Analisis Efektivitas File Carving dalam Forensik Digital pada Flashdisk Dengan Tools Autopsy dan FTK Imager
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i9.4857Keywords:
File Carving, Flashdik, Autopsy, FTK ImagerAbstract
Analisis efektivitas file carving dalam forensik digital pada flashdisk dengan tools autopsy dan ftk imager. Meningkatnya kejahatan siber mendorong kebutuhan akan teknik pemulihan data yang efektif, terutama dari media penyimpanan seperti flashdisk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas file carving menggunakan tools Autopsy dan FTK Imager dalam memulihkan data yang telah dihapus dari flashdisk dengan tiga skenario penghapusan berbeda. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan prosedur National Institute of Standards and Technology (NIST), dimana flashdisk berkapasitas 16 GB diisi dengan 35 file berbagai jenis (dokumen, gambar, video, dan aplikasi), kemudian dilakukan penghapusan data menggunakan tiga skenario: delete biasa, quick format, dan full format. Setelah penghapusan data dilakukan sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan, flashdisk di-imaging menggunakan Autopsy dan FTK Imager. Proses imaging ini bertujuan untuk menciptakan salinan bit-by-bit dari media penyimpanan, yang kemudian dianalisis tanpa memodifikasi data asli. Selanjutnya, kedua alat forensik digunakan untuk melakukan file carving, memindai sektor-sektor memori dan memulihkan file yang telah dihapus. Hasil akuisisi menunjukan pada flashdisk yang dilakukan penghapusan pada FTK Imager memperoleh nilai 100%, sementara Autopsy memperoleh nilai 82.8%. Jika flashdisk dilakukan quick format FTK Imager memperoleh nilai 0% dibandingkan Autopsy 74,3%. Sementara itu, pada flashdisk yang dilakukan format standar FTK Imager dan Autopsy memperoleh nilai 0% karena tidak berhasil menemukan file yang terhapus. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa FTK Imager lebih efektif untuk pemulihan data pada penghapusan sederhana, sementara Autopsy lebih unggul pada penghapusan quick format, dan kombinasi kedua tools diperlukan untuk optimalisasi pemulihan data dalam berbagai skenario investigasi forensik digital.
References
Analisis yuridis mengenai pembuktian. (2022). Analisis yuridis mengenai pembuktian Pasal 44 UU No. 11 Tahun 2008. Lex Privatum, 10(2), 1–14.
Butarbutar, R. (2023). Kejahatan siber terhadap individu: Jenis, analisis, dan perkembangannya. Technology and Economics Law Journal, 2(2), 3.
Dasmen, R. N., Rahman, A., Putra, D. A., & Saputra, M. (2024). Analisis digital forensik recovery file yang dihapus menggunakan tools Autopsy dengan metode National Institute of Justice. Jurnal Ilmiah KOMPUTASI, 23(2), 213–218.
Ilham, M. (2025). Efektivitas penggunaan alat bukti elektronik: Studi kasus UU ITE dan praktik peradilan di Indonesia. PLR: Philippine Law Review / Jurnal Hukum, 12(1), 55–72.
Kumar, V., & Kumar, S. (2023). Digital forensics challenges in portable storage devices: A review of methods and countermeasures. Forensic Science International: Digital Investigation, 45, 301588. https://doi.org/10.1016/j.fsidi.2023.301588
Matondang, J., Maulana, I., & Carudin. (2023). Analisis perbandingan perangkat lunak forensik digital file carving menggunakan NIST. Innovative: Journal of Social Science Research, 2154–2165.
Optimizing the use of digital forensics and information technology in legal proceedings: Barriers and opportunities. (2024). IJLCJ: International Journal of Law, Crime and Justice, 11(2), 150–170.
Rahman, M., Alasmary, W., Alshammari, R., & Karim, R. (2022). Portable storage device misuse: Risks and prevention in organizational settings. Journal of Information Security and Applications, 65, 103123. https://doi.org/10.1016/j.jisa.2021.103123
Ramesh, A., & Gupta, M. (2020). Forensic acquisition and analysis of USB flash drives: Techniques and challenges. Digital Investigation, 33, 300995. https://doi.org/10.1016/j.diin.2020.300995
Riadi, I., Fadlil, A., & Aulia, M. I. (2020). Investigasi bukti digital optical drive menggunakan metode National Institute of Standard and Technology (NIST). Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), 820–828.
Singh, R., & Kapoor, A. (2021). Impact of portable digital storage devices on productivity and cybersecurity. International Journal of Computer Applications, 183(3), 15–22. https://doi.org/10.5120/ijca2021921411
Subarzah, N. A. (2023). Kekuatan pembuktian alat bukti elektronik dalam tindak pidana pencucian uang terkait UU ITE. Krisna Law Journal, 9(3), 89–110.
Tamhidah, M. A. R. (2023). Pengaruh Media Sosial Terhadap Penyebaran Informasi Palsu dan Kejahatan Siber. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 9133–9147.
UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (2008). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58.
Wang, J., & Yan, Z. (2019). Trends in flash memory storage: Opportunities and security issues. Future Generation Computer Systems, 98, 641–653. https://doi.org/10.1016/j.future.2019.04.031
Yuwono, D. T., Juhairiah, S., & Sonedi. (2019). Analisis file carving pada file system dengan metode National Institute of Standards and Technology (NIST). Prosiding SNRT (Seminar Nasional Riset Terapan), 85–92. Politeknik Negeri Banjarmasin.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Leni Susanti, Akrom Akrom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





