Mewujudkan Masjid Inklusif: Aksesibilitas Spiritual bagi Penyandang Disabilitas Tuli dalam Perspektif Islam Kontemporer dan Hak Asasi Manusia Berdasarkan prinsip Maqasid al-Shariah
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i11.4829Keywords:
Masjid inklusif, disabilitas Tuli, akses spiritual, Islam kontemporer, HAM, maqasid al-shariaAbstract
Artikel ini mengkaji aksesibilitas spiritual bagi penyandang disabilitas Tuli di masjid dalam bingkai filsafat Islam kontemporer dan hak asasi manusia. Masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan spiritual sering kali belum ramah terhadap jamaah Tuli karena keterbatasan komunikasi, ketidaksiapan struktural, dan kurangnya kesadaran normatif. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis normatif terhadap Maqasid al-Shariah dan regulasi HAM, serta observasi lapangan di sejumlah masjid di Jakarta, artikel ini menegaskan perlunya reformulasi paradigma keberagamaan yang lebih inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa eksklusi spiritual terhadap komunitas Tuli tidak hanya melanggar prinsip kesetaraan dalam Islam, tetapi juga bertentangan dengan kerangka hukum nasional dan internasional. Maka, diperlukan desain masjid yang responsif terhadap kebutuhan Tuli serta penguatan narasi Islam yang rahmatan lil'alamin berbasis aksesibilitas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Raudhatul Hasanah Lie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




