatkan kepercayaan diri orangtua, serta membangun sinergi yang konstruktif antar pemangku kepentingan. Integrasi penanganan medis, terapi wicara, dan keterlibatan orangtua terbukti penting dalam mengatasi hambatan komunikasi. Intervensi dini kolaboratif efektif dalam mendukung anak dengan CLP melalui kombinasi peran medis, terapeutik, dan orangtua. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem dukungan lintas disiplin untuk mengoptimalkan perkembangan komunikasi dan kesejahteraan psikososial sejak usia dini.
Alinezhad, A., Mohammadi, F., Kharazifared, M.J., Gholami, M., Sarmadi, S., & Razeghi. (2025). Parents’ view and experiences of raising babies born with clet lip and palate : a Qualitative study. BMC Pediatrics. https://doi.org/10.1186/s12887-024-05379-6
Fajrin, D. H., Dini, A. Y. R., WulandarI, E., Ermawati, I., Herman, S., Aritonang, T. R., Putri, D., Pelawi, A. M. P., Julianawati, T., & Nujulah, L. (2022). Kelainan bawaan dan penyakit yang sering dialami bayi dan balita. Rena Cipta Mandiri.
Fawzy, A. (2020). Masalah sekunder pada pasien sumbing bibir dan/atau celah langit-langit mulut.
Heryanti, A. P., Yahman, F. A., Hermawati, Z. P., & Putri, R. D. (2024). Perkembangan bahasa dan kemampuan sosial pada anak speech delay. Flourishing Journal, 4(11), 530–538.
Kemenkes RI, 2019, Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Bibir Sumbing dan Lelangit, Jakarta
Nurkholidha, P., & Denurzah, S. (2023). Gangguan Berbahasa Penderita Labioschisis atau Bibir Sumbing pada Podcast PWK: Kajian Psikolinguistik. 5(2). https://jtuah.ejournal.unri.ac.id/index.php/JTUAH/
Peni, D., Indrawati, E., & Hadijah, H. (2023). Analisis Kualitas Garam Teknik Geomembran Di Desa Kolaka Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Journal of Aquaculture and Environment, 6(1), 7–10.
Pushpavathi, M. (2017). Efficacy of Focused Stimulation in Early Language Intervention Program for Toddlers with Repaired Cleft Palate. Global Journal of Otolaryngology, 9(1). https://doi.org/10.19080/gjo.2017.09.555752
Primiantoro, K., & St, S. (2024). Tingkat Kepuasan Pasien Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-langit Terhadap Hasil Akhir Operasi yang Dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Tahun 2022-2023. Universitas Hasanuddin.
Putri, S., dan Susetyo, B. (2023). Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Anak Usia Dini pada Hambatan Pendengaran.JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Ramdana, N., Sartika, R. A., Rusmayadi, R., Herman, H., Razak, A., & Rahayu, R. (2024). Fenomena Speech delay Gangguan Perkembangan Berbicara dan Bahasa Pada Anak Usia Dini. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 837–844.
Saragih, D.E., & Susetyo, B. (2024). Intervensi Dini Berbasis Keluarga untuk Anak dengan Keterlambatan Bahasa dan Bicara. Kalam Cendekia : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Sweeney, T., Hegarty, F., Powell, K., Deasy, L., Regan, M. O., & Sell, D. (2020). Randomized controlled trial comparing Parent Led Therapist Supervised Articulation Therapy (PLAT) with routine intervention for children with speech disorders associated with cleft palate. International Journal of Language and Communication Disorders, 55(5), 639–660. https://doi.org/10.1111/1460-6984.12542
Tunliu, F., & Amseke, F.V. (2024). Intervensi Dini Bahasa dan Bicara Anak Speech Delay. Al-Qalbu: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains https://jurnal.yalamqa.com/index.php/qalbu
Wayan, I., Suyadnya, P., Wijaya, P., Candra, A., Agus, N., Ginarsa, N., & Suartika, M. (2018). Alat Bantu Komunikasi Terintegrasi bagi Penyandang Tuna Wicara Berbasis Sensor Gerak dan OpenWrt (Vol. 5, Issue 2).
Zeraatkar, M., Ajami, S., Nadjmi, N., Faghihi, S. A., & Golkari, A. (2019). A quality of life in the context of living with cleft lip and palate. Pediatric Health, Medicine and Therapeutics, Volume 10, 13–20. https://doi.org/10.2147/phmt.s173070
