Hubungan Derajat Keparahan dengan Status Psikososial Pasien Melasma : Studi Cross-sectional
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i12.4993Keywords:
melasma, MASI, MELASQOL, psikososial, kualitas hidupAbstract
Melasma tidak hanya berdampak pada aspek fisik berupa hiperpigmentasi, tetapi juga menimbulkan gangguan psikososial yang signifikan. Hubungan antara tingkat keparahan klinis melasma dengan derajat gangguan psikososial belum banyak diteliti di populasi Indonesia. Menganalisis hubungan antara tingkat keparahan melasma menggunakan Melasma Area and Severity Index (MASI) dengan derajat status psikososial menggunakan Melasma Quality of Life (MELASQOL). Studi cross-sectional dilakukan pada 15 pasien wanita dengan melasma di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Tingkat keparahan dinilai menggunakan skor MASI, sedangkan status psikososial dinilai menggunakan kuesioner skor MELASQOL. Analisis korelasi Pearson dan regresi linear sederhana digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Rerata skor MASI adalah 5,95±1,15 dengan 53,3% pasien memiliki tingkat keparahan sedang dan 46,7% dengan tingkat derajat berat. Rerata skor MELASQOL adalah 40,33±6,22 dengan distribusi yang sama. Terdapat korelasi positif sangat kuat antara skor MASI dan MELASQOL (r=0,988; p<0,001; R²=0,977). Persamaan regresi menunjukkan MELASQOL = 8,62 + 5,33 × MASI. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara tingkat keparahan melasma dengan derajat gangguan psikososial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Shelly Lavenia Sambodo, Endra Yustin Ellistasari, Arie Kusumawardani, Muhammad Eko Irawanto, Nurrachmat Mulianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




