Strategi Kebijakan Pemulihan Lahan Bekas Tambang Batu Kapur Melalui Ekowisata Hutan Kota Berbasis Pemberdayaan Masyarakat : Studi Kasus di Desa Suci, Gresik
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v4i11.5070Keywords:
Pemulihan lahan bekas tambang, ekowisata hutan kota, pemberdayaan masyarakat, aspek ekonomi, TOWS, AHP, Desa Suci GresikAbstract
Kegiatan pertambangan batu kapur di Kabupaten Gresik, khususnya di Desa Suci, telah memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Namun, di sisi lain, aktivitas tersebut juga meninggalkan permasalahan lingkungan berupa lahan kritis, degradasi ekosistem, dan penurunan kualitas tanah serta vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi kebijakan pemulihan lahan bekas tambang batu kapur melalui pengembangan ekowisata hutan kota berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Suci, Kabupaten Gresik. Lahan bekas tambang di wilayah ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai ruang hijau produktif dan destinasi ekowisata yang berkelanjutan, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti degradasi lingkungan, keterbatasan kapasitas masyarakat, dan minimnya kebijakan integratif. Oleh karena itu, penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) dengan menggunakan analisis TOWS (Threats, Weaknesses, Opportunities, Strengths) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi kebijakan yang terukur dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek ekonomi merupakan faktor yang paling dominan dalam strategi pemulihan lahan bekas tambang melalui ekowisata hutan kota. Faktor ekonomi yang menonjol meliputi potensi peningkatan pendapatan masyarakat, peluang pengembangan usaha mikro berbasis wisata, serta keterlibatan masyarakat dalam rantai nilai ekonomi lokal. Berdasarkan hasil integrasi analisis TOWS–AHP, strategi prioritas yang direkomendasikan adalah: (1) penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan pembentukan kelembagaan desa wisata, (2) kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pengelolaan kawasan ekowisata, serta (3) optimalisasi potensi lahan bekas tambang sebagai ruang produktif dan edukatif. Kesimpulannya, pendekatan TOWS–AHP efektif untuk menghasilkan strategi kebijakan berbasis ekonomi yang tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Fadlullohil Masbut, Hendrata Wibisana, Novel Karaman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




