Integrasi Teori Lickona dan Kolb Dalam Pembentukan Karakter Dermawan Melalui Program Sedekah Harian: Studi Literatur
Main Article Content
Pendidikan karakter menjadi pilar utama pembentukan manusia Indonesia seutuhnya, namun tantangan moral generasi muda seperti perilaku konsumtif dan rendahnya kepedulian sosial menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral di sekolah belum sepenuhnya berhasil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi moral ekonomi remaja Indonesia, menganalisis integrasi teori pendidikan karakter Thomas Lickona dan teori pembelajaran pengalaman David Kolb dalam konteks pendidikan karakter dermawan, serta mengkaji kontribusi nilai-nilai Islam seperti niyyah dan ihsan dalam memperkaya pembelajaran moral berbasis pengalaman sosial. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur deskriptif-analitis dengan adaptasi PRISMA-like process terhadap 86 artikel dan buku, yang diseleksi menjadi 14 sumber utama dari jurnal Scopus, SINTA, dan 8 buku teori moral serta spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembentukan karakter dermawan tidak cukup melalui transfer nilai, melainkan harus melalui siklus pengalaman konkret, refleksi moral, dan internalisasi spiritual. Integrasi teori Lickona dan Kolb dengan nilai Islam menghasilkan model Experiential–Reflective Charity Learning (ERCL), yaitu pembelajaran karakter yang menekankan pengalaman sosial, refleksi bermakna, dan kesadaran spiritual. Model ini relevan dengan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan SDGs poin 4 serta 8.
Bruner, J. S. (1960). The process of education. Harvard University Press.
Buterin Mi?i?, L. (2021). The relationship between students' perception of a school as a caring community and academic motivation. Pedagogika, 140(4), 294–309.
Cania, A., & Wibowo, B. S. (2025). Pembentukan karakter peduli sosial siswa melalui kegiatan infak Jumat di SMA Negeri 1 Padang. Jurnal Pendidikan Karakter dan Sosial, 3(3), 200–213. https://portal.issn.org/resource/ISSN/3026-085X
Gaspar, A., & Esteves, C. (2022). Empathy development from adolescence to adulthood and its consistency across targets. Frontiers in Psychology, 13, 871. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.00871
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.
Kristjánsson, K. (2022). Virtue ethics and moral education revisited. Journal of Moral Education, 51(3), 285–298. https://doi.org/10.1080/03057240.2022.2047806
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lickona, T. (2004). Character matters: How to help our children develop good judgment, integrity, and other essential virtues. Simon & Schuster.
Maslakhah, S. (2019). Penerapan metode learning by doing dalam pembentukan karakter sosial siswa. Jurnal Diksi, 27(2), 133–144. https://doi.org/10.21831/diksi.v27i2.27681
Maulida, R., & Ali, H. (2023). Maqasid shariah index and moral economy in Islamic education. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 5(1), 45–60.
Meyer, M. (2024). Moral education through the fostering of reasoning skills. Journal of Character Development Studies, 12(2), 98–113. https://doi.org/10.1177/24542120241298734
Narvaez, D., & Lapsley, D. (2021). Moral character education: The integration of virtue ethics and social–cognitive theory. Educational Psychology Review, 33(2), 431–450. https://doi.org/10.1007/s10648-020-09534-9
Pranata, R., & Wardefi, Y. (2024). Program SIBERSERI dalam pembentukan empati sosial siswa SMP. Jurnal Pendidikan Islam dan Karakter, 5(1), 34–46.
Purba, A., Syafrina, D., & Hidayat, R. (2024). Perilaku konsumtif remaja dan implikasinya terhadap pendidikan karakter ekonomi. Jurnal Pendidikan dan Psikologi Indonesia, 6(2), 121–133.*
Villacís, M., Martínez, M., & Dávila, F. (2023). Character strengths, moral motivation, and vocational identity in adolescents and young adults. Current Psychology, 42(5), 3924–3938. https://doi.org/10.1007/s12144-022-02894-1
Wahib, A. (2021). Filsafat pendidikan Islam dan pembentukan karakter spiritual. Alfabeta.
Yanti, N., Rahmawati, A., & Widodo, S. (2025). Indonesian teachers' roles in designing and utilizing AI-powered animated videos to foster character education. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 24(1), 150–170. https://doi.org/10.26803/ijlter.24.1.9
Yusmuliadi, M., & Agustang, A. (2021). Peranan OSIS dalam membentuk karakter sosial peserta didik di SMA Negeri 1 Pangkep. Pinisi Journal of Sociology Education Review, 1(2), 95–107.
