Persepsi Politik Perempuan Kalampangan Terhadap Kerusakan Gambut dan Eksklusi Partisipasi Dalam Kebijakan Pengelolaan Gambut

Authors

  • Juli Natalia Silalahi Universitas Palangka Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v4i12.5235

Keywords:

politik gambut, Perempuan, eksklusi politik, demokrasi agonistic, Mouffe, Kalampangan

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi politik perempuan Kalampangan terhadap kerusakan gambut serta bentuk eksklusi yang mereka alami dalam kebijakan pengelolaan gambut. Dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologi dan teori demokrasi agonistik Chantal Mouffe, penelitian ini menelusuri pengalaman hidup perempuan terkait perubahan ekologis seperti banjir, kekeringan, dan risiko kebakaran yang dipicu oleh ekspansi kelapa sawit serta oleh kebijakan dan program pengelolaan gambut yang mengeksklusikan perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 19 informan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memaknai kerusakan gambut sebagai persoalan politik-ekologis yang dibentuk oleh relasi kuasa hegemonik antara aktor dominan, terutama perusahaan sawit dan elit lokal (pemerintah, pembuat proyek lingkungan, dan elit dominan dalam kegiatan perempuan di tingkat Kelurahan). Meskipun memiliki pengetahuan ekologis yang mendalam, perempuan tidak dilibatkan dalam diskusi kebijakan strategis dan hanya terlibat dalam kegiatan domestik. Studi ini menyimpulkan bahwa demokrasi lokal belum menyediakan ruang agonistik bagi perempuan sebagai aktor politik yang sah. Temuan ini menegaskan pentingnya tata kelola gambut yang inklusif dan responsif gender serta mengakui pengalaman dan pengetahuan perempuan.

References

Elvince, R., Joni, H., Yuanita, I., & Sosilawaty. (2021). Program pemulihan ekosistem gambut untuk kesejahteraan masyarakat di Desa Mantangai Tengah, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(5).

F. Adji, F., Sosilawaty, Darung, U., Nidya, Malina Silva, K., Khairunnisa, & Fernandes. (2020). Implementasi kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui program Bina Desa Mandiri Peduli Gambut di kawasan Eks PLG Sejuta Hektar Provinsi Kalimantan Tengah. Pengabdian Kampus: Jurnal Informasi Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat, 7(2). https://doi.org/10.52850/jpmupr.v7i2.2082

Handayani, I. G. A. K. R. (2013). Urgensi peraturan daerah pengelolaan daerah aliran Sungai Bengawan Solo dalam rangka penguatan fungsi lingkungan hidup dan good governance. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 20(2). https://doi.org/10.20885/iustum.vol20.iss2.art5

Kumalawati, R., Anjarini, D., & Elisabeth. (2019). Penyebab kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP.

Marlina, S. (2017). Pengelolaan ekosistem gambut pasca kebakaran lahan gambut di Provinsi Kalimantan Tengah. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1). https://doi.org/10.33084/mitl.v2i1.129

Masganti, M., Anwar, K., & Susanti, M. A. (2020). Potensi dan pemanfaatan lahan gambut dangkal untuk pertanian. Jurnal Sumberdaya Lahan, 11(1). https://doi.org/10.21082/jsdl.v11n1.2017.43-52

Napitupulu, S., & Mudiantoro, B. (2015). Pengelolaan sumber daya air pada lahan gambut yang berkelanjutan. Annual Civil Engineering Seminar.

Prayoga, K. (2016). Pengelolaan lahan gambut berbasis kearifan lokal di Pulau Kalimantan. Prosiding Seminar Nasional Lahan Basah, 3.

Rachmanadi, D., Faridah, E., Sumardi, S., & van der Meer, P. (2018). Karakteristik kerusakan hutan rawa gambut tropis terdegradasi di Kalimantan Tengah. Jurnal Hutan Tropis, 5(2). https://doi.org/10.20527/jht.v5i2.4363

Dwisatria, A., & Pratiwi, H. (2022). Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan lingkungan hidup di tingkat lokal. Jurnal Sosiologi Nusantara, 8(1), 45–62.

Graham, L. L. B., Page, S. E., & Tristisari, Y. (2017). Drainage and land-use impacts on tropical peatland hydrology: A review. Environmental Reviews, 25(2), 199–213.

Miettinen, J., Shi, C., & Liew, S. C. (2017). Fire distribution in Southeast Asian peatlands. Global Ecology and Conservation, 9, 70–78.

Mouffe, C. (2000). The democratic paradox. Verso.

Mouffe, C. (2005). On the political. Routledge.

Mouffe, C. (2013). Agonistics: Thinking the world politically. Verso.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.

Siregar, E. (2020). Representasi perempuan dalam kebijakan lingkungan hidup: Analisis gender dan politik lokal. Jurnal Politik, 6(2), 198–212.

Susanti, A., & Maryudi, A. (2021). The dynamics of peatland policy in Indonesia: Power contestation, forest governance, and policy outcomes. Forest and Society, 5(1), 152–167.

Swyngedouw, E. (2011). Depoliticized environments: The end of nature, climate change and the post-political condition. Royal Institute of Technology.

Wijedasa, L. S., Sloan, S., Page, S. E., Evans, T., & Clements, G. R. (2018). Deforestation and degradation of tropical peatlands. Conservation Letters, 11(2), e12410.

Downloads

Published

2025-12-04