Perkembangan Industri dan Teknologi Komunikasi serta Implikasinya terhadap Kemampuan Membaca sebagai Fondasi Literasi Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i10.4966Keywords:
Industri Komunikasi, Teknologi Komunikasi, Membaca, Literasi, Systematic Literature Review, PRISMA 2020, VosviewerAbstract
Perkembangan teknologi digital dianggap memiliki dampak negatif terhadap praktik dan budaya membaca di tengah masyarakat, yakni menurunkan keterampilan membaca, berkurangnya rentang perhatian pada teks, dan hilangnya kemampuan kognitif untuk memahami makna dari teks, yang berimplikasi pada menurunnya tingkat literasi. Berdasarkan data PISA 2022, reading score Indonesia berada pada angka 359, menurun 12 angka dari tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejauh mana perkembangan industri dan teknologi komunikasi merubah praktik dan budaya membaca di tengah masyarakat, dan bagaimana perubahan tersebut berdampak pada tingkat literasi dan pendidikan. Penelitian kualitatif menggunakan Systematic Literature Review dilakukan dengan memanfaatkan PRISMA 2020 dan Vosviewer dalam upaya melakukan pemetaan terhadap 48 artikel jurnal di Scopus, untuk kemudian dianalisis. Penelitian menemukan bahwa, artikel yang membahas mengenai objek penelitian paling banyak berasal dari wilayah Eropa yakni sebanyak 17/48 artikel (35%), adapun mayoritas metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yakni sebanyak 35/48 artikel (73%). Pembahasan yang paling disorot adalah mengenai kesadaran akan strategi membaca, yang dapat ditemukan pada 45/48 artikel (94%). Kognisi remaja yang perlu dikembangkan berkaitan dengan kemampuan literasi adalah pemahaman atas isi dan makna teks, dalam upaya mengintegrasikan dan menghasilkan kesimpulan. Dalam upaya untuk meningkatkan literasi, dengan mengacu pada Prioritas Strategis UNESCO, terdapat tiga upaya utama yang dilakukan oleh pemerintah, yakni mengembangkan kebijakan dan strategi literasi nasional, memantau kemajuan dan menilai keterampilan dan program literasi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses dan meningkatkan hasil pembelajaran. Secara garis besar, perkembangan teknologi digital dianggap memiliki dampak negatif terhadap praktik dan budaya membaca di tengah masyarakat, yakni menurunkan keterampilan membaca, berkurangnya rentang perhatian pada teks, dan hilangnya kemampuan kognitif untuk memahami makna dari teks, yang berimplikasi pada menurunnya tingkat literasi. Secara akademis, penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi sebagai rujukan bagi para peneliti lainnya yang hendak melakukan penelitian di bidang komunikasi (kajian semiotika, maupun dari sudut pandang industri dan teknologi komunikasi).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Carolina Dwita Awani, Adhy Putranto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




