Kulit Buah Naga Merah sebagai Terapi Alternatif Anti-Penuaan: Tinjauan Literatur tentang Regulasi MMP-1, TIMP, dan Ketebalan Dermis pada Kondisi Menopause
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i9.4890Keywords:
Menopause, MMP-1, TIMP, ketebalan dermis, fitoestrogen, kulit buah naga merahAbstract
Menopause ditandai dengan penurunan kadar estrogen yang memicu penuaan kulit melalui peningkatan aktivitas Matrix Metalloproteinase-1 (MMP-1), penurunan Tissue Inhibitor of Metalloproteinases (TIMP), dan percepatan degradasi kolagen. Terapi sulih hormon (Hormone Replacement Therapy/HRT) dapat membantu, namun penggunaannya jangka panjang berisiko menimbulkan kanker, stroke, dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), yang sering terbuang sebagai limbah, mengandung antosianin, flavonoid, dan betalain dengan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan fitoestrogenik. Senyawa tersebut mampu meniru efek estrogen, menekan stres oksidatif, menurunkan ekspresi MMP-1, serta meningkatkan kadar TIMP. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah menurunkan kadar malondialdehida (MDA), meningkatkan deposisi kolagen, dan menjaga ketebalan dermis pada model hewan menopause. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak etanol kulit buah naga merah terhadap kadar MMP-1, TIMP, dan ketebalan dermis pada tikus ovariektomi. Kadar MMP-1 dan TIMP diukur dengan metode ELISA, sedangkan ketebalan dermis dianalisis secara histologis. Ekstrak ini diharapkan menurunkan kadar MMP-1, meningkatkan TIMP, serta mempertebal dermis. Dengan demikian, kulit buah naga merah berpotensi dikembangkan sebagai terapi anti-penuaan alami berbasis fitoestrogen sekaligus pemanfaatan limbah pertanian.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fheby syabrina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





