Hubungan antara Kecemasan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa Sekolah Menengah Atas Katolik Budi Murni Medan

Authors

  • Rizky Johanes Pratama Simamora Universitas HKBP Nommensen

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v4i10.4820

Keywords:

Obesitas, Kecemasan, remaja

Abstract

Saat ini di Indonesia dihadapkan pada overnutrition atau obesitas. Data baseline dari survei UNICEF pada tahun 2017 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki angka obesitas yang tinggi pada orang dewasa dan angka ini terus meningkat dengan pesat. Angka remaja usia 16–18 tahun dengan berat badan berlebih telah naik signifikan di Indonesia pada tahun 2010 dari 1,4% menjadi 8,1% di tahun 2018. Di Sumatera Utara, proporsi obesitas pada penduduk yang berusia 16-18 tahun menurut Riskesdas 2018 adalah 3,8%-4,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kejadian obesitas pada siswa SMA Katolik Budi Murni Medan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik observasional dengan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023 di SMA Katolik Budi Murni Medan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil IMT didapati mayoritas responden termasuk dalam kategori tidak obesitas sebanyak 72,8% dan 27,2% responden yang mengalami obesitas. Hasil dari kuesioner ZSAS didapati mayoritas responden sebanyak 48,5% termasuk dalam kategori tingkat kecemasan normal, responden dengan kategori tingkat kecemasan ringan-sedang sebanyak 46,6%, dan responden dengan kategori tingkat kecemasan parah sebanyak 4,9%. Berdasarkan hasil uji analisis chi-square didapati hasil p-value sebesar 0,014. Dalam penelitian ditemukan siswa SMA katolik Budi Murni Medan yang mengalami obesitas sebanyak 27,2%. Sebanyak 48,5% siswa SMA Katolik Budi Murni Medan memiliki tingkat kecemasan normal, 46,6% memiliki tingkat kecemasan ringan-sedang, dan 4,9% memiliki tingkat kecemasan parah. Berdasarkan hasil analisis, terdapat hubungan antara kecemasan dan kejadian obesitas pada siswa SMA Katolik Budi Murni Medan.

References

Abdul, H. (2014). Kecemasan dan metode pengendaliannya. KHAZANAH, 12, 52–62.

Ariana MC. Obesity in adolescents with psychiatric disorders. Curr Psychiatry Rep. 2020;21(3).

Claudia, F. (2016). Depression, anxiety and severity of obesity in adolescents: is emotional eating the link? Clin Pediatr, 55(12).

Craske, M. G., Stein, M. B., Eley, T. C., Milad, M. R., Holmes, A., & Rapee, R. M. (2017). Anxiety disorders. Nat Rev Dis Prim, 3.

Firmanurochim, W., Romadhon, Y. A., Mahmuda, I. N., & Dasuki, M. S. (2019). The relationship between dinner habits and stress levels with the incidence of obesity. J Nutr Health, 290–298.

Fortuna, A. D., Saputri, M. E., & Wowor, T. J. F. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan warga pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021 di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. J Keperawatan, 10(1), 34–40.

Heidari-beni M, Azizi-soleiman F, Afshar H, Khosravi-boroujeni H, Keshteli AH, Esmaillzadeh A. Relationship between obesity and depression , anxiety and psychological distress among Iranian health-care staff. 2021;27(4):327–35.

Hendra, C., Manampiring, A. E., & Budiarso, F. (2016). Faktor-faktor risiko terhadap obesitas pada remaja di kota Bitung. J E-Biomedik, 4(1), 2–6.

Icha, P. (2018). Perilaku konsumsi makanan cepat saji pada remaja dan dampaknya bagi kesehatan. J IKESMA, 14(2), 144–153.

Irianti, D., & Sumiyati. (2021). Obesitas terhadap harga diri remaja. J Sains Kebidanan, 3(2), 80–85.

Kusumadewi, M. (2016). Prevalensi social anxiety disorder pada remaja di SMA Negeri 4.

Linda, F., & Ifdil, I. (2020). Kecemasan remaja pada masa pandemi Covid-19. J Pendidik Indones, 6(1).

Lutfah, H. (2018). Gambaran faktor-faktor yang menyebabkan kejadian obesitas pada remaja. Pros HEFA (Health Events All), 2(1), 73–82.

Majeed, M., Majeed, S., Nagabhushanam, K., & Gnanamani, M. (2021). Lesser Investigated Natural Ingredients for the Management of Obesity.

Masdar H, Saputri PA, Rosdiana D, Chandra F. Depresi , ansietas , dan stres serta hubungannya dengan obesitas pada remaja. 2016;12(4):138–43.

Motahar, H. B. (2021). Relationship between obesity and depression, anxiety and psychological distress among Iranian health-care staff. East Mediterr Health J, 27(4).

Santoso, B., Noviekayati, I., & Rina, A. (2022). Kecemasan sosial pada remaja akhir: bagaimana peranan adiksi media sosial? J Psychol Res, 2(3), 373–384.

Solehah, L. F. N. (2012). Faktor-faktor penyebab kecemasan siswa. 25, 16–32.

Statistik, B. P. (2022). Prevalensi obesitas pada penduduk umur di atas 18 tahun 2013-2018.

Telisa, I., Hartati, Y., & Haripamilu, A. D. (2020). Faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja SMA. Faletehan Health J, 7(3), 124–131.

Weni, K. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. J Gizi Klin Indones, 11(4), 179–190.

Windarwati, H. D. (2020). “Takut Kehilangan” Penyebab Kecemasan Keluarga Yang Merawat Anak Dengan Hospitalisasi Di Rumah Sakit. J Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2), 197–202. https://journal.ppnijateng.org/index.php/jikj/article/download/584/328

Downloads

Published

2025-10-02